Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN NUTRASETIKAL WEDANG RONDE PADA MASYARAKAT DESA GEGERUNG LOMBOK BARAT Deccati, Rizqa Fersiyana; Muliasari, Handa; Permatasari, Lina; Saputra, Yoga Dwi
Jurnal Pepadu Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i4.3803

Abstract

Nutrasetikal merupakan pangan atau bagian dari pangan yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, meliputi pencegahan dan terapi suatu penyakit. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan perenial yang banyak dijumpai di Indonesia dan dapat diolah menjadi nutrasetikal yang bermanfaat bagi kesehatan seperti wedang ronde. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ibu-ibu PKK Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat diberikan edukasi dan pelatihan pembuatan nutrasetikal wedang ronde. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi, pelatihan pembuatan nutrasetikal dengan metode partisipatif dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Melalui kegiatan ini, pengetahuan terhadap nutrasetikal meningkat dan peserta mendapatkan kemampuan di dalam pembuatan wedang ronde. Berdasarkan hasil kuesioner juga diketahui bahwa 94% peserta merasa kegiatan ini dirasa sangat baik dan sangat bermanfaat. Peserta juga merasa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat setelah pelatihan ini. Nutraceuticals are foods or parts of food that provide medical or health benefits, including prevention and therapy of disease. Ginger (Zingiber officinale Roscoe) is a perennial plant that is often found in Indonesia and can be processed into nutraceuticals that are beneficial for health such as wedang ronde. Through this community service activity, PKK women in Gegerung Village, Lingsar District, West Lombok, West Nusa Tenggara were given education and training in making the nutraceutical wedang ronde. The stages in this activity include activity preparation, implementation of socialization, training in making nutraceuticals using participatory methods and evaluation of activities through providing feedback by participants. Through this activity, participant’s knowledge of nutraceuticals increased and participants gained skills in making wedang ronde. Based on the results of the questionnaire, it was also known that 94% of participants felt that this activity was very good and very useful. Participants also felt they could apply the knowledge gained after this training
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN NUTRASEUTIKAL SERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN DI DESA MENINTING, KABUPATEN LOMBOK BARAT Muliasari, Handa; Permatasari, Lina; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata; Saputra, Yoga Dwi; Nirmala, Annisa Rizka; Hafizah, Qori'atul; Ananta, Muhammad Naufal Farras; Farobbi, Muhammad Iqbal; Kabir, Mila Mayanti; Alya, Ainun; Amalia, Marshanda Fitri; Rahmayanti, Wulan Desi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4062

Abstract

Consuming healthy foods such as nutraceuticals or functional foods is very important to prevent and reduce the risk of degenerative and chronic diseases. Efforts to improve community knowledge and skills related to nutraceuticals are very important, so community service activities are carried out with the aim of providing socialization and training on the production of nutraceutical drinks from local natural ingredients, as well as health checks including blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid. The partners of this community service activity are PKK women and the community in Kongok Hamlet, Meninting Village, Batulayar District, West Lombok Regency, NTB. The community service activities consist of several stages, namely activity preparation, location survey and coordination with partners, socialization of nutraceutical drinks using PowerPoint slides and leaflets, training on the production of nutraceutical drinks, health checks, and ending with post-tests and activity evaluations using questionnaires. The 56 residents who attended were very enthusiastic in participating in the activities. The results of the questionnaire showed that 35.7% of the participants who attended were able to answer questions related to the socialization material with an average score of 74.3. The results of the activity evaluation questionnaire stated that activities like this are very important to do and the selection and provision of material are very good and clear. Thus, it can be concluded that this community service activity is very beneficial for the community and the socialization and training materials can be understood well by the participants of the community service activity.
Manajemen Resiko Mutu Instalasi Farmasi Di Rumah Sakit Harsani, Lia Faridatul; Raissa, Talitha Hasna; Saputra, Yoga Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.16183

