Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pancasila di Atas Piring: Merefleksikan Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Kuliner Nusantara Khaisya, Haifa Khansa; Ratna Fitria; Ratri Assyifa Putri; Railivan Lintang Diaz Yudistiagis; Widya Nurin Syarafina
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i2.2393

Abstract

Pancasila as the basis of Indonesia has been rooted in the traditions of the archipelago and has been reflected in daily life for a long time, including traditional cuisines. This quantitative research analyzed the role of Indonesian food as a representation of cultural identity amid the challenges of globalization that eroded national identity, especially in the younger generation due to westernization and individualism. The results showed that Indonesian food had a significant impact as an element of national identity. It has a position that is as important as the various types of cultural instruments in Indonesia. The preservation of Indonesian cuisine is a collective responsibility that must be supported through education, community involvement, and the contribution of the younger generation, so that the cultural value, unity, and identity of the nation remain in the midst of a wave of globalization.
Pelestarian Seni Reak Sebagai Wujud Pengamalan Pancasila di Kecamatan Cileunyi Abdur Rafi; Raisa Nuha; Gladya Jasmine; Farah Azizah; Shella Destri; Ratna Fitria
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2365

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran seni Reak, sebuah seni tradisional dari Cileunyi, dalam pelestarian budaya lokal dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Reak, sebuah pertunjukan budaya yang telah menjadi bagian penting dari struktur sosial masyarakat, berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai dasar bangsa seperti kerja sama, saling menghormati, dan persatuan. Meskipun memiliki signifikansi, pelestarian seni Reak masih terbatas pada konteks lokal tanpa pengakuan yang lebih luas di tingkat nasional. Penelitian ini mengisi kekosongan yang ada dengan mengeksplorasi bagaimana Reak tidak hanya berfungsi sebagai bentuk seni tetapi juga sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam aspek musyawarah, gotong royong, dan persatuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dan observasi partisipatif, untuk memahami dampak Reak terhadap kohesi sosial dan pendidikan karakter di masyarakat Cileunyi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Reak memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan komunitas, meningkatkan toleransi, dan memupuk rasa kebersamaan, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana tentang integrasi seni tradisional dengan ideologi nasional dan memberikan wawasan tentang bagaimana praktik budaya tersebut dapat dilestarikan dan diadaptasi di tengah modernitas dan globalisasi. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dan dukungan eksternal, termasuk dari pemerintah dan lembaga kebudayaan, untuk memastikan relevansi dan pelestarian seni Reak bagi generasi mendatang.
Westernisasi Dalam Dunia Pendidikan: Peran Mahasiswa Dalam Menyikapi Budaya Barat Di Era Globalisasi Aurel Naila Mashieka Putri Nuryana; Brillian Zahfa Alpridiyanti; Fathiya Izzati Shahira; Intan Febriani Nurrohman; Novia Nurul Fadila Fitri; Ratna Fitria
Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS) Vol. 3 No. 2 (2025): JIPNAS - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jipnas.v3i2.286

