Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS TEBING GERINTING KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024 Misdiana, Misdiana; Murni, Nani Sari; Rahutami, Syntia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28257

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah utama di dunia, termasuk Indonesia. Tingginya angka hipertensi pada lansia di Kabupaten Ogan Ilir yaitu sebesar 20,82% (usia 65-74 tahun). Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kejadian hipertensi pada lansia. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah lansia yang berkunjung ke Puskesmas Tebing Gerinting tahun 2023 berjumlah 2.862 orang, dengan sampel 97 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10-29 Februari 2024 dengan menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan usia, riwayat keluarga, dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada lansia. Analisis multivariat menunjukkan faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada lansia adalah kebiasaan merokok dengan nilai p value 0,023 dan probabilitas kejadian hipertensi pada lansia adalah 95,2%. Kesimpulan ada hubungan antara usia, riwayat keluarga, dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan pihak Puskesmas dapat lebih meningkatkan edukasi tentang bahaya merokok serta berbagai faktor risikonya termasuk hipertensi, meningkatkan skrining secara berkala pada masyarakat yang mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI (INDEKS DMF-T) Amalia, Dike Rizky; Rahutami, Syntia; Murni, Nani Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28266

Abstract

Permasalahan kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan umum seperti gigi yang banyak hilang dan tidak diganti, dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan. Permasalahan gigi dan mulut yang paling banyak dialami masyarakat adalah karies. Penelitian ini bertujuan diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi (indeks Decay Missing Filling Tooth (DMF-T)) pada pasien rawat jalan di Poli Gigi Puskesmas Tebing Gerinting Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung di poli gigi Puskesmas Tebing Gerinting Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023 berjumlah 355 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda.  Hasil penelitian diperoleh ada hubungan frekuensi menyikat gigi (nilai p 0,054), pekerjaan (nilai p 0,030), konsumsi makanan kariogenik (nilai p 0,046), jarak tempat tinggal (nilai p 0,035), serta sikap dan pelayanan petugas (nilai p 0,042) terhadap kejadian karies gigi (indeks DMF-T). Namun tidak ada hubungan tingkat pendidikan (nilai p 0,077), dan kunjungan ke dokter gigi (nilai p 0,077). Analisis multivariat menunjukkan faktor dominan yang berpengaruh terhadap karies gigi (indeks DMF-T) adalah jarak tempat tinggal (nilai p 0,045, OR 0,262), serta probabilitas karies gigi adalah 0,36%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan frekuensi menyikat gigi, konsumsi makanan kariogenik, jarak tempat tinggal, serta sikap dan pelayanan petugas; jarak tempat tinggal merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian karies gigi (indeks DMF-T).
ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD KAYUAGUNG TAHUN 2024 RAHAYU, SRI; Murni, Nani Sari; Priyatno, Akhmad Dwi; Yusnilasari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29789

Abstract

Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 295.000 ibu meninggal selama, dan setelah kehamilan dan persalinan.Preeklamsia merupakan penyebab kematian ibu yang terbesar, yakni 30-40% merupakan penyebab kematian maternal yang terjadi pada Rumah Sakit di Indonesia. Kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Provinsi Sumatera Selatan mengalami peningkatan dari tahun 2018-2022. Data RSUD Kayuagung pada tahun 2019, terjadi peningkatan kejadian preeklamsia dari tahun 2021 yang berjumlah 67 orang ibu bersalin yang mengalami preeklamsia, menjadi 89 orang di tahun 2022 ibu hamil mengalami preeklamsia.  Penelitian ini bertujuan diketahuinya determinan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD Kayuagung. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 86 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan accidental sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil uji statistik chi square didapatkan ada hubungan paritas, usia, pekerjaan, pendidikan, IMT, kehamilan kembar, riwayat pemeriksaan ANC, riwayat hipertensi pada ibu hamil di Rumah Sakit Kayuagung Tahun 2024 (paritas nilai p = 0,006, usia ibu nilai p= 0,012, status pekerjaan  nilai p = 0,010, tingkat peendidikan nilai p = 0,008) IMT ibu nilai p = 0,018, kehamilan kembar nilai p = 0,052, pemeriksaan ANC nilai p = 0,025, riwayat hipertensi nilai p= 0,000. Faktor yang paling berpengaruh adalah tingkat pendidikan. Pendidikan seseorang berhubungan dengan kesempatan dalam menyerap informasi mengenai pencegahan dan faktor-faktor risiko preeklamsia.
Kejadian Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Palembang Rosnita, Rosnita; Murni, Nani Sari; Wahyudi, Arie
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i2.863

