Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH AROMA TERAPI JAHE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA GUMAYUN KECAMATAN DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL Rizka Adi Alfiani; Deni Irawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Lancet (2008), jumlah penderita hipertensi di seluruh dunia terus meningkat. Di India, misalnya, jumlah penderita hipertensi mencapai 60,4 juta orang. Di bagian lain di Asia, tercatat 38,4 juta penderita hipertensi, di Indonesia, mencapai 17-21 % dari populasi penduduk dan kebanyakan tidak terdeteksi. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan 16 orang mengalami sakit kepala saat tekanan darahnya meningkat, hasil wawancara dengan 3 pasien mengatakan sering melakukan tarik nafas dalam pada saat mengalami nyeri kepala tetapi belum pernah menggunakan aroma terapi jahe. Pada pasien hipertensi biasanya gejala yang muncul adalah nyeri dibagian belakang kepala atau leher, disertai rasa pusing dan kunang-kunang, biasanya nyeri kepala pada pasien hipertensi disebabkan karena tekanan darahnya tinggi. Mengetahui ada tidaknya pengaruh aroma terapi jahe pijat terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien hipertensi di Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru kabupaten Tegal. Desain penelitian yang digunakan adalah “Quasi Eksperiment Deseign” atau eksperimen semu yaitu bentuk desain eksperimen yang tidak menggunakan kelompok kontrol tetapi hanya menggunakan kelompok perlakuan ( Alimul,2003 ). Sampel 19 orang instrument penelitian menggunakan format ceklist. Perlakuan diberikan berupa aroma terapi jahe selama 15 menit. Analisa menggunakan uji t- tes. Ada pengaruh yang bermakna antara aroma terapi jahe terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien hipertensi di Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal dengan analisis didapat nilai signifikan 0,000 (ρ value < 0,05). Saran bagi pasien hipertensi yang mengalami nyeri kepala diharapkan dapat melakukan penenganan nyeri kepala secara sederhana yaitu dengan aroma terapi jahe.
HUBUNGAN FUNGSI MANAJERIAL PENGAWASAN (CONTROLLING) KEPALA RUANG DENGAN PEMBUATAN RENCANA HARIAN PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL Oky Windarto Tino Saputro; Wisnu Widyantoro; Deni Irawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala ruang merupakan manajer tingkat pertama yang bertugas memimpin dan mengawasi staf yang terlibat dalam organisasi. Kepala ruang di rumah sakit sangat berperan penting dalam pengawasan pembuatan rencana harian perawat pelaksana agar patuh dalam pembuatan rencana harian dan melakukan pendokumentasian pembuatan rencana harian tersebut. Rencana harian perawat pelaksana adalah tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian dibuat sebelum operan dilakukan dan dilengkapi pada saat operan. Kegiatan tersebut meliputi operan, pre conference dan post conference, mendokumentasikan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajerial pengawasan (controlling) kepala ruang dengan pembuatan rencana harian di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo Slawi. Desain penelitian ini yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang melakukan pembuatan rencana harian sebanyak 32 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Juni 2015 sampai 22 Juni 2015. Hasil dari data tersebut setelah dilakukan uji chi square dengan menggunakan program komputer pada tingkat kesalahan 5% (ρ – 0,05) di peroleh ρ value = 0.018 sehingga ρ value < ρ yaitu (0.018< 0.05) yang berarti Ha diterima dan artinya ada hubungan fungsi manajerial pengawasan (controlling) kepala ruang dengan pembuatan rencana harian perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD dr. Soeselo Slawi.
PENGARUH EDUKASI SADARI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG SADARI PADA SISWI DI SMA NEGERI 1 BREBES TAHUN 2020 Khaerun Nisa; Khodijah Khodijah; Deni Irawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.335

