Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EVALUASI KELAYAKAN MEDIA KESEHATAN ELEKTRONIK DAN DISTRIBUSINYA DALAM MENGADAPTASI KEBIASAAN BARU DI ERA PANDEMI COVID-19 Astiarani, Yunisa; Putri, Giovani Indah Giantoro; Santi, Bryany Titi; Wiraharja, Regina Satya; Hadiyanto; Kristian, Kevin
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4459

Abstract

Informasi yang salah selama pandemi COVID-19 dapat menyebabkan ketidak pedulian bahkan perilaku berbahaya di masyarakat. Informasi yang valid dan benar, khususnya tentang adaptasi kebiasaan baru di era new normal, dibutuhkan untuk mengurangi penyebaran penyakit yang kian meningkat. Kegiatan evaluasi kelayakan media promosi kesehatan eletronik bertujuan agar informasi lebih mudah dimengerti dan diaplikasikan. Distribusi media promosi kesehatan yang melibatkan tokoh masyarakat, kader, dan wakil warga diharapkan dapat mengurangi resistensi warga setempat terhadap informasi pencegahan. Evaluasi dan distribusi media kesehatan elektronik dilakukan di sebuah rukun warga (RW) di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Perwakilan warga setempat mengevaluasi e-poster dan video edukasi melalui formulir online tentang kejelasan informasi, bahasa, dan desain. Kedua media tersebut kemudian disebarkan ke seluruh kepala keluarga di RW setempat. Sebanyak 54 wakil warga mengevaluasi media promosi kesehatan elektronik tersebut, dengan rata-rata 97% setuju bahwa e-poster mudah dibaca, menarik untuk dibaca lebih lanjut, dan membantu pemahaman yang lebih baik. Video edukasi juga diterima dengan baik, dengan rata-rata 98% peserta setuju bahwa video tersebut mudah dipahami, memiliki artikulasi yang jelas, dan membantu pemahaman yang lebih baik. Selain itu, 94.5% peserta tidak setuju video tersebut dijelaskan terlalu cepat. Distribusi media mencapai 87,6% dari seluruh rumah tangga di rukun warga setempat dan diterima dengan baik. Evaluasi media promosi kesehatan yang dilakukan oleh perwakilan warga membantu kelancaran distribusi media elektronik pada warga sekitar.
Senam Kaki Diabetes untuk Memperbaiki Keluaran Polineuropati pada Penderita Diabetes Astiarani, Yunisa; Margareta, Revi; Mutiara Putri, Marcelvina; Shalsamir Cotto, Nadjoua; Kurniawan, Felicia; Santi, Bryany Titi; Hadiyanto; Kristian, Kevin; Satya, Regina
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.5028

Abstract

Prevalensi ulkus kaki diabetik (Diabetic Foot Ulcer/DFU) di seluruh dunia mencapai 19-34%, dengan dampak serius termasuk risiko amputasi dan kematian. Senam kaki diabetes menjadi salah satu upaya untuk mengatasi prevalensi tersebut. Kegiatan ini mengevaluasi efektivitas senam kaki diabetes dalam memperbaiki rasa kebas, kesemutan dan nyeri serta menilai efek perubahan HbA1c pada responden. Partisipan melibatkan individu dengan DM tipe 2 yang telah mengalami polineuropati atau ulkus kaki. Senam kaki diabetes dilakukan selama 10 menit setiap hari selama 12 minggu, dengan tujuan mengevaluasi efektivitasnya terhadap keluaran kaki diabetes, seperti skor Visual Analogue Scale (VAS), intensitas serta frekuensi nyeri, kesemutan, dan kebas. Kadar HbA1c juga dibandingkan sebelum dan sesudah perlakuan. Sebanyak 27 penderita polineuropati dan DFU datang dalam kegiatan demonstrasi senam kaki. Penurunan signifikan pada skor VAS, intensitas dan frekuensi nyeri, kesemutan, dan kebas setelah senam kaki diabetes diamati. Tidak terdapat perubahan kadar HbA1c yang signifikan, mengindikasikan senam kaki diabetes independen terhadap monitoring glukosa pada pasien DM tipe 2 dengan polineuropati. Senam kaki diabetes dengan 9 gerakan yang direkomendasikan mampu memberikan dampak positif pada keluaran kaki diabetes, menunjukkan penurunan nyeri, kesemutan, dan kebas.  
KEGIATAN PENGUATAN KAPASITAS MURID SMA SWASTA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Wiraharja, Regina Satya; Kristian, Kevin; Astiarani, Yunisa; Denish
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5752

