Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Resistensi Rifampisin Pasien TB Paru: Gambaran TCM dan Riwayat Pengobatan di RSUD Aloei Saboe Marha Adlita Qayla Bahsuan; Nanang Roswita Paramata; Mohammad Zukri Antuke; Edwina R. Monayo; Yuniarty Antu
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2480

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi ancaman kesehatan global utama, khususnya TB resisten rifampisin (RR) yang menyulitkan pengobatan dan pengendalian di negara berbeban tinggi seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) dan riwayat pengobatan sebelumnya terkait kejadian RR pada pasien TB paru. Studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menganalisis 75 pasien dari populasi 82 kasus TB paru yang menjalani TCM di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo (Januari–April 2025), dipilih melalui simple random sampling. Data diekstrak dari rekam medis menggunakan lembar observasi terstruktur yang mencakup demografi, hasil TCM (MTB detected dengan RR detected/RR not detected), dan riwayat pengobatan (TB baru vs. riwayat sebelumnya). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan 80% RR not detected dan 20% RR detected, dengan kecenderungan RR lebih tinggi pada laki-laki (73,3%), kelompok usia 36–55 tahun, pendidikan dasar, pekerjaan berisiko rendah sosial-ekonomi, serta pasien dengan riwayat pengobatan sebelumnya (41,3%). TCM terbukti efektif mendeteksi RR yang utamanya berkaitan dengan riwayat pengobatan, sehingga diperlukan skrining terarah dan edukasi kepatuhan untuk mencegah transmisi.
Gambaran Tingkat Risiko Penyakit Kardiovaskular Abel Aprilia Malingkonor; Nanang Roswita Paramata; Ibrahim Suleman
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ry57vn63

Abstract

This study aims to determine the level of cardiovascular disease risk at the Limboto Community Health Center in Gorontalo Regency. The method used was quantitative descriptive with a cross-sectional design. The results showed that the majority of respondents were in the low-risk category (44 respondents (66.7%), followed by 11 respondents (16.7%) at moderate risk, 6 respondents (9.1%), and 5 respondents (7.6%) at very high risk, with no respondents in the high-risk category. In conclusion, the majority of Prolanis participants at the Limboto Community Health Center have a low risk of cardiovascular disease, but there are still moderate to very high risk groups that require ongoing attention and preventive intervention.   Keywords: Diabetes Mellitus, Risk Factors, Hypertension, Cardiovascular Disease, WHO/ISH Non-Laboratory Risk Prediction Chart (SEAR B)