Claim Missing Document
Check
Articles

Roto Gaja Lumpat dalam Upacara Adat Saur Matua Etnik Batak Toba: Kajian Kearifan Lokal Siregar, Nomi Supitri; Herlina, Herlina; Purba, Asriaty R.; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua etnik batak Toba, dan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua etnik batak Toba. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani (2014). Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Tahapan dalam roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan dan masing-masing tahapan terdiri dari beberapa bagian. Adapun tahap persiapan terdiri dari: 1) tahapan tahi tataring, 2) tahapan martonggo raja, 3) tahapan pembuatan roto gaja lumpat. Tahapan pelaksanaannya yaitu: 1) tahapan mompo, 2) tahapan marsisulu ari, 3) tahapan maralaman, 4) tahapan tariak, 5) tahapan acara pemakaman, 6) tahapan makan bersama, 7) tahapan padalan jambar. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada roto gaja lumpat dalam upacara adat saur matua adalah 1) nilai kesopansantunan, 2) nilai kejujuran, 3) nilai kesetiakawanan sosial, 4) nilai kerukunan dan penyelesaian konflik, 5) nilai komitmen, 6) pikiran positif, 7) nilai rasa syukur, 8) nilai kerja keras, 9) nilai disiplin, 10) nilai pendidikan, 11) nilai kesehata, 12) nilai gotong royong, 13) nilai pengelolahan genjer, 14) nilai pelestarian dan kreatifitas budaya, 15) nilai peduli lingkungan.
Upacara Adat Mengket Rumah pada Etnik Batak Karo: Kajian Kearifan Lokal Hutahaean, Enjel; Purba, Asriaty R.; Herlina, Herlina; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul Upacara Adat Mengket rumah Pada Etnik Batak Karo: Kajian Kearifan Lokal”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan upacara mengket rumah , dan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam upacara mengket rumah. Teori yang digunakan adalah teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu : (1) Tahapan- tahapan Upacara Mengket rumah ada 11 yaitu, 1) Runggu/ Arih-arih, 2) Ngarak, 3) Mbuka kunci, 4) Kimbangken amak mbentar, 5)Man Cimpa, 6)Majekken Daliken, 7) Ngukati, 8) rose Osei, 9)kata pedah, 10) Man,11) Mere Simulih Sumpit Kalimbubu (2) Nilai-nilai kearifan lokal yang ada pada upacara adat mengket rumah pada etnik Batak Karo ada 10 yaitu, 1) nilai kesopansantunan, 2) nilai gotong royong, 3) nilai kesetiakawanan sosial, 4) nilai kerukunan dan penyelesaian konflik, 5) nilai komitmen, 6) nilai pikiran positif, 7) nilai rasa syukur, 8) nilai kerja keras, 9) nilai disiplin, 10) nilai pelestarian dan kreativitas budaya, 11) nilai peduli lingkungan.
Mukul pada Etnik Batak Karo: Kajian Tradisi Lisan Tampubolon, David Hasudungan; Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Purba, Asriaty R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Mukul Pada Etnik Batak Karo: Kajian Tradisi Lisan”. Mukul disebut juga dengan persadaan tendi (mempersatukan roh) antara kedua pengantin melalui makan bersama dengan media manuk sangkep. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk medeskripsikan performansi teks, ko-teks, dan konteks dalam mukul dan mendeskripsikan nilai dan norma dalam mukul. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tradisi lisan oleh Robert Sibarani yaitu tradisi lisan adalah kecenderungan suatu daerah dalam mewariskan sejarah melalui percakapan dari satu keturunan ke keturunan lainnya, dan tradisi lisan mencakup suatu tradisi budaya yang diturunkan “dari mulut ke telinga”. Dari satu generasi ke generasi seterusnya. Berdasarkan hasil penelitian terdapat performansi teks yaitu teks verbal dan teks non-verbal dalam mukul, performansi ko-teks dalam mukul terdapat 4 unsur ko-teks yaitu unsur paralinguistik, unsur kinetik, unsur proksemik dan unsur material, dan performansi konteks yaitu konteks sosial budaya, konteks situasi dan koteks ideologi yang terdapat dalam mukul, terdapat juga fungsi dan makna dalam mukul dan terdapat 7 nilai yaitu nilai kejujuran, nilai kesetiakawanan sosial, nilai komitmen, nilai pikiran positif,nilai kerja keras, nilai disiplin, dan nilai gotong royong.