Abstract

Indonesia sedang mengalami era globalisasi yang ditandai dengan masuknya budaya asing yaitu westernisasi akibat dari kemajuan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran mahasiswa dalam menyikapi masuknya budaya asing di era globalisasi. Penelitian ini dilakukan di lingkungan mahasiswa sekitar Bandung. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif biasanya digunakan untuk menganalisis lebih dalam terhadap suatu perilaku atau fenomena sosial. Data diperoleh dari survei penelitian mengenai pendapat masyarakat terhadap pengaruh budaya luar. Hasil penelitian menunjukkan westernisasi tidak selalu berkonotasi negatif, terlebih di dalam dunia pendidikan. Justru mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam menyikapi budaya barat di era globalisasi ini. Selama budaya asing tidak bertentangan dengan nilai nilai norma, budaya asing dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, bahkan dapat membuka peluang untuk memperkaya budaya lokal
Literasi Ekonomi PKL Gegerkalong dalam Menghadapi Arus Pasar untuk Mampu Bersaing dan Mempertahankan Usaha Anjani Hermalia Al Fadillah; Perangin Angin Cheril Marion Oktorio; Syifa Athia Zahra; Wiyunda Iqlima; Bilal Naufal Mamduh; Ratna Fitria
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi ekonomi dalam memengaruhi keputusan strategis pedagang kaki lima di kawasan Gegerkalong, Bandung, dalam menghadapi persaingan dan mempertahankan keberlangsungan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga pedagang kaki lima yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang memiliki tingkat literasi ekonomi yang cukup baik, yang tercermin dari kemampuan mengelola keuangan usaha, memisahkan aset pribadi dan usaha, serta mengambil keputusan secara rasional saat terjadi fluktuasi harga bahan baku. Literasi ekonomi tersebut berperan dalam mendorong penerapan strategi bersaing yang meliputi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus. Strategi tersebut diwujudkan melalui efisiensi biaya operasional, inovasi produk dan variasi menu, pemanfaatan media digital, serta penentuan segmen pasar mahasiswa sebagai target utama. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlangsungan usaha pedagang kaki lima tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola usaha secara strategis dan adaptif. Dengan demikian, literasi ekonomi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha sektor informal di wilayah perkotaan.
Persepsi Mahasiswa terhadap Kebebasan Berpendapat di Indonesia Karyadi Dwi Nurally; Fida Ismaturrohman; Regan Fadhla Pradigfa; M Rakan Jahran; Sofwan Sofyandi; Ratna Fitria
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2025): Juni: GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v3i2.5235

Abstract

This study aims to examine how university students perceive freedom of expression in Indonesia within the context of democracy and the digital age. A descriptive quantitative method was employed by distributing questionnaires to students from various universities. The findings reveal that most students view freedom of expression as a fundamental right in a democratic society. However, concerns were raised regarding potential restrictions through ambiguous regulations and the threat of legal sanctions. Social media platforms serve as the primary medium for expressing opinions, although risks such as digital harassment and criminalization persist. In conclusion, while students generally have a positive view of freedom of expression, they remain cautious about its possible repercussions. These findings suggest the need for stronger legal protections and improved digital literacy to ensure that freedom of expression remains safeguarded in a democratic system.
Implementasi Nilai Kemanusiaan Dalam Pelaksanaan Program PMI di Kantor PMI Kota Bandung Nadzwa Salsabila; Nazwa Ayu Fadilah; Rahma Aminah Ramadhani; Siska Bunga Lestari; Ratna Fitria
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8488

