Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

INTEGRASI BISNIS INKLUSIF DAN COMMUNITY-BASED TOURISM DI LOMBOK TENGAH Firdaus, M. Surya Maulana; Widiyanto, Nur; Syamsu, Moch. Nur; Nugroho, Agung Yuliyanto; Suswanto, Suswanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4117

Abstract

Abstract: Community-Based Tourism/CBT is a tourism approach that places the community as the main actor. In order for economic and social benefits to be more evenly distributed, an implementation model with an inclusive business approach is needed in its management. This study aims to analyze the implementation of inclusive business in the development of CBT in Sukarara and Bilebante Tourism Villages, Central Lombok. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that Sukarara Village has succeeded in implementing the principles of inclusive business through strengthening local weaving businesses, training, access to capital, and partnerships with the tourism sector. In contrast, Bilebante Village still faces obstacles in institutional capacity and market access even though it has the potential for local herbal businesses. The conclusion of this study shows that the implementation of inclusive business can strengthen the development of CBT fairly and sustainably if supported by cross-sector collaboration, increasing community capacity, and policies that favor locality. This study contributes to strengthening the theory of inclusive business in the tourism sector and offers applicable policy recommendations for the development of tourist villages. Keywords: Inclusive Business, Community-Based Tourism, Tourism Village, Community Empowerment Abstrak: Community-Based Tourism/CBT merupakan pendekatan pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Agar manfaat ekonomi dan sosial lebih merata, diperlukan model penerapan dengan pendekatan bisnis inklusif dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bisnis inklusif dalam pengembangan CBT di Desa Wisata Sukarara dan Bilebante, Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sukarara telah berhasil menerapkan prinsip bisnis inklusif melalui penguatan usaha tenun lokal, pelatihan, akses modal, serta kemitraan dengan sektor pariwisata. Sebaliknya, Desa Bilebante masih menghadapi kendala dalam kapasitas kelembagaan dan akses pasar meskipun memiliki potensi usaha herbal lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi bisnis inklusif dapat memperkuat pengembangan CBT secara adil dan berkelanjutan jika didukung oleh kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, dan kebijakan yang berpihak pada lokalitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori bisnis inklusif di sektor pariwisata serta menawarkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk pengembangan desa wisata. Kata kunci: Bisnis Inklusif, Community-Based Tourism, Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat
STRATEGI PERSONALISASI PRODUK UMKM KULINER TRADISIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN METODE RFM DAN K-MEANS CLUSTERING Liyan, Sur; Yulianto, Dwi Hery; Nugroho, Agung Yuliyanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4324

Abstract

Abstract: Traditional culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) face significant challenges in retaining customers amidst digital competition. This study aims to formulate an effective product personalization strategy for MSMEs by utilizing customer transaction data. We applied the RFM (Recency, Frequency, Monetary) model combined with the K-Means Clustering algorithm to transaction data from 200 culinary MSME customers in Yogyakarta. The analysis results show that customers can be grouped into four homogeneous segments: VIP Customers, Loyal Customers, Potential Customers, and Risky Customers. Based on the unique characteristics of each segment, relevant marketing strategies are formulated, such as exclusive loyalty programs for VIP Customers and reactivation campaigns for Risky Customers. This study contributes by providing a practical, data-driven methodology for MSMEs to improve their retention and marketing effectiveness, filling the existing research gap in the traditional culinary MSME sector. Keyword: RFM (Recency Frequency, Monetary),K-Means Clustering, VIP Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner tradisional menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan pelanggan di tengah persaingan digital. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi personalisasi produk yang efektif bagi UMKM dengan memanfaatkan data transaksi pelanggan. Kami menerapkan model RFM (Recency, Frequency, Monetary) yang dikombinasikan dengan algoritma K-Means Clustering pada data transaksi dari 200 pelanggan UMKM kuliner di Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggan dapat dikelompokkan menjadi empat segmen homogen: Pelanggan VIP, Pelanggan Setia, Pelanggan Potensial, dan Pelanggan Berisiko. Berdasarkan karakteristik unik setiap segmen, dirumuskan strategi pemasaran yang relevan, seperti program loyalitas eksklusif untuk Pelanggan VIP dan kampanye reaktivasi untuk Pelanggan Berisiko. Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan metodologi praktis berbasis data bagi UMKM untuk meningkatkan retensi dan efektivitas pemasaran mereka, mengisi kesenjangan penelitian yang ada pada sektor UMKM kuliner tradisional.
Perancangan Model Customer To Bussinees Pada Pemesan Service Kendaraan Bermotor Berbasis Website Interaktif Nugroho, Agung Yuliyanto; Sutopo, Joko
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4448