Abstract

Pandemi COVID-19 menghambat sistem pendidikan di Indonesia akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh pemerintah. Banyak masalah kesehatan yang dialami para murid baik dari segi fisik maupun mental, meningkat akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Menyikapi hal tersebut, sangat diperlukan program yang adaptif dan inovatif untuk menyokong kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Penulis mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Penguatan Kapasitas Murid SMA untuk meningkatkan pengetahuan para murid mengenai masalah kesehatan yang mereka alami. Kegiatan dimulai dengan identifikasi masalah kesehatan siswa melalui kuesioner online yang diisi oleh siswa dan orang tua, serta wawancara dengan guru. Setelah masalah kesehatan, teridentifikasi dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas tahap awal secara daring berupa peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini terdiri dari pre-test & post-test, ice breaking, penyampaian materi, role play antar siswa, tanya jawab, dan kuis. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa 81% siswa mengalami peningkatan pengetahuan mengenai masalah kesehatan.. Kegiatan ini disarankan untuk dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan kesesuaian topik berdasarkan data faktual terkait masalah kesehatan yang dialami siswa, dan  melibatkan kegiatan ini ke dalam kurikulum pendidikan.   
Profil Pengobatan Infeksi Saluran Napas Atas Akut (ISPA) dan Hubungannya dengan Kunjungan Ulang Pasien Sombuk, Carl Ray Kalla; Astiarani, Yunisa; Kristian, Kevin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i05.2326

Abstract

ISPA merupakan salah satu permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat. ISPA diakibatkan oleh virus dan bakteri. ISPA menyerang berbagai golongan usia, mulai dari balita, anak, maupun dewasa. Golongan obat antibiotik, kortikosteroid, vitamin, dan obat simptomatik digunakan untuk mengobati ISPA. Timbul permasalahan penggunaan obat yang kurang sesuai sehingga menimbulkan kunjungan ulang pasien untuk berobat lagi pada layanan kesehatan primer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengobatan ISPA dan hubungannya dengan kunjungan ulang pada pasien ISPA di Klinik A, Kediri, Jawa Timurenggunakan desain penelitian potong lintang dengan pendekatan retrospektif mengguanakan telaah rekam medis. Pengambilan sampelon-random berupa whole population sampling pada penderita ISPA pada periode bulan Januari-Maret 2021 dan jumlah populasi beserta sampel sebesar 127 responden usia > 18 tahun. Menggunakan data rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sebesar 65,5% usia > 18 tahun, 50,4% obesitas, 14,2% komorbid. Sebesar 20,5% menggunakan antibiotik, 35,4% kortikosteroid, 100% obat simtomatik, dan 52,8% vitamin. Sebesar 17,6% pasien ISPA menggunakan antibiotik, faringitis 26,7%, sinusitis 25%, common cold 15%, dan tonsilofaringitis akut 100%. Sebesar 10,2% melakukan kunjungan ulang 2 dan 6,3% >2. Tidak ada hubungan kunjungan ulang dengan penggunaan kortikosteroid (p=0,201) vitamin (0,162). Dengan uji Fisher-Exact, hasilnya signifikan antara kunjungan ulang dengan penggunaan antibiotik (p=0.014).
Medical personnels’ well-being and policy adaptations in hospitals during COVID-19 pandemic Kristian, Kevin; Santi, Bryany Titi; Astiarani, Yunisa; Kurniawan, Felicia; Salama, Ngabila
BKM Public Health and Community Medicine Vol 38 No 08 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v38i8.4996

Abstract

Purpose: To explore many forms of adaptations and alterations that occur in the COVID-19 referral hospitals in Jakarta during the COVID-19 pandemic as a preparation to deal with another pandemic in the future. Method: A qualitative study through focus group discussions (FGD) of seven hospitals in Jakarta, including five public and two private hospitals, with the participation of each structural and medical personnel separately. The discussion identifies four main topics that cover the aim of the study: (a) Medical personnel workload; (b) Occupational health and comfort; (c) Relationships; (d) Hospital policy during the COVID-19 pandemic. Results: This study was participated by 40 informants from the medical personnel group and 37 responders from the structural group from various positions in the hospital. Researchers estimated several factors to contribute to medical personnel’s well-being in providing health services during the pandemic of COVID-19. Rising workloads, an increased number of patients and types of procedures, and the unavailability and discomforts from suitable PPE with a lack of IPC socialization influence a decline in their well-being and increase the risk of counterproductive work behavior. Moreover, conflicts among personnel and poor communication also deteriorate well-being. Nevertheless, several hospital policy adaptations, namely incentives provision, regular mental-health check-ups, no salary reduction for COVID-19-positive workers, and supportive attitudes towards each other in the workplace, may enhance their well-being. Conclusion: Increased workloads, problems in PPE availability, and conflict among personnel are the main contributing factors that need to be addressed to increase the medical personnel's well-being during the pandemic, while several hospital policy adaptations support their well-being.
INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN WAIST TO HEIGHT RATIO (WHTR) SEBAGAI PREDIKTOR PREHIPERTENSI: KAJIAN PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DI JAKARTA Kie, Justin; Vetinly, Vetinly; Astiarani, Yunisa; Santi, Bryany Titi
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i4.20209

