Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan SOP Pelayanan Untuk Pemberian Bantuan Satu Keluarga Satu Kolam Kabupaten Jember Aprilia Uzlifatul Jannah; Rini Puji Astuti; Amalia Mujahadah; Lailatul Maghfiroh
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 1 No 3 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of stunting in Jember Regency is a serious concern for the Government because it is number two in East Java Province. Therefore, through the Jember Regency Fisheries Service, it is trying to reduce the stunting rate by utilizing the one family, one pond program. Based on the procurement information system (syrup) of the Jember Fisheries Service, the program costs Rp. 1.062 billion which comes from the 2023 Regional Revenue and Expenditure Budget (APDB). According to data obtained from 2022 data, there are 35 families who received assistance from the one family, one pond program. Every year the number of families receiving assistance from the one family, one pool program increases, until by 2023 there will be 150 families receiving assistance from the program.
MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) Lailatul Maghfiroh
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 11 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i11.1148

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using puzzle media in improving students’ Arabic speaking skills (maharah al-kalam) in Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary Schools). The method used is a literature review, involving the analysis of books, academic journals, and previous studies related to Arabic language learning media. The findings indicate that puzzle media positively influence students’ motivation, participation, and comprehension in the learning process. As an interactive medium, puzzles create an enjoyable and collaborative learning environment while enhancing students’ vocabulary, pronunciation, and sentence structure in Arabic. Moreover, the implementation of puzzle media aligns with constructivist and communicative learning theories that emphasize active student involvement in constructing knowledge. Therefore, puzzle media can be considered an innovative and effective teaching strategy to enhance Arabic speaking skills at the elementary level.
TREN PRODUK KOSMETIK HALAL STUDI PENENTUAN PEMILIHAN PADA GENERASI Z Karimatul Amaliyah; Andini Maulidya; Noer Cahya Khoirony; M Firdaus Tri Kuncoro; Lailatul Maghfiroh
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tgqbyj81

Abstract

Industri kosmetik halal di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya kesadaran terhadap produk yang sesuai prinsip syariah, etika, dan keberlanjutan. Tren ini semakin kuat di kalangan Generasi Z yang bersifat digital, kritis, dan peduli pada nilai spiritual serta sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produk kosmetik halal studi penentuan pemilihan pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini mengkaji tren dan elemen-elemen penentu perilaku konsumen dalam konteks kosmetik halal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusan Generasi Z dipengaruhi oleh aspek religius, nilai etika, keberlanjutan, dan kepercayaan merek, sementara sertifikasi halal, media sosial, dan influencer memperkuat minat beli. Kosmetik halal dipandang sebagai bagian dari gaya hidup modern yang menggabungkan nilai spiritual dan kepedulian lingkungan. Temuan ini mendukung relevansi model Extended Theory of Planned Behavior dengan tambahan variabel digital engagement dan sustainability value. Tambahan: Selain itu, perkembangan teknologi digital semakin memudahkan Generasi Z dalam melakukan pencarian informasi, membandingkan produk, dan menilai kredibilitas suatu brand sebelum memutuskan pembelian. Preferensi mereka juga dipengaruhi oleh kampanye pemasaran yang transparan, inovasi formulasi yang aman, serta komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. Generasi Z cenderung memilih produk yang tidak hanya halal, tetapi juga ramah lingkungan, cruelty-free, serta memiliki nilai sosial yang jelas. Peningkatan produksi kosmetik halal oleh brand lokal turut memperluas pilihan dan memperkuat rasa bangga konsumen terhadap produk dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa tren kosmetik halal tidak hanya bersifat religius, tetapi juga dipicu oleh perpaduan antara nilai modernitas, kesadaran etis, dan literasi digital yang semakin matang.
WILLINGESS TO PAY KONSUMEN MIE GACOAN BANGKALAN TERHADAP IMPLEMENTASI SERTIFIKASI HALAL Maratus Solihah; Afaf Fitriati; Nur Komariyah; Sholahuddin; Lailatul Maghfiroh
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/km4zd588

