p-Index From 2021 - 2026
8.682
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI BISNIS ONLINE DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI MARKETPLACE FACEBOOK Amin, Ahmad Aldi; Azhar, Anang Anas; Rozi, Fakhrur
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 8 No 2 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v8i2.4599

Abstract

Tulisan ini bertujuan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan sesuatu. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode yang disebut "purposive sampling". Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui komunikasi bisnis online dalam interaksi jual beli di market place Facebook.Pakar pemasaran dan konsumen yang ikut serta dalam penelitian ini ditemukan secara online melalui pasar Facebook. Data primer dan wawancara dengan bagian pemasaran merupakan jenis data yang digunakan. Sedangkan data sekunder berasal dari studi literatur. Triangulasi sumber dan teknik analisis data, seperti analisis interaktif, digunakan untuk memeriksa validitas data. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang menggunakan pasar Facebook sebagai cara berbisnis online. Peran komunikasi bisnis online dalam interaksi jual beli facebook marketplace. Ini memungkinkan penjual dan pelanggan untuk berbicara langsung melalui obrolan Facebook atau komentar Facebook.
POLITIK PENCITRAAN DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM Azhar, Anang Anas
Journal Analytica Islamica Vol 6, No 2 (2017): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.108 KB) | DOI: 10.30829/jai.v6i2.1278

Abstract

Abstrak: Disadari atau tidak, politik pencitraan menjadi pragmentasi yang sering dilakoni partai politikpeserta pemilu. Pragmentasi itu menguat seiring dengan berubahnya wajah perpolitikan Indonesia kepadasistem politik multi partai. Di tengah-tengah masyarakat yang masih lekat pengetahuannya pada partailama, partai-partai baru yang bermunculan berupaya meaih simpatisme masyarakat dengan membangunpolitik pencitraan agar mereka dapat diterima masyarakat dengan baik. Partai-partai baru tak terkecualipartai politik berbasis Islam, menampilkan berbagai macam wajah, yang kesannya sebagai katalisatorpositif untuk politik pencitraan. Komunikasi dalam perspektif Islam, harus dilaksanakan dengan mengedepankanprinsip-prinsip kebaikan, kejujuran dan kebenaran. Dalam literatur komunikasi Islam, ada beberapa prinsipkomunikasi Islam yang lazim dipahami, yaitu:1. Qaulan sadida; 2. Qaulan baligha; 3. Qaulan ma’rufa; 4.Qaulan karima; 5. Qaulan layinan; 6. Qaulan maysura. Dua dari 6 prinsip komunikasi yang dilakukan,menjadi hal utama yang harus diperhatikan dalam proses politik pencitraan politik. Pertama,qawlan Sadida(berkata dengan benar dan jujur). Pencitraan dari perpektif terminologi ini, harus dilakukan dengan menjunjungtinggi kejujuran dan kebenaran. Islam memandang komunikasi harus dilakukan denggan benar, faktual,dan tidak mengandung unsur rekayasa atau memanipulasi fakta. Kedua,qawlan ma’rufan (perkataan yangbaik). Qawlan ma’rufan sebagaimana dijelaskan Ilaihi dapat diartikan sebagai ungkapan atau ucapanyang pantas dan baik. Politik pencitraan dari perspektif komunikasi Islam harus dilakukan sesuai denganprinsip-prinsip komunikasi Islam, yaitu memberikan pesan sesuai dengan fakta dan tidak dimanipulasi.Politik pencitraan dalam pandangan Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah ataunilai-nilai yang disampaikan harus sesuai dengan ajaran Islam, cara (how) penyampaiannya juga mengandungkejujuran, gaya bicara yang digunakan harus santun dan menjunjung etika.Kata Kunci: politik, pencitraan, komunikasi Islam
Interpersonal Communication with the Deaf in the Metaverse Age Dani, Idegham; Azhar, Anang Anas
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Selamat Village is one of the villages located in Sunggal District, Deli Serdang Regency, Nort Sumatra Province, Indonesia. According to data from the Tanjung Selamat Village population census, this village is a village with a low level of disability. There are only 0.001% of the total population with disabilities. However, technological advancements in the village have advanced, the community is familiar with the term metaverse, thia Cn be seen from the number of internet users in the village because the internet is part of the metaverse. The goal of this study was to determine the evolution of metaverse use for deaf people. This study combines descriptive research with an observational approach to provide a comprehensive picture of deaf people's use of the metaverse. This study included four participants: the village head of Tanjung Selamat Village, two people deaf and their families who are natives the village of Tanjung Selamat, and one metaverse user who are in the city of Medan. According to the findings of this study, the deaf in Tanjung Selamat Village have not been able to use metaverse to facilitate communication, but the seeds of technological progress have been used by the deaf, as evidenced by their use of an application to send messages as an easy way to communicate. On the other hand, there is great hope that technological advancements, particularly the metaverse, will reach all corners of the globe and be put to good use.
Pola Arsitektur Bangunan Istana Niat Lima Laras di Kabupaten Batu Bara Putri, Indah Rezeki; Achiriah, Achiriah; Azhar, Anang Anas
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.12 KB) | DOI: 10.34007/warisan.v1i2.522

