Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Arsitektur Bangunan Istana Niat Lima Laras di Kabupaten Batu Bara Putri, Indah Rezeki; Achiriah, Achiriah; Azhar, Anang Anas
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.12 KB) | DOI: 10.34007/warisan.v1i2.522

Abstract

This article discusses the Architectural Patterns of the Five Laras Niat Palace in Batu Bara Regency. This palace was founded during the reign of Datuk Mad Yudha. This palace has a mix of European, Chinese and Malay style architecture. This study uses the historical method in four writing steps, namely; heuristics, verification or criticism, interpretation, and historiography, with an architectural approach. This palace has unique carvings and decorations. Some of the carvings contained in the architectural pattern of the Five Laras Intentional Palace building, are: Flower Susun Kelapa, Ricih Wajid, Clove Flower, Banana Heart, Dumping Rice, Single Corn, Tapuk Pinang, Bees Bergayut, Endless Tile, Sula Wheel, Crown Flower, A Herd of Ducks Going Home in the Evening, and Arrange Betel. After the death of the Datuk, this palace was slowly being abandoned by the Kedatuan Lima Laras family, because the condition was no longer feasible. Until now, the Niat Lima Laras Palace remains one of the people's pride and is a major historical tourist destination in Batu Bara Regency.
Masjid Raya Datuk Badiuzzaman Surbakti: Sejarah dan Arsitekturnya Khoiriyah, Fitri; Naldo, Jufri; Azhar, Anang Anas
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v4i1.1890

Abstract

This article aims to reveal the history and architecture of Masjid Agung Datuk Badiuzzaman Surbakti. This research adopts a qualitative research design with a descriptive approach and employs historical methods in the data collection and analysis process. There are four stages conducted in this research, namely heuristic, verification, interpretation, and historiography. Data were obtained through interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that Masjid Agung Datuk Badiuzzaman was established in 1885 AD by Datuk Badiuzzaman Surbakti, the eighth king of the Sunggal Kingdom, also known as the King of Serbanyaman. Furthermore, the study also demonstrates that until the present day, the mosque stands firmly as a symbol of history and the community's beliefs. The architecture of this mosque reflects the beauty of past architectural art, which combines traditional and spiritual values within its structure. This research provides a significant contribution in understanding the role of Masjid Agung Datuk Badiuzzaman Surbakti in the context of local history and architecture, enriching insights into the cultural and religious heritage of this region.
Trend Library Cafe dalam Mendukung Budaya Minat Baca Generasi Muda Lubis, Ummu Hoiriah; Azhar, Anang Anas
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.198