Kajian Sosiologi Sastra pada Cerita Rakyat Lingga dan Purba Etnik Batak Toba Sihotang, Alexander; Tampubolon, Flansius; Herlina, Herlina; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul Kajian Sosiologi Sastra pada Cerita Rakyat Lingga dan Purba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur intrinsik cerita rakyat Lingga dan Purba, nilai-nilai sosiologi sastra yang terkandung dalam cerita rakyat Lingga dan Purba, dan pandangan masyarakat terhadap cerita rakyat Lingga dan Purba. Cerita Rakyat Lingga dan Purba merupakan salah satu bentuk cerita yang dimiliki masyarakat Batak Toba, tepatnya yang berada di desa Pulo Godang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan. Metode yang digunakan dalam menganalisis masalah penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori struktural dan teori sosiologi sastra. Adapun unsur-unsur intrinsik yang ada dalam cerita ini meliputi: tema, alur atau plot, latar atau setting, dan perwatakan atau penokohan. Adapun nilai-nilai sosiologi sastra yang terdapat dalam cerita ini meliputi : Kasih Sayang, Pertentangan, Religi/Kepercayaan, Sistem Mata Pencaharian, Kesehatan, Tolong Menolong, Material, Kesabaran dan Konsekuensi, Kerendahan Hati, dan religius.
Alih Kode Pada Interaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Balige Kabupaten Toba Kajian : Sosiolinguistik Pasaribu, Eva; Purba, Asriaty R; Sinulingga, Jekmen; Damanik, Ramlan; Herlina, Herlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul Alih Kode Pada Interaksi Jual-Beli Di Pasar Tradisional Balige Kabupaten Toba: Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis alih kode, fungsi alih kode, dan faktor-faktor terjadinya alih kode dalam interaksi jual-beli di Pasar Tradisional Balige, Kabupaten Toba. Teori yang menjadi panduan dalam penelitian ini adalah teori sosiolinguistik yang dikemukakan oleh Suwito. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah adanya variasi jenis alih kode intern: Alih kode dari bahasa Batak Toba ke bahasa Indonesia. Jenis alih kode ekstern: Alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Fungsi alih kode meliputi: Untuk menghormati penutur, untuk menegaskan atau meyakinkan suatu hal, untuk membuat percakapan lebih santai. Faktor terjadinya alih kode meliputi: Kehadiran orang ketiga, penutur, perubahan topik pembicaraan, lawan tutur, untuk sekedar bergensi, untuk membangkitkan rasa humor.
Turi-Turian Ultop Si Jonaha Etnik Batak Toba: Kajian Sosiologi Sastra Simamora, Eveline Mangerbang; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman; Herlina, Herlina; Purba, Asriaty R
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul "Turi-Turian Ultop Si Jonaha Etnik Batak Toba: Kajian Sosiologi Sastra." Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan elemen-elemen intrinsik dan nilai-nilai sosiologi sastra dalam cerita "Turi-Turian Ultop Si Jonaha." Teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra dari) (Ratna, 2004), dengan metode penelitian kualitatif deskriptif yang diuraikan oleh (Sugiyono, 2012).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik dalam cerita ini mencakup tema utama tentang tipu daya dan kelicikan, yang direpresentasikan oleh tokoh Jonaha yang menggunakan kecerdikannya untuk menipu orang lain demi keuntungannya sendiri. Alur cerita bergerak maju secara kronologis, mulai dari pengenalan karakter, mencapai puncak cerita dengan peristiwa sumpit sakti, dan berakhir dengan resolusi yang menegaskan tema utama. Latar cerita yang beragam, seperti rumah Jonaha, arena judi, dan hutan, memberikan konteks yang memperkaya perkembangan plot dan karakter. Karakter-karakter seperti Jonaha, istrinya, Parenggabulu, dan Sobur, memperlihatkan konflik internal yang memperdalam narasi. Cerita ini disampaikan dari sudut pandang orang ketiga serba tahu, yang memungkinkan pemahaman mendalam terhadap kompleksitas karakter dan alur cerita secara keseluruhan. Pesan moral dari cerita ini menekankan bahwa kecerdikan dan strategi berpikir Jonaha dapat membantu menghadapi situasi sulit, meskipun tidak selalu dengan cara yang etis. Namun, pengalaman Jonaha juga mengingatkan kita akan dampak negatif dari kebohongan, yang dapat merusak kepercayaan dan hubungan sosial. Selain itu, analisis sosiologi sastra dalam penelitian ini mengungkapkan nilai-nilai sosial, sistem nilai ide, dan alat budaya sosial dalam masyarakat Batak Toba yang tercermin dalam cerita tersebut.