Abstract

This article discusses the Architectural Patterns of the Five Laras Niat Palace in Batu Bara Regency. This palace was founded during the reign of Datuk Mad Yudha. This palace has a mix of European, Chinese and Malay style architecture. This study uses the historical method in four writing steps, namely; heuristics, verification or criticism, interpretation, and historiography, with an architectural approach. This palace has unique carvings and decorations. Some of the carvings contained in the architectural pattern of the Five Laras Intentional Palace building, are: Flower Susun Kelapa, Ricih Wajid, Clove Flower, Banana Heart, Dumping Rice, Single Corn, Tapuk Pinang, Bees Bergayut, Endless Tile, Sula Wheel, Crown Flower, A Herd of Ducks Going Home in the Evening, and Arrange Betel. After the death of the Datuk, this palace was slowly being abandoned by the Kedatuan Lima Laras family, because the condition was no longer feasible. Until now, the Niat Lima Laras Palace remains one of the people's pride and is a major historical tourist destination in Batu Bara Regency.
Masjid Raya Datuk Badiuzzaman Surbakti: Sejarah dan Arsitekturnya Khoiriyah, Fitri; Naldo, Jufri; Azhar, Anang Anas
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v4i1.1890

Abstract

This article aims to reveal the history and architecture of Masjid Agung Datuk Badiuzzaman Surbakti. This research adopts a qualitative research design with a descriptive approach and employs historical methods in the data collection and analysis process. There are four stages conducted in this research, namely heuristic, verification, interpretation, and historiography. Data were obtained through interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that Masjid Agung Datuk Badiuzzaman was established in 1885 AD by Datuk Badiuzzaman Surbakti, the eighth king of the Sunggal Kingdom, also known as the King of Serbanyaman. Furthermore, the study also demonstrates that until the present day, the mosque stands firmly as a symbol of history and the community's beliefs. The architecture of this mosque reflects the beauty of past architectural art, which combines traditional and spiritual values within its structure. This research provides a significant contribution in understanding the role of Masjid Agung Datuk Badiuzzaman Surbakti in the context of local history and architecture, enriching insights into the cultural and religious heritage of this region.
Trend Library Cafe dalam Mendukung Budaya Minat Baca Generasi Muda Lubis, Ummu Hoiriah; Azhar, Anang Anas
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.198

