p-Index From 2021 - 2026
7.668
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Peuradeun Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Journal Analytica Islamica PRoMEDIA MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum JURNAL PSYCHOMUTIARA JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Ilmiah Al-Hadi Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Journal La Sociale Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Warisan: Journal of History and Cultural Heritage INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Al Ma mun Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Journal of Education Research eScience Humanity Journal International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Petanda : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi dan Administrasi Publik Islam & Contemporary Issues Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Communication & Social Media Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Algebra Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Claim Missing Document
Check
Articles

TikTok Social Media Literacy in Verifying the Dissemination of Hoax News among University Students Dewi, Paradia Kristanti; Azhar, Anang Anas
Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/syiar.v5i1.720

Abstract

The ability to exercise media literacy is essential for filtering digital information, preventing the spread of hoaxes, and protecting the public from disinformation in the era of social media. This study explores how Islamic Communication and Broadcasting Program students, Faculty of Da'wah and Communication, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (class of 2021) apply media literacy in filtering information from the TikTok platform. This research employs a qualitative descriptive method, with five students as subjects, utilising interviews, observation, and data analysis based on the framework of Huberman and Miles. The findings indicate that students demonstrate varying levels of media literacy when verifying information on TikTok. While some can critically evaluate and filter content, many still consume and accept information without verification. TikTok's algorithm prioritises viral content and accelerates the spread of hoaxes, especially when the content is visually engaging. The lack of digital literacy education, social influence, and limited training in information verification further exacerbate the issue. Students tend to verify information only when it is perceived as personally relevant. Therefore, enhancing media literacy is crucial to enable students to be more critical, selective, and responsible in accessing and disseminating information. Conclusion: The students' media literacy level is moderate, playing a role in evaluating, producing content, and verifying information on social media.
Pemanfaatan Koleksi Kitab Kuning Santri Putri di Perpustakaan Pondok Pesantren Darul Arafah Raya Deli Serdang Siregar, Fauziyah; Azhar, Anang Anas; Yusniah, Yusniah
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 4 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i4.2300

Abstract

This research explores the Utilization of Yellow Book Collections by Female Students at the Library of Darul Arafah Raya Islamic Boarding School in Deli Serdang. The aim of this study is to determine whether the yellow book collections for female students in the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school have been utilized and to identify the obstacles experienced by female students in utilizing the yellow book collections available in the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school. This research is descriptive in nature, employing a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that the utilization of yellow book collections by female students in the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school has not been fully exploited, as the female students encounter difficulties in understanding and utilizing the yellow books due to the absence of diacritical marks (fathah, kasrah, dhammah, sukun). Additionally, their everyday vocabulary (mufhrodat) is still lacking, and their proficiency in studying nahwu and sharaf is weak. The obstacles to the utilization of yellow book collections for female students at the library of Darul Arafah Raya Islamic boarding school include the absence of diacritical marks (fathah, kasrah, dhammah, sukun) in the yellow books, which makes it difficult for female students to comprehend them. Furthermore, the difficulty in interpreting the yellow books is due to the lack of everyday vocabulary, the weakness in Arabic language proficiency among female students, the absence of specific schedules for learning yellow books, and the lack of communication between female students and teachers in yellow book learning.
KOMUNIKASI BISNIS ONLINE DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI MARKETPLACE FACEBOOK Amin, Ahmad Aldi; Azhar, Anang Anas; Rozi, Fakhrur
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 8 No 2 (2023): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v8i2.4599

Abstract

Tulisan ini bertujuan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan sesuatu. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode yang disebut "purposive sampling". Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui komunikasi bisnis online dalam interaksi jual beli di market place Facebook.Pakar pemasaran dan konsumen yang ikut serta dalam penelitian ini ditemukan secara online melalui pasar Facebook. Data primer dan wawancara dengan bagian pemasaran merupakan jenis data yang digunakan. Sedangkan data sekunder berasal dari studi literatur. Triangulasi sumber dan teknik analisis data, seperti analisis interaktif, digunakan untuk memeriksa validitas data. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang menggunakan pasar Facebook sebagai cara berbisnis online. Peran komunikasi bisnis online dalam interaksi jual beli facebook marketplace. Ini memungkinkan penjual dan pelanggan untuk berbicara langsung melalui obrolan Facebook atau komentar Facebook.
POLITIK PENCITRAAN DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM Azhar, Anang Anas
Journal Analytica Islamica Vol 6, No 2 (2017): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.108 KB) | DOI: 10.30829/jai.v6i2.1278

