Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Chalim Journal of Teaching and Learning

Islam Sebagai Produk Budaya 4.0 : Studi Literatur Tentang Dakwah, Pendidikan Islam, dan Tranformasi Sosial Rhamadon, Sahrur; Habibi, Muhammad Hastiavin; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2738

Abstract

Penelitian ini menelaah transformasi Islam pada era Revolusi Industri 4.0 dengan menekankan rekonstruksi nilai, praktik, dan ekspresi keagamaan ke dalam bentuk budaya digital yang disebarluaskan melalui media sosial, kecerdasan buatan, dan berbagai platform daring. Menggunakan metode studi literatur yang merujuk pada sumber-sumber akademik kontemporer, penelitian ini menerapkan analisis konten dan kerangka tematik untuk mengkaji empat domain utama, yaitu dakwah digital, pendidikan Islam 4.0, ekonomi digital syariah, dan identitas Muslim global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi secara signifikan membentuk ulang keterlibatan keagamaan umat Islam, terlihat dari pergeseran dakwah tradisional menuju komunikasi audio-visual interaktif, meningkatnya kebutuhan literasi digital dalam pendidikan Islam, pesatnya perkembangan sistem ekonomi syariah berbasis teknologi, serta munculnya identitas Muslim global yang lebih cair namun berpotensi rapuh. Kajian terhadap 18 publikasi menunjukkan bahwa dakwah digital menjadi tema paling dominan (35%), disusul pendidikan Islam (30%), ekonomi digital syariah (25%), dan identitas global (10%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam pada era digital menunjukkanadaptabilitas yang tinggi, tetapi memerlukan penguatan literasi digital keagamaan serta pedoman etika bermedia untuk menjaga keaslian dan relevansi nilai-nilai Islam.
Digital Islamic Studies Learning Methodology for Generation Z Humaida; Intan Kurnia Wati; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2748

Abstract

This study aims to explore the conceptual foundations, methodological orientations, and practical strategies necessary for designing Islamic studies that are relevant to Generation Z. As digital natives, Generation Z develops cognitively, socially, and religiously within an environment dominated by rapid technological advancement, visual communication, and continuous connectivity. This condition creates an urgent need to formulate a methodological framework for Digital Islamic Studies that aligns with their learning patterns and digital behavior. Using a library research design with a content analysis approach, the study examines key academic sources and previous research related to digital literacy, Islamic education, and online religious engagement. The findings indicate that digital platforms such as TikTok, Instagram, and YouTube have become major epistemic spaces for Gen Z, reshaping religious authority, learning preferences, and modes of value internalization. The study also identifies significant challenges, such as misinformation, limited educator competence, and the lack of structured digital literacy frameworks, that hinder effective implementation of digital Islamic learning. The research concludes that a comprehensive, adaptive, and interdisciplinary methodology is essential for ensuring that Islamic knowledge remains accurate, meaningful, and contextually relevant in the digital age, while also recommending further empirical studies to validate and refine the proposed methodological model.
Peran Strategis Metode Khusus Pembelajaran PAI dalam Mengoptimalkan Pemahaman Moderasi Beragama Fauzi, Ahmad; Sopyan, Ferry; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2755

Abstract

This study aims to examine the strategic role of special instructional methods in Islamic Religious Education (PAI) in enhancing students’ understanding of religious moderation. Using a literature review method, data were collected from various relevant scientific sources discussing PAI learning strategies and the implementation of moderation values in education. The findings indicate that interactive, dialogical, reflective, and collaborative learning methods significantly strengthen students’ understanding of the values of tawasuth (moderation), i‘tidāl (justice/balance), and tasâmuh (tolerance). The role of PAI teachers is crucial as facilitators who connect the concept of moderation with social realities and are able to adapt learning to the challenges of the digital era. However, obstacles still exist in implementing innovative methods, such as limited teacher training and the influence of social media, which may trigger intolerant attitudes. Therefore, policy support and continuous improvement of teacher competencies are necessary. In conclusion, the implementation of effective PAI learning methods can foster a moderate and inclusive religious attitude, thereby encouraging the creation of harmony within a pluralistic society.
Studi Islam dalam Konteks Pembelajaran di Era Digital: Tantangan Diskursus Keagamaan Kontemporer Arbiah; Armita Sari, Niya; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran teknologi dalam perubahan digital untuk membentuk pola komunikasi baru, struktur komunikasi baru, dan diskusi Islam kontemporer dalam konteks pembelajaran. Kebutuhan untuk memahami digitalisasi epistemologi Islam dan tantangan serta peluang yang hadir dalam ruang online keagamaan publik. Untuk mengatasi tantangan paling mendesak dalam studi Islam kontemporer, penelitian ini berfokus pada tantangan yang ditimbulkan oleh era digital terhadap disiplin studi Islam. Studi ini meneliti tantangan yang ditimbulkan oleh era digital pada studi Islam. Studi ini menganalisa, mengidentifikasi, dan berusaha memahami wacana studi Islam di era digital dan tantangan yang dihadapinya. Data tersebut dikumpulkan dari artikel ilmiah, publikasi digital, dan laporan penelitian. Studi ini menggunakan metode studi literatur kualitatif, terutama analisis tematik. Studi ini menggunakan bantuan AI untuk analisis konten, yang membantu dalam pemetaan pola wacana agama, otoritas, dan interaksi di ruang digital. Temuan penelitian ini menggambarkan bahwa digitalisasi ditandai dengan desentralisasi otoritas dan wacana agama, pluralisasi dan fragmentasi wacana, dan bentuk-bentuk otoritas baru yang didasarkan pada popularitas media sosial dan optimasi algoritma. Studi ini menunjukkan fragmentasi otoritas dan pluralisasi wacana. Studi ini mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang berasal dari tantangan era digital. Dengan demikian, diskursus Islam dapat dipahami sebagai proses pendidikan sosial-religius yang dinamis dan berkelanjutan, di mana individu dan komunitas Muslim secara aktif terlibat dalam interaksi sosial, negosiasi, serta produksi dan penyebaran pengetahuan Islam melalui berbagai platform digital. Hal ini menghasilkan pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan praktik yang berkaitan.
Modernization Of Islamic Religious Education in The Era of Society 5.0 Hakim, Zikril; Yanti, Sherly; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2790

Abstract

This study aims to analyze the modernization of PAI in the context of Society 5.0 through a literature study approach with thematic analysis of the current literature. The Society 5.0 era brought fundamental changes in the world of education, including Islamic Religious Education (PAI), which historically often used conventional lecture-based learning approaches. Technological transformation that integrates artificial intelligence, big data, the internet of things, and digital analytics demands religious learning that not only emphasizes information transmission, but also builds critical, collaborative, creative, and technologically literate competencies. The results of the study show that the modernization of PAI learning requires a pedagogical reconstruction that leads to a participatory, digital-interactive, and student-centered model. In addition, modernization also depends on teacher readiness, support for digital facilities, curriculum flexibility, and classroom culture that encourages collaboration. The research concludes that PAI learning must move from a textual paradigm to an integrative approach that combines Islamic values with 21st century competencies in order to be able to respond to the moral, social, and technological challenges of the modern generation. This modernization is a strategic foundation in strengthening the religious character as well as the adaptive abilities of students in the midst of accelerating digital transformation.