Abstract

Kendaraan bermotor merupakan alat yang paling dibutuhkan sebagai media transportasi. Pesatnya kemajuan zaman membuat kendaraan bermotor sangat dibutuhkan sebagai media transportasi. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan masalah dalam kendaraan bermotor adalah mendapati kendaraan rusak dijalan. Kota jogja adalah sebuah kota wisata dengan budaya yang khas yang selalu meninggalkan kesan dihati dan tidak pernah sepi dari turis, baik turis domestik maupun mancanegara. Para pelaku usaha yang bergerak dibidang service kendaraan bermotor telah melakukan promosi melalui media masa seperti surat kabar dan pamflet, akan tetapi cara tersebut belum cukup untuk menginformasikan bengkel kendaraan secara meluas kepada wisatawan lokal maupun asing karena itu melalui pengembangan customer to bisnis pada pemesanan layanan service kendaraan bermotor diharapkan dapat menampilkan gambaran peta lokasi, harga suku cadang dan teknisi yang handal, Sehingga lebih memudahkan customer secara luas. Perancangan peta yang ditampilkan dalam sistem ini menggunakan Html geolocation, perangkat lunak yang digunakan dalam membangun aplikasi ini adalah PHP (Pear Hypertext Prepocessor) sebagai bahasa pemograman.
Comparison Of The Naïve Bayes Algorithm And The Decision Tree On Sentiment Analysis Of Student Comment Data In The Digital Teacher Assessment (DITA) Application Kristanto, Ferat; Nugroho, Agung Yuliyanto
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 9: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i9.4575

Abstract

Telkom Purwokerto Vocational High School (SMK) is a school managed by the Telkom Education Foundation. They use Digital Teacher Assessment (DITA) apps. Students provide comments to the teacher using the DITA application. The collected comment data will be grouped into three categories, namely positive, negative, and neutral. Based on the category of comments requires sentiment analysis in grouping these comments. Sentiment analysis uses lexicon-based. After getting sentiment analysis using lexicon-based, then the words are weighted using TF-IDF and then classified and evaluated. This study uses an algorithm naïve Bayes and a decision tree. So the results of the comparative research on the accuracy of the naïve Bayes algorithm and the decision tree with the decision tree algorithm have the highest level of accuracy, namely 99%. So it can be concluded that using the decision tree algorithm is better at classifying student comment sentiment analysis data.
Community Decision Support Service System Village Level Mandiri Based On An Interactive Website Nugroho, Agung Yuliyanto; Shimbun, Annisa Fikria; Rohman, Nur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13760

