Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Degenerasi Kognitif pada Stres Kronik Eka Febri Zulissetiana; Puji Rizki Suryani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1651

Abstract

Alzheimer dan Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang paling sering dijumpai di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Insidensi Alzheimer dan Parkinson semakin meningkat setiap tahunnya sehingga menjadi salah satu masalah serius di sistem pelayanan kesehatan.Penurunan fungsi kognitif ini akan berdampak pada tingginya risiko disabilitas fisik, penurunan kualitas hidup dan kematian. Perawatan jangka panjang danseringnya hospitalisasi pada penderita ini menyebabkan tingginya biaya dan beban ekonomi pada keluarga maupun negara. Hingga saat ini penyebab pasti dari penurunan fungsi kognitif belum diketahui tetapi diduga diperantarai oleh interaksi yang kompleks antara faktor usia, genetik dan lingkungan seperti stres. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui efek stres kronik pada penurunan fungsi kognitif.Beberapa hasil penelitian memperlihatkan paparan stress kronik akan menyebabkan peningkatan kadar kortisol jangka panjang yang akan menimbulkan efek yang merugikan di berbagai regio otak khususnya hipokampus yang memegang peranan penting dalam proses belajar dan penyimpanan memori. Peningkatan kadar kortisol akan memperantarai proses apoptosis neuron dan menurunkan ekspresi berbagai neurothropin. Kortisol juga dapat menyebabkan perubahan dalam homeostasis kalsium, transmisi glutamat, meningkatkan proses long term depression(LTD) dan gangguan pada proses induksi Long Term Potentiation (LTP) sehingga akan menurunkan eksitabilitas hipokampus. Dengan demikian, Stres diyakini sebagai penyebab berbagai gangguan neuropsikiatri dan mempengaruhi perkembangan dan onset timbulnya penyakit neurodegeneratif. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: hipokampus, kognitif, kortisol, neurodegeneratif, stres
The Status of Oxidants and Antioxidants in Children with Nephrotic Syndrome Hertanti Indah Lestari; Eka Febri Zulissetiana; Ardesy Melizah
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 2 No. 1 (2018): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v2i1.35

Abstract

Background: The nephrotic syndrome (NS) resistance and relapse to treatment pose challenges in the management of NS. Several experimental studies on both animals and humans have assessed the association between NS and the balance between the oxidants and anti-oxidants. The study aims to compare the status of oxidants and anti-oxidants of NS patients between the massive proteinuria, the remission, the steroid resistance and the control groups. Methods: a cross-sectional design to assess the status of oxidants and antioxidants in children with the nephrotic syndrome. The eligible subjects were divided into four groups, the massive proteinuria group, the remission group, the steroid resistant group and the control group. The status of oxidants and anti-oxidant were evaluated with the Malondialdehyde (MDA) and the Total Antioxidant Status (TAS), respectively. Results: The highest mean MDA levels was observed in the steroid resistant group followed by the massive proteinuria group and the remission group. The mean MDA level of the proteinuria group (massive proteinuria and steroid-resistant) is higher than the remission group. The mean TAS levels in the remission group were higher than the massive proteinuria group, but the difference was not statistically significant. Moreover, the mean difference of SAT between the proteinuria group and without proteinuria was not statistically significant. Conclusions: The oxidative stress marker (MDA) was higher in the NS patients with proteinuria than the patients without proteinuria. The difference in the total anti-oxidant status in NS patients with massive proteinuria, remission and steroid resistance were not statistically significant. Keywords: Nephrotic syndrome, oxidative stress, anti oxidant
Pengembangan Keterampilan Kader Instruktur Olahraga Virtual Melalui Media Zoom Meeting Selama Pandemi Covid-19 Arwan Bin Laeto; Irfannuddin; Budi Santoso; Eka Febri Zulissetiana
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 2 No 2 (2022): I-Com: Indonesian Community Journal (Agustus 2022)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.936 KB) | DOI: 10.33379/icom.v2i2.1440

