Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Improving the Profile of Pancasila and Skills through the Integration of Project and Problem-Based Learning Suardi, Suardi; Hashim, Shahrin Bin; Firdaus, Firdaus; Syarifuddin, Syarifuddin; Nur, Rahmat; Nur, Hasruddin; Nur, Syahban; Marsuki, Nur Riswandy; Ramlan, Herdianty; Mutiara, Indah Ainun; Muchtar, Fitri Yanty
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 9, No 4 (2024): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v9i4.16660

Abstract

Developing Pancasila student profile dimensions and 21st-century skills remains a significant challenge in modern education. This study aims to enhance 21st-century skills and strengthen the Pancasila student profile by integrating Project-Based and Problem-Based Learning methodologies grounded in research and community service. A mixed-methods approach was employed, with qualitative data collected from three informants selected through purposive sampling and quantitative data gathered from 68 respondents using total sampling. Data collection methods included questionnaires, observations, interviews, and documentation. Qualitative data is analyzed through the stages of reduction, display, and conclusion, while quantitative data is processed using descriptive statistics and correlation analysis through JASP software. Triangulation was applied to ensure the validity of the qualitative data, and statistical tests were used for the quantitative data. The results indicate that integrating project-based and problem-based learning in the Social Sciences Learning course, Research Methods, and Social Statistics significantly enhances the dimensions of the Pancasila student profile while improving 21st-century skills. This study highlights the effectiveness of combining innovative learning models to foster students' character and skill development.
Capacity Building of Pokdarwis Birtaria Kassi Jeneponto Regency through CHSE Based Resilient Tourism Management Training: Peningkatan Kapasitas Pokdarwis Birtaria Kassi Kabupaten Jeneponto melalui Pelatihan Pengelolaan Pariwisata yang Tangguh Berbasis CHSE S Tabbu, Muhammad Ansarullah; Fransiska Stepani; Farhah Fauziah; Desi Purnama; Seti Armaida Kartika; Nadira Damayanti A; Muh.Irfan Al-Ashari; Muh. Syahriadi; Ridho Muharram; Adnan Al Khairi; Fikran Basri; Adrian; Hasruddin; Adiaksa Ali; Muh.Faiz qushayyi; Ishak Kurniawan
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 1 Issue 5 August 2024: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i5.2423

Abstract

This training programme focused on building the capacity of Pokdarwis Birtaria Kassi in Jeneponto District through training on CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainable) based tourism management. Given the importance of sustainable tourism, the training was designed to increase Pokdarwis members' understanding and awareness of CHSE principles. By involving lecturers and students from the PPK Ormawa team of HMJ Geography FMIPAM, the programme implemented a series of training and mentoring activities. The results showed a significant increase in the understanding and application of CHSE among members, which is expected to improve the quality of tourism services and destination competitiveness. This activity also supports the achievement of the College's Key Performance Indicators, providing a broader positive impact to the community and environment in Birtaria Kassi. Abstrak Program pelatihan ini fokus pada pengembangan kapasitas Pokdarwis Birtaria Kassi di Kabupaten Jeneponto melalui pelatihan pengelolaan pariwisata berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainable). Mengingat pentingnya pariwisata yang berkelanjutan, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anggota Pokdarwis Birtaria Kassi tentang prinsip-prinsip CHSE. Dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari tim PPK Ormawa HMJ Geografi FMIPA UNM, program ini mengimplementasikan serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerapan CHSE di kalangan anggota, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pariwisata dan daya saing destinasi. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi, memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di Birtaria Kassi.
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Literasi Biologi Siswa pada Materi Virus di Kelas X SMA Negeri 1 Labuhan Deli Ryandi Ihsan; Hasruddin
Jurnal Sains Dan Teknologi | E-ISSN : 3063-9980 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the high-order thinking skills (HOTS), biological literacy, and the relationship between HOTS and biological literacy of Grade X students at SMA Negeri 1 Labuhan Deli regarding virus material. A sample of 36 students was randomly selected for this quantitative research, employing a descriptive quantitative method. Data collection techniques included interviews, documentation, and tests. Data analysis was conducted using statistical methods, particularly descriptive statistics. The findings revealed that students’ HOTS fell into the “good” category with scores ranging from 61 to 80, with the highest percentage of indicator occurrence (76.9%) for evaluating problems. Regarding biological literacy, students demonstrated a “very good” level of understanding in evaluating explanations (83.9%). In the aspect of conducting procedures, students achieved a “good” level (63.7%), while in explaining phenomena, they reached a “fairly good” level (46.4%). A positive correlation was found between HOTS and biological literacy in Grade X students’ understanding of viruses.
MEMBANGUN IDENTITAS LOKAL MASYARAKAT WADIABEROHAIYA MELALUI FESTIVAL MIENDO LIWU: PERSPEKTIF SOSIOLOGI SEJARAH Alwi, Alimin; Kamaruddin, Syamsu Andi; Najamuddin, Najamuddin; Nur, Hasruddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.70220

