Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Degenerasi Kognitif pada Stres Kronik Eka Febri Zulissetiana; Puji Rizki Suryani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1651

Abstract

Alzheimer dan Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang paling sering dijumpai di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Insidensi Alzheimer dan Parkinson semakin meningkat setiap tahunnya sehingga menjadi salah satu masalah serius di sistem pelayanan kesehatan.Penurunan fungsi kognitif ini akan berdampak pada tingginya risiko disabilitas fisik, penurunan kualitas hidup dan kematian. Perawatan jangka panjang danseringnya hospitalisasi pada penderita ini menyebabkan tingginya biaya dan beban ekonomi pada keluarga maupun negara. Hingga saat ini penyebab pasti dari penurunan fungsi kognitif belum diketahui tetapi diduga diperantarai oleh interaksi yang kompleks antara faktor usia, genetik dan lingkungan seperti stres. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui efek stres kronik pada penurunan fungsi kognitif.Beberapa hasil penelitian memperlihatkan paparan stress kronik akan menyebabkan peningkatan kadar kortisol jangka panjang yang akan menimbulkan efek yang merugikan di berbagai regio otak khususnya hipokampus yang memegang peranan penting dalam proses belajar dan penyimpanan memori. Peningkatan kadar kortisol akan memperantarai proses apoptosis neuron dan menurunkan ekspresi berbagai neurothropin. Kortisol juga dapat menyebabkan perubahan dalam homeostasis kalsium, transmisi glutamat, meningkatkan proses long term depression(LTD) dan gangguan pada proses induksi Long Term Potentiation (LTP) sehingga akan menurunkan eksitabilitas hipokampus. Dengan demikian, Stres diyakini sebagai penyebab berbagai gangguan neuropsikiatri dan mempengaruhi perkembangan dan onset timbulnya penyakit neurodegeneratif. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: hipokampus, kognitif, kortisol, neurodegeneratif, stres
Pengembangan Keterampilan Kader Instruktur Olahraga Virtual Melalui Media Zoom Meeting Selama Pandemi Covid-19 Arwan Bin Laeto; Irfannuddin; Budi Santoso; Eka Febri Zulissetiana
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 2 No 2 (2022): I-Com: Indonesian Community Journal (Agustus 2022)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.936 KB) | DOI: 10.33379/icom.v2i2.1440

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membentuk keterampilan mahasiswa menjadi kader instruktur olahraga agar memperoleh pemahaman dan peningkatan keterampilan memimpin olahraga serta melatih pelaksanaan olahraga secara virtual melalui media Zoom Meeting sehingga mampu mempromosikan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui olahraga selama pandemi covid-19. Metode pelatihan yang dilakukan meliputi edukasi prinsip fisiologi, mekanisme dan konsep serta tipe-tipe olahraga dari tim pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselingi tanya jawab, penyampaian materi penggunaan teknologi berupa aplikasi Zoom Meeting dan implementasi olahraga virtual oleh mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memperlihatkan hasil berupa pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terkait olahraga meningkat, mahasiswa menjadi mampu mengoperasikan teknologi aplikasi Zoom Meeting dan adanya peningkatan keterampilan mahasiswa menjadi kader intruktur olahraga secara virtual. Keterampilan mahasiswa memanfaatkan teknologi dalam mempromosikan kesehatan melalui olahraga yang dilakukan secara virtual sangat penting dilakukan demi terciptanya masyarakat yang tetap sehat meski masih dalam kondisi pandemi.
Program pendampingan latihan fisik dalam upaya peningkatan kesehatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada masa adaptasi kebiasaan baru Eka Febri Zulissetiana; Arwan Bin Laeto; Budi Santoso; Syifa Alkaf; Nyimas Fatimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V2I1.46