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membentuk keterampilan mahasiswa menjadi kader instruktur olahraga agar memperoleh pemahaman dan peningkatan keterampilan memimpin olahraga serta melatih pelaksanaan olahraga secara virtual melalui media Zoom Meeting sehingga mampu mempromosikan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui olahraga selama pandemi covid-19. Metode pelatihan yang dilakukan meliputi edukasi prinsip fisiologi, mekanisme dan konsep serta tipe-tipe olahraga dari tim pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselingi tanya jawab, penyampaian materi penggunaan teknologi berupa aplikasi Zoom Meeting dan implementasi olahraga virtual oleh mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memperlihatkan hasil berupa pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terkait olahraga meningkat, mahasiswa menjadi mampu mengoperasikan teknologi aplikasi Zoom Meeting dan adanya peningkatan keterampilan mahasiswa menjadi kader intruktur olahraga secara virtual. Keterampilan mahasiswa memanfaatkan teknologi dalam mempromosikan kesehatan melalui olahraga yang dilakukan secara virtual sangat penting dilakukan demi terciptanya masyarakat yang tetap sehat meski masih dalam kondisi pandemi.
Program pendampingan latihan fisik dalam upaya peningkatan kesehatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada masa adaptasi kebiasaan baru Eka Febri Zulissetiana; Arwan Bin Laeto; Budi Santoso; Syifa Alkaf; Nyimas Fatimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V2I1.46

Abstract

Gaya hidup menetap merupakan gaya hidup yang ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik yang dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya berbagai gangguan atau penyakit. Makin meluasnya pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan adanya pembatasan sosial sehingga secara signifikan mengubah pola aktivitas fisik. Pemberian edukasi dan pendampingan serta pemberdayaan mahasiswa untuk melakukan latihan fisik secara rutin merupakan strategi yang tepat untuk merubah pola aktivitas fisik dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada 36 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya berupa pemberian penyuluhan dan edukasi rutin. Kegiatan juga disertai upaya pendampingan serta pemberdayaan mahasiswa untuk melakukan latihan fisik secara rutin selama 1 bulan. Penilaian keberhasilan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan, tercapainya target langkah kaki untuk semua peserta selama sesi latihan dan juga kuisioner manfaat latihan fisik secara rutin. Hasil penilaian pengetahuan didapatkan rerata nilai hasil posttest peserta (4,86) yang meningkat dibandingkan dengan saat pretest (3,7). Selama kegiatan, seluruh peserta (100%) melaksanakan latihan fisik secara teratur dengan frekuensi 3 kali seminggu dan setelah 1 bulan seluruh peserta merasakan manfaat diantaranya badan terasa segar (100%), lebih termotivasi untuk berolahraga (83,3%), lebih bugar (69,4%), konsentrasi meningkat (66,7%), penurunan berat badan (41,6%), lebih bersemangat (8,3%) dan tidur lebih nyenyak (2,7%). Kegiatan penyuluhan dan pendampingan dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pembiasaan masyarakat dalam melakukan latihan fisik terutama di masa pandemi covid 19 ini.
HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KADAR ANTIBODI IMMUNOGLOBULIN G SETELAH VAKSINASI COVID 19 Veny Larasati; Rohan Sabloak; Riana Sari Puspita Rasyid; Eka Febri Zulissetiana; Susilawati Susilawati; Soilia Fertilita
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19620