Abstract

Manajemen Risiko merupakan suatu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan dihadapi dengan cara mengurangi risiko. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Di dalamnya telah diatur mengenai manajemen risiko pengelolaan SediaanFarmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai. Dalam peraturan tersebut, juga telah diatur langkah-langkah melakukan manajemen risiko yang terdiri dari penentuan konteks manajemen risiko, identifikasi, analisa, evaluasi, dan mengatasi risiko. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui proses manajemen risiko mutu instalasi farmasi dirumah sakit. Metode dalam penyusunan artikel ini dilakukan dengan penelusuran pustaka melalui Google Scholar dengan kata kunci melalui database elektronik Google Scholar dengan kata kunci “Manajemen Risiko Mutu”, “Quality Risk Management” dan “Quality Risk Management in Pharmaceutical. langkah-langkah dilakukan untuk memanajemen risiko yaitu, mulai dari identifikasi, Analisa Risiko, evaluasi Resiko, Penanganan risiko, Pemantauan Resiko dan Pengkomunikasian Resiko.
PENGARUH PELATIHAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR KOTA MALANG) Saputra, Yoga Dwi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel pelatihan dan kompensasi terhadap variabel kinerja karyawan digunakan analisis regresi linier berganda dengan uji F dan uji t. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory research untuk menjelaskan hubungan atau pengaruh antar variabel yang diteliti. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 298 staf/karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan untuk menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin, jumlah sampel adalah 75 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil dari penelitian menggunakan analisis linier berganda menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel pelatihan dan kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, variabel pelatihan menjadi variabel yang dominan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan Perusahaaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang. Koefisien determinasi sebesar 0,318 (31,8%) yang artinya besarnya pengaruh variabel pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan, sedangkan 68,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Pelatihan, Kompensasi, Kinerja Karyawan
EDUKASI PENGOLAHAN PUDING DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PENGENJEK LOMBOK TENGAH Hasina, Raisya; Aini, Siti Rahmatul; Saputra, Yoga Dwi; Andanalusia, Mahacita; Nugrahani, Baiq Dwiyan; Lestari, Dian Fathita Dwi; Arzaqi, Yazid Maula; Nurhidayah, Afifah
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1720

Abstract

The national government is still addressing stunting as a major problem, including NTB, so it is expected that the stunting problem will be resolved by 2023. But until now, problems related to stunting still occur in Indonesia, especially in NTB. Based on data obtained from the Bonjeruk Health Center, Central Lombok Regency, Pengenjek Village is a village in NTB with the highest stunting rate at 17%. Providing nutritious food is an effort to overcome the problem of stunting in children under five years of age. This activity aims to provide knowledge and skills about moringa pudding processing as an effort to prevent stunting. This activity was carried out in the Pengenjek Village office hall with lecture, discussion and demonstration methods of moringa leaf pudding processing. The targets of this activity are 50 mothers who have children under five years of age and 10 posyandu cadres. There are several stages in this activity, including: preparation stage, delivery of material on stunting and demonstration of making moringa leaf pudding. The preparation stage was carried out by discussing with the Head of Pengenjek Village regarding the place and schedule of implementation. The implementation of the activity was carried out in three sessions. In the first session, namely the delivery of material and discussion. The second session was a demonstration of moringa pudding processing. The third session was a question and answer session and the distribution of door prizes for participants who could answer questions and demonstrate moringa pudding processing.
Sosialisasi Pemanfaatan Telefarmasi Dan Edukasi Penyakit Menular Seksual Di Puskesmas Narmada Azami S, Lalu M. Rifqi; Mayada, Silhiyatun; Bimantika, Fara Mutia; Andanalusia, Mahacita; Saputra, Yoga Dwi; Adni, Azizatul; Arimbawa, I Wayan Agus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13820

Abstract

Sexually transmitted infections remain a major public health issue in West Nusa Tenggara, driven by limited awareness and access to accurate information. This community service program aimed to improve public understanding of telepharmacy and STI prevention through participatory education at Narmada Public Health Center. A total of 25 participants engaged in telepharmacy education, distribution of STI educational leaflets, and training on using a digital health information website. The participatory approach enhanced engagement, digital literacy, and comprehension of preventive health messages. Overall, the activities effectively strengthened community readiness to access telepharmacy services and utilize digital resources for STI prevention.
Sosialisasi Telemedicine Untuk HIV/Aids Pada Remaja Di Sekitar Cakranegara Lisnasari, Risky Wahyu; Andanalusia, Mahacita; Saputra, Yoga Dwi; Sari, Tri Purma
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/4pd23b74

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban yang signifikan, termasuk di Indonesia. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, mengurangi stigma, serta mendorong perilaku pencegahan dan deteksi dini. Perkembangan teknologi digital membuka peluang melalui pemanfaatan telemedicine, yang dapat menyediakan akses informasi kesehatan secara luas dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Pertama, perbaikan website yang menyediakan fasilitas pengecekan awal risiko HIV/AIDS bagi masyarakat. Kedua, pembuatan dan publikasi video edukasi mengenai dasar informasi HIV/AIDS melalui kanal YouTube, sehingga dapat diakses tanpa batas waktu dan lokasi. Ketiga, penyuluhan tatap muka yang ditujukan kepada siswa SMP untuk memberikan pemahaman sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media digital (website dan video) mampu menjangkau audiens yang lebih luas serta memfasilitasi edukasi berkelanjutan, sementara penyuluhan langsung efektif untuk interaksi dan klarifikasi informasi. Kombinasi metode digital dan tatap muka terbukti saling melengkapi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait HIV/AIDS.
Description of Interprofessional Collaboration Between Pharmacists and Doctors in Management of TBC Patients in Community Health Lombok Island Maghfirahandini, Reivirly Khairadaty; Andanalusia, Mahacita; Adni, Azizatul; Saputra, Yoga Dwi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.11071

