Claim Missing Document
Check
Articles

Politik Identitas dalam Ruang Demokrasi Indonesia: Dinamika, Strategi, dan Implikasinya Terhadap Kohesi Sosial Tumanggor, Timur; Azhar, Anang Anas
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v6i2.1436

Abstract

This study examines the construction and mobilization of identity politics in Indonesia's democratic space and its implications for social cohesion and the quality of democracy. Using a qualitative approach with a case study method, this study found that identity politics in Indonesia is consciously utilized by various political actors through symbols, religious and cultural narratives, and social media. Identity politics has been proven to form affectation-based political loyalty, but it has an impact on the exclusion, polarization, and delegitimization of democratic institutions. Phenomena such as the 2017 Jakarta Regional Elections and the 2019 General Election are concrete examples of how identity is used as an effective electoral strategy, but risks deepening social tensions. Nevertheless, identity politics also has constructive potential if it is managed within the framework of inclusive local culture and supported by Islamic communication principles such as tasamuh (tolerance), shura (deliberation), and ukhuwah (brotherhood). These values are able to form a harmonious space for dialogue and encourage fair political participation. This study recommends the need to strengthen multicultural education, public policies that support social integration, and the mainstreaming of cross-identity communication ethics as the foundation of a sustainable, inclusive, and upholding democracy that upholds Bhinneka Tunggal Ika.
CABANG DAN RANTING SEBAGAI RUH DAKWAH, JALAN PANJANG MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA MENJAWAB TARGET NASIONAL Azhar, Anang Anas; Samosir, Hasrat Efendi; Harahap, Partaonan; Iman, Mujhirul; Naldi, Anri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47722

Abstract

Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah berbasis komunitas menempatkan cabang dan ranting sebagai fondasi vital dalam menyemai nilai-nilai Islam Berkemajuan. Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah menetapkan target nasional strategis: 60% kecamatan memiliki cabang aktif dan 40% desa/kelurahan memiliki ranting aktif. Provinsi Sumatera Utara, dengan 450 kecamatan dan keragaman sosial-budaya yang tinggi, menjadi medan uji penting terhadap keberhasilan konsolidasi struktur dakwah akar rumput ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan pemanfaatan aplikasi Sicara sebagai instrumen digital evaluasi struktural. Hasil analisis menunjukkan bahwa pencapaian cabang aktif baru sekitar 40% dan ranting aktif 25%, masih jauh dari target nasional. Tantangan utama mencakup kondisi geografis yang kompleks, stagnasi kaderisasi, lemahnya administrasi, serta rendahnya literasi digital di tingkat cabang dan ranting.  Meski demikian, terdapat praktik baik di sejumlah daerah yang berhasil memadukan dakwah, pengelolaan masjid, dan pemberdayaan ekonomi. Kesimpulannya, penguatan cabang dan ranting memerlukan strategi holistik yang melibatkan pemetaan struktural, digitalisasi, kaderisasi fungsional, dan kolaborasi lintas majelis dan eksternal.
Analisis Semiotika Makna Budaya dalam Iklan Djarum 76 Edisi Dirgahayu Indonesia Adrya, M. Rifqi; Azhar, Anang Anas
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.3957

Abstract

This study aims to analyze how the Djarum 76 Dirgahayu Indonesia Edition advertisement reflects Indonesia’s cultural values and national identity. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing Roland Barthes’ semiotic approach to interpret the denotations, connotations, and myths present in the advertisement’s symbols.The analysis reveals six dominant cultural representations in the advertisement: Batik motifs,Papuan dance,Madurese pencak silat,Payung dance,Plate dance,Kacet Papatai dance.These findings indicate that the Djarum 76 Dirgahayu Indonesia Edition advertisement uses diverse traditional cultural elements to reinforce messages of nationalism and pride in Indonesia’s cultural heritage. Overall, the advertisement presents a narrative of Indonesian national identity through symbols of traditional culture that are rich in meaning. This semiotic analysis demonstrates that the visual elements are not merely aesthetic decoration; rather, they serve as communicative tools for conveying cultural values and national pride. Through these findings, this study is expected to enrich the understanding of how cultural meaning and national identity are constructed in the context of commercial promotional media.
Symbolic Violence Against Women in Medan’s Patriarchal Culture Ariftha, Annisa; Azhar, Anang Anas
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v11i2.953