Abstract

Kajian sosiologi sejarah mengungkap bagaimana perkembangan masyarakat sepanjang masa/sejarah. Kajian ini digunakan untuk menganalisis perkembangan masyarakat Wadiabero-Haiya Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara identitas local budaya masyarakat Wadiabero-Haiya melalui Festival Miendo Liwu dan mengungkap aspek budaya yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dengan cara mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan festival Miendo Liwu memperkuat ikatan sosial dalam komunitas orang Wadiabero-Haiya, memperkuat identitas kolektif dan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mewarisi tradisi nenek moyang mereka.  Festival budaya Miendo Liwu bukan hanya sekadar peristiwa budaya, tetapi juga merupakan proses yang penting dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas lokal. Aspek sosial dan budaya yang terbangun yaitu solidaritas sosial, pelestarian budaya, transmisi pengetahuan, spiritual, dan identitas. Implementasi temuan ini bahwa festival ini beradaptasi dengan perubahan zaman dan bagaimana komunitas Miendo Liwu tetap menjaga kesinambungan budaya mereka sambil merespons tantangan modern.The study of historical sociology reveals how society progressed and developed throughout time/history. This study is used to analyze the development of the Wadiabero-Haiya community. This research aims to reveal the local cultural identity of the Wadiabero-Haiya community through the Miendo Liwu Festival and reveal the cultural aspects that are developed. This research uses a qualitative study approach by collecting data including observation, interviews and documentation. The results of this research show that the Miendo Liwu festival strengthens social ties within the Wadiabero-Haiya community, strengthens collective identity and provides space for the younger generation to learn and inherit the traditions of their ancestors. The Miendo Liwu cultural festival is not just a cultural event, but also an important process in the formation and maintenance of local identity. The social and cultural aspects that are developed are social solidarity, cultural preservation, transmission of knowledge, spirituality and identity. The implementation of these findings is that this festival adapts to changing times and how the Miendo Liwu community maintains the continuity of their culture while responding to modern challenges.
DISHARMONI SOSIAL MASYARAKAT DESA KALUKUANG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR PADA PEMIIHAN PRESIDEN TAHUN 2024 Arsyad, Ernawati; Rifdan, Rifdan; Suyitno, Imam; Nur, Hasruddin; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.69632

Abstract

Pemilihan umum Presiden/ wakil presiden yang berlangsung serentak seluruh Indonesia pada tanggal 14 Februari 2024 yang lalu telah membawa akibat atau dampak negatif terhadap masyarakat di Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, karena telah terjadi disharmoni (ketegangan) masing-masing pendukung kandidat Penelitian ini bertujuan menganalisis harmoni sosial terjadi pada masyarakat Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar pada pemilihan Presiden tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif . Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi Awal, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan harmoni sosial terjadi pada pasca Pilpres 2024 oleh warga desa Kalukuang yang ditopang adanya potensi  berupa : a) nilai kebersamaan yang kuat sebagai warga desa; b) kesadaran dan pendidikan warga yang cukup memadai dan c). kesejahteraan ekonomi yang cukup baik.The simultaneous presidential/ vice presidential election throughout Indonesia on February 14, 2024 has had negative consequences or impacts on the community in Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency, because there has been disharmony (tension) between each candidate's supporters. This study aims to analyze the social harmony that occurs in the community of Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency in the 2024 presidential election. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study used Initial Observation, Interviews and Documentation. The results of the study show that social harmony occurred after the 2024 Presidential Election by Kalukuang village residents which is supported by the potential in the form of: a) strong values of togetherness as village residents; b) adequate awareness and education of residents and c). fairly good economic welfare.
Gender Equality in Higher Education: Access, Participation, and Academic Leadership Suardi, Suardi; Yumriani, Yumriani; Ramlan, Herdianty; Mutiara, Indah Ainun; Firdaus, Firdaus; Nur, Rahmat; Nur, Hasruddin; Nur, Syahban; Marsuki, Nur Riswandy; Muchtar, Fitri Yanty; Syarifuddin, Syarifuddin
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 4 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.4.p.2038-2048