Abstract

Kebiasaan olahraga identik dengan konsep FITT (Frequency, Intensity, Type, Time) untuk menentukan efektifitas dari olahraga yang dilakukan. Sistem imun tubuh responsif terhadap kebiasaan berolahraga sehingga mampu meningkatkan respon imun terhadap antigen penyusun yang terdapat di dalam vaksin. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga dengan respon imun pasca vaksinasi COVID-19 di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional terhadap individu yang mendapatkan inactivated vaccine COVID-19 dosis kedua, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling dengan 78 sampel. Data pada penelitian diambil dengan wawancara mengenai kebiasaan olahraga 1 bulan sebelum vaksinasi, serta dilakukan pengambilan sampel darah vena sebanyak 5 cc pada ±28-30 hari setelah vaksinasi kedua. Darah diproses menjadi serum untuk pemeriksaan kadar IgG anti s1 RBD SARS-CoV-2 menggunakan kit produksi Abbott dengan metode CMIA. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Pearson’s Chi-squared atau uji Fisher’s Exact dan/atau uji penggabungan sel sebagai alternatif. Pada penelitian ini distribusi frekuensi sampel dominan pada usia dewasa muda (56,4%), jenis kelamin perempuan (52,6%) dan kadar IgG rendah (52,6%). Interval kadar IgG pada sampel adalah 42,1 – 12971,3 AU/mL, dengan rata-rata kadar IgG 1494,95 AU/mL dan median 794,35 AU/mL. Sebaran data dominan pada kelompok dengan kebiasaan olahraga (64,1%), frekuensi olahraga kurang ideal (33,3%), jenis olahraga aerobik (59%), intensitas olahraga ringan (46,2%), dan durasi olahraga sangat lama (20,5%). Tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga olahraga (frekuensi, jenis, intensitas dan durasi olahraga) dengan respon imun pasca vaksinasi (P value > 0,05). Kata kunci: Kebiasaan olahraga, latihan fisik, frekuensi, jenis, intensitas, durasi, Respon Imun, COVID-19, IgG, dan vaksin inaktif.
PENINGKATAN MEMORI JANGKA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN PEMERIKSAAN FORWARD DIGIT SPAN SETELAH RUTIN MEMBACA ALQURAN Miftah Tazkiah; Indri Seta Seta Septadina; Eka Febri Zulissetiana; Rini Nindela; Wardiansah Wardiansah
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19736

Abstract

Memori jangka pendek merupakan proses menyimpan suatu informasi yang disimpan sementara secara cepat dengan kapasitas terbatas sebagai tempat memproses informasi baru yang masuk dari lingkungan sekitar. Membaca Al-Qur’an adalah kegiatan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan memerhatikan hukum-hukum bacaannya yang dapat meningkatkan konsentrasi dan memori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap memori jangka pendek menggunakan pemeriksaan forward digit span pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan pendekatan Non Equivalent Control Group. Sampel penelitian dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 42 subjek penelitian. Pretest dan posttest yang digunakan adalah forward digit span test. Kelompok intervensi diberikan intervensi membaca Al-Qur’an selama 6 hari pada pukul 22.00 WIB melalui zoom meetings. Pada data dilakukan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk, uji homogenitas dengan Levene’s Test dan dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann Whitney menggunakan program SPSS. Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok intervensi (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok kontrol (p=0,634). Pada hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney didapatkan perbedaan signifikan antara rerata posttest kedua kelompok (p=0,006). Terdapat pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap memori jangka pendek menggunakan pemeriksaan forward digit span pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Hubungan Kualitas Tidur Remaja Selama Pandemi Covid-19 dengan Aktivitas Fisik Serta Screen-Time Arwan Bin Laeto; Siti Sarahdeaz Fazzaura Putri; Eka Febri Zulissetiana; Swanny
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v11i2.19226

Abstract

Abstract. Public health is an aspect that has shown a decline sincethe COVID-19 pandemic emerged, both globally and in Indonesia.Seeing these conditions, the Indonesian government has implemented restrictions on community mobility, including the learning process (lectures) which must be held online. This triggers an increasein screen time among teenagers, while at the same time there is adecrease in sleep quality and low physical activity. The purpose ofthis study was to determine the relationship between sleep qualityduring the COVID-19 pandemic with the level of physical activity andthe degree of screen time for adolescents. The objection of thisresearch is to analyze the relationship between adolescent sleepquality during the Covid-19 pandemic with levels of physical activityand screen-time. Methods: The study used an observationalapproach with a crosssectional design of 185 students. The researchwas conducted in November 2021 at the Faculty of Medicine,Sriwijaya University. Research data collection through onlinequestionnaires and data analysis using Chi square test. Results: Thisstudy shows the results, as many as 77.82% of students have poorsleep quality, 48.64% have low levels of physical activity and 76.22%of students show high smartphone screen-time. The bivariate testshowed that there was a significant relationship between the levelof physical activity and sleep quality, namely p = 0.002. However,there was no significant relationship between sleep quality and thedegree of screen-time (p = 0.253). Conclusion: The level of physicalactivity has a significant relationship with adolescent sleep quality.Physical activity is a factor that affects teenagers in getting goodquality sleep during the COVID-19 pandemic.
Program pendampingan latihan fisik dalam upaya peningkatan kesehatan ibu hamil pada masa adaptasi kebiasaan baru Zulissetiana, Eka Febri; Syifa, Syifa; Nurwany, Raissa; Susilawati, Susilawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V3I1.70

