Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan pada Ny. A dengan Diagnosa Subarachnoid Hemorrhage ec. Cerebral Aneurysm Rupture di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Oktavian, Ozzy Putri; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subarachnoid Hemorrhage merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang di tandai adanya perdarahan pada ruang subarachnoid yang disebabkan oleh rupture aneurisma serebral. Sebanyak 6,6 juta orang mengalami kematian akibat penyakit serebrovaskular di seluruh dunia dan 3,3 juta orang meninggal karena stroke iskemik, 2,9 juta meninggal karena perdarahan intraserebral, dan 0,4 juta meninggal disebabkan perdarahan subarachnoid. SAH memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi, serta memerlukan penanganan segera dan tepat. Penyakit ini sering muncul secara mendadak dengan gejala khas berupa nyeri kepala hebat mendadak yang disebut sebagai "the worst headache of my life", disertai penurunan kesadaran, mual, muntah, hingga kejang. Studi kasus bertujuan memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan pada Ny. A yang dirawat di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan diagnosa Subarachnoid Hemorrhage akibat rupture aneurisma serebral. Pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Beberapa masalah keperawatan yang ditemukan yaitu penurunan perfusi serebral, risiko tinggi terjadinya perdarahan ulang, risiko tinggi vasospasme, dan gangguan pola napas. Penatalaksanaan keperawatan difokuskan pada stabilisasi kondisi neurologis pasien, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian terapi sesuai instruksi medis, serta edukasi keluarga pasien mengenai kondisi dan perawatan lanjutan. Hasil dari asuhan keperawatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien secara bertahap dengan stabilisasi tanda vital dan kesadaran. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan kasus SAH, serta meningkatkan kewaspadaan perawat terhadap komplikasi yang dapat terjadi.
Asuhan Keperawatan pada Ny. P dengan Diagnosa Medis Sirosis Hepatis di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Apriliani, Santina; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis yang ditandai dengan fibrosis luas dan pembentukan nodul regeneratif yang dapat menyebabkan disfungsi hati. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Di Indonesia, sirosis hepatis sering disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C. Di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada kasus sirosis hepatis didapatkan jumlah klien yang menderita pada 5 bulan terakhir yaitu dari bulan juni-oktober 2019 sebanyak 35 orang dari 450 klien, kasus sirosis hepatis cukup tinggi sekitar, dengan komplikasi seperti perdarahan saluran cerna, asites, dan gangguan koagulasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada Ny. P dengan diagnosis medis sirosis hepatis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi rekam medis pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. P mengatakan tidak nafsu makan, lemas, saat dikaji pasien belum makan dikarenakan puasa tetapi minum sedikit-sedikit, membran mukosa kering dan pucat, terpasang selang NGT, berat badan 45kg, tinggi badan 150cm, aktivitas pasien dibantu keluaganya, hemoglobin 9.7. Diagnosa yang muncul defisit nutrisi diharapkan status nutrisi membaik dilakukan manajemen nutrisi masalah teratasi sebagian, dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan masalah teratasi. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan status nutrisi dan kualitas hidup pasien dengan sirosis hepatis. Perawat memiliki peran utama dalam memberikan edukasi dan intervensi keperawatan yang efektif guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Asuhan Keperawatan pada Tn. A dengan post OP Laparotomi atas Indikasi Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) di Ruang Kana RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Anggraeni, Shania; Hidayah, Noor; Faridah, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastrointestinal stromal tumor (GIST) merupakan tumor ganas langka yang berasal dari sel interstisial Cajal (ICC), atau sel pacu jantung pada saluran pencernaan. Jika tidak ditangani, GIST dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan, obstruksi, dan metastasis. Pada pasien Tn. A dilakukan tindakan operasi laparotomi, mengakibatkan pasien mengeluh nyeri hebat pasca operasi dengan skala 6. Memberikan asuhan keperawatan secara holistik agar dapat menilai efektivitas intervensi yang diberikan pada pasien GIST. Metode meliputi pengkajian yang dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, data penunjang, serta studi dokumentasi. Analisis data, membandingkan data dengan nilai normal dan mengelompokkannya berdasarkan pola kebutuhan dasar manusia, yang akan mendapatkan beberapa diagnosa keperawatan. Asuhan keperawatan berdasarkan pendekatan teori Virginia Henderson, serta menggunakan standar proses keperawatan PPNI yaitu SDKI, SLKI, dan SIKI. Dirumuskan empat diagnosa keperawatan sesuai dengan kondisi pasien. Intervensi keperawatan telah disusun berdasarkan teori asuhan keperawatan pada pasien dengan GIST mengacu pada SLKI 2022 dan SIKI 2018 oleh PPNI. Implementasi keperawatan dilakukan selama tiga hari pada 28, 29, 30 Oktober 2024. Intervensi yang telah disusun dapat tercapai dengan baik karena pasien kooperatif. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan tujuan dan kriteria hasil yang telah disusun. Hasil evaluasi hari pertama dan kedua, belum sepenuhnya tercapai tujuan. Pada hari ketiga, diagnosa keempat mencapai tujuan sehingga masalah teratasi dan intervensi dihentikan. Dapat disimpulkan bahwa pasien memerlukan pemantauan ketat terhadap kondisi hemodinamik, manajemen nyeri yang adekuat, serta pencegahan komplikasi pasca operasi seperti infeksi, dan gangguan penyembuhan luka.