Abstract

Gender equality in higher education is increasingly recognized as a strategic component of sustainable development, encompassing dimensions of access, participation, and academic leadership. This article examines the challenges, opportunities, and strategies for advancing gender equality in universities. Drawing on more than 50 scholarly articles and policy reports from the past decade, retrieved from Scopus, Web of Science, and Google Scholar, the literature spans both Global North and South contexts, with diverse methodologies quantitative, qualitative, and mixed-method. The systematic selection process applied inclusion criteria such as peer-reviewed status and topical relevance. A narrative synthesis approach was used to extract key themes, including access, participation, structural barriers, and policy measures. While women’s access to higher education has improved, significant disparities persist, especially in STEM disciplines and academic leadership. Barriers such as gender bias, unequal domestic responsibilities, and limited institutional support remain pervasive. Various interventions including gender training, mentoring, and policy reforms have shown mixed effectiveness across contexts. The findings underscore the importance of multidimensional strategies involving stakeholders, embedding gender equity into institutional culture, and enhancing policy monitoring systems. This review provides evidence-based insights and practical recommendations to foster more inclusive and equitable higher education environments globally.
Challenges of Implementing Sex Education in Millennial Families to Anticipate Sexual Violence Against Children in Makassar Anjasmira, Evi Irdawanti; Manda, Darman; Awaru, A. Octamaya Tenri; Nur, Hasruddin; Najamuddin, Najamuddin
JPTK : JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Vol 4 No 1 (2025): May : IJOLEH
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/ijoleh.v4i1.269

Abstract

Sexual education is the process of providing information, understanding to children about aspects of reproductive sexual health, relationships, behavior and responsibility. Families should play a role in providing socialization of sexual education to children. However, the fact is that parents since ancient times have really considered taboo anything that smells of the word sex including providing sexual education to children. The reality in the field shows that the level of sexual violence that occurs to children in Indonesia is increasing every year including in Makassar, This study uses a descriptive qualitative research method. The data collection technique is by conducting observations, interviews and documentation. The results of this study indicate that the challenges faced by millennial parents in providing sexual education to children are. The influence of social media, dependence on uncurated online information, social stigma that still exists, Gaps in inclusive or open teaching and Cultural and religious resistance. These challenges affect the effectiveness of delivering sexual education in the family, which in the end can have an impact on children's understanding of incorrect sexuality issues.
SISTEM MONITORING BENDUNGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) Hasruddin; Arda, Abdul Latief; Wardi, Wardi
JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 9 No 2 (2023): Edisi September
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jiik.v9i2.281

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki curah hujan cukup tinggi pada musim penghujan hampir keseluruhan daerah diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi, sehingga perlu diwaspadai akan terjadinya banjir. Namun jika terjadi kelalaian dalam pengawasan bendungan tersebut akibatnya sangat merugikan karena menyangkut keselamatan warga disekitarnya jika terjadi meluapnya air. Oleh karena itu penulis bertujuan membuat sistem monitoring bendungan berbasi IoT, dimana sistem ini bukan hanya sebatas mengontrol ketinggian air, serta mengotomatisasi buka tutup pintu air pada bendungan, tetapi sistem monitoring ini dapat juga dikontrol setiap saat untuk disiarkan langsung atau live streaming dan diberitahukan melalui situs web ketika air meluap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, jenis penelitian yang dapat dilakukan dalam penelitian sistem monitoring bendungan ini yaitu "eksperimen lapangan". Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa jarak air ke sensor lebih dari 11 cm maka status yang tampil pada website adalah Normal dan pintu air dalam keadaan tertutup, jika jarak air ke sensor lebih dari atau sama dengan 10 cm dan kurang dari 11 cm maka status yang tampil pada website adalah Siaga 3, pada saat ini pula pesan whatsapp akan terkirim ke penjaga bendungan untuk menginformasikan bahwa air mengalami kenaikan, jika jarak air ke sensor lebih dari atau sama dengan 9 cm dan kurang dari 10 cm maka status yang tampil pada website adalah Siaga 2, pada saat ini pula pesan whatsapp akan terkirim ke penjaga bendungan untuk menginformasikan bahwa air mengalami kenaikan dan secara otomatis motor servo akan berputar 900 dan pintu bendungan akan terbuka setengah jika jarak air ke sensor kurang dari atau sama dengan 8 cm maka status yang tampil pada website adalah Siaga 1 dan sirine akan berbunyi serta secara otomatis motor servo akan berputar untuk membuka pintu air 1800 dan lagi pesan whatsapp akan terkirim ke penjaga pintu untuk menginformasikan bahwa ketinggian air dalam status siaga 1, serta fitur tambahan yaitu live streaming yang berfungsi sebagai pengontrol kondisi sekitar pintu bendungan apakah benar sensor ultrasonik mendeteksi kenaikan air atau tidak, kesemua alat yang digunakan dapat berfungsi dengan baik. hasil pengujian yang didapatkan nilai error rata-rata adalah 0,72% dan tingkat akurasi sebesar 99,28% dengan mengambil 15 sampel jarak dan air ditambahkan setiap 1 cm, pengujian ini dilakukan pada keadaan air yang tenang tanpa adanya gelombang atau riakan. Dan diperoleh kesimpulan bahwa pembacaan sensor dengan penggaris akurat dan alat berfungsi dengan baik.
SISTEM MONITORING BENDUNGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) Hasruddin; Arda, Abdul Latief; Wardi, Wardi
JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 9 No 2 (2023): Edisi September
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jiik.v9i2.281