Abstract

AbstrakSetiap desa wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat umum dalam hal penulisan surat, pendataan penduduk, dan kebutuhan lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kantor desa. Proses tersebut tetap mengharuskan warga untuk datang dan mengikuti prosedur untuk mendapatkan surat tersebut. Dalam hal ini, surat tersebut tidak dapat diproses dalam satu hari karena sering kali kepala desa yang berwenang untuk menandatangani surat tidak berada di tempat karena sedang bertugas keluar daerah. Jadi tunggulah keesokan harinya atau tunggu konfirmasi via Wats app dari bagian administrasi desa Kadilangon untuk datang dan mengambil surat yang telah diproses. Proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan dan mendapatkan pelayanan serta dokumentasi surat yang diserahkan oleh warga desa Kadilangon. Proses pelayanan surat yang diserahkan secara online ini untuk memudahkan warga dalam hal proses pengajuan dan bagi pegawai sendiri agar mempermudah proses dokumentasi dan pelaporan surat. Penulis membuat sebuah sistem informasi pelayanan masyarakat di desa Kadilangon. Dalam sistem ini, warga dapat mengajukan surat perizinan secara online. Diharapkan dengan adanya sistem ini proses pengajuan surat menjadi lebih cepat dan mudah karena sistem dapat diakses dari mana saja. Dengan adanya sistem pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pelayanan kepada masyarakat Desa Kadilangon.Kata Kunci: Sistem Pakar, Layanan, Informasi, Sistem.
Health Information Technology Management Model to Improve User Performance and Satisfaction  yuniati, Nining; Nugroho, Agung Yuliyanto
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jteknokes.v18i4.123

Abstract

The rapid development of digital technology has reshaped the way healthcare institutions manage information, deliver services, and support clinical decisions. Despite these advances, many hospitals still struggle with inefficiencies resulting from weak Health Information Technology (HIT) governance and limited user skills. Most existing approaches prioritize technical deployment while paying less attention to managerial, organizational, and behavioral factors that are essential for sustainable success. To overcome these limitations, this study introduces and empirically evaluates a comprehensive Health Information Technology Management (HITM) model that combines strategic IT governance, system quality, and user dimensions to improve satisfaction and performance among healthcare professionals. The research examines how governance mechanisms, system quality, and user capabilities affect satisfaction and performance. The specific objectives are to identify the key drivers of system quality, evaluate the relationship between system quality and user satisfaction, and examine how satisfaction impacts user performance. The study contributes theoretically by presenting a more integrated framework that unites concepts from IT governance, Information Systems Success Theory, and Technology Acceptance Theory. It also offers empirical evidence of the importance of managerial structures in driving successful digital transformation in healthcare settings. A survey involving healthcare personnel from three public hospitals in Indonesia was analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results demonstrate strong model validity, accounting for 65% of the variance in user satisfaction and 59% of the variance in performance, with predictive relevance (Q²) values of 0.47 and 0.52, respectively. These outcomes demonstrate that mature governance, leadership support, cross-unit collaboration, and systematic user training enhance system quality, satisfaction, and ultimately performance. Future studies should expand testing in broader healthcare contexts with different resource conditions.
Evaluasi Kepuasan Mahasiswa terhadap Fasilitas Kampus Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Nugroho, Agung Yuliyanto; Tundo, Tundo; Saidah, Andi
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i2.5324

Abstract

Evaluation of student satisfaction with campus facilities is one important aspect in improving the quality of college services and infrastructure. However, this satisfaction evaluation process has a gap between student expectations of the facilities provided by the campus. This research aims to design a Decision Support System (DSS) that can help the campus in assessing student satisfaction levels using the Simple Additive Weighting (SAW) method. This method was chosen because of its ability to conduct an assessment based on criteria that have certain weights so as to produce the best alternative ranking. The criteria used in this study include cleanliness, maintenance, comfort, completeness, condition, service, and level of satisfaction. Data was obtained through questionnaires distributed to students in various study programs, focusing on various aspects of campus facilities such as classrooms, laboratories, libraries, hall areas, and podcast studios. It was then processed using SAW steps, including matrix normalization and final score calculation. The result showed that the final results of the evaluation of student satisfaction with campus facilitiesf from 100 respodents obtained a fairly high score of 44 which was said to be quite good. This SAW method is able to provide a clear ranking of the level of student satisfaction, as well as identify areas that require improvement or enchancement at the college.
PERBANDINGAN DAYA TARIK VISUAL DAN RASA ANTARA PASTRY ARTISAN DAN PASTRY KOMERSIAL Suswanto, Suswanto; Nugroho, Agung Yuliyanto
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7641