Asuhan Keperawatan pada Seorang Laki-Laki dengan Neuritis Optik Bilateral Khoiriyah, Ririn; Hidayah, Noor; Faridah, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neuritis optik merupakan inflamasi nervus optik terkait penyakit demielinasi disebabkan oleh infeksi, trauma, insufisiensi vaskular, metastasis, toxin atau idiopatik yang dapat menurunkan penglihatan pada satu atau kedua mata disertai rasa nyeri. Laporan asuhan keperawatan tersebut bertujuan untuk mengurangi peradangan pada saraf optik, meminimalkan kerusakan saraf, dan membantu pasien memulihkan penglihatan. Dalam asuhan keperwatan ini mengguanakan metodi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. kasus ini melaporkan dengan pengkajian sebuah kasus seorang pria berusia 56 tahun dibawa ke RSUP hasan sadikin bandung dengan keluhan penglihatan kanan kiri kabur. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit apapun dan telah menjalani Pemeriksaan darah lengkap didapatkan hemoglobin 15.5g/dL, hematokrit 33.2%, leukosit 13.2 103/?L, MCV 237fl dan MCH 29.3 pg. ANA profile test menunjukkan borderline systemic sclerosis diffuse and limited form. Pemeriksaan MRI didapatkan massa sinonasal dengan perluasan pada sebagian lobus temporalis kanan serta aspek posterior cavum orbitalis kanan kiri yang tampak menekan ujung distal nervus optikus kanan kiri dan chiasma optikum. serta menggunakan standar proses keperawatan PPNI yaitu SDKI memiliki 3 diagnosa yakni Defisi perawatan diri, gangguan mobilisasi fisik dan resiko jatuh sedangkan SLKI peningkatan 3 diagnosa tersebut dan SIKI memiliki 3 intervensi dari diagnosa tersebut yakni dukungan perawatan diri, dukungan mobilisasi, dan pencegahan jatuh. Neuritik optik bilateral ditegakkan menjadi diagnosis kerja pada kasus ini. Selanjutnya pasien di rawat inap dan diberikan terapi kortikosteroid berupa injeksi methylprednisolone 250 mg/6 jam selama 3 hari.dalam penjelsan tersebut dapat di simpulkan dengan singkat optik neurtis sering terjadi pada kalangan orang dewasa, juga memiliki resiko tinggi jika tidak di tangani yaitu kebutaan secara permanen. dalam pemeriksaan optik neuritis ada 2 pemeriksaan yakni VEP dan MRI, dalam asuhan keperawtan di atas menggunakan pemeriksaan MRI karna adanya faktor infeksi di mata pasien. Adapun saran buat pasien yaitu karna pasien bekerja di bangunan jadi lebih di utamakan mengggunakan penutup mata dan setiap habis kerja melakukan pembersihan di mata agar debu-debunya hilang. saran untuk perawatnya agar lebih mengutamakan atau membantu pasien agar pasien tidak ketergantungan dan dapat melakukan kegiatan walaupun memiliki keterbatasan penglihatan.