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kehalalan produk, terutama di daerah dengan tingkat religiositas tinggi seperti Madura. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam persepsi, motivasi, serta kesediaan konsumen Mie Gacoan Bangkalan dalam membayar produk yang telah bersertifikat halal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Mie Gacoan Bangkalan bersedia membayar lebih apabila produk tersebut memiliki sertifikasi halal resmi. Faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan tersebut meliputi tingkat religiusitas, kesadaran halal, serta kepercayaan terhadap lembaga sertifikasi halal. Selain itu, elemen non-religius seperti pengalaman merek dan pengaruh media sosial juga turut memengaruhi persepsi konsumen. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku usaha dan lembaga sertifikasi dalam meningkatkan strategi komunikasi halal yang efektif dan kontekstual di wilayah religius.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS MEDIA SOSIAL UNTUK MENAMBAH HAFALAN KOSA KATA SISWA MI Lailatul Maghfiroh
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi November 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i11.1186

Abstract

This study aims to examine the use of social media in Arabic language learning at Madrasah Ibtidaiyah (MI), focusing on the enhancement of students' vocabulary memorization. Social media-based learning offers a more interactive and flexible approach, utilizing platforms like Instagram, YouTube, and WhatsApp to enrich students' learning experiences. The findings indicate that the use of social media can increase motivation, engagement, and understanding of Arabic vocabulary. However, there are technical and non-technical challenges to be addressed, such as internet access limitations and the potential for distractions. Therefore, careful management is needed to ensure social media is utilized optimally in Arabic language learning.
PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN LAYANAN HALAL DI MARKETPLACE ONLINE Lailatul Berliana Ningsih; Siti Nurhalizah; Nasya Amelia P; Helmi; Lailatul Maghfiroh
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ye3qvj24

Abstract

Urgensi penyediaan layanan halal di platform e-commerce semakin meningkat seiring tingginya jumlah konsumen Muslim dan berkembangnya aktivitas belanja digital di Indonesia. Namun, layanan halal pada marketplace umum seperti Shopee masih menghadapi tantangan berupa ketidakjelasan informasi dan ketiadaan fitur halal terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam memanfaatkan layanan halal di Shopee serta memahami bagaimana sistem platform memengaruhi proses pencarian dan verifikasi kehalalan produk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipatif terhadap fitur, tampilan antarmuka, dan penyajian informasi halal di aplikasi Shopee. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola penggunaan layanan halal dan strategi konsumen dalam menilai kehalalan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen mengandalkan pencarian manual melalui foto produk, ulasan, dan klaim penjual karena tidak tersedianya filter halal permanen maupun sistem verifikasi otomatis. Konsistensi informasi halal sangat bervariasi, sehingga meningkatkan beban kognitif konsumen dan memicu ketergantungan pada social proof. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian halal e-commerce dengan menekankan pentingnya integrasi teknologi, transparansi informasi, dan verifikasi sertifikasi dalam mendukung perilaku konsumsi halal di platform digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa Shopee perlu memperkuat fitur halal terintegrasi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan wawancara mendalam untuk memperkaya pemahaman perilaku pengguna.
PERAN PASAR DOMESTIK HALAL SEBAGAI PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Muhammad Zaini; Muhammad Anvio Djul Cahyono Issudy; Bilal Kautsar Setiabudi; Julia Eka Firmanda; Lailatul Maghfiroh
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kht7xp42

Abstract

Pasar domestik halal di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kehalalan dan keamanan produk. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pangsa pasar halal yang sangat besar, namun kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional belum sepenuhnya dipetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pasar domestik halal sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam konteks konsumsi, produksi, dan penguatan industri halal nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur terhadap berbagai penelitian empiris, laporan resmi, serta data sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar domestik halal di Indonesia berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi produk halal yang menimbulkan efek berganda terhadap sektor produksi, distribusi, dan rantai pasok. Peran tersebut semakin diperkuat oleh keberadaan sertifikasi halal, dukungan regulasi pemerintah, serta meningkatnya kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, pengembangan strategi pasar halal domestik secara terintegrasi menjadi penting untuk menjaga stabilitas, daya saing, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional..
Implementation of Halal Certification on Food Products for Consumer Protection Special Study: Processed Marshmallow Food Products Deviana Putri Septia Ningrum; Veni Vebriyanti; Siti Aisah Hidayatul Hasanah; Noval Firdaus; Lailatul Maghfiroh
Al-Abqori: Journal of Islamic Thought Studies Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/abqori.v1i4.36

