Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Dampak Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Akhlak Dan Perilaku Sosial Siswa Kelas V MI NW Pungkasan Saharudin
urn:alkarim://2988-795Xalkarim.v3i2
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul, “Dampak Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Akhlak Dan Perilaku Sosial Siswa Kelas V Mi NW Pungkasan”. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui konten aplikasi Tiktok apa saja yang diminati oleh siswa dan bagaimana pengaruh dari aplikasi Tiktok terhadap akhlak dan perilaku sosial siswa kelas V MI NW Pungkasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan siswa kelas V MI NW Pungkasan yang berjumlah 20 siswa, beserta para orang tua santri yang berjumlah 10 orang, dan guru yang mengajar siswa tersebut berjumlah 5 orang. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dengan seringnya anak-anak menggunakan media sosial Tiktok maka apa yang dilihat, didengar, dan kemudian dipraktekkan tersebut, sangat mengubah akhlak dan perilaku sosial anak terhadap orang tua dan orang disekitarnya. Mereka tidak dapat membedakan lagi mana yang boleh mereka lakukan dan mana yang tidak boleh mereka lakukan. Tidak adanya pantauan dan pengamatan lebih jauh dari orang tua membuat anak-anak semakin terjerumus dalam media sosial yang seharusnya belum waktunya.
Analisis Unsur Puitika Pada Kumpulan Cerpen Robohnya Surau Kami Yusfita; Toyyibah, Zurriatin; Nurhidayah; Saharudin
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1412

Abstract

Salah satu keunikan atau kelebihan A. A. Navis adalah cenderung menggunakan bahasa yang satire atau sarkas dengan pemanfaatan unsur puitika di dalam karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur puitika dalam kumpulan Cerpen Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis dengan menggunakan teori stilistika. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Hasil analisis menampilkan adanya unsur puitika yang terbagi menjadi 4 jenis dalam penggunaanya yaitu diksi, majas, imaji dan rima irama. Diksi ditemukan sebanyak 1.714 data, majas sebanyak 120 data yang terdiri dari majas simile sebanyak 25 data, majas metafora sebanyak 63 data, majas hiperbola sebanyak 13 data, dan majas personifikasi sebanyak 19 data. Imaji terdapat sebanyak 337 data yang terbagi menjadi imaji penglihatan sebanyak 171 data, imaji pendengaran sebanyak 110 data, dan imaji perabaan sebanyak 56 data. Tercatat 124 data yang juga ditemukan dengan kategori rima irama dalam kumpulan cerpen tersebut. Temuan tersebut membuktikan bahwa dibalik penggunaan gaya bahasa satire, A. A. Navis juga begitu lihai dalam menggunakan unsur puitika pada karyanya.
AKOMODASI BAHASA MASYARAKAT KECAMATAN ALAS SUKU SAMAWA-SASAK-BAJO DALAM RANAH PERDAGANGAN Lani, Raudhatil Maulani; Burhanuddin; Mahsun; Saharudin; Ahmad Sirulhaq
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.414

Abstract

Akomodasi bahasa pertama kali dikembangkan oleh Howard Giles yang berfokus pada penyesuaian tingkatan percakapan, aksen, dan jeda dalam berbicara. Kemudian dikembangkan menjadi teori komunikasi antar budaya. Akomodasi Bahasa merupakan kemampuan untuk menyesuaikan, memoodifikasi, atau mengatur prilaku seseorang dalam merespon orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pilihan bahasa, mendeskripsikan pola akomodasi bahasa, dan penyimpulan hasil analisis data. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik sadap sebagai teknik dasarnya, kemudian diteruskan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik rekam. Wujud pilihan bahasa yang digunakan meliputi tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode. Pola akomodasi bahasa yang dilakukan suku Samawa melakukan divergensi sebab berperan sebagai mayoritas dan suku asli tersebut. Suku Sasak dan suku Bajo melakukan konvergensi sebab berperan sebagai minoritas dan suku pendatang.
Exploring the Life and Academic Experiences of International Students at the University of Jambi, Indonesia: A Case Study Saharudin; Handayani, Reli; Harsyah, Ahmad Syauqi; Marzal, Jefri; Putri, Regita Riani
VELES Voices of English Language Education Society Vol 8 No 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/veles.v8i2.25847