Abstract

Trend Library Café di kota Medan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya baca yang mulai ditinggalkan oleh kaum muda masa kini dengan menambahkan fasilitas café sebagai daya tarik yang diambil dari penyesuaian dengan gaya hidup masa kini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Trend Library Cafe dalam mendukung minat baca generasi muda kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yakni observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peran Trend Library Cafe dalam mendukung minat baca generasi muda kota Medan. Trend Library Cafe memiliki tiga peran perpustakaan yang dimiliki Trend Library Cafe yaitu menyelenggarakan story telling, meningkatkan fasilitas perpustakaan, dan menyelenggarakan kegiatan penunjang. Dalam meningkatkan fasilitas perpustakaan, Trend Library Cafe juga menerapkan konsep yang berbeda yaitu seperti menyediakan berbagai macam makanan dan minuman serta buku-buku yang dapat dibaca secara santai. Berdasarkan hasil temuanperpustakaan yang dulunya merupakan pusat informasi dan sarana belajar bagi kaum muda telah dianggap sebagai tempat yang membosankan, formal, dan kaku. Adanya konsep café yang mulai bermunculan, membuat kaum muda cenderung beralih nongkrong di café daripada di perpustakaan. Hal ini dikarenakan gaya hidup masa kini yang cenderung menawarkan suasana yang santai, nyaman, terbuka dengan fasilitas yang menarik. Trend café dapat digunakan untuk seminar dan bedah buku. Hal tersebut agar pengunjung dapat mengetahui keberadaan Trend Library Cafe.
Efektivitas Etika Komunikasi Digital Islam Dalam Pendidikan Islam Di Lingkungan Kementerian Agama Aceh Tengah Halihasimi, Halihasimi; Kholil, Syukur; Azhar, Anang Anas
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas etika komunikasi digital Islam dalam pendidikan Islam di lingkungan kementerian agama Aceh tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk melihat keabsahan data penelitian, peneliti menggunakan metode = triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan berbasis komunikasi digital Islam dalam konteks pendidikan Islam di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah telah berjalan dengan baik, efektif dan efisien. Proses pelayanan optimal yang dilakukan institusi pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kabupaten Aceh Tengah tidak hanya dapat dilihat melalui optimalisasi teknologi pendukung pembelajaran, seperti proses pembelajaran berbasi komputer dan penggunaan e-learning tetapi juga melalui dukungan etika komunikasi Islam, seperti keterbukaan dan kejujuran para pengurus sekolah (MAN 1 Takengon) terkait informasi publik. Etika komunikasi digital Islami menjadi basis dasar yang mendorong piranti teknologi pada Institusi pendidikan Islam yang ada di kementerian agama Aceh Tengah. Hal ini secara nyata diwujudkan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dapat digunakan secara langsung melalui platform digital.
PENERAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN DALAM MELAYANI PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ASAHAN Bara, Elsa Annisa Batu; Azhar, Anang Anas; Abidin, Syahrul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka serta faktor penghambat yang dialami pustakawan terhadap pemustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penelitian deskriptif yang menggunakan wawancara untuk mendeskripsikan data yang diperoleh peneliti secara langsung, untuk memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci bagaimana penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dalam melayani pemustaka di Perpustakaan Universitas Asahan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada 6 informan yaitu 3 Pustakawan dan 3 Pemustaka Universitas Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka dalam sikap keterbukaan, empati, dan dukungan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka masih mempunyai kekurangan, sedangkan dalam sikap rasa positif dan kesetaraan dalam memberikan pelayanan sudah cukup baik. Hambatan pustakawan dalan memberikan pelayanan kepada pemustaka adalah kurangnya sensitivitas dan kurangnya informasi. Abstract This study aims to determine the application of interpersonal communication librarians and users and the inhibiting factors experienced by librarians towards users. The research method used is a qualitative method with descriptive research that uses interviews to describe the data obtained by researchers directly, to obtain a clear and detailed picture of how librarian interpersonal communication is applied in serving users at the Asahan University Library. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Furthermore, the researchers conducted interviews with 6 informants, namely 3 Librarians and 3 Librarians of Asahan University. The results of this study indicate that the application of interpersonal communication for librarians and users in an attitude of openness, empathy, and support in providing services to users still has deficiencies, whereas in an attitude of positive feeling and equality in providing services it is quite good. Obstacles for librarians in providing services to users are the lack of sensitivity and lack of information.
PENERAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN DALAM MELAYANI PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ASAHAN Bara, Elsa Annisa Batu; Azhar, Anang Anas; Abidin, Syahrul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka serta faktor penghambat yang dialami pustakawan terhadap pemustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penelitian deskriptif yang menggunakan wawancara untuk mendeskripsikan data yang diperoleh peneliti secara langsung, untuk memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci bagaimana penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dalam melayani pemustaka di Perpustakaan Universitas Asahan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada 6 informan yaitu 3 Pustakawan dan 3 Pemustaka Universitas Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal pustakawan dan pemustaka dalam sikap keterbukaan, empati, dan dukungan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka masih mempunyai kekurangan, sedangkan dalam sikap rasa positif dan kesetaraan dalam memberikan pelayanan sudah cukup baik. Hambatan pustakawan dalan memberikan pelayanan kepada pemustaka adalah kurangnya sensitivitas dan kurangnya informasi. Abstract This study aims to determine the application of interpersonal communication librarians and users and the inhibiting factors experienced by librarians towards users. The research method used is a qualitative method with descriptive research that uses interviews to describe the data obtained by researchers directly, to obtain a clear and detailed picture of how librarian interpersonal communication is applied in serving users at the Asahan University Library. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Furthermore, the researchers conducted interviews with 6 informants, namely 3 Librarians and 3 Librarians of Asahan University. The results of this study indicate that the application of interpersonal communication for librarians and users in an attitude of openness, empathy, and support in providing services to users still has deficiencies, whereas in an attitude of positive feeling and equality in providing services it is quite good. Obstacles for librarians in providing services to users are the lack of sensitivity and lack of information.
STRATEGI TAMAN BACA MASYARAKAT BOEMI PUSTAKA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK-ANAK DI KECAMATAN NAMORAMBE Farhani, Muhammad Chandrika; Rohani, Laila; Azhar, Anang Anas
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.98810