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) cases in South Sumatra are among the top 10 in Indonesia and Palembang City has the highest case. This study aims to analyse the frequency distribution of gender, address, marital status, history of blood transfusion, history of sexually transmitted diseases, number of sexual partners, drug use status, alcohol drinking habits, type of work, HIV history in partners, condom use status and socioeconomic, risky sexual behaviour and HIV incidence in Palembang City. This type of research is descriptive. The sample technique used was total sampling. Data collection was done by questionnaire, analysed using Univariate analysis. The results obtained frequency distribution of gender: 83.0% male, 89.4% lived in Palembang city, 69.1% unmarried, 76.6% had a history of receiving blood transfusions, 53.2% had a history of sexually transmitted diseases, 61. 7% had more than 1 sexual partner, 80.9% had a history of drug use, 52.1% did not have a habit of drinking alcohol, 72.3% had a risky job, 76.6% had a partner who had HIV, 77.7% always used condoms, 77.7% had an income below minimum wage, 68.1% did not have a history of risky sexual behaviour. Conclusion: HIV patients in Palembang City in 2024 are mostly men who live in Palembang City, unmarried, have a history of blood transfusions and other sexually transmitted diseases, have more than 1 sexual partner, have ever consumed drugs, have jobs that are at risk of HIV transmission, have sexual partners with HIV sufferers, use condoms during intercourse, earn below the minimum wage.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan PHBS Novika, Novika; Sayati, Dewi; Murni, Nani Sari
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 2 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i2.370

Abstract

The importance of raising awareness of Clean and Healthy Behavior (PHBS) in school-age children because schools have a strategic role and position in education and health promotion efforts. Efforts are needed to increase PHBS to prevent the risk of health problems at school. The purpose of this study was to find out the relationship between attitudes, actions, the role of peers, and the role of teachers towards PHBS in PKBM Sahabat Tahfizhul Quran. The research design is a quantitative analytic survey through a cross sectional approach. The population was 43 students in grades 3-6 elementary school. Sample is the total population. Data collection used a questionnaire and conducted interviews, then the data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most of the respondents had a bad attitude (72.1%), bad actions (69.8%), the role of peers was not good (51.2%), the role of the teacher was not good (55.8%), and PHBS is not good (72.1%). There is a relationship between attitude (p value 0.000, PR 7.750), action (p value 0.002, PR 4.615), the role of peers (p value 0.013, PR 5.328), and the teacher's role (p value 0.029, PR 3.789) with PHBS. The conclusion from this study is that there is a relationship between attitudes, actions, the role of peers, and the role of teachers towards PHBS in PKBM Sahabat Tahfizhul Quran. The researchers suggest increasing health promotion regarding PHBS in schools, monitoring the interaction of students with their peers, and increasing stimulation for teachers.
Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Nova Heroine; Nani Sari Murni; Lilis Suryani; Debby Utami Siska Ariani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2206

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang masih menjadi perhatian serius. Di Indonesia, TB masih menjadi permasalahan kesehatan utama. Berbagai faktor diketahui berhubungan dengan kejadian TB paru, di antaranya adalah faktor gizi, lingkungan, dan perilaku.Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah status gizi, di mana malnutrisi, termasuk stunting, telah terbukti meningkatkan kerentanan terhadap infeksi TB paru. Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok usia rentan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kejadian TB paru tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga oleh faktor lingkungan fisik rumah, kondisi sosial ekonomi, dan perilaku keluarga. Tujuan penelitian ini adalah dianalisisnya kejadian Tuberkulosis Paru pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case control. Kelompok kasus terdiri dari 30 pasien TB Paru yang masih menjalani pengobatan dan kelompok control adalah 30 responden yang tidak menderita TB Paru. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni - Juli 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara status gizi (p = 0,011), luas ventilasi (p = 0,004), tidak ada hubungan antara riwayat kontak (p = 1,000), kebiasaan merokok (p = 0,579), pendidikan (p = 1,000), dan pendapatan (p = 1,000) dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas tahun 2025. Disarankan kepada puskesmas untuk melakukan penyuluhan secara terpadu kepada warga masyarakat yang jarang ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Strata Kader Posyandu Melalui Penilaian 25 Kecakapan Dasar Di Puskesmas Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Erlina Febriyanti; Nani Sari Murni; Lilis Suryani; Debby Utami Siska Ariani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2260