Abstract

The study on symbolic violence against women is limited. There is still a significant degree of suspicion and stigma in society around the notion that women are weak and helpless compared to men and that women are continually the victims of patriarchal symbolic violence in terms of language, social economics, and others. This research aims to investigate how and why symbolic violence is performed against women in patriarchal cultures, the kinds of symbolic violence against women, the determinants of symbolic violence in this instance, and the effects of linguistic-symbolic violence on women in Medan Tembung. This qualitative research included seven individuals between the ages of 15 and 35. Observations and interviews were employed to collect data for this investigation. The acquired data was then examined using sociological methodologies to disclose the field phenomena and interview outcomes precisely. Furthermore, this research employs the theory of Pierre Bourdieu to comprehend symbolic violence in society. This study's results demonstrate that symbolic violence persists in society, particularly in meetings and in the form of language. The results of this research support this concept by providing evidence of symbolic violence in the form of language or particular terminology that women are not permitted to use, although males are permitted to do so, and which seem to be prevalent in daily life.
Dinamika Komunikasi Antar Etnis Multikultural Dalam Meningkatkan Harmonisasi di Kecamatan Batang Kuis Sinta, Elvita Dwi; Azhar, Anang Anas
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1353-1362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi antar-etnis di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, yang dikenal sebagai wilayah multikultural dengan keberagaman etnis seperti Jawa, Melayu, Batak, Minang, dan lainnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis library research, dengan sumber data berupa literatur ilmiah dan data statistik resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun interaksi sosial antar-etnis berjalan baik secara permukaan, terdapat tantangan dalam bentuk ketimpangan representasi, stereotip, dan dugaan diskriminasi pelayanan administratif. Hambatan ini berpotensi menimbulkan konflik laten jika tidak ditangani secara bijak. Strategi yang direkomendasikan meliputi pembentukan forum komunikasi lintas etnis, penguatan pendidikan multikultural, dan penggunaan media komunitas sebagai alat diseminasi narasi inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antar-etnis harus dikelola secara partisipatif dan adil untuk menjagaharmoni sosial di tengah keberagaman budaya masyarakat Batang Kuis
Analisis Perilaku Komunikasi Anak Broken Home di Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Harahap, Elina Herawaty; Azhar, Anang Anas
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.597

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perilaku komunikasi anak-anak dari keluarga broken home di Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi dalam keluarga broken home akibat konflik rumah tangga  cenderung kurang baik karena mempengaruhi sikologi anak. Berbeda dengan proses komunikasi anak broken home akibat ditinggal mati orang tua yang masih terbilang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku komunikasi anak-anak dari keluarga broken home meliputi suasana psikologis, bahasa, dan citra diri. Dalam konteks ini, persepsi orang lain juga berperan dalam memengaruhi kemampuan individu dalam berkomunikasi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika komunikasi dalam keluarga broken home, yang dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi yang sesuai untuk mendukung perkembangan anak-anak dari keluarga tersebut.
Pemanfaatan Koleksi Kitab Kuning Santri Putri di Perpustakaan Pondok Pesantren Darul Arafah Raya Deli Serdang Siregar, Fauziyah; Azhar, Anang Anas; Yusniah, Yusniah
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 4 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i4.2300