Asuhan Keperawatan pada Ny. O dengan Kasus Stroke Infark di Ruang Fresia II RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Billujainiddani, Nouval; Hidayah, Noor; Faridah, Umi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke infark merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan atau pendarahan pada otak. Stroke infrak menduduki angka kematian tertinggi sebesar 51% diseluruh dunia, salah satunya disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Perlu adanya asuhan keperawatan berkualitas pada pasien Stroke Infrak. Mampu memberikan asuhan keperawatan pada Ny. O dengan kasus stroke infark di ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kasus ini menggunakan metode proses keperawatan meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pendokumentasian, studi kepusutakaan. Dari pengkajian terhadap klien didapatkan 3 diagnosa yaitu pola napas tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri Setelah dilakukan Asuhan Keperawatan sesuai intervensi dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi sepenuhnya. Dalam melakukan asuhan keperawatan ini kerja sama yang baik dengan pasien dan tim medis diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan.
Asuhan Keperawatan pada Tn. H dengan Diagnosa Space Occupying Lession (SOL) di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Wibowo, Ega Bagus; Faridah, Umi; Purnomo, Muhammad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOL (Space Occupying Lession) atau pembentukan tumor otak terjadi akibat proliferasi sel yang tidak terkendali, baik dari jaringan otak itu sendiri maupun dari selaputnya (meninges). Pertumbuhan ini dapat diklasifikasikan sebagai jinak atau ganas, dan kehadirannya dapat memicu berbagai gejala. kematian pada sel di jaringan otak. Menurut data dari The Global Cancer Observatory ada sebanyak 296,851 kasus kematian di dunia yang disebabkan karena tumor atau kanker otak. Hal ini dapat memerlukan penanganan segera terhadap pasien dengan tumor otak untuk menekan angka mortalitas. Memperoleh gambaran nyata penatalaksanaan asuhan keperawatan pada Ny.L dengan Space Occupying Lession diruang Azalea RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. Metode Metode yang dilakukan adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi dan study kepustakaan. Didapatkan yaitu Tn.H mengeluh nyeri kepala yang terasa seperti berdenyut dibagian kepala kanan, pusing dan keluhan disertai kelemahan pada anggota gerak kiri sejak 2 minggu, terdapat 3 Diagnosa yang angkat pada penelitian ini Nyeri Akut, Gangguan Mobilitas Fisik dan Resiko Cidera. pada diagnosa Intervensi keperawatan yang diberikan nyeri akut dengan identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik relaksasi dan terapi obat oral, berdasarkan diagnosa gangguan mobilitas fisik, pasien dapat diajarkan latihan gerak pasif dan aktif (ROM). Latihan ROM pasif dilakukan dengan bantuan perawat atau orang lain, sementara latihan ROM aktif dilakukan secara mandiri oleh pasien. risiko cidera dengan identifikasi area lingkungan yang berpotensi menyebabkan cedera, anjurkan berganti posisi secara perlahan dan gunakan perangkat pelindung (mis: pengekangan fisik, rel samping, pintu terkunci, pagar) Evaluasi dan analisis tindakan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari masalah nyeri akut dan gangguan mobilitas fisik pada pasien telah menunjukkan perbaikan, namun belum sepenuhnya pulih., dan risiko cidera teratasi. Perawatan lebih lanjut dan kerja sama dengan tim medis lain, pasien serta keluarga sangat diperlukan untuk keberhasilan luaran asuhan keperawatan.