Abstract

Posyandu merupakan unit pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran vital dalam system kesehatan primer di Indonesia. Kader Posyandu direkrut dari masyarakat lokal dan bertindak sebagai ujung tombak kegiatan kesehatan seperti deteksi dini penyakit, edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta pencatatan data pelayanan. Banyak kader belum sepenuhnya memahami atau menguasai kecakapan teknis maupun interpersonal yang diperlukan dalam konteks pelayanan berkualitas. Keaktifan kader sangat bergantung pada tingkat pengetahuan dan motivasi mereka. Puskesmas Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, memiliki 28 Posyandu dengan total 264 kader, namun para kader tersebut belum dilakukan stratifikasi. Hal ini disebabkan para kader belum pernah mengikuti pelatihan 25 kecakapan dasar sehingga belum dapat dilakukan penilaian pada 25 kecakapan dasar kader Posyandu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah dianalisisnya strata kader posyandu melalui penilaian 25 kecakapan dasar di Puskesmas Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu di Puskesmas Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas dengan jumlah sampel sebanyak 72 orang yang diambil secara proporsional random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengalaman menjadi kader (p = 0,002), tidak ada hubungan antara usia (p = 0,658), tingkat pendidikan (p = 0,249), pengetahuan (p = 0,807), dan motivasi (p = 0,303) dengan strata kader posyandu melalui penilaian 25 kecakapan dasar di Puskesmas Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas tahun 2025. Variabel yang paling dominan adalah pengalaman kader. Disarankan kepada kader posyandu sebagai subjek aktif dalam melakukan tindakan pelayanan.
Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Di Ruang Rawat Inap RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Rica Ratna Sari; Nani Sari Murni; Gema Asiani; Dewi Suryanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2355

Abstract

Kepuasan pasien diukur berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan menurut model SERVQUAL, yaitu penampilan fisik (tangibility), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan keamanan (assurance), dan sikap peduli (empathy). Survei kepuasan masyarakat yang dilaksanakan pada tahun 2023 di RSUD Lubai Ulu menunjukkan persentase tingkat kepuasan pada unit rawat inap 80,84% dan pada tahun 2024 persentase tingkat kepuasan pada unit rawat inap 82,84%. Data tersebut menunjukan kepuasaan pasien masih dibawah standar mutu yang harus di capai sebesar 90%. Faktor-faktor seperti ketersediaan tenaga medis, fasilitas, kecepatan layanan, serta komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien menjadi elemen kunci yang perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah dianalisisnya kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap RSUD Lubai Ulu dengan jumlah sampel sebanyak 88 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara keandalan dengan kepuasan pasien rawat inap dengan nilai p = 0,000; PR = 1,722. Hal ini mengindikasikan bahwa konsistensi dan ketepatan pelayanan menjadi faktor kunci dalam membentuk kepuasan pasien rawat inap. Disarankan kepada manajemen rumah sakit agar meningkatkan keandalan pelayanan melalui pelatihan dan evaluasi sistem yang berkesinambungan.
Determinan Perilaku Merokok Siswa MA Babul Ulum Mariana Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan Nani Sari Murni; Atma Deviliawati; Dewi Sayati; Welly Suwandi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2024): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v10i1.2831

Abstract

Latar Belakang: Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan komunitas di Indonesia. Persentase merokok pada penduduk usia ≥15 tahun di Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2022 adalah 30,49%. Survei Global Youth Tobacco tahun 2019 menunjukkan prevalensi perokok pada usia sekolah 13-15 tahun adalah 19 persen Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis determinan perilaku merokok pada siswa MA Babul Ulum Mariana. Metode Penelitian: Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 33 siswa di MA Babul Ulum Mariana. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berusia 16 tahun (42,4%), pekerjaan ayahnya adalah buruh (87,9%), pekerjaan ibu adalah ibu rumah tangga (97%), dan sebagian besar tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (87,9%). Sebagian besar (75,8%) menyatakan ada perokok dalam keluarganya, dan perokok tersebut adalah ayahnya. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, kontrol diri, pola asuh permisif ibu, konformitas teman sebaya, dan ketersediaan rokok dengan perilaku merokok; namun tidak ada hubungan pengaruh iklan rokok, dan peran guru dengan perilaku merokok. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, kontrol diri, pola asuh permisif ibu, konformitas teman sebaya, dan ketersediaan rokok dengan perilaku merokok; namun tidak ada hubungan pengaruh iklan rokok, dan peran guru dengan perilaku merokok.
ANALISIS KEPUASAN CALON JEMAAH HAJI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN HAJI UNTUK PENETAPAN STATUS ISTITHA’AH Elvira Noviany; Nani Sari Murni; Gema Asiani
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1444

