Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan SUNSAGI (Sekolah Unggul Sadar Gizi) Dalam Upaya Perbaikan Gizi Remaja Indriasari, Rahayu; Mansur, Marini Amalia; Najamuddin, Ulfah; Nasrah; Muthiah Nurul Atikah; Khairunnisa, Afifah
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2025): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i3.2786

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang gizi remaja, termasuk anemia dan pencegahannya, melalui pendekatan pendampingan berbasis sekolah yang melibatkan siswa, guru, dan pengelola kantin. Pada siswa, dilakukan promosi kesehatan dan gizi melalui kegiatan edukasi berbentul talkshow. Untuk pengelola kantin, diberikan sosialisasi tentang jajanan sehat dan bergizi serta pelatihan peningkatan kapasitas. Sementara itu, guru mendapatkan pengembangan kapasitas agar mampu menyampaikan informasi gizi remaja secara efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pola makan sehat dan mencegah masalah gizi pada remaja. Setelah program dilaksanakan, terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah pelatihan (D=13,82;p=0.000), penjaja kantin (D=3,24;p=0.654), dan guru (D=26,00;p=0.005). Selain itu, penjaja kantin memberikan testimoni positif terhadap pelatihan pembuatan jajanan yang diberikan dan merasa mampu mempraktekkannya untuk menyediakan alternatif jajanan sehat di kantin sekolah. Bagi para guru yang dilatih berkomitmen untuk mengintegrasikan materi gizi remaja pada pembelajaran P5 di semester berikutnya. Dapat disimpulkan bahwa program SUNSAGI meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga sekolah terhadap pentingnya upaya perbaikan gizi pada remaja dan meningkatkan kapasitas untuk pelaksanaan berkelanjutan.
Hubungan Determinan Sosial dan Tingkat Ketunanetraan dengan Kesehatan Mental pada Peserta Didik Tunanetra SLB-A YAPTI Kota Makassar: Penelitian Nasrah; Indra Fajarwati Ibnu; Charoline Beatric Songgo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2319

Abstract

Kesehatan mental kini menjadi masalah serius dan berpotensi besar dialami oleh beberapa kelompok rentan, termasuk peserta didik tunanetra, yang diakibatkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, seperti determinan sosial dan tingkat ketunanetraan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan determinan sosial dan tingkat ketunanetraan dengan kesehatan mental pada peserta didik tunanetra di SLB-A YAPTI Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 69 sampel yang diperoleh melalui metode exhaustive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner SDQ dan SRQ-20 di SLB-A YAPTI Makassar pada bulan Juni 2025 dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square (α = 0,05). Hasil menunjukkan 66,7% responden mengalami gangguan kesehatan mental dan melalui uji Chi-Square diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara determinan sosial dengan kesehatan mental (p < 0,05) tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ketunanetraan dengan kesehatan mental (p > 0,05) pada peserta didik tunanetra di SLB-A YAPTI Kota Makassar. Disarankan untuk menyelenggarakan program pengembangan dan aktualisasi diri, penguatan keterampilan, serta manajemen stres.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME BASED LEARNING (GBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS Selviana; Nasrah; Nur, A. Muafiah
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i2.11294

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa di abad ke-21 untuk menghadapi tantangan global yang kompleks, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang tepat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas IV UPT SPF SDI Bangkala I setelah menggunakan model pembelajaran Game Based Learning (GBL) dan pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kritis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experimental dengan bentuk nonequivalent control group design. Yang melibatkan 2 yaitu kelas eksperimen (26 orang) yang menggunakan model pembelajaran GBL dan kelas control (25 orang) menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis unit dan uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen yaitu dengan rata-rata nilai post-test mencapai 75,30, sedangkan kelas kontrol hanya 64,80. Hasil analisis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai  thitung 3,896 > ttabel 2,009 maka dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran GBL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV UPT SPF SDI Bangkala I.
Digitalisasi Makam Penyiar Islam Raden Mas Suryodilogo di Pamboang Sulawesi Barat Adawiah, Rabiatul; Hasyim Ashari; Ahmad Muaffaq; Husna; Nasrah
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5557