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki curah hujan cukup tinggi pada musim penghujan hampir keseluruhan daerah diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi, sehingga perlu diwaspadai akan terjadinya banjir. Namun jika terjadi kelalaian dalam pengawasan bendungan tersebut akibatnya sangat merugikan karena menyangkut keselamatan warga disekitarnya jika terjadi meluapnya air. Oleh karena itu penulis bertujuan membuat sistem monitoring bendungan berbasi IoT, dimana sistem ini bukan hanya sebatas mengontrol ketinggian air, serta mengotomatisasi buka tutup pintu air pada bendungan, tetapi sistem monitoring ini dapat juga dikontrol setiap saat untuk disiarkan langsung atau live streaming dan diberitahukan melalui situs web ketika air meluap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, jenis penelitian yang dapat dilakukan dalam penelitian sistem monitoring bendungan ini yaitu "eksperimen lapangan". Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa jarak air ke sensor lebih dari 11 cm maka status yang tampil pada website adalah Normal dan pintu air dalam keadaan tertutup, jika jarak air ke sensor lebih dari atau sama dengan 10 cm dan kurang dari 11 cm maka status yang tampil pada website adalah Siaga 3, pada saat ini pula pesan whatsapp akan terkirim ke penjaga bendungan untuk menginformasikan bahwa air mengalami kenaikan, jika jarak air ke sensor lebih dari atau sama dengan 9 cm dan kurang dari 10 cm maka status yang tampil pada website adalah Siaga 2, pada saat ini pula pesan whatsapp akan terkirim ke penjaga bendungan untuk menginformasikan bahwa air mengalami kenaikan dan secara otomatis motor servo akan berputar 900 dan pintu bendungan akan terbuka setengah jika jarak air ke sensor kurang dari atau sama dengan 8 cm maka status yang tampil pada website adalah Siaga 1 dan sirine akan berbunyi serta secara otomatis motor servo akan berputar untuk membuka pintu air 1800 dan lagi pesan whatsapp akan terkirim ke penjaga pintu untuk menginformasikan bahwa ketinggian air dalam status siaga 1, serta fitur tambahan yaitu live streaming yang berfungsi sebagai pengontrol kondisi sekitar pintu bendungan apakah benar sensor ultrasonik mendeteksi kenaikan air atau tidak, kesemua alat yang digunakan dapat berfungsi dengan baik. hasil pengujian yang didapatkan nilai error rata-rata adalah 0,72% dan tingkat akurasi sebesar 99,28% dengan mengambil 15 sampel jarak dan air ditambahkan setiap 1 cm, pengujian ini dilakukan pada keadaan air yang tenang tanpa adanya gelombang atau riakan. Dan diperoleh kesimpulan bahwa pembacaan sensor dengan penggaris akurat dan alat berfungsi dengan baik.
Dari Pantai Marina ke Kesejahteraan: Strategi Pariwisata Berkelanjutan dalam Membangun Komunitas Lokal Abriani, Andi; Nur, Hasruddin; Rizal, A.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan eksistensi Pantai Marina dalam mendukung ekonomi lokal di Kabupaten Soppeng. Metodologi yang digunakan adalah wawancara terstruktur dengan informan dari Dinas Pariwisata, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Marina memiliki daya tarik alam yang menakjubkan dan fasilitas rekreasi yang beragam, namun memerlukan pengembangan infrastruktur dan promosi yang lebih efektif. Selain itu, pengelolaan lingkungan yang baik dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata yang berkelanjutan tidak hanya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal melalui dukungan terhadap UMKM.