Abstract

The increasing number of international students in Indonesia's higher education sector urges institutions to improve the quality of their services, facilities, and education. The teaching and learning environment is critical, encompassing the effectiveness of instructional methods, classroom interactions, and the academic support systems provided by the university. Additionally, their socio-experiences, including integration into the campus community and interactions with peers, play a crucial role in their overall well-being and academic success. This study aims to explore the life and academic experiences of international students in undergraduate International Programs at the University of Jambi in Indonesia. This research employed a mixed-method approach, combining a questionnaire adapted from the Strategy Inventory for Language Learning (SILL) and in-depth interviews, with a total of 13 international students from international classrooms participating in the study. The research highlights significant challenges for international students at the University of Jambi, including inadequate classroom and laboratory facilities, poor lighting, and insufficient resources, particularly in Animal Sciences and Agriculture. Language barriers due to Indonesian being the primary medium of instruction further hinder learning. Students express high dissatisfaction with services such as insurance, health facilities, extracurricular activities, and counseling, though library services are well-regarded. Recommendations include adopting English for instruction, providing bilingual training for lecturers, and improving infrastructure and student services to enhance the overall academic experience for international students
Pelatihan Pengembangan Materi dan Metodologi Pembelajaran pada Guru SMP Negeri 22 Kota Jambi Saharudin; Harsyah, Ahmad Syauqi; Putri, Regita Riani; Rozali, Muhamad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8617

Abstract

Keterampilan mendesain, memilih, menggunakan metode mengajar serta mengembangkan bahan ajar yang tepat merupakan suatu bentuk keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh setiap guru. Materi pembelajaran yang baik dipadu dengan metode mengajar yang tepat merupakan suatu keahlian dan kecakapan yang harus dimiliki oleh setiap guru Sekolah Menengah Pertama. Tujuan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang bagaimana memilih dan menentukan metode  mengajar, mengadaptasi, dan membuat materi ajar dengan menggunakan sumber belajar yang tersedia di lingkungan dengan berpedoman pada kurikulum yang digunakan disekolah. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru SMP untuk dapat secara terampil dalam memilih, mengadaptasi, dan membuat materi ajar dan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan pelatihan ini diharapakan mampu memberikan manfaat kepada guru berupa kemampuan mendisain dan mengembangkan materi ajar serta menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa di SMP dengan berdasar pada Kurikulum yang digunakan disekolah masing masing.Kegiatan Pelatihan metode pembelajaran ini sangat erat kaitannya dengan kegitan keseharian guru sebagai pengajar dan fasilitator pada kegiatan proses pembelajaran di SMP. Selain keterkaitan tugas, kegiatan ini juga sangat erat hubungannya dengan analisis Kurikulum Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, kegiatan MGMP, dan kegiatan pengayaan kemampuan dan keterampilan guru lainnya. Pelatihan ini telah dilaksanakan dengan baik dengan hasil yang sangat memuaskan. Tanggapan yang sangat positif dari komisi dewan guru dengan harapan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di SMP Negeri 22 dengan materi yang juga dapat memberikan pelatihan bagaimana menindak lanjuti hasil pelatihan dengan berupa pelaksanaan tindakan kelas.  Pada pelatihan ini, telah dilatih 27 orang guru dengan latar belakang bidang studi yang berbeda, seperti Pendidikan IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Biologi, Bimbingan Konseling, dan Sejarah
Konsep Ruang dan Waktu dalam Bahasa Sasak Dialek A-E di Lombok Tengah Kurnia Kasih, Mitha; Mahsun; Saharudin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i2.5988

Abstract

Persoalan ruang dan waktu adalah dua dimensi yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga ditandai dengan bahasa yang sangat rinci. Penelitian ini mendeskripsikan sisi kebahasaan tentang konsep ruang dan waktu dalam Bahasa Sasak (dialek a-e) di dusun Polak Penyayang, Lombok Tengah dan pandangan budaya masyarakatnya. Penyediaan data dilakukan dengan metode simak, cakap, dan introspeksi. Lalu dilakukan reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menemukan bahwa satuan lingual yang dipakai untuk menandai konsep ruang dan waktu dalam Bahasa Sasak (di Polak Penyayang) berbentuk kata dasar dan berbentuk kata kompleks. Konsep ruang yang termasuk bentuk dasar, yaitu leksikon bat ‘barat’, boloq ‘atas, sumber aliran air’, dereq ‘bawah, arah air mengalir’; sementara bentuk kompleks meliputi leksikon běbat ‘ke arah barat’ dan bětimuq ‘ke arah timur’. Konsep waktu yang termasuk bentuk dasar, yaitu leksikon baruq ‘barusan’, uiq ‘kemarin’, dan laeq ‘dulu’; bentuk kompleks meliputi leksikon baruq kělemaq ‘tadi pagi’, jělo ni ‘hari ini’, dan lemaq aru ‘besok pagi’. Selain itu, ditemukan pula konsep waktu yang dilihat dari tanda-tanda alam dan ritual siklus kehidupan tertentu, seperti leksikon kêtaun ‘musim hujan’, kêbalit ‘musim kemarau’, rorampaq ‘antara musim penghujan dan kemarau’, serta nyiwaq ‘hari kesembilan dari hari kematian’. Adapun pandangan budaya masyarakat setempat terkait konsep ruang dan waktu, seperti konsep ruang boloq ‘atas/tinggi’ yang tidak hanya dipandang sebagai sumber mata air, tetapi sebagai sesuatu yang dimuliakan (sakral) dan ini mengacu pada gunung Rinjani sebagai iněn paer ‘induknya bumi Sasak’. Juga pandangan budaya tentang konsep waktu sêrêp jêlo ‘menjelang matahari terbenam’ sebagai waktu pantangan untuk beraktivitas
Toponimi Wisata Alam di Batukliang Utara, Lombok Tengah Latifatussolehah; Saharudin; Ratna Yulida Ashriany
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8664