Abstract

Gaya hidup menetap merupakan gaya hidup yang ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik yang dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya berbagai gangguan atau penyakit. Makin meluasnya pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan adanya pembatasan sosial sehingga secara signifikan mengubah pola aktivitas fisik. Pemberian edukasi dan pendampingan serta pemberdayaan mahasiswa untuk melakukan latihan fisik secara rutin merupakan strategi yang tepat untuk merubah pola aktivitas fisik dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada 36 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya berupa pemberian penyuluhan dan edukasi rutin. Kegiatan juga disertai upaya pendampingan serta pemberdayaan mahasiswa untuk melakukan latihan fisik secara rutin selama 1 bulan. Penilaian keberhasilan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan, tercapainya target langkah kaki untuk semua peserta selama sesi latihan dan juga kuisioner manfaat latihan fisik secara rutin. Hasil penilaian pengetahuan didapatkan rerata nilai hasil posttest peserta (4,86) yang meningkat dibandingkan dengan saat pretest (3,7). Selama kegiatan, seluruh peserta (100%) melaksanakan latihan fisik secara teratur dengan frekuensi 3 kali seminggu dan setelah 1 bulan seluruh peserta merasakan manfaat diantaranya badan terasa segar (100%), lebih termotivasi untuk berolahraga (83,3%), lebih bugar (69,4%), konsentrasi meningkat (66,7%), penurunan berat badan (41,6%), lebih bersemangat (8,3%) dan tidur lebih nyenyak (2,7%). Kegiatan penyuluhan dan pendampingan dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pembiasaan masyarakat dalam melakukan latihan fisik terutama di masa pandemi covid 19 ini.
HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KADAR ANTIBODI IMMUNOGLOBULIN G SETELAH VAKSINASI COVID 19 Veny Larasati; Rohan Sabloak; Riana Sari Puspita Rasyid; Eka Febri Zulissetiana; Susilawati Susilawati; Soilia Fertilita
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19620

Abstract

Kebiasaan olahraga identik dengan konsep FITT (Frequency, Intensity, Type, Time) untuk menentukan efektifitas dari olahraga yang dilakukan. Sistem imun tubuh responsif terhadap kebiasaan berolahraga sehingga mampu meningkatkan respon imun terhadap antigen penyusun yang terdapat di dalam vaksin. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga dengan respon imun pasca vaksinasi COVID-19 di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional terhadap individu yang mendapatkan inactivated vaccine COVID-19 dosis kedua, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling dengan 78 sampel. Data pada penelitian diambil dengan wawancara mengenai kebiasaan olahraga 1 bulan sebelum vaksinasi, serta dilakukan pengambilan sampel darah vena sebanyak 5 cc pada ±28-30 hari setelah vaksinasi kedua. Darah diproses menjadi serum untuk pemeriksaan kadar IgG anti s1 RBD SARS-CoV-2 menggunakan kit produksi Abbott dengan metode CMIA. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Pearson’s Chi-squared atau uji Fisher’s Exact dan/atau uji penggabungan sel sebagai alternatif. Pada penelitian ini distribusi frekuensi sampel dominan pada usia dewasa muda (56,4%), jenis kelamin perempuan (52,6%) dan kadar IgG rendah (52,6%). Interval kadar IgG pada sampel adalah 42,1 – 12971,3 AU/mL, dengan rata-rata kadar IgG 1494,95 AU/mL dan median 794,35 AU/mL. Sebaran data dominan pada kelompok dengan kebiasaan olahraga (64,1%), frekuensi olahraga kurang ideal (33,3%), jenis olahraga aerobik (59%), intensitas olahraga ringan (46,2%), dan durasi olahraga sangat lama (20,5%). Tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga olahraga (frekuensi, jenis, intensitas dan durasi olahraga) dengan respon imun pasca vaksinasi (P value > 0,05). Kata kunci: Kebiasaan olahraga, latihan fisik, frekuensi, jenis, intensitas, durasi, Respon Imun, COVID-19, IgG, dan vaksin inaktif.
PENINGKATAN MEMORI JANGKA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN PEMERIKSAAN FORWARD DIGIT SPAN SETELAH RUTIN MEMBACA ALQURAN Miftah Tazkiah; Indri Seta Seta Septadina; Eka Febri Zulissetiana; Rini Nindela; Wardiansah Wardiansah
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19736