Abstract

Unlike the tombs of other Islamic broadcasters, the tomb of Raden Mas Suryodilogo has not received good attentions from the government and the public. The main purpose of this community service is to publish this historical site through digitization in the form of making a video and an infographic poster. This project is implemented from February to July 2022 using the Asset-based Community Development (ABCD) approach which emphasizes a community-driven element. The service team has carried out eight stages starting from team formation, training of trainers, appreciation interviews, asset mapping, observation and literature studies, FGD, making videos and posters, socialization to monitoring, and evaluation. In general, societies in Pamboang realize that they have assets and potential including religious tourism in the form of relics of Raden Mas Suryodilogo so the team did not find any obstacles when mapping assets. The community is also actively involved and willing to participate at the time of image taking and to disseminate information through the output of this PkM. ==== Berbeda dengan makam tokoh penyiar Islam lainnya, makam Raden Mas Suryodilogo belum mendapat perhatian yang baik dari pemerintah dan masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memublikasikan situs bersejarah tersebut melalui digitalisasi berupa pembuatan video dan poster infografis. PkM ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli tahun 2022 dengan menggunakan pendekatan Asset based Community Development (ABCD) yang menekankan unsur community driven. Tim pengabdi telah melaksanakan delapan tahapan yang dimulai dari pembentukan tim, training of trainers, wawancara apresiasi, pemetaan aset, observasi dan studi pustaka, FGD, pembuatan video dan poster, sosialisasi, hingga monitoring dan evaluasi. Secara umum, masyarakat menyadari bahwa mereka memiliki aset dan potensi wisata termasuk wisata religi berupa peninggalan Raden Mas Suryodilogo sehingga tim tidak menemukan kendala pada saat pemetaan aset. Masyarakat juga terlibat aktif dan bersedia untuk berpatisipasi pada saat pengambilan gambar hingga penyebaran informasi melalui output dari PkM ini.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER SISWA Nasrah; Husni
Jurnal Riset Evaluasi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): JREP
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrep.v2i1.2740

Abstract

Maksud dari pengkajian ini untuk mendeskripsikan aktualisasi bentuk pengajaran tipe Numbered Head Together (NHT) Cooperative Learning pada anak didik kelas IV SD Negeri 14 Mangopi Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai.Pengkajian ini dilaksanakan dalam 2 priode yang merupakan pengkajian tindakan kelas.Subjek pengkajian adalah anak didik kelas IV SDN 14 Mangopi Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai yang berjumlah 12 laki-laki dan 18 perempuan. Adapun penghimpunan data yang diaplikasikan yaitu secara observasi dan tes tertulis. Pengkajian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan pengajaran IPA pada anak didik kelas IV SD Negeri 14 Mangopi Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai.Pengkajian menunjukkan bahwa kemajuan penilaian pra priode dengan pelajaran IPA tergolong rendah,ini bisa dilihat dari daftar nilai hasil penelitian pra priode yang menjangkau persentase nilai dengan yang menjangkau atau melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 25,00 % atau sekitar 8 orang anak didik saja. Setelah dilakukan tindakan melalui priode I dengan mengaplikasikan bentuk pengajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) maka kemajuan belajar anak didik meningkat ke kategori sedang dengan persentase nilai yang mencapai atau melebih KKM sebesar 50,00 % atau sekitar 15 orang anak didik. Setelah dilakukan tindakan melalui priode II,kemajuan belajar anak didik menjadi semakin bagus persentase nilai yang menjangkau atau melampaui KKM sebesar yaitu 87,50% atau sekitar 26 orang siswa.Kondisi ini, menandakan sesungguhnya pembelajaran telah berjalan menjadi optimal.Hasil akhir penelitian ini memperlihatkan sesungguhnya implementasi bentuk pengajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat memaksimalkan kemajuan belajar anak didik kelas IV SDN 14 Mangopi Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai pada pelajaran IPA.
Sekolah Kebangsaan sebagai Proyek Kemanusiaan MBKM: Penguatan Literasi Digital dan Demokrasi Mahasiswa melalui Program Tular Nalar di Majene Fachruddin, Achmad Taqlidul Chair; Hildawati; R, Warqiah; Nasrah; R, Rahmi; Firdaus, Misqul; Muh. Dai Sifatullah; Putri, Silfania Anastasia; El Fikri, Andi Royyan; Adinda Dwi Azharyah
MALAQBIQ Vol. 4 No. 1 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v4i1.1528

Abstract

ABSTRAK Sekolah Kebangsaan merupakan program pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran demokrasi mahasiswa melalui keterlibatan aktif dalam isu-isu kebangsaan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Inggris STAIN Majene sebagai bagian dari mata kuliah Digital Literacy yang diprogram oleh mahasiswa semester 3 angkatan 2022. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Majene terkait tahapan pemilihan umum dan dinamika hoaks menjelang pemilu. Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, panitia mengadakan kuis interaktif. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok untuk mengikuti diskusi dan microteaching yang dipandu oleh fasilitator. Kegiatan ini diikuti oleh 127 peserta, terdiri dari 42 mahasiswa Tadris Bahasa Inggris, 35 Pendidikan Agama Islam, 23 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan 27 Bimbingan Konseling Pendidikan Islam. Setiap kelompok menunjukkan partisipasi aktif dalam memahami isu hoaks dan peran mereka sebagai pemilih cerdas. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai pertanyaan dan jawaban kritis yang diajukan oleh mahasiswa. Diskusi kelompok mendorong pemikiran kritis, sedangkan sesi microteaching memperkuat kemampuan menyampaikan kembali materi. Kegiatan ini memperlihatkan keterkaitan antara teori literasi digital dan praktik pemberdayaan mahasiswa melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Temuan kegiatan menunjukkan bahwa pelibatan mahasiswa lintas prodi dapat memperkuat pemahaman kolektif tentang literasi informasi dan membangun kesadaran kebangsaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis proyek mampu menciptakan ruang belajar yang bermakna dan relevan dengan konteks sosial. Kata kunci: Sekolah Kebangsaan, Literasi Digital, Hoaks.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS V SD INPRES BORISALLO RAHMATIAH; MA'RUF; NASRAH
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada siswa kelas V SD Inpres Borisallo. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan prosedur penelitian observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Borisallo sebanyak 15 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai rata-rata pretest 48,13 dikategorikan rendah dan belum tuntas sedangkan setelah penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada saat posttest nlai rata-ratanya dikategorikan tinggi dan tuntas yaitu 86,60. Pada hasil uji N-Gain nilai rata-rata siswa dikategorikan tinggi yaitu 0,73 dari N-Gain > 0,7. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada Mata Pelajaran IPAS materi sistem pernapasan dan sistem pencernaan manusia kelas V di SD Inpres Borisallo.
STUDI EMPIRIS MENGHUBUNGKAN KECERDASAN INTRAPERSONAL, PARTISIPASI AKTIF, DAN PRESTASI IPAS SISWA SEKOLAH DASAR Fadlila Assyura, nurul; Nasrah; Muafiah Nur
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33050