Abstract

Hipertensi penyakit yang sering kali tidak terdeteksi di masyarakat. Mendeteksi hipertensi sejak fase prehipertensi sangat diperlukan agar tidak berlanjut menjadi komplikasi yang lebih berat. Obesitas merupakan salah satu faktor resiko dari hipertensi yang dapat dinilai dari IMT dan WHtR. Kebaruan penelitian ini mencari hubungan antara IMT dan WHtR terhadap prehipertensi pada mahasiswa laki-laki kedokteran. Tujuan penelitian ini mencari hubungan antara IMT dan WHtR terhadap prehipertensi pada mahasiswa laki-laki kedokteran. Penelitian observasional analitik dengan studi potong lintang. Responden berasal dari mahasiswa preklinik laki-laki FKIK UAJ dengan pengambilan sampel secara acak berstrata. Pengambilan data responden dilakukan dengan menggunakan kuesioner penelitian. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan metode uji Chi-Square. Hasil dari 74 responden, sebanyak 28,4% responden dengan normotensi dan 71,6% responden dengan prehipertensi dan hipertensi. Berdasarkan IMT didapatkan 59,5% underweight dan normal, 40,5% overweight dan obesitas. Berdasarkan WHtR didapatkan sebanyak 41,9% tidak ada peningkatan resiko dan 58,1% resiko tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan WHtR terhadap prehipertensi (P-value 0,02, P-value 0,038). Kesimpulan pada penelitian ini, didapatkan hubungan yang bermakna antara IMT dan WHtR terhadap prehipertensi pada mahasiswa kedokteran preklinik laki-laki.
Profil Pengobatan Infeksi Saluran Napas Atas Akut (ISPA) dan Hubungannya dengan Kunjungan Ulang Pasien Sombuk, Carl Ray Kalla; Astiarani, Yunisa; Kristian, Kevin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i05.2326

Abstract

ISPA merupakan salah satu permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat. ISPA diakibatkan oleh virus dan bakteri. ISPA menyerang berbagai golongan usia, mulai dari balita, anak, maupun dewasa. Golongan obat antibiotik, kortikosteroid, vitamin, dan obat simptomatik digunakan untuk mengobati ISPA. Timbul permasalahan penggunaan obat yang kurang sesuai sehingga menimbulkan kunjungan ulang pasien untuk berobat lagi pada layanan kesehatan primer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengobatan ISPA dan hubungannya dengan kunjungan ulang pada pasien ISPA di Klinik A, Kediri, Jawa Timurenggunakan desain penelitian potong lintang dengan pendekatan retrospektif mengguanakan telaah rekam medis. Pengambilan sampelon-random berupa whole population sampling pada penderita ISPA pada periode bulan Januari-Maret 2021 dan jumlah populasi beserta sampel sebesar 127 responden usia > 18 tahun. Menggunakan data rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sebesar 65,5% usia > 18 tahun, 50,4% obesitas, 14,2% komorbid. Sebesar 20,5% menggunakan antibiotik, 35,4% kortikosteroid, 100% obat simtomatik, dan 52,8% vitamin. Sebesar 17,6% pasien ISPA menggunakan antibiotik, faringitis 26,7%, sinusitis 25%, common cold 15%, dan tonsilofaringitis akut 100%. Sebesar 10,2% melakukan kunjungan ulang 2 dan 6,3% >2. Tidak ada hubungan kunjungan ulang dengan penggunaan kortikosteroid (p=0,201) vitamin (0,162). Dengan uji Fisher-Exact, hasilnya signifikan antara kunjungan ulang dengan penggunaan antibiotik (p=0.014).
Non-communicable disease risk factors and Covid-19 antibody levels after vaccination Wea, Brigitta Yuliana; Hananta, Linawati; Astiarani, Yunisa
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 15, No 1, (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol15.Iss1.art3