Posisi Semi Fowler 30o Meningkatkan Nilai Saturasi Oksigen pada Pasien Stroke Non Hemoragik Yuliastuti, Fitri; Faridah, Umi; Jauhar, Muhamad; Kanan, Thanalechumy
Journal of Pubnursing Sciences Vol 3 No 03 (2025): Journal of Pubnursing Sciences (JPS)
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jps.v3i03.294

Abstract

Background: Stroke is a disruption of blood and oxygen flow to the brain that represents a major global and national health problem, causing hypoxia and cerebral injury due to obstruction or rupture of cerebral blood vessels, with risk factors including hypertension, lifestyle, and diet. Prompt management is essential, one of which is the 30° semi-Fowler position, which is believed to improve oxygenation.  Aims: aimed to analyze the effect of the 30° semi-Fowler position on increasing oxygen saturation in non-hemorrhagic stroke patients at Dr. Rehatta Regional Hospital, Central Java Province.  Method: The research design was a quasi-experiment without a control group, conducted in June–July 2025 with a total of 20 respondents using a total sampling technique. Inclusion criteria were patients diagnosed with stroke by a physician, level of consciousness 12–15, and hospitalized, while exclusion criteria were patients with mechanical ventilators. The research instrument was a Nihon Kohden oximeter, type 68042-17 BSM, calibrated in advance. The intervention consisted of the 30° semi-Fowler position for 30 minutes, carried out twice daily for two days (a total of four sessions). Oxygen saturation (SpO₂) was measured at minutes 0, 15, and 30, along with vital signs monitoring. Data analysis using the Wilcoxon Test showed a significant difference in SpO₂ values before and after the intervention (p<0.000; p<0.05).  Result: The results demonstrated that the 30° semi-Fowler position effectively increases oxygen saturation in non-hemorrhagic stroke patients.  The implication of this study is the need for hospitals to develop standard operating procedures (SOPs) for the application of the 30° semi-Fowler position in non-hemorrhagic stroke patients, especially in Intensive Care Units, as an evidence-based independent nursing intervention to improve the quality of care and patient safety.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS NUTRISI PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS JATI KUDUS Aditya, Muhamad; Faridah, Umi; Wibowo, Edi
Jurnal EDUNursing Vol 8 No 2 (2024): September 2024 - Maret 2025
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/edunursing.v8i2.5445

Abstract

Nutritional status refers to the condition of the body influenced by dietary patterns and nutrient utilization. This study aims to investigate the relationship between dietary patterns and nutritional status in the working area of Jati Kudus Community Health Center. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 63 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a food frequency questionnaire to measure dietary patterns and anthropometric measurements (weight and height) to assess nutritional status. Data analysis employed bivariate analysis using Spearman's Rho test, with a significance level of p < 0.05. The results showed that among 6 respondents with regular dietary patterns, 4 had good nutritional status, 1 had inadequate nutrition, and 1 had excessive nutrition. In contrast, among 57 respondents with irregular dietary patterns, 52 had good nutritional status, 3 had inadequate nutrition, and 2 had excessive nutrition. Statistical analysis revealed a significant relationship between dietary patterns and nutritional status (p = 0.001). The contingency coefficient value was -0.490, indicating a significant negative correlation between dietary patterns and nutritional status in the working area of Jati Kudus Community Health Center.
Bonus Demografi Dalam Bayang-Bayang Pernikahan Anak: Penguatan Literasi Siswa Sma Al Islam 1 Surakarta Melalui Program Edukasi Kartikasari, Dian; Faridah, Umi; Siska, Sri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi nutrisi seimbang terhadap status nutrisi balita di wilayah kerja Puskesmas Undaan, Kabupaten Kudus. Tujuan utama adalah meningkatkan status nutrisi balita melalui peningkatan pengetahuan orang tua tentang pola makan bergizi. Target spesifik meliputi pengukuran perubahan status nutrisi sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol dan intervensi, serta analisis dampak edukasi terhadap tingkat pemahaman ibu. Serta metode yang digunakan merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest menggunakan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 32 ibu balita yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi melibatkan edukasi dengan metode ceramah dan media e-booklet selama 60 menit, difokuskan pada pentingnya pola makan gizi seimbang. Data primer berupa indeks antropometri balita dan data sekunder diperoleh dari Puskesmas Undaan. Data akan dianalisis menggunakan software Statistical Package For Sosial Sciences (SPSS) untuk menguji perbedaan dan pengaruh edukasi terhadap status nutrisi balita. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, perubahan signifikan pada status nutrisi balita, serta publikasi ilmiah dalam jurnal nasional dan internasional. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka Stunting dan wasting di wilayah tersebut.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Psikologi Sosial pada Lansia Yulisetyaningrum, Y; Faridah, Umi; Hartinah, Dewi; Setiawan, Iwan Sulis
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia adalah bagian dari proses tumbuhkembang. Manusia tidak secara tiba – tiba menjadi tua, tetapiberkembang dari bayi, anak – anak, dewasa dan akhirnya menjaditua. Hal ini normal, dengan perubahan fisik dan tingkah laku yangdapat di ramalkan yang terjadi pada semua orang pada saat merekamencapai usia tahap perkembangan kronologis tertentu (Azizah,2011).Perkembangan penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesiamenarik diamati. Dari tahun ke tahun jumlahnya cenderungmeningkat. Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat(KESRA) melaporkan, jika tahun 1980 usia harapan hidup (UHH)52,2 tahun dan jumlah lansia 7.998.543 orang (5,54%) maka padatahun 2006 menjadi 19 juta orang (8,90%) dan UHH juga meningkat(66,2 tahun). Pada tahun 2010 penduduk lansia mencapai 23,9 jutaatau 9,77% dan UHH sekitar 67,4 tahun. Sepuluh tahun kemudianatau pada 2020 perkiraan penduduk lansia di Indonesia mencapai28,8 juta atau 11,34% dengan UHH sekitar 71,1 tahun(Kusumowardani, 2014).Lansia akan merasa lebih aman apabilahidup ditengah-tengah keluarga yang penuh dengan dukunganemosional. Keluarga mempunyai fungsi psikologis yaitu memberikankasih sayang dan rasa aman, memberikan anggota keluarga,membina keluarga. Pemenuhan kebutuhan kebutuhan perhatianpendewasaan kepribadian anggota keluarga, memberikan identitasfungsi alektif keluarga merupakan tempat lansia (Nugroho, 2007).Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungandukungan keluarga dengan psikologi sosial pada Lansia. Metode:Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatancross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini sebanyak 110lansia di desa Surodadi (Bidan, 2016). Sample yang digunakandalam penelitian ini sebanyak 52 orang lansia. Alat ukur yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jenis analisabivariate yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Kesimpulandalam penelitian ini adalah ada Hubungan Dukungan Keluargadengan Psikologi Sosial Lansia di Desa Surodadi Tahun 2017dengan ? value sebesar 0,001 (? < 0,05) dengan tingkat korelasisedang (0,535). Semoga keluarga yang mempunyai lansia dapatmemberikan perhatian lebih dan kasih sayang pada lansia agarpsikologi sosial pada lansia baik.
Co-Authors Aditya, Muhamad Aini, Siti Maslihatul Aisya, Rizki Widyan Althofia, Zanadira Amalia Rahmawati Amanatusholikhah, Alfina Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggraeni, Shania Anny Rosiana Anny Rosiana Masithoh Aprilia, Diva Putri Apriliani, Santina Apriliya, Restiana Ardiyati, Rizka Ayu Arsyillailiyyah, Alifta Syafira Azizah, Intan Rismatul Azzakiy, Yanuar Rizqi Billujainiddani, Nouval Budiono, Setiyo Dewi Hartinah Dewi Kusumawati, Dewi Dhadila, Yuke Liza Fitri Dian Kartikasari Edi Wibowo Farida, Naimatul Febriyana, Nurul Hidayah Haiya, Nutrisia Nu'im Hernadi, H Ida Ayu Putu Sri Widnyani INDAH PUSPITASARI Indanah, I Indanah, Indanah Iwan Ardian, Iwan Kanan, Thanalechumy Khoiriyah, Ririn Kumala, Abidatul Kusmiyati, Yanti Lasmini Lasmini, Lasmini Lu'luiyyah, Fitratul Malikha, Ayu Nurul Mardiana, Sri Siska Mashithoh, Anny Rosiana Muhamad Jauhar Muhammad Purnomo Nazwita, Aulia Meisya Nindiawaty, Nuning Noor Hidayah Noviyanto, Hanitya Kistiyan Eko Nuha, Tsalisa Wardani Oktasari, Fatika Oktavian, Ozzy Putri Prabowo, Nanang Purnomo, M Putri, Arnetta Mayasavira Rahmawati, Ashri Maulida Ramadhani, Hanifah Ulya Ravita, Nur Ridwanto, Muhammad Rizka Himawan Rizqi, Amelia rusnoto rusnoto Rusnoto, R Sa’adah, Muslihatus Sa’diyah, Siti Halimatus Saefudin, Imam Sari, Fariza Yulia Kartika Septyani, Ima Aulia Setiawan, Iwan Sulis Setyawan, Indra Bagus Siska, Sri siswanti, heny SITI MAHMUDAH Sri Karyati SRI RAHAYU Subiwati, S Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih, Sukesih Sulistiyanto, Teddy Suryaningsih, Irma Ravika Sutrisno, Muhammad Dimas Al-Abab W Wahyuni, W Wahab, Darto Wahana, Haryo Srijaya Wibowo, Babar Daru Wibowo, Ega Bagus Yuliana, Nadiya Eka Yuliastuti, Fitri Yulisetyaningrum, Y Yulisetyaningrum, Yulisetyaningrum