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis berbagai upaya yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Boemi Pustaka untuk meningkatkan minat baca di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Fokus utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi strategi TBM Boemi Pustaka dalam mendorong minat baca serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan misinya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dengan informan yang terdiri dari pengelola TBM, pengunjung, dan anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TBM Boemi Pustaka berfungsi sebagai penyedia informasi, pusat pembelajaran, dan ruang rekreasi. Untuk menarik minat masyarakat, TBM secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan interaktif. Meskipun demikian, beberapa kendala yang dihadapi termasuk keterbatasan koleksi buku, kurangnya ruang penyimpanan yang memadai, dan rendahnya partisipasi, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun TBM Boemi Pustaka telah melakukan upaya signifikan, tantangan struktural dan sosial masih perlu diatasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Kata Kunci: Taman Baca Masyarakat, Minat Baca, Namorambe Abstract This study analyzes the efforts of Taman Bacaan Masyarakat (Community Reading Garden) Boemi Pustaka in Namorambe Subdistrict, Deli Serdang Regency, to foster reading interest within the community. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants including TBM managers, visitors, and local residents. The findings reveal that TBM Boemi Pustaka functions as an information provider, a learning center, and a recreational space by regularly organizing interactive activities to attract public interest. However, the TBM faces several challenges, such as limited book collections, inadequate storage facilities, and low participation, particularly among teenagers. The study concludes that while TBM Boemi Pustaka has made significant contributions to promoting reading interest, structural and social barriers must still be addressed to achieve more effective outcomes. Keywords: Community Reading Garden, Reading Interest, Namorambe
Co-Authors Abdi Mubarak Syam ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Abdul Rasyid Abidin, Syahrul Achiriah, Achiriah Adrya, M. Rifqi Alfaruqi, Muhammad Alif Amin, Ahmad Aldi Amril Angkat, Darni Annisa Fadillah, Annisa Anri Naldi Apulina, Silvi Suci Ari, Alya Ratu Balqis Ariftha, Annisa AZ-Zahra, Salsabila Fazri Bangun, Dinda Almunawaroh Bara, Elsa Annisa Batu Br Sinuraya, July Susanti Dani, Idegham Dewi, Paradia Kristanti Dwi Israfi Parangin angin Elryan Adha, Dwiki Erwan Efendi Fakhrur Rozi, Fakhrur Farhani, Muhammad Chandrika Fatimah Ferry, Muhammad Ginting, Abdul Fikri Halihasimi, Halihasimi Hamanda, Dewa Hamonangan, Yogi Triyuda Hanif, Randy Muhammad Harahap, Elina Herawaty Harahap, Harji Sehatdo Nauli Harahap, Hidayani Syafitri Harahap, Juliadi Zurdani Harahap, Partaonan Harahap, Suheri Hardiansyah, Tubagus Rizki Harianto, Deni Hasan Sazali Hasibuan, Dini Amalia Hasibuan, Wilda Lestari Hendro Wibowo Husnah, Asmaul Iman, Mujhirul Infadillah, Rury Juarsa, Izkal Dwifa Jufri Naldo Kamal, Aliza Kartika, Yunda Khoiriyah, Fitri Kholil, Syukur Kustiawan, Winda Liani, Firda Mei Lubis, Ummu Hoiriah Matondang, Abdul Rahman Muhammad Reza Muhammad, Qasem Muslih Fathurrahman Nasution, Hasyimsyah Nurhasna, Lily Siti Pangestu, Wira Yoga Puji Santoso Purwaningtyas, Franindya Puspita, Ardian Nurul Putri, Indah Rezeki Rahman, Nurtia Asty Reza Hanafi, Muhammad Rohani, Laila Rosadi, Nindia Ajeng Rozi, Fakhrul Sakdiah, Evi Samosir, Hasrat Efendi Septika, Ghina Silaen, Mulkan Darajat Simalango, Eka Susanti Simamora, Irma Yusriani Simatupang, Muhammad Andry Sinta, Elvita Dwi Siregar, Fauziyah Siregar, Fitrah Alfisyah Siregar, Indo Mora Sri Nurhayati Subiantoro, Dedi Syahputra, Romi Tumanggor, Timur Yusniah, Yusniah Zuhriah Zulfahmi Zulfahmi