Abstract

The growth of the processed food industry in Indonesia shows a significant upward trend, in line with the high consumption of imported products such as marshmallows, which are popular with the public, especially among children and adolescents. However, basic marshmallow ingredients, such as gelatin, are often derived from animal sources whose halal status is unclear, raising concerns among Muslim consumers. Therefore, the implementation of halal certification is a crucial instrument in ensuring the safety and halal status of food products while simultaneously protecting consumer rights. This study aims to analyze the application of halal certification to processed marshmallow products and assess its effectiveness in protecting Muslim consumers. This study uses a qualitative approach with a literature review method to understand in-depth the implementation of halal certification in processed food products, particularly marshmallow products, in the context of consumer protection. This approach was chosen because the research focuses on analyzing theories, concepts, regulations, and previous research results relevant to the topic under study. The results show that the implementation of halal certification in marshmallow products is not optimal due to limited raw material transparency and low awareness of the importance of halal certification among small producers. However, for certified producers, halal certification can increase consumer trust and strengthen the product's position in the market. Thus, halal certification plays an important role as a consumer protection instrument that needs to be strengthened through ongoing socialization and supervision.
The Halal Industry as a Driver of Economic Growth: A Study of Indonesian Food and Beverage Products Najmi Maulita Amaliya; Fathor Rahman; Dyan Irawati; Musleh, Musleh; Lailatul Maghfiroh
Al-Iffah: Journal of Islamic Sciences Research Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/iffah.v1i4.37

Abstract

The halal industry in Indonesia plays a strategis role in supporting national economic growth, particulary in the food and beverage sector. Since the enactment of the Halal Product Assurance Law (UU JPH) in 2014, strengthening the halal system has been increasingly coordinated through the Halal Product Assurance Agency (BPJPH). The purpose of this study is to analyze the halal industry’s contribution to national economic growth and identify challenges and strategies for its development in Indonesia. This study uses a qualitative method based on a literature review to examine the role of the halal industry in the national economy. The results indicate that the value of national halal product consumption is projected to reach US$282 billion by 2025, a 53% increase compared to 2020. The halal food and beverage sector makes the largest contribution to GDP through increased production, investment, and exports. Halal certification increases consumer trust and product competitiveness, although challenges remain in the certification process, infrastructure, and halal literacy. Strengthening the halal ecosystem through certification digitalization, islamic financing, and cross-sector collaboration are key strategies to make Indonesia a global center of the halal economy.
Respon Generasi Milenial Pada Era Society 5.0 Melalui Kewirausahaan Digital Nurdiyah, Rikhe Dwi; Rohmah, Fathur; Wasilatul Rohmah; Lailatul maghfiroh; Mashudi
Improvement: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 5 No 2 (2025): Vol 5 No 2 September 2025
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/imp.v5i2.29316

Abstract

The Society 5.0 era is a concept of modern society that emphasizes the integration of the physical and digital worlds to create a balance between economic progress and social welfare. Millennials, as a group that grew up in the digital era, have great potential to drive economic transformation through technology-based entrepreneurial activities. This study aims to analyze the response of the millennial generation to the Society 5.0 era through digital entrepreneurship and identify the factors that influence it. The method used is qualitative with a library research approach through searching various scientific sources published from 2018 to 2025. Based on the results of the study, it is suspected that millennials have a positive response to digital entrepreneurship due to their characteristics of being adaptive to technology, creative, and innovative in creating new business opportunities. However, challenges such as low digital literacy in some regions, limited access to technology, and dependence on digital platforms are still obstacles that need to be addressed. Overall, digital entrepreneurship has the potential to be a strategic means for millennials to realize a Society 5.0 that is oriented towards people, innovation, and social welfare. Keywords: Society 5.0, millennials, digital entrepreneurship, digital literacy Era Society 5.0 merupakan konsep masyarakat modern yang menekankan integrasi antara dunia fisik dan dunia digital untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Generasi milenial sebagai kelompok yang tumbuh di era digital memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi ekonomi melalui aktivitas kewirausahaan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon generasi milenial terhadap era Society 5.0 melalui kewirausahaan digital serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah terbitan tahun 2018–2025. Berdasarkan hasil kajian, diduga bahwa generasi milenial memiliki respon positif terhadap kewirausahaan digital karena karakteristiknya yang adaptif terhadap teknologi, kreatif, dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha baru. Namun demikian, tantangan seperti rendahnya literasi digital di beberapa wilayah, keterbatasan akses teknologi, dan ketergantungan terhadap platform digital masih menjadi hambatan yang perlu diperhatikan. Secara keseluruhan, kewirausahaan digital berpotensi menjadi sarana strategis bagi generasi milenial dalam mewujudkan Society 5.0 yang berorientasi pada manusia, inovasi, dan kesejahteraan sosial. Kata kunci: Society 5.0, generasi milenial, kewirausahaan digital, literasi digital.