Abstract

Abstrak: Disadari atau tidak, politik pencitraan menjadi pragmentasi yang sering dilakoni partai politikpeserta pemilu. Pragmentasi itu menguat seiring dengan berubahnya wajah perpolitikan Indonesia kepadasistem politik multi partai. Di tengah-tengah masyarakat yang masih lekat pengetahuannya pada partailama, partai-partai baru yang bermunculan berupaya meaih simpatisme masyarakat dengan membangunpolitik pencitraan agar mereka dapat diterima masyarakat dengan baik. Partai-partai baru tak terkecualipartai politik berbasis Islam, menampilkan berbagai macam wajah, yang kesannya sebagai katalisatorpositif untuk politik pencitraan. Komunikasi dalam perspektif Islam, harus dilaksanakan dengan mengedepankanprinsip-prinsip kebaikan, kejujuran dan kebenaran. Dalam literatur komunikasi Islam, ada beberapa prinsipkomunikasi Islam yang lazim dipahami, yaitu:1. Qaulan sadida; 2. Qaulan baligha; 3. Qaulan ma’rufa; 4.Qaulan karima; 5. Qaulan layinan; 6. Qaulan maysura. Dua dari 6 prinsip komunikasi yang dilakukan,menjadi hal utama yang harus diperhatikan dalam proses politik pencitraan politik. Pertama,qawlan Sadida(berkata dengan benar dan jujur). Pencitraan dari perpektif terminologi ini, harus dilakukan dengan menjunjungtinggi kejujuran dan kebenaran. Islam memandang komunikasi harus dilakukan denggan benar, faktual,dan tidak mengandung unsur rekayasa atau memanipulasi fakta. Kedua,qawlan ma’rufan (perkataan yangbaik). Qawlan ma’rufan sebagaimana dijelaskan Ilaihi dapat diartikan sebagai ungkapan atau ucapanyang pantas dan baik. Politik pencitraan dari perspektif komunikasi Islam harus dilakukan sesuai denganprinsip-prinsip komunikasi Islam, yaitu memberikan pesan sesuai dengan fakta dan tidak dimanipulasi.Politik pencitraan dalam pandangan Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah ataunilai-nilai yang disampaikan harus sesuai dengan ajaran Islam, cara (how) penyampaiannya juga mengandungkejujuran, gaya bicara yang digunakan harus santun dan menjunjung etika.Kata Kunci: politik, pencitraan, komunikasi Islam
Interpersonal Communication with the Deaf in the Metaverse Age Dani, Idegham; Azhar, Anang Anas
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v5i2.1682

Abstract

Tanjung Selamat Village is one of the villages located in Sunggal District, Deli Serdang Regency, Nort Sumatra Province, Indonesia. According to data from the Tanjung Selamat Village population census, this village is a village with a low level of disability. There are only 0.001% of the total population with disabilities. However, technological advancements in the village have advanced, the community is familiar with the term metaverse, thia Cn be seen from the number of internet users in the village because the internet is part of the metaverse. The goal of this study was to determine the evolution of metaverse use for deaf people. This study combines descriptive research with an observational approach to provide a comprehensive picture of deaf people's use of the metaverse. This study included four participants: the village head of Tanjung Selamat Village, two people deaf and their families who are natives the village of Tanjung Selamat, and one metaverse user who are in the city of Medan. According to the findings of this study, the deaf in Tanjung Selamat Village have not been able to use metaverse to facilitate communication, but the seeds of technological progress have been used by the deaf, as evidenced by their use of an application to send messages as an easy way to communicate. On the other hand, there is great hope that technological advancements, particularly the metaverse, will reach all corners of the globe and be put to good use.
Pola Arsitektur Bangunan Istana Niat Lima Laras di Kabupaten Batu Bara Putri, Indah Rezeki; Achiriah, Achiriah; Azhar, Anang Anas
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.12 KB) | DOI: 10.34007/warisan.v1i2.522