Abstract

Pregnant women as one of the groups vulnerable to COVID-19 infection are advised to stay at home and reduce face-to-face social contact so that they are at risk of reducing physical activity. These lifestyle changes are associated with an increased risk of depression, anxiety, maternal obesity, and various other pregnancy complications such as Gestational Diabetes Mellitus, Preeclampsia, and Low Back Pain. Providing education and assistance as well as empowering pregnant women to do physical exercise regularly is the right strategy to change the pattern of physical activity in order to improve health status during the adaptation period to new habits. This community service activity was carried out to 56 pregnant women in the city of Palembang in the form of providing regular counseling and education. The activity is also accompanied by assistance efforts so that pregnant women can do regular physical exercise for 1 month. The assessment of the success of this community service was carried out by assessing the increase in participants' knowledge before and after the activity, the achievement of the frequency target for all participants during the training session, and also a questionnaire on the benefits of regular physical exercise. The results of the assessment with the questionnaire showed an increase in the average knowledge before and after undergoing the educational program. From this community service activity, it can be concluded that counseling and mentoring activities can be carried out to increase the knowledge and habituation of pregnant women in doing physical exercise, especially during this COVID-19 pandemic.
Efek Puasa Terhadap Biomarker Hepar : Sebuah Tinjauan Pustaka Sistematis Anggraini, Wieke; Irfannuddin, Irfannuddin; santoso, budi; Sinulingga, Sadakata; Zulissetiana, Eka Febri; Nurwany, Raissa
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.8773

Abstract

Terdapat berbagai penelitian yang melihat dampak puasa sebagai intervensi diet yang untuk menurunkan berat badan, menurnkan hemoglobin terglikosilasi, menurunkan risiko aterogenik, meningkatkan sirkulasi sitokin dan proliferasi sel imun. Tinjauan ini bertujuan untuk melihat penelitian terkait puasa dalam menurunkan inflamasi. Tinjauan ini disusun sesuai dengan algoritma PRISMA yang melibatkan 31 kepustakaan yang dikumpulkan dari Pubmed maupun EuropePMC. Tinjauan ini menemukan bahwa puasa dapat mengurangi inflamasi yang ditandai dengan berbagai biomarker. Oleh karena itu puasa dapat menjadi salah satu intervensi diet yang dapat bermanfaat bagi kesehatan jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan secara konsisten
Impact of Age Initiation and Duration of Hemodialysis on Impaired Cognitive Function Experienced by Chronic Kidney Disease (CKD) Patients Nindela, Rini; Prastowo, Sigit Nur; Zulissetiana, Eka Febri; Marisdina, Selly; Fazzaura Putri, Siti Sarahdeaz
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18 No 1 (2024): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jpm.v18i1.7830

Abstract

The prevalence of people with chronic kidney disease (CKD) in Indonesia increases with age. Various complications to death can occur in CKD patients, one of which is impaired cognitive function. In addition, end-stage CKD treatment options, such as hemodialysis, further increase the risk of complications of cognitive impairment in CKD patients. About 10%-40% of CKD patients experience a decline in cognitive function. This study aims to determine the factors that influence the occurrence of cognitive impairment in hemodialysis patients. This study was conducted at Mohammad Hoesin Hospital Palembang in October-November 2022. Cognitive decline was detected by examination of the Montreal Cognitive Assessment-Indonesian version (MoCA-Ina) while other variables were obtained through interviews. The data were analyzed with Chi-square or Fisher exact tests. Age, education level, and age at hemodialysis initiation affect global cognitive function in CKD patients. In cognitive domain analysis, a significant relationship was found between age and duration of hemodialysis and attentional function, as well as the impact of age, sex, and age at hemodialysis initiation on executive/visuospatial function. Several demographic and hemodialysis characteristics are associated with cognitive decline in hemodialysis patients. Education and periodic cognitive screening are necessary to prevent and detect cognitive decline in these at-risk populations.