Abstract

Trend Library Café di kota Medan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya baca yang mulai ditinggalkan oleh kaum muda masa kini dengan menambahkan fasilitas café sebagai daya tarik yang diambil dari penyesuaian dengan gaya hidup masa kini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Trend Library Cafe dalam mendukung minat baca generasi muda kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yakni observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peran Trend Library Cafe dalam mendukung minat baca generasi muda kota Medan. Trend Library Cafe memiliki tiga peran perpustakaan yang dimiliki Trend Library Cafe yaitu menyelenggarakan story telling, meningkatkan fasilitas perpustakaan, dan menyelenggarakan kegiatan penunjang. Dalam meningkatkan fasilitas perpustakaan, Trend Library Cafe juga menerapkan konsep yang berbeda yaitu seperti menyediakan berbagai macam makanan dan minuman serta buku-buku yang dapat dibaca secara santai. Berdasarkan hasil temuanperpustakaan yang dulunya merupakan pusat informasi dan sarana belajar bagi kaum muda telah dianggap sebagai tempat yang membosankan, formal, dan kaku. Adanya konsep café yang mulai bermunculan, membuat kaum muda cenderung beralih nongkrong di café daripada di perpustakaan. Hal ini dikarenakan gaya hidup masa kini yang cenderung menawarkan suasana yang santai, nyaman, terbuka dengan fasilitas yang menarik. Trend café dapat digunakan untuk seminar dan bedah buku. Hal tersebut agar pengunjung dapat mengetahui keberadaan Trend Library Cafe.
Efektivitas Etika Komunikasi Digital Islam Dalam Pendidikan Islam Di Lingkungan Kementerian Agama Aceh Tengah Halihasimi, Halihasimi; Kholil, Syukur; Azhar, Anang Anas
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas etika komunikasi digital Islam dalam pendidikan Islam di lingkungan kementerian agama Aceh tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk melihat keabsahan data penelitian, peneliti menggunakan metode = triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan berbasis komunikasi digital Islam dalam konteks pendidikan Islam di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah telah berjalan dengan baik, efektif dan efisien. Proses pelayanan optimal yang dilakukan institusi pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kabupaten Aceh Tengah tidak hanya dapat dilihat melalui optimalisasi teknologi pendukung pembelajaran, seperti proses pembelajaran berbasi komputer dan penggunaan e-learning tetapi juga melalui dukungan etika komunikasi Islam, seperti keterbukaan dan kejujuran para pengurus sekolah (MAN 1 Takengon) terkait informasi publik. Etika komunikasi digital Islami menjadi basis dasar yang mendorong piranti teknologi pada Institusi pendidikan Islam yang ada di kementerian agama Aceh Tengah. Hal ini secara nyata diwujudkan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dapat digunakan secara langsung melalui platform digital.
PENERAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN DALAM MELAYANI PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ASAHAN Bara, Elsa Annisa Batu; Azhar, Anang Anas; Abidin, Syahrul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka serta faktor penghambat yang dialami pustakawan terhadap pemustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penelitian deskriptif yang menggunakan wawancara untuk mendeskripsikan data yang diperoleh peneliti secara langsung, untuk memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci bagaimana penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dalam melayani pemustaka di Perpustakaan Universitas Asahan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada 6 informan yaitu 3 Pustakawan dan 3 Pemustaka Universitas Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka dalam sikap keterbukaan, empati, dan dukungan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka masih mempunyai kekurangan, sedangkan dalam sikap rasa positif dan kesetaraan dalam memberikan pelayanan sudah cukup baik. Hambatan pustakawan dalan memberikan pelayanan kepada pemustaka adalah kurangnya sensitivitas dan kurangnya informasi. Abstract This study aims to determine the application of interpersonal communication librarians and users and the inhibiting factors experienced by librarians towards users. The research method used is a qualitative method with descriptive research that uses interviews to describe the data obtained by researchers directly, to obtain a clear and detailed picture of how librarian interpersonal communication is applied in serving users at the Asahan University Library. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Furthermore, the researchers conducted interviews with 6 informants, namely 3 Librarians and 3 Librarians of Asahan University. The results of this study indicate that the application of interpersonal communication for librarians and users in an attitude of openness, empathy, and support in providing services to users still has deficiencies, whereas in an attitude of positive feeling and equality in providing services it is quite good. Obstacles for librarians in providing services to users are the lack of sensitivity and lack of information.
PENERAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN DALAM MELAYANI PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ASAHAN Bara, Elsa Annisa Batu; Azhar, Anang Anas; Abidin, Syahrul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka serta faktor penghambat yang dialami pustakawan terhadap pemustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penelitian deskriptif yang menggunakan wawancara untuk mendeskripsikan data yang diperoleh peneliti secara langsung, untuk memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci bagaimana penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dalam melayani pemustaka di Perpustakaan Universitas Asahan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada 6 informan yaitu 3 Pustakawan dan 3 Pemustaka Universitas Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka dalam sikap keterbukaan, empati, dan dukungan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka masih mempunyai kekurangan, sedangkan dalam sikap rasa positif dan kesetaraan dalam memberikan pelayanan sudah cukup baik. Hambatan pustakawan dalan memberikan pelayanan kepada pemustaka adalah kurangnya sensitivitas dan kurangnya informasi. Abstract This study aims to determine the application of interpersonal communication librarians and users and the inhibiting factors experienced by librarians towards users. The research method used is a qualitative method with descriptive research that uses interviews to describe the data obtained by researchers directly, to obtain a clear and detailed picture of how librarian interpersonal communication is applied in serving users at the Asahan University Library. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Furthermore, the researchers conducted interviews with 6 informants, namely 3 Librarians and 3 Librarians of Asahan University. The results of this study indicate that the application of interpersonal communication for librarians and users in an attitude of openness, empathy, and support in providing services to users still has deficiencies, whereas in an attitude of positive feeling and equality in providing services it is quite good. Obstacles for librarians in providing services to users are the lack of sensitivity and lack of information.
STRATEGI TAMAN BACA MASYARAKAT BOEMI PUSTAKA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK-ANAK DI KECAMATAN NAMORAMBE Farhani, Muhammad Chandrika; Rohani, Laila; Azhar, Anang Anas
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.98810