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam program Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pengurus, relawan, staf, serta masyarakat penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMI Kota Bandung mengimplementasikan nilai kemanusiaan secara nyata melalui layanan donor darah, ambulans 24 jam, dan edukasi pertolongan pertama. Nilai-nilai kewarganegaraan seperti toleransi, nasionalisme, tanggung jawab, dan gotong royong terwujud dalam praktik sehari-hari yang didorong motivasi altruistik para relawan dan petugas. Namun, PMI masih menghadapi tantangan berupa krisis regenerasi pendonor dan relawan dari kalangan generasi muda akibat ketakutan, mitos, serta pergeseran nilai ke arah individualisme di era digital. PMI perlu mengembangkan strategi edukasi yang lebih inovatif dan adaptif untuk menjaga keberlanjutan program kemanusiaan di tengah dinamika sosial masyarakat urban.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan di PKBM Pintar Terhadap Peningkatan Kesadaran Sosial dan Partisipasi Masyarakat Tazkia Kamila; Nur Astini Trihapsari; Nabiilah Nisa Tri Aditya; Rihan Habillah; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di PKBM Pintar dalam meningkatkan kesadaran sosial dan mengajak masyarakat terutama para warga belajar untuk lebih aktif berpartisipasi. Caranya adalah dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara, observasi, dan pengumpulan data dari dokumen-dokumen yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa PKBM Pintar mengajarkan nilai-nilai Pancasila secara langsung dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya sekadar teori. Untuk memperkuat kesadaran sosial, mereka melatih adab, empati, serta melaksanakan program nyata seperti divisi "Pintar Peduli" yang memberikan beasiswa kepada anak yatim dan keluarga miskin. Partisipasi masyarakat terlihat dari keterlibatan warga belajar dalam kegiatan gotong royong, musyawarah, dan kegiatan sosial lainnya. Meskipun ada tantangan seperti penggunaan perangkat elektronik yang mengganggu, pendekatan personal dan penuh perhatian dari para pendidik berhasil mengubah warga belajar yang awalnya tidak aktif menjadi lebih termotivasi dan terlibat dalam kegiatan masyarakat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PKBM Pintar memiliki peran penting sebagai tempat pembentukan karakter dan pemberdayaan masyarakat, yang bisa menciptakan warga negara yang cerdas, peduli, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Pendidikan Masyarakat di PKBM Pintar dan Dampaknya Terhadap Kesadaran Sosial Warga Naomi Azzahreta; Kilau Cahaya Gumilar; Sahla Amara Nasyitha; Alya Fathi Rahman; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam pendidikan masyarakat di PKBM Pintar dan mengkaji dampaknya terhadap kesadaran sosial warga belajar. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang memiliki kesadaran akan hak dan kewajiban, serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola PKBM, tutor, dan warga belajar di PKBM Pintar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pendidikan Kewarganegaraan di PKBM Pintar dilaksanakan melalui pembelajaran formal dalam program Kejar Paket, kegiatan ekstrakurikuler, dan praktik langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Materi yang diajarkan mencakup pemahaman nilai-nilai Pancasila, hak dan kewajiban warga negara, demokrasi, serta partisipasi dalam pembangunan masyarakat. Dampak dari implementasi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran sosial warga belajar, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemahaman akan pentingnya toleransi dan gotong royong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan yang diintegrasikan dalam pendidikan masyarakat dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun kesadaran sosial dan membentuk karakter warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Aktivisme Pemuda KSR PMI Sebagai Sarana Pembentukan Nasionalisme dan Kepedulian Sosial Sheane Aurella Kialadzea Prasta; Nisrrina Nur Rahmadanisa; Rafi' Aly Kanz; Adiba Jannatussyifa; Ratna Fitria
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8521

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran aktivisme pemuda dalam Korps Sukarela (KSR) PMI Cabang Bandung sebagai sarana pembentukan nasionalisme dan kepedulian sosial dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan seperti donor darah, penanganan kecelakaan, dan penugasan bencana membentuk nasionalisme yang bersifat lived sesuai kerangka civic nationalism Smith (1991), sekaligus menumbuhkan prosocial behavior sebagaimana didefinisikan Eisenberg dan Strayer (1987). KSR PMI terbukti berfungsi sebagai laboratorium hidup pendidikan kewarganegaraan yang menyentuh dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan, melampaui keterbatasan PKn konvensional. Temuan ini mengonfirmasi relevansi pendekatan service learning sebagai model alternatif pembentukan karakter warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Kegiatan Interkultural Sebagai Strategi Pendidikan Kewarganegaraan Inklusif Untuk Meningkatkan Literasi Sosial dan Toleransi Fadli Riyanto; Malsa Amara Gheitza Imania; Kharisma Tiodora Buang Manalu; Raya Putri Kezia; Ratna Fitria
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8523