Abstract

Kemenkes RI tahun 2018 menyatakan bahwa kejadian kanker paling banyak di Indonesia adalah kanker payudara yang mencapai 42 orang per 100 ribu penduduk. Deteksi dini kanker payudara yang terlambat menyebabkan tingginya kejadian kanker payudara berada pada stadium lanjut yang dapat berakibat kematian. Terlambatnya deteksi dini kanker payudara dikarenakan kurangnya pengetahuan dan informasi. Pemberian edukasi kesehatan tentang SADARI penting dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah kejadian kanker payudara stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi SADARI terhadap pengetahuan tentang SADARI pada siswi di SMA Negeri 1 Brebes. Jenis penelitian menggunakan pre-eksperimen, dengan rancangan one group pre-post test design without control. Sampel dalam penelitian ini siswi kelas XI yang diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 73 responden. Uji statistik wilcoxcon signed rank test menunjukkan hasil terdapat pengaruh edukasi SADARI terhadap pengetahuan tentang SADARI pada siswi di SMA Negeri 1 Brebes dengan nilai p value 0,000<0,005. Diharapkan siswi mampu mengimplementasikan pengetahuan dan menerapkan perilaku SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.
Pelatihan Clinical Instructure (Ci) RSI PKU Muhammadiyah Tegal Arif Rakhman; Ratna Widhiastuti; Deni Irawan
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 1 (2020): Februari
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/abp.v1i1.175

Abstract

The function of the hospital as a place to organize medical services, administration, and management, medical support, can also be empowered to place education and training, development and quality control of nursing through the development of nursing practice land accompanied by the development of nursing professional community to gain experience in learning in the field correctly for students (MOH RI, 2006). In this case, a clinical instrument is a very necessary means to carry out professional attitudes and skills for nurses. One of the absolute means is the existence of nurses who are professional as clinical instructors who will guide students so that professional development can develop for nurses in the future. However, there is one problem which is the availability of competent human resources or nurses. This includes many clinical instructors with diploma education and minimal experience in guiding. The aim of community service is that clinical instruction (CI) can carry out the process of mentoring and mentoring to students practicing in hospitals so that the expected learning objectives can be achieved. The target activity is nurses PKU Muhammadiyah Hospital, amounting to 30 people. The results of this activity are during the process of participant listening, discussion and being able to practice clinical infrastructure in the room so that the expected learning objectives can be achieved.
Pelatihan Penanganan Trauma Pada Kegawatdaruratan Bagi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal Ikawati Setyaningrum; Deni Irawan; Dwi Budi Prastiani; Khodijah Khodijah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 1 (2020): Februari
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/abp.v1i1.176

Abstract

Anemia is a serious nutritional problem in Indonesia. According to Riskesdas in 2013, the prevalence of anemia in Indonesia was 21.7%, males 18.4% and women 23.9%. The proportion of anemia according to adolescence is at the age of 15-24 years which is 18.4%. Anemia can cause many negative effects on teenagers. Among them is a decrease in concentration of learning, stamina and work productivity. Iron absorption is not only influenced by nutrition but is also caused by the presence of substances that can inhibit the absorption of these nutrients. Other factors are lifestyle, socioeconomic, demographic, education, gender, age and region. Public health strategies to prevent and control anemia are very important to prevent future mortality and morbidity events. The aim of community service is to reduce the prevalence of anemia in adolescents through examinations, Fe tablets and counseling. The target activity is the students of An Nur Tegal Vocational School in Central Java Province with a total of 26 teenagers. Proactive teen activity results in examinations and counseling. The importance of detecting, examining risk factors that affect anemia in adolescents and counseling on prevention and treatment of anemia so that high-risk adolescents need to be considered for follow-up to controlling risk factors. Appropriate health education needs to be provided at home and school so that these risk factors can be eliminated at an early stage.
TRIAS KLASIK SEBAGAI SISTEM TRIASE MENINGKATKAN MANAJEMEN RESPONS TIME PASIEN DI DEPARTEMEN DARURAT Deni Irawan; Ahmad Zulfa Juniarto; Nana Rochana
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i1.446