Nilai Kearifan Lokal Upacara Adat Mangirdak pada Etnik Batak Toba Pangaribuan, Chrystopel Rafael H.; Purba, Asriaty R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul Nilai Kearifan Lokal Upacara Adat Mangirdak Pada Etnik Batak Toba. Mangirdak merupakan upacara adat etnik Batak Toba yang dilaksanakan saat seorang wanita megandung anak pertamanya dan usia kehamilan memasuki tujuh bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kearifan lokal yang terdapat pada upacara adat mangirdak. Teori yang digunakan dalam menganalisis data adalah teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu dalam upacara adat mangirdak, orang tua wanita (parboru) melakukan upacara Mangirdak akan dilaksanakan di rumah anaknya yang sudah hamil tua dengan harapan anaknya akan melahirkan dengan sehat, lancar, dan tanpa beban yang berisikan tahapan, yaitu: (1) persiapan; (2) pemberitahuan; (3) penjemputan; (4) penyampaian maksud dan tujuan; (5) pemberian ulos; (6) makan bersama; (7) pemberian nasihat; dan (8) penutup. Selain itu, kearifan lokal yang terdapat pada upacara adat mangirdak adalah (1) disiplin; (2) kesehatan; (3) gotong royong; (4) pengelolaan gender; (5) pelestarian budaya; (6) kesetiakawanan sosial; (7) cinta budaya; (8) komitmen; dan (9) rasa syukur.
Pembelajaran Aksara Batak Toba melalui Huling-Huling Ansa sebagai Pembentukan Karakter Sagala, Erosima; Sinaga, Warisman; Purba, Asriaty R; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul Pembelajaran Aksara Batak Toba Melalui Huling-huling Ansa Sebagai Pembentukan Karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Aksara Batak Toba melalui huling-huling ansa sebagai pembentukan karakter dan menjelaskan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam pembelajaran aksara Batak Toba melalui huling-huling ansa sebagai pembentukan karakter. Teori yang digunakan dalam menganalisis data pada penelitian ini ada dua yaitu teori pembelajaran konstrukstivisme yang dikemukakan oleh Sigit Mangun Wardoyo dan teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini ditemukan hasil metode pembelajaran yang digunakan yaitu menggunakan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui pendekatan huling-huling ansa, dan melaksanakan tujuh komponen sebelum memulai kegiatan pembelajaran, yaitu: konstrukstivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan pemodelan nyata. Selain itu, enam langkah-langkah yang diterapkan yaitu: tahap pengenalan, tahap pengaitan, tahap penafsiran, tahap implementasi, tahap refleksi ,dan tahap evaluasi. Selanjutnya ditemukan nilai-nilai karakter yang terdapat pada pembelajaran, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.
Gorga Ruma Bolon Batak Toba di Kecamatan Sigumpar Kajian: Semiotika Simangungsong, Depi; Damanik, Ramlan; Herlina, Herlina; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diberi judul ``Gorga Ruma Bolon Batak Toba di Kecamatan Sigumpar, Kajian Semiotika''. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagian-bagian Ruma Bolon, jenis-jenis Gorga, bentuk Gorga, fungsi dan makna Gorga pada masyarakat Batak Toba. Teori yang digunakan untuk analisis adalah semiotika.(Charles Sanders Peire) menggemukakan Semiotika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang tanda, seperti sistem tanda dan proses yang berlaku pada pengguna tanda. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ada 12 bagian ruma bolon di Kecamatan Sigumpar. yaitu batu ojahan atau pondasi rumah, bahasi atau tiang rumah, rasang, balatuk atau tangga, jendela rumah, bara atau kolong rumah. sokkor, tartaring atau tempat masak, lantai rumah, dinding ruma bolon, pintu ruma bolon, dan atap ruma bolon, 2) terdapat 17 gorga beserta fungsi dan maknanya yaitu Gorga Siture -Ture, Gorga Boraspati, Gorga Adop- Adop atau Susu, Gorga Singa Singa, Gorga Ipon Ipon, Gorga Sompi, Gorga Mataniari atau Matahari, Gorga Desa Na Ualu atau delapan penjuru mata angin, Gorga Simarogung-ogung atau Gong, Gorga Ulupaung, Gorga iran-iran, Gorga Silintong, Gorga Sitangan-tangan, Gorga Simeol Eol, Gorga Dalihan Na Tolu, Gorga Gaja Dompak, Gorga jorngom atau jenggar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Gorga merupakan ukiran atau ukiran tradisional yang biasa terdapat pada dinding luar rumah atau pada rumah adat atau disebut juga Gorga yang menjelaskan tentang bentuk, fungsi dan makna Gorga Ruma bolon. Hal ini menandakan mengandung unsur mistis. Terletak di Kecamatan Sigumpar.