Abstract

This research explores the Utilization of Yellow Book Collections by Female Students at the Library of Darul Arafah Raya Islamic Boarding School in Deli Serdang. The aim of this study is to determine whether the yellow book collections for female students in the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school have been utilized and to identify the obstacles experienced by female students in utilizing the yellow book collections available in the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school. This research is descriptive in nature, employing a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that the utilization of yellow book collections by female students in the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school has not been fully exploited, as the female students encounter difficulties in understanding and utilizing the yellow books due to the absence of diacritical marks (fathah, kasrah, dhammah, sukun). Additionally, their everyday vocabulary (mufhrodat) is still lacking, and their proficiency in studying nahwu and sharaf is weak. The obstacles to the utilization of yellow book collections for female students at the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school include the absence of diacritical marks (fathah, kasrah, dhammah, sukun) in the yellow books, which makes it difficult for female students to comprehend them. Furthermore, the difficulty in interpreting the yellow books is due to the lack of everyday vocabulary, the weakness in Arabic language proficiency among female students, the absence of specific schedules for learning yellow books, and the lack of communication between female students and teachers in yellow book learning.
KOMUNIKASI BISNIS ONLINE DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI MARKETPLACE FACEBOOK Amin, Ahmad Aldi; Azhar, Anang Anas; Rozi, Fakhrur
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 8 No 2 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v8i2.4599

Abstract

Tulisan ini bertujuan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan sesuatu. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode yang disebut "purposive sampling". Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui komunikasi bisnis online dalam interaksi jual beli di market place Facebook.Pakar pemasaran dan konsumen yang ikut serta dalam penelitian ini ditemukan secara online melalui pasar Facebook. Data primer dan wawancara dengan bagian pemasaran merupakan jenis data yang digunakan. Sedangkan data sekunder berasal dari studi literatur. Triangulasi sumber dan teknik analisis data, seperti analisis interaktif, digunakan untuk memeriksa validitas data. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang menggunakan pasar Facebook sebagai cara berbisnis online. Peran komunikasi bisnis online dalam interaksi jual beli facebook marketplace. Ini memungkinkan penjual dan pelanggan untuk berbicara langsung melalui obrolan Facebook atau komentar Facebook.
POLITIK PENCITRAAN DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM Azhar, Anang Anas
Journal Analytica Islamica Vol 6, No 2 (2017): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.108 KB) | DOI: 10.30829/jai.v6i2.1278

