Claim Missing Document
Check
Articles

Literasi Ekonomi PKL Gegerkalong dalam Menghadapi Arus Pasar untuk Mampu Bersaing dan Mempertahankan Usaha Anjani Hermalia Al Fadillah; Perangin Angin Cheril Marion Oktorio; Syifa Athia Zahra; Wiyunda Iqlima; Bilal Naufal Mamduh; Ratna Fitria
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi ekonomi dalam memengaruhi keputusan strategis pedagang kaki lima di kawasan Gegerkalong, Bandung, dalam menghadapi persaingan dan mempertahankan keberlangsungan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga pedagang kaki lima yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang memiliki tingkat literasi ekonomi yang cukup baik, yang tercermin dari kemampuan mengelola keuangan usaha, memisahkan aset pribadi dan usaha, serta mengambil keputusan secara rasional saat terjadi fluktuasi harga bahan baku. Literasi ekonomi tersebut berperan dalam mendorong penerapan strategi bersaing yang meliputi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus. Strategi tersebut diwujudkan melalui efisiensi biaya operasional, inovasi produk dan variasi menu, pemanfaatan media digital, serta penentuan segmen pasar mahasiswa sebagai target utama. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlangsungan usaha pedagang kaki lima tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola usaha secara strategis dan adaptif. Dengan demikian, literasi ekonomi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha sektor informal di wilayah perkotaan.
Persepsi Mahasiswa terhadap Kebebasan Berpendapat di Indonesia Karyadi Dwi Nurally; Fida Ismaturrohman; Regan Fadhla Pradigfa; M Rakan Jahran; Sofwan Sofyandi; Ratna Fitria
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2025): Juni: GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v3i2.5235

Abstract

This study aims to examine how university students perceive freedom of expression in Indonesia within the context of democracy and the digital age. A descriptive quantitative method was employed by distributing questionnaires to students from various universities. The findings reveal that most students view freedom of expression as a fundamental right in a democratic society. However, concerns were raised regarding potential restrictions through ambiguous regulations and the threat of legal sanctions. Social media platforms serve as the primary medium for expressing opinions, although risks such as digital harassment and criminalization persist. In conclusion, while students generally have a positive view of freedom of expression, they remain cautious about its possible repercussions. These findings suggest the need for stronger legal protections and improved digital literacy to ensure that freedom of expression remains safeguarded in a democratic system.
Implementasi Nilai Kemanusiaan Dalam Pelaksanaan Program PMI di Kantor PMI Kota Bandung Nadzwa Salsabila; Nazwa Ayu Fadilah; Rahma Aminah Ramadhani; Siska Bunga Lestari; Ratna Fitria
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8488

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam program Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pengurus, relawan, staf, serta masyarakat penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMI Kota Bandung mengimplementasikan nilai kemanusiaan secara nyata melalui layanan donor darah, ambulans 24 jam, dan edukasi pertolongan pertama. Nilai-nilai kewarganegaraan seperti toleransi, nasionalisme, tanggung jawab, dan gotong royong terwujud dalam praktik sehari-hari yang didorong motivasi altruistik para relawan dan petugas. Namun, PMI masih menghadapi tantangan berupa krisis regenerasi pendonor dan relawan dari kalangan generasi muda akibat ketakutan, mitos, serta pergeseran nilai ke arah individualisme di era digital. PMI perlu mengembangkan strategi edukasi yang lebih inovatif dan adaptif untuk menjaga keberlanjutan program kemanusiaan di tengah dinamika sosial masyarakat urban.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan di PKBM Pintar Terhadap Peningkatan Kesadaran Sosial dan Partisipasi Masyarakat Tazkia Kamila; Nur Astini Trihapsari; Nabiilah Nisa Tri Aditya; Rihan Habillah; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di PKBM Pintar dalam meningkatkan kesadaran sosial dan mengajak masyarakat terutama para warga belajar untuk lebih aktif berpartisipasi. Caranya adalah dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara, observasi, dan pengumpulan data dari dokumen-dokumen yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa PKBM Pintar mengajarkan nilai-nilai Pancasila secara langsung dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya sekadar teori. Untuk memperkuat kesadaran sosial, mereka melatih adab, empati, serta melaksanakan program nyata seperti divisi "Pintar Peduli" yang memberikan beasiswa kepada anak yatim dan keluarga miskin. Partisipasi masyarakat terlihat dari keterlibatan warga belajar dalam kegiatan gotong royong, musyawarah, dan kegiatan sosial lainnya. Meskipun ada tantangan seperti penggunaan perangkat elektronik yang mengganggu, pendekatan personal dan penuh perhatian dari para pendidik berhasil mengubah warga belajar yang awalnya tidak aktif menjadi lebih termotivasi dan terlibat dalam kegiatan masyarakat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PKBM Pintar memiliki peran penting sebagai tempat pembentukan karakter dan pemberdayaan masyarakat, yang bisa menciptakan warga negara yang cerdas, peduli, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Pendidikan Masyarakat di PKBM Pintar dan Dampaknya Terhadap Kesadaran Sosial Warga Naomi Azzahreta; Kilau Cahaya Gumilar; Sahla Amara Nasyitha; Alya Fathi Rahman; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam pendidikan masyarakat di PKBM Pintar dan mengkaji dampaknya terhadap kesadaran sosial warga belajar. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang memiliki kesadaran akan hak dan kewajiban, serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengelola PKBM, tutor, dan warga belajar di PKBM Pintar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pendidikan Kewarganegaraan di PKBM Pintar dilaksanakan melalui pembelajaran formal dalam program Kejar Paket, kegiatan ekstrakurikuler, dan praktik langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Materi yang diajarkan mencakup pemahaman nilai-nilai Pancasila, hak dan kewajiban warga negara, demokrasi, serta partisipasi dalam pembangunan masyarakat. Dampak dari implementasi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran sosial warga belajar, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemahaman akan pentingnya toleransi dan gotong royong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan yang diintegrasikan dalam pendidikan masyarakat dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun kesadaran sosial dan membentuk karakter warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Aktivisme Pemuda KSR PMI Sebagai Sarana Pembentukan Nasionalisme dan Kepedulian Sosial Sheane Aurella Kialadzea Prasta; Nisrrina Nur Rahmadanisa; Rafi' Aly Kanz; Adiba Jannatussyifa; Ratna Fitria
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8521

