Claim Missing Document
Check
Articles

Amendment to the Constitution of the Russian Federation as Putin's Political Communication Force Nur Rohim Yunus; Ida Susilowati; Muhammad Sholeh; Yan Kahnovich
ETTISAL : Journal of Communication Vol. 8 No. 1 (2023): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v8i1.9945

Abstract

This article aims at discussing Vladimir Putin's use of constitutional amendments as a political communication tool. The 2020 amendments to the Russian Constitution have significant implications for Putin's political powers and communication strategies. This research explores Putin's role in the constitutional amendments using a qualitative methodology, a literature-based approach, and an analysis of laws and regulations. The study results indicate that Putin uses constitutional amendments to increase his authority and extend the President's term. One of the communication strategies employed is effectively utilizing media and communication channels to create a narrative supporting the amendment. Putin also uses nationalist rhetoric and Russian identity to legitimize his decisions. In addition, Putin controls state media and prioritizes messages that influence public opinion. Putin's political communication strategy includes manipulating propaganda and information to enhance his position, maintain public opinion, and obtain support.  
Eksistensi Pendidikan Karakter di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri I Selama Pandemi Covid-19 Mohammad Muslih; Muthmainnah Choliq; Ida Susilowati; Moh. Rofiq
TSAQAFAH Vol. 17 No. 1 (2021): Islamic Education
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tsaqafah.v17i1.5458

Abstract

The Covid-19 pandemic has hampered the process of character building and has an impact on the moral decadence of students in schools. The lack of monitoring of the competence of educators in the online system causes a decrease in the character of students. This is due to the lack of exemplary in thinking, ethics, speaking, and acting obtained by students. It is important to instill character education in students so that they have characters based on religious values such as in Islamic boarding schools. This research aims to examine the existence of Islamic boarding schools in implementing character education in the pandemic era with the object Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) for Girls 1 Mantingan Ngawi, East Java. This research is a literature study with the type of research is qualitatively, while the method is descriptive analytic. The results show that PMDG for Girls 1 is able to show its existence in implementing character education even in the pandemic era. This can be seen from the effectiveness of the dormitory system that can support face-to-face learning as an effort to internalize character education in Islamic boarding schools. This can be achieved by applying the discipline health protocol in the Pesantren environment before starting face-to-face learning. In addition, it is also supported by various Pesantren disciplines such as prohibiting students from leaving campus except in very emergency conditions and accompanied by special officers.
Strategi Diversifikasi Sumber Energi Sebagai Respons Terhadap Perubahan Iklim: Analisis Kerjasama China-Perancis Ida Susilowati; Elfarah Reggina Azzahra; Ratna Alfina Nurcahyani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i5.34766

Abstract

As of April 2023, 36 Chinese and French companies have signed 18 cooperation agreements in various fields, including one in the field of renewable energy. This immediately attracted attention from several countries and some parties who focus on moving in the field of renewable and sustainable energy considering that China and France are 2 of several countries that have great strength in the International System today. The purpose of this study is to analyze how the diversification strategy of energy sources carried out by China and France in response to climate change is current. The research method used in this research is a qualitative library research method with energy security theory as an analysis tool. The results show that cooperation between China and France in shaping energy diversification strategies has reaped successes such as the construction of solar power plants in Africa and wind power plants in China. However, technological and regulatory challenges and obstacles still need to be found solutions. Proper diversification of the energy portfolio, along with improved energy efficiency, will be an important step in achieving the global goal of reducing carbon emissions and fighting climate change.Keywords: Energy diversification, France-China cooperation, climate change, sustainable energy, energy security. AbstrakPada April 2023, terdapat 36 perusahaan China dan Prancis yang telah menandatangani 18 perjanjian kerja sama di berbagai bidang, termasuk salah satunya dalam bidang energi terbarukan. Hal tersebut langsung menarik atensi dari beberapa negara dan beberapa pihak yang fokus bergerak pada bidang energi terbarukan dan berkelanjutan mengingat China dan Prancis merupakan 2 dari beberapa negara yang memiliki kekuatan besar dalam Sistem Internasional saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana strategi diversifikasi sumber energi yang dilakukan oleh China dan Prancis sebagai respons terhadap perubahan iklim saat ini. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode kualitatif library reseacrh dengan teori keamanan energi sebagai alat analisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya kerjasama antara China dan Prancis dalam membentuk strategi diversifikasi energi nyatanya telah menuai keberhasilan seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Afrika dan juga pembangkit listrik tenaga angin di China. Namun, tantangan dan hambatan teknologi serta regulasi masih menjadi hal yang perlu ditemukan solusi. Diversifikasi portofolio energi yang tepat, bersama dengan peningkatan efisiensi energi, akan menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan global untuk mengurangi emisi karbon dan melawan perubahan iklim.Keywords: Diversifikasi Energi, Kerjasama Prancis-China, Perubahan Iklim, Energi Berkelanjutan, Keamanan Energi.
Optimalisasi Pendidikan Spiritual di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Menghadapi Dampak Buruk Konten Tik Tok Terhadap Anak Kamilia Nadirah; Mustika Cahyani; Ida Susilowati; Diah Rukmini
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 6 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i5.34768