Abstract

Perkembangan industri kuliner menunjukkan meningkatnya perhatian konsumen terhadap kualitas rasa dan daya tarik visual produk pastry. Pastry artisan, yang dibuat secara tradisional dengan sentuhan kreatif, dianggap memiliki keunggulan estetika dan cita rasa dibanding pastry komersial yang diproduksi massal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya tarik visual dan rasa antara pastry artisan dan pastry komersial serta mengevaluasi preferensi konsumen terhadap kedua jenis produk. Metode yang digunakan adalah uji sensori dengan 50 panelis terlatih menilai aspek visual (warna, bentuk, dekorasi, penataan) dan aspek rasa (manis, gurih, tekstur, aroma, aftertaste) menggunakan skala Likert 1–5. Data dianalisis secara deskriptif dan uji t untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua jenis pastry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pastry artisan memperoleh nilai visual rata-rata 4,6 dan rasa 4,4, sedangkan pastry komersial masing-masing 3,8 dan 3,9. Analisis uji t menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua aspek (p < 0,05), menegaskan bahwa konsumen lebih menyukai pastry artisan. Pembahasan mengungkapkan bahwa keunggulan pastry artisan terkait dengan perhatian pada detail, kreativitas dekorasi, dan penggunaan bahan berkualitas tinggi, sementara pastry komersial cenderung fokus pada produksi massal dengan standarisasi yang membatasi variasi rasa dan estetika. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pastry artisan lebih disukai konsumen baik dari segi visual maupun rasa. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi produsen bakery dalam strategi pengembangan produk, diferensiasi, dan inovasi untuk memenuhi preferensi konsumen modern.
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA ALAM PUNCAK DARMA, PELABUHAN RATU, SUKABUMI JAWA BARAT Triyono, Joko; Nugroho, Agung Yuliyanto; Nugroho, Dwi Yoso
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata alam Puncak Darma di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, serta merumuskan strategi pengembangannya dalam kerangka pariwisata berkelanjutan. Puncak Darma dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan dengan daya tarik panorama laut, tebing, dan keindahan alam pegunungan yang memiliki nilai strategis dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puncak Darma memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam berbasis minat khusus, terutama untuk aktivitas fotografi, olahraga ekstrem, dan wisata edukasi lingkungan. Namun demikian, pengembangan destinasi ini masih menghadapi kendala pada aspek aksesibilitas, fasilitas pendukung, promosi, serta keterlibatan masyarakat lokal. Strategi pengembangan yang direkomendasikan mencakup peningkatan infrastruktur dan akses jalan, penguatan promosi berbasis digital, kolaborasi pemerintah–swasta–masyarakat, serta penerapan prinsip ekowisata agar potensi wisata dapat terkelola secara berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, Puncak Darma berpeluang menjadi ikon pariwisata alam Kabupaten Sukabumi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
The Utilization of Social Media As a Means of Public Education in Digital-Based PKM Programs Larisu, Zulfiah; Nasim, Abu Sahman; Nugroho, Agung Yuliyanto; Raule, Jean Henry
Socious Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Socious Journal - April
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/k9c23w02

Abstract

The development of social media as part of digital transformation has opened up new opportunities in community education efforts, especially through the Student Creativity Program (PKM). This study aims to examine the strategy of utilizing social media as an educational tool in digital-based PKM activities. Social media such as TikTok, Instagram, and Facebook are used strategically to reach various segments of society, taking into account generational characteristics, information needs, and socio-cultural contexts. A descriptive qualitative approach was used in this study, with data collection techniques through in-depth interviews with implementing students, supervising lecturers, and beneficiary communities. Data analysis was carried out thematically with source triangulation to maintain validity. The results of the study indicate that the integration of social media in PKM not only increases access to educational information but also strengthens community participation in the learning process. The success of the program is highly dependent on the design of content that is visually attractive, substantively contextual, and participatory in its implementation. However, challenges related to digital literacy, information credibility, and community involvement still need to be addressed through sustainable strategies. Thus, social media has the potential to be an effective educational platform if utilized critically, creatively, and collaboratively within the framework of digital-based community service.