Abstract

Memori jangka pendek merupakan proses menyimpan suatu informasi yang disimpan sementara secara cepat dengan kapasitas terbatas sebagai tempat memproses informasi baru yang masuk dari lingkungan sekitar. Membaca Al-Qur’an adalah kegiatan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan memerhatikan hukum-hukum bacaannya yang dapat meningkatkan konsentrasi dan memori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap memori jangka pendek menggunakan pemeriksaan forward digit span pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan pendekatan Non Equivalent Control Group. Sampel penelitian dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 42 subjek penelitian. Pretest dan posttest yang digunakan adalah forward digit span test. Kelompok intervensi diberikan intervensi membaca Al-Qur’an selama 6 hari pada pukul 22.00 WIB melalui zoom meetings. Pada data dilakukan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk, uji homogenitas dengan Levene’s Test dan dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann Whitney menggunakan program SPSS. Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok intervensi (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok kontrol (p=0,634). Pada hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney didapatkan perbedaan signifikan antara rerata posttest kedua kelompok (p=0,006). Terdapat pengaruh membaca Al-Qur’an terhadap memori jangka pendek menggunakan pemeriksaan forward digit span pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Hubungan Kualitas Tidur Remaja Selama Pandemi Covid-19 dengan Aktivitas Fisik Serta Screen-Time Arwan Bin Laeto; Siti Sarahdeaz Fazzaura Putri; Eka Febri Zulissetiana; Swanny
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v11i2.19226

Abstract

Abstract. Public health is an aspect that has shown a decline sincethe COVID-19 pandemic emerged, both globally and in Indonesia.Seeing these conditions, the Indonesian government has implemented restrictions on community mobility, including the learning process (lectures) which must be held online. This triggers an increasein screen time among teenagers, while at the same time there is adecrease in sleep quality and low physical activity. The purpose ofthis study was to determine the relationship between sleep qualityduring the COVID-19 pandemic with the level of physical activity andthe degree of screen time for adolescents. The objection of thisresearch is to analyze the relationship between adolescent sleepquality during the Covid-19 pandemic with levels of physical activityand screen-time. Methods: The study used an observationalapproach with a crosssectional design of 185 students. The researchwas conducted in November 2021 at the Faculty of Medicine,Sriwijaya University. Research data collection through onlinequestionnaires and data analysis using Chi square test. Results: Thisstudy shows the results, as many as 77.82% of students have poorsleep quality, 48.64% have low levels of physical activity and 76.22%of students show high smartphone screen-time. The bivariate testshowed that there was a significant relationship between the levelof physical activity and sleep quality, namely p = 0.002. However,there was no significant relationship between sleep quality and thedegree of screen-time (p = 0.253). Conclusion: The level of physicalactivity has a significant relationship with adolescent sleep quality.Physical activity is a factor that affects teenagers in getting goodquality sleep during the COVID-19 pandemic.
Program pendampingan latihan fisik dalam upaya peningkatan kesehatan ibu hamil pada masa adaptasi kebiasaan baru Zulissetiana, Eka Febri; Syifa, Syifa; Nurwany, Raissa; Susilawati, Susilawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V3I1.70

Abstract

Pregnant women as one of the groups vulnerable to COVID-19 infection are advised to stay at home and reduce face-to-face social contact so that they are at risk of reducing physical activity. These lifestyle changes are associated with an increased risk of depression, anxiety, maternal obesity, and various other pregnancy complications such as Gestational Diabetes Mellitus, Preeclampsia, and Low Back Pain. Providing education and assistance as well as empowering pregnant women to do physical exercise regularly is the right strategy to change the pattern of physical activity in order to improve health status during the adaptation period to new habits. This community service activity was carried out to 56 pregnant women in the city of Palembang in the form of providing regular counseling and education. The activity is also accompanied by assistance efforts so that pregnant women can do regular physical exercise for 1 month. The assessment of the success of this community service was carried out by assessing the increase in participants' knowledge before and after the activity, the achievement of the frequency target for all participants during the training session, and also a questionnaire on the benefits of regular physical exercise. The results of the assessment with the questionnaire showed an increase in the average knowledge before and after undergoing the educational program. From this community service activity, it can be concluded that counseling and mentoring activities can be carried out to increase the knowledge and habituation of pregnant women in doing physical exercise, especially during this COVID-19 pandemic.
Efek Puasa Terhadap Biomarker Hepar : Sebuah Tinjauan Pustaka Sistematis Anggraini, Wieke; Irfannuddin, Irfannuddin; santoso, budi; Sinulingga, Sadakata; Zulissetiana, Eka Febri; Nurwany, Raissa
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.8773