Abstract

Aplikasi Tik-Tok merupakan salah satu aplikasi yang sangat didambakan oleh masyarakat Indonesia khususnya anak-anak, dikarenakan banyak konten yang ditampilkan di nilai menarik. Namun disisi lain, pada aplikasi tersebut terdapat beberapa konten negatif yang berdampak kurang baik bagi anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan dari dampak buruk dari konten Tik-Tok melalui pendidikan spritual khususnya melalui shirah nabawiyah yang mengedepankan peran keluarga khususnya orang tua. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu cara untuk menjauhkan anak dari dampak negatif dari konten Tik-Tok adalah dengan membiasakan anak untuk mendengarkan kisah-kisah para nabi ataupun para sahabat yang diceritakan oleh keluarga khususnya orang tua ketika hendak tidur. Adapun saran terhadap hasil penelitian ini adalah pentingnya peran pemerintah atau pihak terkait untuk membatasi konten-konten negatif yang masuk kedalam aplikasi Tik-Tok. Salah satu urgensi penelitian ini adalah sebagai tawaran solusi bagi orang tua didalam mendidik anak berlandaskan ajaran islam.
Halal Concept as an International Legal Model for Maintaining Environmental Sustainability: Case Study of Halal Street Food in the US Nasywa Tsabita Amelia; Rifdah Syifa Rabbani; Ida Susilowati; Novi Rizka Amalia; Afni Regita Cahyani Muis
Journal of Islamic World and Politics Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Prodi Hubungan Internasional Program Magister Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jiwp.v8i1.93

Abstract

Culture is limited to art, customs, language, and food. Globalization makes it easier for this culture to spread across countries, including food. Likewise, the halal concept in the food industry continues to develop rapidly in the United States. This research aims to discover how the halal concept is closely related to the sustainability of life, involving SDG principles, so that the benefits are considered not to cause damage. The research method used this time is library research with a maqashid sharia concept approach. The author also used gastroeconomics to discuss the relationship between culinary delights and economic sustainability in the United States. The findings showed a relationship between the halal concept and international law, maqashid sharia and environmental sustainability, and the implementation of gastroeconomics in maqashid sharia as evidenced by street food in the United States. Halal street food is becoming increasingly important in the American culinary industry due to its good reception by the American public, support on social media, and adaptation to culinary trends.
Etika Politik Dalam Pandangan Machievelli dan Al Mawardi Iqbal Maulana Alfiansyah; Sofi Mubarok; Yulia Rimapradesi; Nabila Yasmin Namira; Ida Susilowati
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31115