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar merupakan fondasi penting untuk membangun kecakapan berpikir reflektif dan mandiri sejak dini. Namun, tantangan dalam menumbuhkan kemampuan belajar mandiri dan keterlibatan aktif siswa masih menjadi kendala di banyak ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kecerdasan intrapersonal, partisipasi aktif dalam pembelajaran, dan prestasi belajar IPAS pada siswa kelas V sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan dalam studi ini, dengan melibatkan 60 responden dari dua kelas berbeda. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, serta data prestasi IPAS diambil dari nilai akhir semester. Teknik analisis regresi linier digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan intrapersonal dan prestasi belajar, serta antara partisipasi aktif dan prestasi belajar. Siswa yang mampu mengenali emosi, merefleksikan diri, dan mengelola motivasi cenderung lebih aktif dalam proses belajar dan meraih hasil akademik yang lebih tinggi. Partisipasi aktif juga terbukti memperkuat pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap capaian belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan multiple intelligences (MI) dan self-regulated learning (SRL) untuk mendukung perkembangan belajar siswa secara menyeluruh. Rekomendasi utama dari studi ini adalah perlunya penguatan praktik pembelajaran reflektif dan partisipatif dalam kurikulum IPAS di jenjang pendidikan dasar
HAK DAN KEWAJIBAN ORANG TUA TERHDAP ANAK SETELAH PUTUSNYA PERKAWINAN (STUDI KOMPARATIF ANTARA UU NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DAN UU NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK) Nasrah; Zubair, Asni
MADDIKA : Journal of Islamic Family Law Vol. 3 No. 1 (2022): Maddika: Journal Of Islamic Family Law
Publisher : UIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/maddika.v3i1.2500

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to know the rights and obligations of a parent to a child after the breakup of a marriage and to know the similarities and differences the parental obligations to the child in bill no.1 year 1974 on Jo's marriage, 2019 year no. 16 on marriage and 2014 no. 35 on child protection Research indicates that the first marriage when children are born, it not only brings upon a couple the rights and obligations but also raises the rights and obligations between the husband and wife on the one hand but also in relation to his rights and duties toward his children.In article 45 of 1974's law no. 1, it states that both parents are obligated to care well for and educate their children and vice versa. Second, the statute of marriage no.1 year 1974 mentions chapter 41: both mother and father remain under obligation to care for and educate their children, based solely on the child's interest. While in point b "the father who is responsible for all the maintenance and education the child needs when reality cannot fulfill the obligation the court can determine that the mother must carry it." third Dalam 2014 no. 35 on child protection pasal 26 verses (2) concerning parental obligations and responsibilities state that in the case of the parent neither existed nor was he known, or for some reason could not perform his duties and responsibilities, hence obligations and responsibilities as indicated dalam ayat (1) dapat beralih kepada keluarga. Keywords: a parent's rights and obligations, a breakup.
Penerapan Metode Learning Starts With a Qustion (LSQ) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V : Penerapan Metode Learning Starts With a Qustion (LSQ) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V nirmawati; nurlina; Nasrah
Hybrid: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Vol. 4 No. 2 (2025): November Tahun 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hybrid.v4i2.2767

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimen untuk mengkaji penerapan metode pembelajaran Learning Starts With a Question (LSQ) terhadap mata pelajaran IPA di kelas V UPT SDN 40 Bangkala Maccini Baji, Kabupaten Jeneponto. Metode LSQ bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran dengan mendorong mereka untuk bertanya dan berpikir kritis sejak awal proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode LSQ berdampak positif terhadap pemahaman dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Berdasarkan temuan penelitian, beberapa rekomendasi disampaikan kepada pihak sekolah, guru, dan peneliti. Sekolah diharapkan mendukung penerapan metode LSQ secara lebih luas dengan menyediakan pelatihan bagi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Guru disarankan untuk terus mengembangkan keterampilan dalam menerapkan LSQ dengan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan mendorong suasana belajar yang interaktif. Selain itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi endidik lain yang dapat mempengaruhi efektivitas LSQ serta mengkaji penerapannya dalam mata pelajaran dan jenjang endidikan yang berbeda.