Pengenalan Aksara Batak Simalungun bagi Siswa Sekolah Dasar Negeri 091311 Pargampualan Kecamatan Panombean Panei Kabupaten Simalungun Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R; Tampubolon, Flansius; Herlina, Herlina; Mulyani, Rozanna; Fadlin, Fadlin; Baharuddin, Baharuddin; Sembiring, Sugihana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksara Batak Simalungun memiliki bentuk yang unik dan berbeda dari aksara Latin yang biasa digunakan dalam sistem pendidikan nasional. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam membaca serta menulis aksara Batak Simalungun di kalangan generasi muda dapat mengancam keberlangsungan aksara ini. Aksara Batak Simalungun memiliki bentuk yang lebih kompleks dan artistik, dengan garis-garis yang lebih meliuk-liuk dan berpola. Kesan ornamen dan hiasan tampak jelas dalam aksara ini. Aksara ini digunakan dalam naskah-naskah adat, cerita rakyat, dan seni ukir oleh suku Simalungun. Aksara Simalungun hanya memiliki 19 huruf dan harus menggunakan 8 tanda bacanya dalam penulisan. Oleh karena itu, pengenalan dan pembelajaran aksara Batak Simalungun di sekolah dasar sangatlah penting. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan aksara Batak Simalungun kepada siswa Sekolah Dasar Negeri 091311 Pargampualan., meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya melestarikan warisan budaya lokal., membekali siswa dengan keterampilan dasar membaca dan menulis aksara Batak Simalungun. Kegiatan ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hasil Pengabdian ini yakni terdapat 19 induk surat. Dalam Pelaksanaan Pengabdian ini Mengenalkan Aksara Batak Simalungun kepada Siswa Sekolah Dasar Negeri 091311 Pargampualan, Meningkatkan Kesadaran Siswa Akan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya Lokal, Membekali Siswa dengan Keterampilan Dasar Membaca dan Menulis Aksara Batak Simalungun. Dengan pengabdian inidiharap mendapatkan dukungan dari pihak sekolah serta masyarakat, diharapkan siswa dapat mengenali, memahami, dan mencintai aksara Batak Simalungun sebagai bagian dari identitas mereka. Upaya ini tidak hanya akan memperkaya wawasan budaya siswa, tetapi juga menjaga keberlangsungan aksara Batak Simalungun di masa depan.
Co-Authors Anis Luul Khoir Ayu Andari Nainggolan Baharuddin Baharuddin Basri Natan Sitanggang Dani Maichel Gultom Dewes Agustina Naibaho Dian Berkati Rebeka Purba Fadlin Fadlin Flansius Tampubolon Gultom, Frendy Hendrico Gultom, Pelix Gabriel Harniko Pasaribu, Jefri Herlina herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Hod Burju Pakpahan Hutagalung, Andreas Hutahaean, Enjel Hutauruk, Febri Ola Immanuel Bintang Cristopher Batubara Immanuel Pedro Hutagalung Jamorlan Siahaan Jamorlan Siahaan Jekmen Sinulingga Jonathan Halomoan Marpaung Lubis, Alpiani Lumbantobing, Yousev Daniel Malau, Sarah Porman Hatioan Marcelina Manik, Fransiska Manik, Priska Ulina Setriani Manullang, Doan Yohannes Munthe, Alex Mujur Immanuel Murni Simarmata Nainggolan, Amoy Karamoii Pandiangan, Johannes Pangaribuan, Chrystopel Rafael H. Pasaribu, Eva Pasaribu, Friska Yulianti Patar Kristian Sihombing Purba, Yunita Dearmawati Ramlan Damanik Rey Dewinata Simanjuntak Risdo Saragih Risky Pratama Siregar Robert Sibarani, Robert Rozanna Mulyani RR. Ella Evrita Hestiandari Sagala, Erosima Saragih, Cristien Oktaviani Saragih, Dinda Apriani Sembiring, Sugihana Sianipar, Trynanda Sigiro, Dony Sarasi Sihotang, Alexander Sihotang, Kristina Silalahi, Norman K. Simamora, Eveline Mangerbang Simangungsong, Depi Simanjutak, Sadrak Simarmata, Tioara Monika Simbolon, Marta Enjelina Sinulingga, Sinulingga Sirait, Yuyun Efraim Siregar, Nomi Supitri Sitohang, Nerlika Sitompul, Yulia Saftania Situmorang, Putri Adelina Tampubolon, David Hasudungan Tarigan, sarah nathasia Togatorop, Julhayati Tomson Sibarani Torang Naiborhu Toruan, Khaterine A. Lumban Warisman Sinaga Yustina Jindi Lusmiran Simamora