Abstract

Ethics is usually closely related to the values and norms that exist in a society. In practice, political ethics demands that all claims to the right to organize association be accounted for on basic moral principles. Therefore political ethics seeks to help society to realize the noble state ideology into objective political reality. This study discusses the Machievelli’s view of political ethics and its comparison with the Islamic theory of political ethics. Previous research focused more on understanding political ethics according to Machievelli only and understanding political ethics according to Islam only. While this research will complement the last gap research, namely comparing the understanding of political ethics according to Machievelli and Islam. The authors used a descriptive method with data collection techniques in journals, articles, and other literature in this study. From the perspective of Machievelli, ethics is often considered secondary or not essential. Political ethics cannot be applied in international politics and prioritizes self-interest rather than moral principles. Realizing self-interest by the state is seen as a right, or a duty considered a realist principle. In contrast, Islam views political ethics as a guide that upholds the values of justice and respects human rights to create sustainable peace under religious norms.Keywords: Political Ethics, Machievelli, Al MawardiAbstrakEtika biasanya berhubungan erat dengan nilai dan norma yang ada dalam suatu masyarakat. Dalam praktiknya, etika politik menuntut agar segala klaim atas hak untuk menata masyarakat dipertanggungjawabkan pada prinsip-prinsip moral dasar. Maka dari itu etika politik berusaha membantu masyarakat untuk mewujudkan ideologi negara yang luhur ke dalam realitas politik yang nyata. Penelitian ini membahas tentang pandangan Machievelli terhadap etika politik dan perbandingannya dengan pandangan Islam terhadap etika politik. Dalam penelitian sebelumnya, penelitian lebih terfokus pada pemahaman etika politik menurut Machievelli saja dan pemahaman etika politik menurut Al Mawardi saja. Sedangkan penelitian ini akan melengkapi Gap penelitian sebelumnya, yaitu membandingkan pemahaman etika politik menurut Machievelli dan Al Mawardi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa jurnal- jurnal, artikel-artikel, dan literatur lainnya. Menurut Machievelli, etika adalah hal yang seringkali dianggap sekunder atau tidak pokok. Etika politik tidak dapat diterapkan dalam politik internasional dan mengutamakan kepentingan diri daripada prinsip moral. Mewujudkan kepentingan diri oleh negara dipandang sebagai sebuah hak, atau tugas yang dianggap menjadi prinsip kaum realis. Sementara, Islam memandang bahwa etika politik merupakan prinsip yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan menghormati hak asasi manusia, sehingga tercipta suatu kedamaian yang berkelanjutan dibawah norma-norma agama.Kata Kunci: Etika Politik, Machievelli, Al Mawardi 
Encouraging The Potentials of Sustainable Competitive Advantage of Halal-Based Creative Micro, Small, Medium Enterprises on Asean Trade Afni Regita Cahyani Muis; Suniyyah Puspita Sari; Afifa Nurhaliza; Ida Susilowati
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i2.31975

Abstract

The halal creative sectors have considerable potential for sustainable economic advantage in the Southeast Asian region. As an emerging region that often becomes the world trade hub, ASEAN takes advantage of the capabilities of its member countries toward competitive advantages in creative and rapid halal industry development. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), as the main actors in integrating the halal-based creative industries, play an essential role in developing the halal creative sectors for ASEAN trade. Thus, this research addresses the potential sustainable competitive advantage of halal-based innovative MSMEs for ASEAN trade. This study uses two analytical concepts: sustainable competitive advantage and a halal-based creative economy. Furthermore, the research uses a qualitative-exploratory approach with secondary analysis. The findings of this study are that halal-based innovative MSMEs have the potential for sustainable competitive advantage, which supports the performance of such MSMEs, cultivating and supporting the ASEAN trade.Keywords: Sustainable Competitive Advantage; MSMEs; Trade; ASEAN AbstrakSektor kreatif halal ditegaskan sebagai potensi besar keuntungan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Sebagai emerging region yang sering menjadi hub perdagangan dunia, ASEAN memanfaatkan kapabilitas negara-negara anggotanya menuju keunggulan kompetitif dalam perkembangan industri halal yang kreatif dan pesat. Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sebagai pelaku utama dalam mengintegrasikan industri kreatif berbasis halal berperan penting untuk mengembangkan sektor kreatif halal bagi perdagangan ASEAN. Dengan demikian, penelitian ini ditujukan untuk mengatasi potensi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dari UMKM kreatif berbasis halal untuk perdagangan ASEAN. Kajian ini menggunakan dua konsep analisis, yaitu keunggulan bersaing berkelanjutan, dan ekonomi kreatif berbasis halal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-eksploratif dengan analisis sekunder. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa UMKM kreatif berbasis halal memiliki potensi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, yang mendukung kinerja UMKM tersebut, budidaya dalam mendukung perdagangan ASEAN.Kata Kunci: Keunggulan Bersaing Berkelanjutan; UMKM; Berdagang; ASEAN
Kerjasama Bilateral Indonesia-Tiongkok dalam Diplomasi Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Ida Susilowati; Anisa Nuryanti Affandi; Cut Jihan Raihana; Elsa Iqlima Az-Zahra
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31116