Abstract

Tingginya jumlah kunjungan Departemen Darurat menuntut sistem triase yang efektif. Sistem triase Indonesia belum distandarisasi yang mengarah pada waktu respons yang buruk dari manajemen pasien. Oleh karena itu, trias klasik diusulkan untuk digunakan sebagai sistem triase untuk meningkatkan waktu respons. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan trias clasic sebagai sistem triase terhadap waktu respons manajemen pasien di Departemen Darurat. Deskripsi studi korelasi ini digunakan untuk 105 responden. Responden direkrut menggunakan teknik sampling insidental. Waktu respons diukur menggunakan stopwatch dari triase pasien ke penilaian awal oleh dokter atau perawat. Data dianalisis menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu respons sistem triase klasik yaitu 3,62 + 1,00 menit. Hasil penelitian menunjukkan nilai 0,09 yang berarti bahwa ada hubungan antara triase klasik dan waktu respons manajer pasien di unit gawat darurat. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada Departemen Darurat di Indonesia untuk menggunakan trias clasic sebagai sistem triase untuk perawatan pasien terbaik tetapi perlu disesuaikan dengan triase rumah sakit.
EFEK TRIAGE EMERGENCY SEVERITY INDEX (ESI) TERHADAP LENGTH OF STAY DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSU ISLAM HARAPAN ANDA KOTA TEGAL Deni Irawan; Woro Hapsari; Yohan Tedy Kurniawan
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i1.447

Abstract

Kepadatan pasien menjadi masalah serius yang terjadi di unit gawat darurat dan menyebabkan efek negatif dari peningkatan kematian pasien, ketidakpuasan dengan layanan gawat darurat, kelelahan perawat, peningkatan risiko tertular penyakit menular, dan peningkatan lama tinggal. Length of Stay (LOS) berkepanjangan terkait erat dengan kinerja layanan keperawatan dan triase kualitas di ruang gawat darurat. Metode triase rumah sakit saat ini telah berevolusi, sistem triase cepat dan efisien telah terbukti mengurangi kepadatan pasien dan lama tinggal. Emergency Severity Index (ESI) adalah sistem triase yang valid dan akurat dengan mengidentifikasi pasien secara cepat yang membutuhkan perhatian segera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur "Triage Emergency Severity Index (ESI) Efek pada Durasi Menginap di Departemen Darurat". Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen Desain menggunakan Post Test Only Non-equivalent Control Group Design, teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 110 responden yang dibagi ke dalam kelompok perlakuan menggunakan triage Emergency Severity Index (ESI) sebanyak 55 responden dan kelompok kontrol menggunakan responden Triage klasik 55. Hasil analisis Uji Mann Whitney, nilai p 0,000 <0,05. Kesimpulan Ada pengaruh penerapan Triage Emergency Severity Index (ESI) terhadap Lama tinggal di ED. Triage Emergency Severity Index sebagai alat untuk menyortir pasien ini lebih efektif digunakan.
Peningkatan Ketahanan Keluarga Melalui Optimalisasi Program Pemerintah M. Bahtiar Ubaidillah; Ragil Ira Mayasari; Ahmad Khamim Tohari; Laily Lailatul Fatma Rozyah; Akhmad Imam Muttakin; Laili Zamalikha; Christian Davi Kurniawan; Clarisa Herda Falevy; Vicky Vidiana Vici; Achmad Denny Nur Sanjaya; Adi Arif Wibowo; Amy Fatona; Arga Verdianto Muhamad; Deni Irawan; Denny Sukma Tri Prihatno; Dian Purna Irawan; Muhammad Dedy Alensa; Ullun Farohmah; Divania Sherylla Putri; Tofan Ade Irawan; Dwika Bagus Rusdyan Nugraha; Diah Ayu Widoretno; Leni Dwi Alfiana; Yesie Santa Charera
ABDIMAS TERAPAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Terapan Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: ABDIMAS TERAPAN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Terapan
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/abdimasterapan.v1i2.589

