Rendahnya kepercayaan diri mahasiswa pemula dalam berbicara bahasa Jerman merupakan masalah klasik yang berdampak signifikan terhadap proses pembelajaran dan kesiapan profesional mereka sebagai calon guru. Faktor utama yang menyebabkan fenomena ini adalah Foreign Language Anxiety (FLA), perfeksionisme gramatikal, dan kurangnya ruang praktik yang aman. Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya kepercayaan diri mahasiswa, (2) mengimplementasikan pelatihan “Deutsch für Anfänger” sebagai intervensi pedagogis, dan (3) mengevaluasi dampak pelatihan terhadap peningkatan kepercayaan diri serta penurunan FLA. Pelatihan ini mengadopsi prinsip Communicative Language Teaching (CLT) dengan fokus pada kelancaran berbahasa sebelum akurasi dan menciptakan safe space bagi mahasiswa untuk belajar tanpa takut melakukan kesalahan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek terdiri atas 15 mahasiswa pemula yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket pra- dan pascapelatihan (mengadaptasi Foreign Language Classroom Anxiety Scale), wawancara mendalam, observasi partisipan, dan jurnal reflektif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan efektif mengurangi FLA, meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara bahasa Jerman, dan mengubah persepsi mereka terhadap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Mahasiswa menjadi lebih berani berpartisipasi aktif, menunjukkan motivasi tinggi, dan mampu mempraktikkan bahasa secara lebih percaya diri. Pelatihan “Deutsch für Anfänger” merupakan model intervensi transformatif yang menegaskan pentingnya penanganan hambatan afektif-psikologis sejajar dengan penguatan kompetensi linguistik dalam membentuk calon guru bahasa yang kompeten dan percaya diri.