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran aktivisme pemuda dalam Korps Sukarela (KSR) PMI Cabang Bandung sebagai sarana pembentukan nasionalisme dan kepedulian sosial dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan seperti donor darah, penanganan kecelakaan, dan penugasan bencana membentuk nasionalisme yang bersifat lived sesuai kerangka civic nationalism Smith (1991), sekaligus menumbuhkan prosocial behavior sebagaimana didefinisikan Eisenberg dan Strayer (1987). KSR PMI terbukti berfungsi sebagai laboratorium hidup pendidikan kewarganegaraan yang menyentuh dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan, melampaui keterbatasan PKn konvensional. Temuan ini mengonfirmasi relevansi pendekatan service learning sebagai model alternatif pembentukan karakter warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Kegiatan Interkultural Sebagai Strategi Pendidikan Kewarganegaraan Inklusif Untuk Meningkatkan Literasi Sosial dan Toleransi Fadli Riyanto; Malsa Amara Gheitza Imania; Kharisma Tiodora Buang Manalu; Raya Putri Kezia; Ratna Fitria
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8523

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) inklusif melalui kegiatan workshop interkultural di Komunitas Bandung Book Party (BBP) sebagai lembaga pendidikan nonformal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, penelitian ini menganalisis kontribusi kegiatan interkultural terhadap peningkatan literasi sosial dan pembentukan sikap toleransi peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBP mengimplementasikan PKn inklusif melalui tiga tahapan terintegratif: silent reading sebagai fondasi refleksi individual, sharing session sebagai arena praktik multiperspektivitas dan komunikasi demokratis, serta special activity sebagai simulasi partisipasi warga negara di ruang publik. Mekanisme fasilitasi inovatif berupa peran Greeter terbukti efektif menciptakan safe space yang mendukung toleransi lintas generasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas literasi berpotensi besar sebagai ruang alternatif implementasi PKn inklusif yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata di luar institusi formal.
Understanding the Value of Religious Tolerance Among Adolescents Through the Lens of Lawrence Kohlberg's Moral Development Theory: A Literature Review Yoga Firmansyah; Nyac Nauva Hasan; Nayla Tsuroya; Imelda Fitriyanda; Aulia Az-Zahra; Ratna Fitria
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 11 (2026): June 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20455052