Abstract

In 2019, the Covid-19 pandemic emerged and shook the world. The health industry is only one of several that could encounter difficulties if countries don't prepare for them. Countries' diplomatic efforts are counted on to address health issues during a pandemic. In this situation, Indonesian and Chinese officials are working to control disease outbreaks better. During the Covid-19 pandemic, Indonesia and China devised a health diplomacy strategy; this research seeks to outline such a strategy. Specifically, this study employs a qualitative research approach, focusing on descriptive analysis. China's support for the Public Health Cooperation Capacity initiative: Program on Public Health Emergency Preparedness Capacity (ROMPT) in dealing with the Covid-19 pandemic is highlighted, as is China's assistance in the form of medical equipment, cooperation in vaccine diplomacy, service in the state of advanced technology, and scientific research.Keywords: Pandemic Covid-19; Bilateral Cooperation; Health Diplomacy; Indonesia-China. AbstrakPada tahun 2019, pandemi Covid-19 muncul dan mengguncang dunia. Industri kesehatan hanyalah salah satu dari beberapa yang dapat menghadapi kesulitan jika negara tidak mempersiapkannya. Upaya diplomasi negara-negara diperhitungkan untuk mengatasi masalah kesehatan selama pandemi. Dalam situasi ini, pejabat Indonesia dan China bekerja sama untuk mengendalikan wabah penyakit dengan lebih baik. Di masa pandemi Covid-19, Indonesia dan China menyusun strategi diplomasi kesehatan; penelitian ini berusaha untuk menguraikan strategi tersebut. Secara khusus, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan fokus pada analisis deskriptif. Dukungan China terhadap inisiatif Public Health Cooperation Capacity: Program on Public Health Emergency Preparedness Capacity (ROMPT) dalam menghadapi pandemi Covid-19 menjadi sorotan, begitu pula bantuan China berupa peralatan medis, kerja sama diplomasi vaksin, bantuan dalam bentuk teknologi canggih, dan penelitian ilmiah.Kata Kunci: Pandemi Covid-19; Kerjasama Bilateral; Diplomasi Kesehatan; Indonesia- Tiongkok.
Проблемы пробуждения коммунизма и халифата как форма чёрной кампании на президентских выборах в Индонезии в 2019 году (Issues of the Awakening of Communism and Khilafah as a Form of a Black Campaign in the Presidential Election in Indonesia in 2019) Zahrotunnimah Zahrotunnimah; Ida Susilowati
Jurnal Cita Hukum Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v7i2.12139

Abstract

AbstractThe 2019 presidential election has a different political nuance compared to previous elections in Indonesia. Increased political participation in society gave birth to militant political volunteers in each of the paslon camps. As political participation increases, it is undeniable that there are also indications of a black campaign in the 2019 presidential election contestation this year. The issue of communism and the issue of khilafah are examples of the existence of a black campaign that threatens the democratization of elections in Indonesia and even threatens the disintegration of the nation. The following article seeks to find out how black campaigns can develop in Indonesia and the efforts of the government and the community in counteracting black campaigns in elections in Indonesia. Actualization of Pancasila values in the form of legislation was made by the government as an effort to cope with the hoax news circulation. The internationalization of the values of Pancasila in people's lives has an important role as a solution to face the black campaign in the process of democratic political socialization. This is an effort to realize the creation of social justice for all the people of Indonesia, through the realization of a rigorous election.Keywords: Black campaign, communism, Islamic caliphate, political socialization, election democratizationAbstrak Pemilu presiden 2019 memiliki nuansa politik yang berbeda dibanding pemilu-pemilu yang pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Meningkatnya partisipasi politik di masyarakat melahirkan relawan politik yang militan di masing-masing kubu paslon. Seiring meningkatnya partisipasi politik tersebut, tidak dapat dipungkiri meningkat pula indikasi adanya black campaign dalam kontestasi pilpres 2019 tahun ini. Isu komunisme dan isu khilafah menjadi salah satu contoh wujud dari adanya black campaign yang mengancam demokratisasi pemilu di Indonesia bahkan mengancam dis-integrasi bangsa. Artikel berikut berusaha untuk mencari tahu bagaimana black campaign dapat berkembang di Indonesia dan upaya pemerintah serta masyarakat dalam menangkal black campaign pada pemilu di Indonesia. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam bentuk perundang-undangan dibuat pemerintah sebagai upaya menanggulangi beredarnya berita hoax. Internasilasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat memiliki peranan cukup penting sebagai solusi menghadapi black campaign dalam proses sosialisasi politik yang demokratis. Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui realisasi pemilu yang luberjurdil. Kata kunci: Black campaign, komunisme, khilafah islam, sosialisasi politik, demokratisasi pemiluAннотация Президентские выборы 2019 года имеют свои политические особенности по сравнению с предыдущими выборами в Индонезии. Увеличение политического участия в обществe привело к появлению воинствующих политических добровольцев в каждом из оплотов кандидатов. Поскольку участие в политической сфере возрастает, нельзя отрицать, что возрастает также количество приёмов черной кампании в президентских выборах в этом году.  Проблемы коммунизма и халифата являются примерами существования черной кампании, которая угрожает не только демократизации выборов в Индонезии, но и национальной интеграции в целом. В статье рассматриваются пути использования чёрной кампании в Индонезии и существующие государственные и общественные меры по противодействию черной кампании на выборах в Индонезии. Принятие ценностей Панчасилы (пять принципов, лежащих в основе индонезийской модели построения общества “справедливости и процветания”) в форме законодательства было осуществлено правительством для борьбы с распространением ложных новостей. Интернализация ценностей Панчасилы в жизни общества играет важную роль в качестве решения противостоять черной кампании в процессе демократической политической социализации. Это попытка реализовать создание социальной справедливости для всех жителей Индонезии путем осуществления выборов “Luberjurdil” (прямых, публичных, свободных, конфиденциальных, честных и справедливых). Ключевые слова: чёрная кампания, коммунизм, исламский халифат, политическая социализация, демократизация выборов
PELANGGARAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DALAM AGRESI ISRAEL TERHADAP PALESTINA TAHUN 2022 Ahmad, S. Thoriq Musthofa; Susilowati, Ida; Munzilin, Khairul; Ardiyanti, Dwi
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v3i3.385

