This research is motivated by the low level of students' understanding of the contents of the Matan Jurumiyah book, which has an impact on their less than optimal ability to read and understand the yellow book, especially in the field of nahwu science. This condition indicates the need for innovative learning methods that can increase student involvement and deepen their understanding of the material being studied. Therefore, this study aims to describe: (1) the implementation of innovative syawir learning methods in improving students' nahwu understanding, (2) supporting and inhibiting factors in its implementation, and (3) the impacts arising from the application of this method. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection was carried out through observation, interview, and documentation techniques, involving Islamic boarding school caretakers, ustaz, and students as research informants. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of the innovative Syawir learning method was carried out through several stages, namely an initial evaluation to determine the level of understanding of students, implementation of learning based on sorogan levels, random evaluations to measure students' readiness, and the provision of educational sanctions to improve learning discipline. Supporting factors in the implementation of this method include support from Islamic boarding school supervisors, the availability of adequate learning materials, a conducive learning environment, and high student motivation in learning nahwu. Meanwhile, inhibiting factors faced include limited learning time, differences in student ability levels, and the emergence of psychological pressure due to the random evaluation system. Nevertheless, the innovative Syawir learning method has a positive impact in the form of more structured learning planning, increased student learning motivation, better effectiveness of the learning process, and the growth of students' discipline and accuracy in understanding nahwu material. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman santri terhadap isi kitab Matan Jurumiyah, yang berdampak pada kurang optimalnya kemampuan mereka dalam membaca dan memahami kitab kuning, khususnya dalam bidang ilmu nahwu. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan santri serta memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan inovasi metode pembelajaran syawir dalam meningkatkan pemahaman nahwu santri, (2) faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta (3) dampak yang ditimbulkan dari penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang melibatkan pengasuh pesantren, ustaz, serta santri sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan inovasi metode pembelajaran syawir dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu evaluasi awal untuk mengetahui tingkat pemahaman santri, pengimplementasian pembelajaran berdasarkan jenjang sorogan, evaluasi secara acak untuk mengukur kesiapan santri, serta pemberian sanksi edukatif guna meningkatkan kedisiplinan belajar. Faktor pendukung dalam pelaksanaan metode ini meliputi dukungan pengasuh pesantren, ketersediaan materi pembelajaran yang memadai, lingkungan belajar yang kondusif, serta motivasi santri yang tinggi dalam mempelajari ilmu nahwu. Sementara itu, faktor penghambat yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat kemampuan santri, serta munculnya tekanan psikologis akibat sistem evaluasi acak. Meskipun demikian, inovasi metode pembelajaran syawir memberikan dampak positif berupa perencanaan pembelajaran yang lebih terstruktur, peningkatan motivasi belajar santri, efektivitas proses pembelajaran yang lebih baik, serta tumbuhnya sikap disiplin dan ketelitian santri dalam memahami materi nahwu.