Abstract

This study aims to analyze adolescents’ understanding of religious tolerance values through the perspective of Lawrence Kohlberg’s theory of moral development. The research employed a literature review method with a descriptive qualitative approach, supported by field data collected through questionnaires administered to 17 students of MTs At-Taqwa Cihampelas. Data sources were obtained from scholarly journals, books, and previous studies relevant to religious tolerance, adolescent moral development, Pancasila Education, and guidance and counseling services. The findings indicate that the majority of students demonstrated a high level of understanding of tolerance, accounting for 58.82% of respondents, while 41.18% were categorized as having a moderate level of understanding. Analysis based on Kohlberg’s theory revealed a positive trend in moral development, ranging from the pre-conventional stage to the post-conventional stage. The high level of tolerance understanding was reflected in students’ respect for religious differences, tolerant behavior within the school environment, and awareness of the importance of peaceful coexistence. These findings suggest that adolescents’ moral development significantly influences their ability to understand and internalize the values of tolerance. Furthermore, inclusive religious education, Pancasila values, family environment, and social experiences were identified as important factors in shaping tolerant attitudes among adolescents. This study also highlights the crucial role of education and guidance and counseling services in stimulating moral development and strengthening religious tolerance within the school setting.
Analysis of Justice Values and the Psychological Impact of Rights Violations in the Film Miracle in Cell No. 7 Azkia Maulana Febrian; Azkya Yusryya Kurnia; Dinda Yuliani; Muthia Raisya Yanwar Rahma; Salsabila Nur Faizah; Ratna Fitria
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 4 (2026): May 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20355067

Abstract

This study aims to analyze the values of justice and the psychological impact of human rights violations as represented in the Indonesian version of the film Miracle in Cell No. 7. The film clearly depicts the systemic legal injustice faced by the protagonist, a father struggling with intellectual challenges, who becomes a victim of a biased and unfair legal system. This study uses a qualitative framework, utilizing content analysis techniques. The subjects of this study include the main character and his son, while the objects of the study are scenes, dialogues, and interactions that demonstrate values of justice, human rights violations, and psychological impacts. Data collection techniques were carried out through repeated observation of the film and literature study, while data analysis was carried out by grouping the findings into relevant themes. The results show that the film Miracle in Cell No. 7 represents the weak enforcement of legal justice, violations of the right to fair treatment, and discrimination against vulnerable groups. These violations of rights have an impact on the psychological condition of the main character in the form of trauma, anxiety, and emotional pressure, as well as causing emotional disturbances and a sense of loss in his son. This film is relevant for use as a medium for reflection in Civic Education to instill the values of justice, humanity, and the protection of human rights.
Eksistensi Jajanan Tradisional Lokal di Tengah Popularitas Jajanan Modern pada Mahasiswa UPI: Studi Perbandingan Kue Lekker dan Crepes Audia Slavia Kurniawan; Mayzahra Shakila Aprina; Keira Kireina Tazaka; Khaisya Surya Azh Zhaahir; Naftalikal 'Alimi; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2637