Abstract

Israel and Palestine have been at war with one another for many years. Israel and Palestine believe they are entitled to the same area as a piece of the state's territory, so Israel keeps attacking Palestine. This research talks about Israel's aggression towards Palestine in 2022 and how those violations of international humanitarian law relate to that aggression. In armed conflict, humanitarian law has established mechanisms. In 2022, Israel engaged in several military operations in the Palestinian territory that cost the lives of troops and civilians.
Co-Authors Abda Abda Adha Amir Ariefudien Adhitya Sandy Wicaksono Afifa Nurhaliza Afni Regita Cahyani Muis Ahmad, S. Thoriq Musthofa Anisa Nuryanti Affandi Annisa Diva Sekartaji Ardiyanti, Dwi Ariefudien, Adha Amir Arifani, Devi Aghita Aulia, Shiva Faizah Aurelia Putri Noveri Azzam El Zahidin Azzam El Zahidin Bagas Husnul Hidayat Balqis, Nurliya Bambang Setyo Utomo Cahyani, Mustika Candra, Rudi Choliq, Muthmainnah Cut Jihan Raihana Dhianada Salsabila Lugo Diah Rukmini Diba, Intan Farah Dini Septyana Rahayu Diska Fatima Virgiyanti Eka Indah Nuraini Elfarah Reggina Azzahra Elsa Iqlima Az-Zahra Fadhlan Hakiem Fadhlan Nur Hakiem Fatiha Firdaus Fazriyah, Laila Choirul Fiani Nurmalasari Harahap, Ali Musa Hartadi, Najla Aulia Hesti Rokhaniyah, Hesti Hidatyat, Regga Fajar Hidayat, Regga Fajar Huzaeny, Roziqk Heally Illahi, Betari Titah Iqbal Maulana Alfiansyah Istiqomah Istiqomah Kamilia Nadirah Khairul Munzilin Khalifah, Nanda Putri Kusniawati Kusniawati Kusniawati, Kusniawati Lasampa, Aanisah Aprilia Latifah, Aulia Nurul Maulida, Savira Moh. Rofiq Mohammad Latief Mohammad Muslih Muh Zulfadillah Alvarezel Muhammad Fauzi Muhammad Fauzi Muhammad Sholeh Muhammad Sholeh MUHAMMAD SHOLEH Mustika Cahyani Muthmainnah Choliq Nabeel, Thoriq Nabila Yasmin Namira Nadirah, Kamilia Nanda Putri Khalifah Nasywa Tsabita Amelia Nasywa Tsabita Amelia Nisa, Aulia Tiara Novi Rizka Amalia Nur Rizqita, Sheilavia Nurhana Marantika Putra, Alde Mulia Rafif Ibnu Widyadana Ratna Alfina Nurcahyani Regga Fajar Hidayat Regga Fajar Hidayat Rifdah Syifa Rabbani Rifdah Syifa Rabbani Rofiq, Moh Rooiqoh, Qotrunnada Fajr Rudi Chandra Rukmini, Diah S.Thoriq Musthofa Ahmad S.Thoriq Musthofa Ahmad Sadiah, Nisa Salsabila, Syarifatunnisa Qothrunnada Savira Maulida Savira Maulida Sepana Virqiyan Sepana Virqiyan Sinaga, Raihani Hafidzah Siti Nurjannah Sofi Mubarok Suniyyah Puspita Sari Syahril Ady Fahlanda Siregar Thoriq Faturrahman Thoriq Nabeel Trisnani, Asif Wicaksono, Adhitya Sandy Yan Kahnovich Yulia Rimapradesi Yunus, Nur Rohim Yuzerman, Calya Maharani Putri Zaenal, Zakliyyah Widad Zahrotunnimah Zahrotunnimah