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a priority health problem in Indonesia, with West Nusa Tenggara Province reporting 11,061 cases in 2023, most of which originated from Lombok Island. TB treatment success rates in this region remain below national targets, necessitating effective interprofessional collaboration between physicians and pharmacists as key players in therapy management. This study aims to describe the interprofessional collaboration between pharmacists and physicians in TB patient management at community health centers (Puskesmas) across Lombok Island. The study used a quantitative descriptive method involving 54 pharmacists selected through purposive sampling. The instrument used was the Pharmacist–Physician Collaborative Index (PPCI), which assesses three main domains: trust, initiating relationships, and role specification, as well as one additional domain: collaborative practice. Analysis was conducted descriptively based on the categorization scores for each domain. The results showed that the level of collaboration was in the moderate category. The trust domain was in the moderate category, the initiating relationship was in the moderate category, and the role specification was in the adequate category. Overall, collaborative practices were deemed quite effective. These results indicate that although collaboration has been established, improvements in communication, role clarity, and consistent information exchange are still needed to support optimal TB management in community health centers.
Optimalisasi Pendapatan Rumah Tangga: Pemanfaatan Lahan Pekarangan Produktif Melalui Budidaya Buah Naga Siti Nuke Nurfatimah; Lia Dwi Martika; Winda Oktaviani; Saputra, Yoga Dwi; Dwiyanti, Sepira
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1, April 2026 (Inpress)
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v7i1.1246

Abstract

The demand for horticultural products, particularly the Golden Isis variety of dragon fruit, continues to increase along with population growth and expanding market needs. However, limited land availability, low community skills in cultivation, and disturbances from wild animals have hindered the Mitra Makmur farmer group in Sadamantra Village from meeting this demand. This community service program aims to enhance the community’s capacity in yard-based dragon fruit cultivation as an alternative source of household income, while also strengthening business management and financial administration within the farmer group. The implementation method consisted of five main stages: socialization, training (cultivation, business planning, and financial management), application of simple technologies (lightweight steel poles and solar-powered lamps), mentoring and evaluation, and designing a program sustainability strategy.The results of the program showed a significant improvement in knowledge of cultivation techniques, business plan development skills, and financial literacy. In addition, 25 households successfully realized dragon fruit cultivation in their yards by installing lightweight steel poles as supporting structures. The program also encouraged positive social changes, including increased awareness of productive yard utilization, active involvement of farmer group members in business management, and the emergence of a collaborative culture in collective marketing systems. Thus, this program not only improved the community’s technical skills but also strengthened local economic resilience and opened opportunities for sustainable horticultural business development.
EVALUASI PENGELOLAAN STOK OBAT KADALUWARSA DI INSTALASI FARMASI RSUD X Syaharani, Ninda; Saputra, Yoga Dwi; Hasina, Raisya; Mulyaningsih, Kismawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54892

Abstract

Pengelolaan stok obat yang efektif dan efisien merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian di rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan efektif. Obat kadaluwarsa dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan menurunkan kualitas pelayanan. Pada tahun 2023, RSUD X mencatat sebanyak 111 item obat kadaluwarsa (0,46%) dari total 23.637 item, melebihi standar Kementerian Kesehatan RI (0%) namun masih berada di bawah ambang batas WHO (<1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan stok obat kadaluwarsa di Instalasi Farmasi RSUD X tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari catatan mutasi stok obat, laporan pemusnahan obat, serta wawancara dengan Kepala Instalasi Farmasi, petugas administrasi, dan petugas gudang. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase obat kadaluwarsa dan membandingkan praktik pengelolaan dengan standar Kementerian Kesehatan RI dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 111 item obat kadaluwarsa (0,46%). Prosedur pemusnahan dan sebagian aspek penyimpanan telah sesuai dengan standar. Namun, masih terdapat kelemahan pada pelabelan obat yang mendekati kedaluwarsa, penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO) dalam distribusi, pelaporan berkala, serta monitoring dan evaluasi rutin. Tidak ditemukan obat kadaluwarsa dari golongan narkotika dan psikotropika. Kesimpulannya, pengelolaan obat kadaluwarsa di RSUD X belum optimal dan memerlukan perbaikan melalui pelabelan khusus, distribusi berbasis FEFO secara konsisten, peningkatan koordinasi antarunit, serta monitoring rutin untuk menekan risiko kadaluwarsa.