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan pelayanan pemeriksaan jemaah haji membutuhkan kepuasan pemeriksaan kesehatan dimana kualitas, fasilitas maupun kecepatan layanan, standar parameter kesehatan untuk memenuhi kriteria kesehatan yang ditetapkan agar mendapatkan status Istitha'ah (kondisi kesehatan tertentu). Tujuan: Diketahuinya analisis kepuasan calon Jemaah haji dalam pemeriksaan Kesehatan haji untuk penetapan status istitha’ah. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional metode observasi pengumpulan data sekaligus (point-in-time approach), menggunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logictic. Populasi penelitian 2.997 orang jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji hingga Juni 2025, sampel penelitian 353 responden di Kota Palembang. Hasil: Tidak ada hubungan variabel usia (p-value 0,413) dan jenis kelamin (p-value 0,378) dengan kepuasan calon jemaah haji, sedangkan variabel tingkat pendidikan, pekerjaan, status kesehatan, fasilitas kesehatan, pelayanan tenaga medis, komunikasi dan informasi kesehatan, serta biaya pelayanan semua didapatkan p-value 0,000 berhubungan dengan kepuasan calon jemaah haji dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan haji untuk penetapan status istitha’ah di Kota Palembang. Variabel  tingkat pendidikan dominan terkait dengan kepuasan calon jemaah haji dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan haji untuk penetapan status istithaah (OR 8,366). Saran: Agar Dinas Kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji, sebagai penyelenggara pemeriksaan kesehatan berupa fasilitas kesehatan, pelayanan tenaga medis, komunikasi dan informasi kesehatan serta biaya pelayanan dalam hal penentuan tingkat kepuasan. Kata Kunci: Kepuasan, Jemaah Haji, Pemeriksaan Kesehatan, Status Istitha’ah
Co-Authors Abdillah, Novandra Aditia Warman Akhmad Dwi Priyatno Amalia, Dike Rizky Anif Budiyanto Arie Wahyudi Atma Deviliawati Atma Deviliawati Ayu Anggia Trida Ayyuhumah Amalia Baharudin, Kemas Bebbi Arisya Kesumaputri Bella Putri Lanida Chairil Zaman Chairil Zaman Debby Utami Siska Ariani Dewi Sayati Dewi Sayati Dewi Suryanti Dian Eka Anggreny Dian Eka Anggreny Dianita Ekawati Elvira Noviany Elyana, Wina Enggar Prasetyo, Enggar Erlina Febriyanti Erma Gustina Esti Yulianty Fitratul Harits Fitri, Lisa Fitrianti, Tri Gema Asiani Gema Asiani Hamyatri Rawalilah Hamyatri Rawalillah Harokan, Ali Herlina Herlina Hermanto Hermanto Hermanto Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Ichramsyah A. Rahman Ihsan Firmansyah Indra Gusti Mansur Indriany Laniessa Rinarthani Liana, Yunita Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Lilis Suryani Linda Marni M Prima Cakra Randana Mardianita, Mardianita Marina Dwi Putri Marlina Marlina Mewikha Renni Misdiana, Misdiana Mohamad Sadikin Monita Septidwina Muhamad Tito Aristian Muhammad Amin Muhammad Prima Cakra Randana Muhammad Prima Cakra Randana Muhammad Prima Cakra Randana Nanik Lestari Ni Putu Yanti Nova Heroine Novika, Novika Nyayu Ela Eliza Pangestika, Hanggayu Peniza Suliati Pepti Herlin Prima Cakra Rendana Putri Aulia Salsabila Rahutami, Syntia Retno Marlangen Riana Puspa Rica Ratna Sari Rikasari, Dian Rina Seftiana Rinaningsih Rinaningsih Rosnita Rosnita Santi Rosalina Santi Rosalina Sarah Maya Monalisa Siti Zumiati SRI RAHAYU Sumadi, Alan Suwandi, Welly Swara Abdi N Syafriati, Nyayu Eka Syahril Efendi Syntia Rahutami Tania Ovelina Tri Sartika Wahyudi, Arie Welly Suwandi Winda Sari Kesuma Wulan Agustin Wulandari, Fitri Wahyuni Yuniartina Yunita Liana Yusi Marlioka Yusnilasari Yusnilasari Yusnilasari Yusnilasari Yusnilasari