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs) have been identified as predictors of the severity of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Some factors like smoking, alcohol consumption, and physical inactivity, which are associated with NCDs, may potentially hinder the efficacy of vaccines, reducing their ability to prevent the severity and complications of infectious diseases such as the Covid-19. Objective: This study investigated the NCD, risk factors associated with the levels of quantitative antibodies after the second Covid-19 vaccination.Methods: A cross-sectional study was conducted at a Covid-19 vaccination centre in Jakarta. Ninety subjects, aged ≥18, completed demographic and NCDs risk factor questionnaires. Blood samples were collected and analysed by using the electro chemiluminescence immunoassay analyser (ECLIA) method to measure quantitative antibody levels 30 days after 2nd Covid-19 vaccination. The bivariate analysis was performed to explore associations among the variables. The logistic regression was subsequently performed to identify the factors that remained independent in influencing severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) antibody status. Results: The mean value of antibody level in this study was 191 U/ml. The results indicated that 35.5% (n=32) of respondents had SARS-CoV-2 antibody levels below average. The regression results suggested that the odds of having higher antibody levels were reduced for individuals with hypertension (Adjusted Odd Ratio [AOR] = 0.74, p value = 0.022), diabetes (AOR = 0.82, p value = 0.038) comorbidities accompanied with smoking (AOR = 0.55, p value = 0.044), drinking alcohol (AOR = 0.92, p value = 0.030), and low physical activity levels (AOR = 0.67, p value = 0.043). Conclusion: The study found that 35.5% of participants had SARS-CoV-2 antibody levels below the average. Factors such as hypertension, diabetes, comorbidities with smoking, alcohol consumption, and low physical activity were associated with reduced odds of higher antibody levels.
Physical Activity Levels Based on Indonesian Population Characteristics: Evidence from the Indonesian Family Life Survey-5 Felicia, Givana; Kurniawan, Felicia; Astiarani, Yunisa; Kristian, Kevin; Santi, Bryany Titi
Althea Medical Journal Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v13n1.4273

Abstract

Background:  According to the World Health Organization, approximately 80% of the global population is physically inactive. Sedentary behavior is a major contributor to the increasing risk of chronic diseases. This study aimed to describe physical activity levels among the Indonesian population and examine their associations with sociodemographic and lifestyle factors. Methods:  This cross-sectional study was conducted from March to November 2024 using secondary data from the Indonesian Family Life Survey-5 (IFLS-5). Variables analyzed included age, gender, ethnicity, marital status, body mass index (BMI), perceived health status, occupation, education level, residence, sleep quality, smoking status, and physical activity level. A total of 4,156 respondents were included. Associations between population characteristics and physical activity levels were examined using the chi-square test.Results:  Nearly half of the respondents engaged in light physical activity (47.8%), followed by moderate (28.0%) and vigorous physical activity (24.2%). Significant associations were found between physical activity levels and age (p=0.015), gender (p<0.001), ethnicity (p=0.006), occupation (p<0.001), education level (p<0.001), residence (p<0.001), sleep quality (p<0.001), and smoking status (p<0.001). Agricultural workers (46.7%) and individuals with severe sleep disturbances (40.0%) were more likely to engage in vigorous physical activity.Conclusion: Most Indonesians engage predominantly in light physical activity. Several sociodemographic and lifestyle factors are significantly associated with physical activity levels, underscoring the importance of promoting healthier and more active lifestyles. 
Co-Authors Andre Colin Hartono Andy Setiawan Antonia Joscelin Astrid Fransisca Padang Bryany Titi Santi Bryany Titi Santi Callista, Aurelia Catherine Patricia Soetedjo Christy Venada Denish Desmyanti Tarihoran Ellen Wijaya Erfen Gustiawan Suwangto Erfen Gustiawan Suwangto, Erfen Gustiawan Eva Suryani Eva Suryani Fani A. Chandra Fegita Beatrix Pajala Felicia Kurniawan Felicia Kurniawan, Felicia Felicia, Givana GAI Kedang, Maria Giovani Indah G.P Giovani Indah Giantoro Putri Hadiyanto Hasim, Edward Heidy Heidy Helen Susanto Hendri, Gabriel Anetta Hiromi Hiromi In Sil Huh Irawan, Robi Isadora Gracia, Isadora Jeremy Jeremy Katheryn Etania Kevin Kristian Kevin Kristian Kevin Kristian Kie, Justin Komang Ardi Wahyuningsih Kristian, Kevin Laurentius Aswin Pramono Lilis Linawati Hananta, Linawati Lorettha Wijaya Margareta, Revi Maria G.A.I. Kedang Mariani Santosa Mariani Santosa, Mariani Mutiara Putri, Marcelvina Nur Fitriah Nur Fitriah Nur Fitriah, Nur Padang, Astrid Fransisca Pajala, Fegita Beatrix Putri, Giovani Indah Giantoro Regina Regina Regina Regina Regina Regina Regina Regina Satya Wirahardja Ricky Yue Robi Irawan Robi Irawan Salama, Ngabila Santi, Bryany Titi Sarah Stephanie Br Ginting Sari, Gabriella Aninda Puspita Satya Joewana Shalsamir Cotto, Nadjoua Soehartono Soehartono Sombuk, Carl Ray Kalla Stephanie, Michelle Suci Prasetyo Suhartono, Janice Surya, Junita Elvira Pandji Susanto, Helen Valerie, Valerie Veronika Maria Sidharta Vetinly Vetinly Vetinly, Vetinly Wea, Brigitta Yuliana Wikanto, Jessica Rosemary Yeremias Jena Yoseveline Christiani Yuliana Yuliana Zuraidy, Novia Angelina