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis berbagai upaya yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Boemi Pustaka untuk meningkatkan minat baca di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Fokus utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi strategi TBM Boemi Pustaka dalam mendorong minat baca serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan misinya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dengan informan yang terdiri dari pengelola TBM, pengunjung, dan anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TBM Boemi Pustaka berfungsi sebagai penyedia informasi, pusat pembelajaran, dan ruang rekreasi. Untuk menarik minat masyarakat, TBM secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan interaktif. Meskipun demikian, beberapa kendala yang dihadapi termasuk keterbatasan koleksi buku, kurangnya ruang penyimpanan yang memadai, dan rendahnya partisipasi, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun TBM Boemi Pustaka telah melakukan upaya signifikan, tantangan struktural dan sosial masih perlu diatasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Kata Kunci: Taman Baca Masyarakat, Minat Baca, Namorambe Abstract This study analyzes the efforts of Taman Bacaan Masyarakat (Community Reading Garden) Boemi Pustaka in Namorambe Subdistrict, Deli Serdang Regency, to foster reading interest within the community. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants including TBM managers, visitors, and local residents. The findings reveal that TBM Boemi Pustaka functions as an information provider, a learning center, and a recreational space by regularly organizing interactive activities to attract public interest. However, the TBM faces several challenges, such as limited book collections, inadequate storage facilities, and low participation, particularly among teenagers. The study concludes that while TBM Boemi Pustaka has made significant contributions to promoting reading interest, structural and social barriers must still be addressed to achieve more effective outcomes. Keywords: Community Reading Garden, Reading Interest, Namorambe
Religious Framing and Social Identity in Religion-Based Political Communication at Local Election Ginting, Abdul Fikri; Azhar, Anang Anas; Efendi, Erwan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v9i1.9104

Abstract

This study examines how religion-based political communication is constructed, disseminated, and interpreted in the Regional Head Election (Pilkada) of North Padang Lawas Regency, a region characterized by strong religious authority and dense religious networks. Moving beyond descriptive accounts, this research offers an analytical contribution by demonstrating how religious symbols, narratives, and actors operate simultaneously as framing devices, sources of social identity, and instruments of political legitimacy within local electoral contestation. Employing a qualitative political communication approach, data were collected through in-depth interviews with key religious institutions—Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, and Al Washliyah—supported by document analysis and campaign material review. The findings reveal three main patterns: (1) religious narratives are strategically framed to construct candidates’ moral legitimacy; (2) religious leaders and networks function as opinion leaders who translate political messages into normative religious values; and (3) hybrid communication patterns combining face-to-face religious forums and digital media amplify emotional resonance while narrowing spaces for critical political deliberation. The integration of framing theory and social identity theory demonstrates that religion-based communication not only mobilizes voter participation but also shapes collective political preferences grounded in socio-religious identity rather than programmatic evaluation. North Padang Lawas serves as a critical case illustrating how local religious authority intensifies both the effectiveness and ethical risks of religion-based political communication. This study contributes to political communication scholarship by highlighting the dual role of religion as a mobilizing resource and a potential source of social polarization, offering implications for ethical campaign practices and the preservation of social cohesion in local democracies.
Analisis Framing Berita Pemberhentian Sementara Bupati Aceh Selatan di Media Online Detik.Com dan CNN Indonesia.Com Septika, Ghina; Azhar, Anang Anas
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i1.5140