Abstract

Toponimi merupakan kajian tentang asal-usul, makna, dan latar belakang penamaan suatu tempat yang tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk satuan lingual berupa kata dan frasa serta makna semantis berupa makna referensial dan kultural yang terkandung dalam toponim wisata alam di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode cakap berupa teknik cakap semuka, metode simak dengan teknik catat rekam, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang akurat dari masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan wisata alam di Kecamatan Batukliang Utara, berdasarkan unsur kebahasaan dapat diklasifikasikan ke dalam bentuk satuan lingual kata dan frasa. Selain itu, secara makna semantis, dikelompokkan berdasarkan makna referensial dan makna kultural. Sebagian besar makna semantisnya bersifat referensial karena menjadikan aspek geografis sebagai acuan utamanya seperti nama wisata alam Danau Biru dan Goa Walet, sementara sisanya bersifat kultural karena berakar pada legenda, mitologi, dan nilai sosial masyarakat, seperti nama wisata alam Titisan Dewi Anjani dan Bukit Harapan. Dengan demikian, toponim wisata alam di Batukliang Utara mencerminkan keterpaduan antara alam, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat.
UPAYA GURU UNTUK MENGATASI KESULITAN MEMBACA, MENULIS, DAN BERHITUNG DI KELAS III MI NW LENEK LAUK Wawan Mulyadi Purnama; Saharudin
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 2 No. 1 (2025): Mei-Juli
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/6h594390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada siswa kelas III MI NW Lenek Lauk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35% siswa mengalami kesulitan mengenali huruf, 40% dalam menulis struktur kalimat, dan 30% dalam operasi matematika dasar. Guru telah menerapkan berbagai strategi efektif seperti pembelajaran remedial, penggunaan media visual, metode bermain sambil belajar, dan pendekatan individual, yang terbukti meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Namun, implementasi strategi ini menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran (hanya 35 menit per sesi), rendahnya partisipasi orang tua (hanya 40% yang aktif mendampingi), serta minimnya alat peraga edukatif. Temuan penelitian ini memperkuat pentingnya pendekatan multimodal dalam pembelajaran calistung sesuai dengan teori perkembangan literasi dan numerasi anak. Penelitian merekomendasikan perlunya peningkatan alokasi waktu pembelajaran, pengembangan media belajar inovatif, pelatihan guru dalam teknik pembelajaran diferensiasi, serta penguatan kolaborasi dengan orang tua melalui program parenting khusus. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan model pembelajaran calistung yang lebih holistik dengan mempertimbangkan aspek pedagogis, sarana prasarana, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pendidikan
Toponimi Nama Tempat Wisata Di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, NTB: Kajian Linguistik Antropologi Rini Idayanti; Mahsun; Burhanudin; Saharudin; Sirulhaq
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap asal-usul dan makna penamaan tempat wisata di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, serta menganalisis aspek budaya, sosial, dan fisik yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan teori linguistik antropologis (Mahsun) dan toponimi, diperkaya dengan perspektif Sapir-Whorf mengenai hubungan antara bahasa dan persepsi manusia. Data penelitian diperoleh dari sumber lisan berupa informasi masyarakat lokal (tokoh adat, sesepuh, aparat desa, dan pengelola wisata), serta sumber tertulis berupa dokumen desa, arsip, peta wilayah, dan literatur sejarah lokal. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik simak, sadap, dan rekam. Analisis data dilakukan dengan metode padan intralingual menggunakan teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan hubung banding membedakan (HBB), kemudian dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 nama objek wisata di Kecamatan Sembalun terdapat variasi aspek toponimi yang mencerminkan budaya, masyarakat, dan manifestasi lingkungan. Dari jumlah tersebut, 8 nama objek wisata memuat aspek budaya, 9 nama objek wisata memuat aspek sosial, dan 18 nama objek wisata merupakan bentuk manifestasi lingkungan.