Abstract

Perkembangan globalisasi dan modernisasi telah memengaruhi pola konsumsi generasi muda, termasuk mahasiswa, yang cenderung mempertimbangkan aspek rasa, harga, tampilan, variasi topping, serta tren dalam memilih makanan. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi keberlangsungan jajanan tradisional lokal di tengah meningkatnya popularitas jajanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi kue lekker sebagai jajanan tradisional lokal di tengah popularitas crêpes sebagai jajanan modern pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap kedua produk tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 15 mahasiswa UPI yang pernah mengonsumsi kue lekker dan/atau crêpes. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi minat pembelian meliputi rasa, harga, tekstur, tampilan, variasi topping, porsi, dan kemudahan akses. Kue lekker dinilai memiliki keunggulan pada harga yang lebih terjangkau, cita rasa khas, tekstur renyah, kepraktisan, serta nilai nostalgia yang kuat. Sementara itu, crêpes lebih diminati karena tampilannya yang modern, ukuran yang lebih besar, dan variasi topping yang lebih beragam. Meskipun demikian, kue lekker masih mampu mempertahankan eksistensinya di kalangan mahasiswa dan tetap memiliki daya saing sebagai bagian dari warisan kuliner lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian jajanan tradisional perlu diimbangi dengan inovasi pada aspek rasa, tampilan, kemasan, dan promosi tanpa menghilangkan identitas budayanya agar tetap relevan dengan preferensi generasi muda.
Co-Authors 21dzikri_millati21 Aang Supriatna Abdur Rafi Adiba Jannatussyifa Adinda Jihan Nur Rahmah Adzila, Sayida Kaila Afifah, Nazwa Nur Aghisya Isnaeni Putri Aida Husna Aim Abdulkarim Ajizah, Laisya Nur Alfianda Rahayu Allysa Rifqa Nursyifa Alya Fathi Rahman Ananda Aprilia Andi Adibah Anjani Hermalia Al Fadillah Anjani Hermalia Al Fadillah Apriliani, Nayla Aqila Hafizatul Husna Asep Mahpudz Asep Mahpudz Asya'bani, Ikhsan Amirulloh Audia Slavia Kurniawan Aulia Az-Zahra Aurel Naila Mashieka Putri Nuryana Ayu Mawariz Azkia Maulana Febrian Azkya Yusryya Kurnia Azzahra Raihatul Janah Bilal Naufal Mamduh Bilal Naufal Mamduh Brillian Zahfa Alpridiyanti Cecep Darmawan Cleodora Nathania Edlyn Weran Debhyrizma Scevia Hardiyanti Dinda Yuliani Dzakiyyah, Khalisha Dzakkiyah, Khalisa Rahma Esy, Mariana Luna Fachry Abda El Rahman Fadiah, Denaya Ayu Fadillah, Rida Nurul Fadli Riyanto Farah Azizah Fathiya Izzati Shahira Fathiyya Raihana Fida Ismaturrohman Fitri, Mutiara Nur Fitria, Intan Ghitha Faza Ramadhani Girl, Merah Gladya Jasmine Haifa Khansa Khaisya Hakam, Kama A Haqiq, Weby Deliana Haqiqi, Weby Hidayat, Zahra Fauzia Hilmiyani Bestari Ikhsan, Signi Imelda Fitriyanda Indra Chepy, Indra Intan Febriani Nurrohman Intan Indah Megasari Jannah, Tsani Syabirah Nur Kaelyn Nirbita Aini Kama A Hakam Kama Abdulhakam Karyadi Dwi Nurally Keira Kireina Tazaka Khadeeja ‘Aina Naafi’a Khaisya Surya Azh Zhaahir Kharisma Tiodora Buang Manalu Kilau Cahaya Gumilar Kurnia, Amalia Syifa Rizki Lestari, Yulia Lutfil Hakim Luthfyah, Nadhifa Luthfyah, Nadhifa Jihan M Rakan Jahran Maghfira, Ashila Majid, Gevano Sastra Nurrizanta Malsa Amara Gheitza Imania Mayzahra Shakila Aprina Melawati Sawitri Miranda Siregar Mohammad Sandy Ardyansyah Muhamad Parhan Mulyana Mulyana Abdullah Muthia Hanania Muthia Raisya Yanwar Rahma Nabiilah Nisa Tri Aditya Nadzwa Salsabila Nafisya, Azzahra Nafisya, Azzahra Yasmin Naftalikal 'Alimi Naomi Azzahreta Natakusumah, Felita Nayla Tsuroya Nazwa Ayu Fadilah Nisrrina Nur Rahmadanisa Novia Nurul Fadila Fitri Nur Astini Trihapsari Nurjaenudin, Ripal Ilham Nyac Nauva Hasan Perangin Angin Cheril Marion Oktorio Perangin Angin Cheril Marion Oktorio Pramesty, Adhisty Tinka Putri, Alikha Putri, Leony Assyifa Qhoirunnisa, Amallia Siti Rafi' Aly Kanz Rahma Aminah Ramadhani Rahman Mulyawan Rahmawati, Siti Salma Railivan Lintang Diaz Yudistiagis Raisa Nuha Ramadani, Salwa Nuzila Ratri Assyifa Putri Raya Putri Kezia Raya Zakia Azzahra Regan Fadhla Pradigfa Retta Gian Alzena Revana , Alya Ridwan Effendi Rihan Habillah Rika Sartika Sahla Amara Nasyitha Salsabila Nur Faizah Salsabila, Alysia Dwi Sekarsari, Diah Mayang Shakira Siraj Dzahabiyyah Sheane Aurella Kialadzea Prasta Shella Destri Shella Fauziyah Shidqiyah, Shafa Firda Silmina Hasna Azzahra Simbolon, Kristin Oule Siska Bunga Lestari Siti Nur Rizqia Sofwan Sofyandi Suabuana, Cik Supriyono Supriyono Susan Fitriasari Syaifullah Syaifullah Syifa Athia Zahra Syifa Athia Zahra Tafdhila Hukma Nazahah Tazkia Kamila Vini Agustiani H Viola Aurelia Almughniy Warlim Widiyanti Utami Widya Mauliddiana Widya Nurin Syarafina Willy Haratua Butar Butar Wilodati Winandar, Diaz Pradipa Winizz Habibah Wiyunda Iqlima Wiyunda Iqlima Yoga Firmansyah Zahira Tsurayya Shafa Zahra, Ai Naya Azkia Zalfa Aliyah Yusuf Zalfa Baida Chalisa Zulfa Salsabila