Abstract

The development of online media has strengthened the role of mass media in shaping the construction of social reality through the presentation of information in news texts. Media coverage is not always neutral, as each media outlet tends to highlight certain aspects of an event through the framing process. This study aims to analyze how the online media Detik.com and CNNIndonesia.com frame the news regarding the temporary suspension of the Regent of South Aceh. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The research data consist of news texts related to the temporary suspension of the Regent of South Aceh published during the period of December 8–10, 2025. Data were collected through documentation by tracing and gathering news articles from the two online media platforms. Data analysis uses the framing analysis model developed by Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, which includes syntactic, script, thematic, and rhetorical structures to identify how the media organize facts, select sources, emphasize certain issues, and construct narratives in their news coverage. The results show that Detik.com and CNNIndonesia.com frame the event of the temporary suspension of the Regent of South Aceh differently, particularly in terms of information emphasis, source selection, and narrative construction presented to the public.
Analisis Semiotika Makna Budaya dalam Iklan Djarum 76 Edisi Dirgahayu Indonesia Adrya, M. Rifqi; Azhar, Anang Anas
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.3957

Abstract

This study aims to analyze how the Djarum 76 Dirgahayu Indonesia Edition advertisement reflects Indonesia’s cultural values and national identity. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing Roland Barthes’ semiotic approach to interpret the denotations, connotations, and myths present in the advertisement’s symbols.The analysis reveals six dominant cultural representations in the advertisement: Batik motifs,Papuan dance,Madurese pencak silat,Payung dance,Plate dance,Kacet Papatai dance.These findings indicate that the Djarum 76 Dirgahayu Indonesia Edition advertisement uses diverse traditional cultural elements to reinforce messages of nationalism and pride in Indonesia’s cultural heritage. Overall, the advertisement presents a narrative of Indonesian national identity through symbols of traditional culture that are rich in meaning. This semiotic analysis demonstrates that the visual elements are not merely aesthetic decoration; rather, they serve as communicative tools for conveying cultural values and national pride. Through these findings, this study is expected to enrich the understanding of how cultural meaning and national identity are constructed in the context of commercial promotional media.
Co-Authors Abdi Mubarak Syam ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Abdul Rasyid Abidin, Syahrul Achiriah, Achiriah Adrya, M. Rifqi Alfaruqi, Muhammad Alif Amin, Ahmad Aldi Amril Anri Naldi Apulina, Silvi Suci Ari, Alya Ratu Balqis Ariftha, Annisa AZ-Zahra, Salsabila Fazri Bangun, Dinda Almunawaroh Bara, Elsa Annisa Batu Br Sinuraya, July Susanti Dani, Idegham Dwi Israfi Parangin angin Elryan Adha, Dwiki Erwan Efendi Fakhrur Rozi, Fakhrur Farhani, Muhammad Chandrika Fatimah Ferry, Muhammad Ginting, Abdul Fikri Halihasimi, Halihasimi Hamanda, Dewa Hamonangan, Yogi Triyuda Hanif, Randy Muhammad Harahap, Elina Herawaty Harahap, Hidayani Syafitri Harahap, Juliadi Zurdani Harahap, Partaonan Harahap, Suheri Hardiansyah, Tubagus Rizki Harianto, Deni Hasan Sazali Hasibuan, Wilda Lestari Husnah, Asmaul Iman, Mujhirul Infadillah, Rury Juarsa, Izkal Dwifa Jufri Naldo Kamal, Aliza Kartika, Yunda Khoiriyah, Fitri Kholil, Syukur Kustiawan, Winda Liani, Firda Mei Lubis, Ummu Hoiriah Matondang, Abdul Rahman Muhammad Reza Muhammad, Qasem Muslih Fathurrahman Nasution, Hasyimsyah Nurhasna, Lily Siti Puji Santoso Purwaningtyas, Franindya Puspita, Ardian Nurul Putri, Indah Rezeki Reza Hanafi, Muhammad Rohani, Laila Rosadi, Nindia Ajeng Rozi, Fakhrul Sakdiah, Evi Samosir, Hasrat Efendi Septika, Ghina Silaen, Mulkan Darajat Simalango, Eka Susanti Simatupang, Muhammad Andry Sinta, Elvita Dwi Siregar, Fauziyah Siregar, Fitrah Alfisyah Sri Nurhayati Subiantoro, Dedi Syahputra, Romi Tumanggor, Timur Wulan, Amanda Yusniah, Yusniah Zuhriah