Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

SOSIALISASI URBAN FARMING TANAMAN HERBAL BERNILAI EKONOMI SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BISSOLORO KABUPATEN GOWA Hardiyono Hardiyono; Alimuddin Alimuddin; Hairuddin K; Muamar Asykur; Bachtiar Baso
Journal of Career Development Vol 4, No 1 (2026): Journal of Career Development
Publisher : Career Development Center Division at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jcd.v4i1.237

Abstract

Keterbatasan lahan dan belum optimalnya pemanfaatan pekarangan menjadi tantangan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan urban farming tanaman herbal bernilai ekonomi sebagai upaya pemberdayaan di Bissoloro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian pengabdian bertema Sinergi Multidisiplin yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Megarezky bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Pascasarjana pada 25–26 Juni 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi dan praktik langsung penanaman tanaman herbal pada media terbatas seperti polibag dan wadah bekas. Materi mencakup pemilihan tanaman herbal bernilai ekonomi seperti jahe merah, kunyit, serai, kencur, kelor, dan lidah buaya, teknik budi daya sederhana, serta peluang pengolahan dan pemasaran produk turunannya. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi peserta yang tinggi serta meningkatnya pemahaman mengenai manfaat kesehatan dan potensi ekonomi tanaman herbal. Sosialisasi urban farming terbukti menjadi pendekatan yang relevan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan. Kegiatan direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan pendampingan berkala hingga tahap pengolahan dan pemasaran produk.Kata kunci: urban farming; tanaman herbal; nilai ekonomi; pemberdayaan masyarakat
PENGARUH PEMANFAATAN SIMRS TERHADAP EFISIENSI DAN MUTU PELAYANAN UNIT RAWAT INAP RSUD NENE MALLOMO KABUPATEN SIDENRANG RAPPANG Suwarta Suwarta; Julia Fitrianingsih; Jalal Jalal; Hardiyono Hardiyono
Accounting Profession Journal (APAJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Accounting Profession Journal (APAJI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terhadap mutu pelayanan melalui efisiensi pelayanan pada Unit Rawat Inap RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada tenaga kesehatan dan tenaga administrasi yang menggunakan SIMRS, dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan SIMRS mampu meningkatkan efisiensi pelayanan dan mutu pelayanan rumah sakit. Efisiensi pelayanan juga terbukti berkontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pemanfaatan SIMRS dan mutu pelayanan. Temuan penelitian menegaskan bahwa optimalisasi pemanfaatan SIMRS merupakan faktor penting dalam mendukung transformasi digital rumah sakit, meningkatkan efektivitas operasional, serta memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Legal Certainty for Small and Medium Enterprises in Agrarian Regions of South Sulawesi Alimuddin Alimuddin; Hardiyono Hardiyono; Dian Meiliani Yulis; Ifah Finatry Latiep; A. Resky Fausia Putri
Journal of Entrepreneur, Business and Management Vol 4, No 1 (2026): Journal of Entrepreneur, Business and Management
Publisher : Entrepreneurship Undergraduate Program at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jebm.v4i1.233

Abstract

Small and medium enterprises operating in agrarian regions depend on land as both a productive asset and collateral, yet a substantial share of that land remains unregistered. This study examines how legal certainty shapes business practice among SMEs in the agrarian districts of South Sulawesi, and identifies the institutional barriers that obstruct it. The study employed an empirical juridical approach combining statutory and conceptual analysis with field data obtained through structured interviews with SME operators, village officials, land agency staff, and cooperative supervisors across three agrarian districts. Data were analysed qualitatively using interactive analysis and triangulated against land administration records and regional regulations. The findings indicate that legal uncertainty for agrarian SMEs originates from three interlocking sources: unregistered land tenure that prevents the conversion of customary and inherited holdings into bankable collateral, fragmented business licensing in which the risk-based licensing regime has not been fully absorbed by district-level implementing units, and weak contractual formalisation in trading relationships between farmers, collectors, and processors. These conditions restrict access to formal credit, weaken bargaining positions in supply chains, and expose businesses to disputes that are resolved informally at considerable cost. The study concludes that legal certainty for agrarian SMEs cannot be achieved through licensing simplification alone, and recommends an integrated approach linking systematic land registration, one-stop licensing assistance at village level, and contract literacy programmes.Keywords: legal certainty; small and medium enterprises; agrarian region; land registration; business licensing.