Abstract

This article discusses the Architectural Patterns of the Five Laras Niat Palace in Batu Bara Regency. This palace was founded during the reign of Datuk Mad Yudha. This palace has a mix of European, Chinese and Malay style architecture. This study uses the historical method in four writing steps, namely; heuristics, verification or criticism, interpretation, and historiography, with an architectural approach. This palace has unique carvings and decorations. Some of the carvings contained in the architectural pattern of the Five Laras Intentional Palace building, are: Flower Susun Kelapa, Ricih Wajid, Clove Flower, Banana Heart, Dumping Rice, Single Corn, Tapuk Pinang, Bees Bergayut, Endless Tile, Sula Wheel, Crown Flower, A Herd of Ducks Going Home in the Evening, and Arrange Betel. After the death of the Datuk, this palace was slowly being abandoned by the Kedatuan Lima Laras family, because the condition was no longer feasible. Until now, the Niat Lima Laras Palace remains one of the people's pride and is a major historical tourist destination in Batu Bara Regency.
Masjid Raya Datuk Badiuzzaman Surbakti: Sejarah dan Arsitekturnya Khoiriyah, Fitri; Naldo, Jufri; Azhar, Anang Anas
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v4i1.1890

Abstract

This article aims to reveal the history and architecture of Masjid Agung Datuk Badiuzzaman Surbakti. This research adopts a qualitative research design with a descriptive approach and employs historical methods in the data collection and analysis process. There are four stages conducted in this research, namely heuristic, verification, interpretation, and historiography. Data were obtained through interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that Masjid Agung Datuk Badiuzzaman was established in 1885 AD by Datuk Badiuzzaman Surbakti, the eighth king of the Sunggal Kingdom, also known as the King of Serbanyaman. Furthermore, the study also demonstrates that until the present day, the mosque stands firmly as a symbol of history and the community's beliefs. The architecture of this mosque reflects the beauty of past architectural art, which combines traditional and spiritual values within its structure. This research provides a significant contribution in understanding the role of Masjid Agung Datuk Badiuzzaman Surbakti in the context of local history and architecture, enriching insights into the cultural and religious heritage of this region.
Trend Library Cafe dalam Mendukung Budaya Minat Baca Generasi Muda Lubis, Ummu Hoiriah; Azhar, Anang Anas
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.198

Abstract

Trend Library Café di kota Medan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya baca yang mulai ditinggalkan oleh kaum muda masa kini dengan menambahkan fasilitas café sebagai daya tarik yang diambil dari penyesuaian dengan gaya hidup masa kini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Trend Library Cafe dalam mendukung minat baca generasi muda kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yakni observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peran Trend Library Cafe dalam mendukung minat baca generasi muda kota Medan. Trend Library Cafe memiliki tiga peran perpustakaan yang dimiliki Trend Library Cafe yaitu menyelenggarakan story telling, meningkatkan fasilitas perpustakaan, dan menyelenggarakan kegiatan penunjang. Dalam meningkatkan fasilitas perpustakaan, Trend Library Cafe juga menerapkan konsep yang berbeda yaitu seperti menyediakan berbagai macam makanan dan minuman serta buku-buku yang dapat dibaca secara santai. Berdasarkan hasil temuanperpustakaan yang dulunya merupakan pusat informasi dan sarana belajar bagi kaum muda telah dianggap sebagai tempat yang membosankan, formal, dan kaku. Adanya konsep café yang mulai bermunculan, membuat kaum muda cenderung beralih nongkrong di café daripada di perpustakaan. Hal ini dikarenakan gaya hidup masa kini yang cenderung menawarkan suasana yang santai, nyaman, terbuka dengan fasilitas yang menarik. Trend café dapat digunakan untuk seminar dan bedah buku. Hal tersebut agar pengunjung dapat mengetahui keberadaan Trend Library Cafe.
Efektivitas Etika Komunikasi Digital Islam Dalam Pendidikan Islam Di Lingkungan Kementerian Agama Aceh Tengah Halihasimi, Halihasimi; Kholil, Syukur; Azhar, Anang Anas
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas etika komunikasi digital Islam dalam pendidikan Islam di lingkungan kementerian agama Aceh tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk melihat keabsahan data penelitian, peneliti menggunakan metode = triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan berbasis komunikasi digital Islam dalam konteks pendidikan Islam di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah telah berjalan dengan baik, efektif dan efisien. Proses pelayanan optimal yang dilakukan institusi pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kabupaten Aceh Tengah tidak hanya dapat dilihat melalui optimalisasi teknologi pendukung pembelajaran, seperti proses pembelajaran berbasi komputer dan penggunaan e-learning tetapi juga melalui dukungan etika komunikasi Islam, seperti keterbukaan dan kejujuran para pengurus sekolah (MAN 1 Takengon) terkait informasi publik. Etika komunikasi digital Islami menjadi basis dasar yang mendorong piranti teknologi pada Institusi pendidikan Islam yang ada di kementerian agama Aceh Tengah. Hal ini secara nyata diwujudkan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dapat digunakan secara langsung melalui platform digital.
Islamic Communication Strategy of the National Narcotics Agency (BNN) in Handling Drug Abuse in South Tapanuli Regency Wibowo, Hendro; Azhar, Anang Anas; Simamora, Irma Yusriani
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.4383