Abstract

A prosperous family is a family that is formed based on a valid marriage, and that meets the spiritual and material needs of a decent life, has harmonious and harmonious, balanced relationships between family members and society and the environment. To improve family quality, there are 5 pillars in indicators of family resilience and welfare that must be met, namely indicators of legality, integrity and gender equality, physical resilience, economic resilience, psychological resilience, and socio-cultural resilience. Through the Unimas Village T/A 2023/2024 Thematic Science KKN program, group 3 seeks to provide education and optimize programs carried out by the government as an effort to increase family resilience. The programs that we are optimizing include the introduction of recycling used materials to create a clean and productive environment, besides that it can improve the family economy. Socialization regarding the impact of early marriage and reducing stunting rates. Socialization raises awareness of the law of criminal acts in the household and deviant behavior. Through these socialization activities, the aim is to foster understanding, awareness and discipline in following and implementing existing government programs. It is hoped that with understanding, discipline and community participation in government programs, stable and prosperous family resilience will be created.
The Sacredness of Marriage and Declining Marriage Rates Among Youth: Case Study on Komunitas Mahasiswa Pecinta Ilmu Jember Deni Irawan; Ramadhan, Abdul Rahman; Ruston Kumaini
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 1 (2025): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v10i1.1075

Abstract

This research aims to analyse and discover the views of members of the Komunitas Mahasiswa Pecinta Ilmu (KMPI) Jember on the sacredness of marriage and the decline in marriage rates among young people, as well as the factors that cause KMPI Jember members to decide not to get married. Society, especially youth, no longer considers marriage as something sacred. Marriage is increasingly viewed merely as a biological imperative, achievable outside marital bonds. This view encourages the younger generation to be reluctant to get married. This research uses a qualitative approach. The criteria for the informants chosen in this study are members of KMPI Jember who are not married in the age category between 16 sixteen to 30 (thirty) years. The results of this research show that the views of KMPI Jember members on the sacredness of marriage include (1) something serious and full of responsibility, (2) irrelevant to current conditions and (3) influenced by religious and cultural education. KMPI Jember members' views on the decline in marriage rates among young people include (1) having a close relationship with social and cultural values, (2) being influenced by economic factors and (3) the role of education and career. Factors that cause KMPI Jember members to decide not to get married are (1) economic and emotional stability, (2) family and neighbourhood pressure and (3) education and career
Proselytizing Strategy Of The National Amil Zakat Agency (Baznas) In Sambas District Nazarudin; Firdaus Muhammad; Andi Aderus; Deni Irawan
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3921

Abstract

This study aims to determine the da'wah strategy of the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of Sambas Regency in increasing people's awareness of zakat, optimizing the collection, distribution, and utilization of zakat, and implementing zakat as an instrument of poverty alleviation. This research uses a qualitative approach with descriptive method. The research location is in Sambas Regency, Indonesia, with primary data sources obtained through in-depth interviews with BAZNAS officers, Head and Treasurer of UPZ Sub-district, religious leaders, beneficiary village heads, and zakat recipient communities. Secondary data were obtained from BAZNAS documents, activity reports, poverty statistics, and local policies. The results showed that BAZNAS's da'wah strategy in increasing people's awareness involved a da'wah communication approach, religious education programs, and collaboration with religious leaders. Optimizing zakat management is done through community-based zakat campaigns, utilization of information technology, and implementation of social activities to strengthen social networks. In alleviating poverty, BAZNAS implements a zakat economic empowerment program that is proven to have a positive impact on the independence of mustahik. This research implies that the zakat management model of BAZNAS Sambas Regency can be used as a strategic reference for other regions in Indonesia, especially in building public trust, increasing zakat literacy, and encouraging the transformation of society from mustahik to muzakki in a sustainable manner