Abstract

Abstrak: Disadari atau tidak, politik pencitraan menjadi pragmentasi yang sering dilakoni partai politikpeserta pemilu. Pragmentasi itu menguat seiring dengan berubahnya wajah perpolitikan Indonesia kepadasistem politik multi partai. Di tengah-tengah masyarakat yang masih lekat pengetahuannya pada partailama, partai-partai baru yang bermunculan berupaya meaih simpatisme masyarakat dengan membangunpolitik pencitraan agar mereka dapat diterima masyarakat dengan baik. Partai-partai baru tak terkecualipartai politik berbasis Islam, menampilkan berbagai macam wajah, yang kesannya sebagai katalisatorpositif untuk politik pencitraan. Komunikasi dalam perspektif Islam, harus dilaksanakan dengan mengedepankanprinsip-prinsip kebaikan, kejujuran dan kebenaran. Dalam literatur komunikasi Islam, ada beberapa prinsipkomunikasi Islam yang lazim dipahami, yaitu:1. Qaulan sadida; 2. Qaulan baligha; 3. Qaulan ma’rufa; 4.Qaulan karima; 5. Qaulan layinan; 6. Qaulan maysura. Dua dari 6 prinsip komunikasi yang dilakukan,menjadi hal utama yang harus diperhatikan dalam proses politik pencitraan politik. Pertama,qawlan Sadida(berkata dengan benar dan jujur). Pencitraan dari perpektif terminologi ini, harus dilakukan dengan menjunjungtinggi kejujuran dan kebenaran. Islam memandang komunikasi harus dilakukan denggan benar, faktual,dan tidak mengandung unsur rekayasa atau memanipulasi fakta. Kedua,qawlan ma’rufan (perkataan yangbaik). Qawlan ma’rufan sebagaimana dijelaskan Ilaihi dapat diartikan sebagai ungkapan atau ucapanyang pantas dan baik. Politik pencitraan dari perspektif komunikasi Islam harus dilakukan sesuai denganprinsip-prinsip komunikasi Islam, yaitu memberikan pesan sesuai dengan fakta dan tidak dimanipulasi.Politik pencitraan dalam pandangan Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah ataunilai-nilai yang disampaikan harus sesuai dengan ajaran Islam, cara (how) penyampaiannya juga mengandungkejujuran, gaya bicara yang digunakan harus santun dan menjunjung etika.Kata Kunci: politik, pencitraan, komunikasi Islam
Interpersonal Communication with the Deaf in the Metaverse Age Dani, Idegham; Azhar, Anang Anas
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Selamat Village is one of the villages located in Sunggal District, Deli Serdang Regency, Nort Sumatra Province, Indonesia. According to data from the Tanjung Selamat Village population census, this village is a village with a low level of disability. There are only 0.001% of the total population with disabilities. However, technological advancements in the village have advanced, the community is familiar with the term metaverse, thia Cn be seen from the number of internet users in the village because the internet is part of the metaverse. The goal of this study was to determine the evolution of metaverse use for deaf people. This study combines descriptive research with an observational approach to provide a comprehensive picture of deaf people's use of the metaverse. This study included four participants: the village head of Tanjung Selamat Village, two people deaf and their families who are natives the village of Tanjung Selamat, and one metaverse user who are in the city of Medan. According to the findings of this study, the deaf in Tanjung Selamat Village have not been able to use metaverse to facilitate communication, but the seeds of technological progress have been used by the deaf, as evidenced by their use of an application to send messages as an easy way to communicate. On the other hand, there is great hope that technological advancements, particularly the metaverse, will reach all corners of the globe and be put to good use.
Co-Authors Abdi Mubarak Syam ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Abdul Rasyid Abidin, Syahrul Achiriah, Achiriah Adrya, M. Rifqi Alfaruqi, Muhammad Alif Amin, Ahmad Aldi Amril Anri Naldi Apulina, Silvi Suci Ari, Alya Ratu Balqis Ariftha, Annisa AZ-Zahra, Salsabila Fazri Bangun, Dinda Almunawaroh Bara, Elsa Annisa Batu Br Sinuraya, July Susanti Dani, Idegham Dwi Israfi Parangin angin Elryan Adha, Dwiki Erwan Efendi Fakhrur Rozi, Fakhrur Farhani, Muhammad Chandrika Fatimah Ferry, Muhammad Ginting, Abdul Fikri Halihasimi, Halihasimi Hamanda, Dewa Hamonangan, Yogi Triyuda Hanif, Randy Muhammad Harahap, Elina Herawaty Harahap, Hidayani Syafitri Harahap, Juliadi Zurdani Harahap, Partaonan Harahap, Suheri Hardiansyah, Tubagus Rizki Harianto, Deni Hasan Sazali Hasibuan, Wilda Lestari Husnah, Asmaul Iman, Mujhirul Infadillah, Rury Juarsa, Izkal Dwifa Jufri Naldo Kamal, Aliza Kartika, Yunda Khoiriyah, Fitri Kholil, Syukur Kustiawan, Winda Liani, Firda Mei Lubis, Ummu Hoiriah Matondang, Abdul Rahman Muhammad Reza Muhammad, Qasem Muslih Fathurrahman Nasution, Hasyimsyah Nurhasna, Lily Siti Puji Santoso Purwaningtyas, Franindya Puspita, Ardian Nurul Putri, Indah Rezeki Reza Hanafi, Muhammad Rohani, Laila Rosadi, Nindia Ajeng Rozi, Fakhrul Sakdiah, Evi Samosir, Hasrat Efendi Septika, Ghina Silaen, Mulkan Darajat Simalango, Eka Susanti Simatupang, Muhammad Andry Sinta, Elvita Dwi Siregar, Fauziyah Siregar, Fitrah Alfisyah Sri Nurhayati Subiantoro, Dedi Syahputra, Romi Tumanggor, Timur Wulan, Amanda Yusniah, Yusniah Zuhriah