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) inklusif melalui kegiatan workshop interkultural di Komunitas Bandung Book Party (BBP) sebagai lembaga pendidikan nonformal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, penelitian ini menganalisis kontribusi kegiatan interkultural terhadap peningkatan literasi sosial dan pembentukan sikap toleransi peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBP mengimplementasikan PKn inklusif melalui tiga tahapan terintegratif: silent reading sebagai fondasi refleksi individual, sharing session sebagai arena praktik multiperspektivitas dan komunikasi demokratis, serta special activity sebagai simulasi partisipasi warga negara di ruang publik. Mekanisme fasilitasi inovatif berupa peran Greeter terbukti efektif menciptakan safe space yang mendukung toleransi lintas generasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas literasi berpotensi besar sebagai ruang alternatif implementasi PKn inklusif yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata di luar institusi formal.
Co-Authors Abdur Rafi Adiba Jannatussyifa Adibah, Andi Adzila, Sayida Kaila Afifah, Nazwa Nur Aida Husna, Aida Ajizah, Laisya Nur Alya Fathi Rahman Anjani Hermalia Al Fadillah Apriliani, Nayla Asep Mahpudz Asya'bani, Ikhsan Amirulloh Aulia Az-Zahra Aurel Naila Mashieka Putri Nuryana Bilal Naufal Mamduh Brillian Zahfa Alpridiyanti Cecep Darmawan, Cecep Debhyrizma Scevia Hardiyanti Dzakiyyah, Khalisha Dzakkiyah, Khalisa Rahma Esy, Mariana Luna Fachry Abda El Rahman Fadiah, Denaya Ayu Fadillah, Rida Nurul Fadli Riyanto Farah Azizah Fathiya Izzati Shahira Fathiyya Raihana Fauziyah, Shella Fida Ismaturrohman Fitri, Mutiara Nur Fitria, Intan Girl, Merah Gladya Jasmine Hakam, Kama A Haqiq, Weby Deliana Haqiqi, Weby Hidayat, Zahra Fauzia Ikhsan, Signi Imelda Fitriyanda Indra Chepy, Indra Intan Febriani Nurrohman Jannah, Tsani Syabirah Nur Kama A Hakam Kama Abdulhakam Karyadi Dwi Nurally Khaisya, Haifa Khansa Kharisma Tiodora Buang Manalu Kilau Cahaya Gumilar Lestari, Yulia Luthfyah, Nadhifa Luthfyah, Nadhifa Jihan M Rakan Jahran Maghfira, Ashila Malsa Amara Gheitza Imania Mohammad Sandy Ardyansyah Muhamad Parhan Mulyana Mulyana Abdullah Nabiilah Nisa Tri Aditya Nadzwa Salsabila Nafisya, Azzahra Nafisya, Azzahra Yasmin Naomi Azzahreta Natakusumah, Felita Nayla Tsuroya Nazwa Ayu Fadilah Nisrrina Nur Rahmadanisa Novia Nurul Fadila Fitri Nur Astini Trihapsari Nurjaenudin, Ripal Ilham Nyac Nauva Hasan Perangin Angin Cheril Marion Oktorio Pramesty, Adhisty Tinka Putri, Alikha Putri, Leony Assyifa Qhoirunnisa, Amallia Siti Rafi' Aly Kanz Rahma Aminah Ramadhani Rahman Mulyawan Rahmawati, Siti Salma Railivan Lintang Diaz Yudistiagis Raisa Nuha Ramadani, Salwa Nuzila Ratri Assyifa Putri Raya Putri Kezia Regan Fadhla Pradigfa Revana , Alya Ridwan Effendi Rihan Habillah Sahla Amara Nasyitha Salsabila, Alysia Dwi Salsabila, Zulfa Sheane Aurella Kialadzea Prasta Shella Destri Shidqiyah, Shafa Firda Simbolon, Kristin Oule Siska Bunga Lestari Siti Nur Rizqia Sofwan Sofyandi Suabuana, Cik Susan Fitriasari Syaifullah Syaifullah Syifa Athia Zahra Tafdhila Hukma Nazahah Tazkia Kamila Widya Nurin Syarafina Wilodati Winandar, Diaz Pradipa Wiyunda Iqlima Yoga Firmansyah Zahira Tsurayya Shafa Zahra, Ai Naya Azkia Zalfa Aliyah Yusuf Zalfa Baida Chalisa