Abstract

This article aims to analyze the Islamic Communication Strategy pattern of the National Narcotics Agency (BNN) in Handling Drug Abuse in South Tapanuli Regency. A descriptive qualitative approach is used in this paper. The research was conducted at the National Narcotics Agency Office of South Tapanuli Regency, Jalan Raja Inal Siregar km 5.7 Padang Sidempuan City, North Sumatra. The research period is 8 months (October 2022 - July 2023). The informants for this research were 11 employees of the National Narcotics Agency, South Tapanuli district. Data collection was carried out using the triangulation method. Meanwhile, the data analysis technique used in this research is qualitative data analysis, carried out interactively through the process of data reduction, data display (data presentation), and conclusion drawing / verification (drawing conclusions). The research results provide an answer that the Islamic Communication strategy (BNN) is implemented through three stages, namely 1) Islamic Communication with a coaching pattern, 2) Islamic Communication with an invitation, advice and guidance pattern, 3) Islamic Communication with an exemplary pattern. These three strategies are carried out through various activities, including inviting and requiring drug victims to always join in congregational prayers 5 times a day, attending congregational Friday prayers at the mosque, providing tausiah to drug victims and teaching them to be able to repent by reading verses and hadiths about the impacts and sins. using narcotics, teaching drug victims about the correct ablution, teaching drug victims the correct prayer, and learning to read the Koran      
Co-Authors Abdi Mubarak Syam ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Abdul Rasyid Abidin, Syahrul Achiriah, Achiriah Adrya, M. Rifqi Alfaruqi, Muhammad Alif Amin, Ahmad Aldi Amril Anri Naldi Apulina, Silvi Suci Ari, Alya Ratu Balqis Ariftha, Annisa AZ-Zahra, Salsabila Fazri Bangun, Dinda Almunawaroh Bara, Elsa Annisa Batu Br Sinuraya, July Susanti Dani, Idegham Dewi, Paradia Kristanti Dwi Israfi Parangin angin Elryan Adha, Dwiki Fakhrur Rozi, Fakhrur Fatimah Ferry, Muhammad Halihasimi, Halihasimi Hamanda, Dewa Hamonangan, Yogi Triyuda Hanif, Randy Muhammad Harahap, Elina Herawaty Harahap, Hidayani Syafitri Harahap, Juliadi Zurdani Harahap, Partaonan Harahap, Suheri Hardiansyah, Tubagus Rizki Harianto, Deni Hasan Sazali Hasibuan, Halim Perdana Hasibuan, Wilda Lestari Hendro Wibowo Husnah, Asmaul Iman, Mujhirul Infadillah, Rury Juarsa, Izkal Dwifa Kamal, Aliza Kartika, Yunda Khoiriyah, Fitri Kholil, Syukur Kustiawan, Winda Liani, Firda Mei Lubis, Ummu Hoiriah Matondang, Abdul Rahman Muhammad Reza Muhammad, Qasem Muslih Fathurrahman Naldo, Jufri Naldo Nasution, Hasyimsyah Nurhasna, Lily Siti Pangestu, Wira Yoga Puji Santoso Purwaningtyas, Franindya Puspita, Ardian Nurul Putri, Indah Rezeki Reza Hanafi, Muhammad Ritonga, Muhammad Husni Rosadi, Nindia Ajeng Rozi, Fakhrul Sakdiah, Evi Samosir, Hasrat Efendi Silaen, Mulkan Darajat Simalango, Eka Susanti Simamora, Irma Yusriani Simatupang, Muhammad Andry Sinta, Elvita Dwi Siregar, Fauziyah Siregar, Fitrah Alfisyah Siregar, Indo Mora Sri Nurhayati Subiantoro, Dedi Syahputra, Romi Tumanggor, Timur Yusniah, Yusniah Zuhriah Zulfahmi Zulfahmi