Abstract

Terdapat berbagai penelitian yang melihat dampak puasa sebagai intervensi diet yang untuk menurunkan berat badan, menurnkan hemoglobin terglikosilasi, menurunkan risiko aterogenik, meningkatkan sirkulasi sitokin dan proliferasi sel imun. Tinjauan ini bertujuan untuk melihat penelitian terkait puasa dalam menurunkan inflamasi. Tinjauan ini disusun sesuai dengan algoritma PRISMA yang melibatkan 31 kepustakaan yang dikumpulkan dari Pubmed maupun EuropePMC. Tinjauan ini menemukan bahwa puasa dapat mengurangi inflamasi yang ditandai dengan berbagai biomarker. Oleh karena itu puasa dapat menjadi salah satu intervensi diet yang dapat bermanfaat bagi kesehatan jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan secara konsisten
Depression, anxiety, and stress among students of Sriwijaya University Habibah, Umrohtul; Syakurah, Rizma Adlia; Ikhsan, Diyaz Syauki; Zulissetiana, Eka Febri; Aini, Syarifah
Indigenous Vol 6, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v6i3.12629

Abstract

Abstract. The prevalence of Major Depressive Disorder (MDD) among students was the highest (18.5%), followed by anxiety (16.7%). Psychosocial stressors and academic pressure on students require them to be able to adjust themselves in order to cope with the mental stress that occurs. The aims to descriptions of mental health, especially depression, anxiety, and stress in students. An analytic observational study with a cross-sectional design used. As much 1564 students from 10 faculties filled out the DASS-42 questionnaire distributed via social media in January 2020−24 August 2020. The analyzed using chi-square, Mann Whitney, and binary logistic regression with significance of 0.05. Students who have a risk to depression, anxiety, and steress are 46%, 74.2%, and 57.9%. There is a significant relationship between the incidence of depression with GPA, faculty, semester and place of residence (p0.05). Gender, faculty, and religion factors associated with the anxiety (p0.05). While the gender, place of residence and faculty associated with stress (p0.05). History of chronic illness and family history of mental disorders influenced the depression, anxiety disorders, and stress (p 0.001). Mostly, Sriwijaya University students have an increase in depression, anxiety, and stress, especially during the Covid-19 pandemic. The gender, semester, marital status, history of chronic disease, and a history of mental disorders in the family affect the incidence of depression, anxiety, and stress. The mean GPA of students with a tendency to depression, anxiety, and stress was lower by ± 0.03 points. The university stakeholders needs to implement mental health interventions to maximize student potential.Keywords: Mental disorders; college students; depression; anxiety; stress
THE RELATIONSHIP BETWEEN AIR POLLUTION AND CORONARY ARTERY DISEASE: A SYSTEMATIC REVIEW Rioza, Balqis Ufairah; Yudhie Tanta; Zulissetiana, Eka Febri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v11i3.381

Abstract

Several previous research studies have shown that air pollution has broad impacts on human health, particularly in the cardiovascular field. Exposure to air pollution entering the respiratory system can trigger inflammatory responses and increase the risk of cardiovascular diseases such as coronary artery disease. This systematic review aim to determine the relationship between air pollution and the occurrence of Coronary Artery Disease (CAD). Journal searches were conducted on five electronic databases, namely Pubmed, Science Direct, Europe PMC, Wiley Online Library, and Cochrane, following the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) method. The search results get six original articles that meet the inclusion and exclusion criteria for analysis. Based on the results of the analysis shows that there is a significant relationship between air pollution in the form of gas components or particulate matter with the incidence of coronary artery disease. High levels of air pollution in an area can also increase the risk of CAD higher than areas with lower levels of air pollution.