Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penggunaan Game Crozz Numerasi dengan Math Game Puzzle pada Kampus Mengajar Angkatan 8 di SD Negeri 1 Kayutanyo Astri Nur Rahma Nusa; Addina Yuanti; Nuraini Intan Pertiwi; Mukmin; Hardianti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas penerapan media Math Game Puzzle sebagai bagian dari metode belajar Game Crozz Numerasi di SD Negeri 1 Kayutanyo. Keputusan untuk memilih permainan ini adalah pada ketersediaan sumber daya dan juga modalitas belajar siswa yang sebagian besar kinestetik dan suka pada suasana belajar dengan cara yang menyenangkan tanpa mereka sadari. Metode penerapan media ini sebagai alat bantu bagi para siswa meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.  Media ini terbukti tidak hanya meningkatkan minat belajar siswa di kelas target (kelas 5) di sekolah tersebut tetapi juga meningkatkan kemampuan numerasi mereka. Oleh karen itu, artikel ini merekomendasikan penggunaan Math Game Puzzle dan permainan numerasi lainnya untuk diterapkan di tingkat sekolah dasar.
Pendekatan Multidisipliner Sebagai Paradigma Baru Dalam Studi Islam Asaranum Sila Safitri; Nur Emilia; Mukmin
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.153

Abstract

Artikel ini membahas perlunya pendekatan multidisipliner sebagai paradigma baru dalam studi Islam. Kompleksitas persoalan sosial, budaya, politik, dan teknologi di era modern menuntut adanya model analisis yang mampu menghubungkan teks-teks keagamaan dengan realitas empiris masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan landasan teoretis pendekatan multidisipliner, relevansinya dalam konteks kontemporer, serta kontribusinya terhadap pengembangan penelitian keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, menelaah literatur akademik dan penelitian terdahulu yang berhubungan dengan integrasi disiplin dalam studi Islam. Data dianalisis secara tematik melalui pendekatan deskriptif kritis untuk mengidentifikasi manfaat, tantangan, serta implikasi epistemologis dari pendekatan multidisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multidisipliner mampu memperluas cakupan analisis studi Islam melalui integrasi perspektif tekstual dan empiris, memperkaya metodologi penelitian, serta meningkatkan relevansi kajian terhadap kebutuhan masyarakat modern. Kendati demikian, terdapat perdebatan mengenai batas integrasi disiplin dan risiko reduksi nilai normatif Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan multidisipliner merupakan jalan strategis untuk memperkuat kualitas penelitian keislaman dan menjadikannya lebih adaptif terhadap dinamika zaman.
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Mukmin
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2018): April
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

The problem in this research is the result of a IPS class V SDN 58 Balai Makam, still low with an average value of 67.61. The purpose of this research is to improve student learning outcomes in IPS the application of learning strategies concept maps in the class V SDN 58 Balai Makam. This study is a class act with 2 cycles. It can be seen in student learning outcomes the average value of 67.61 increased to 70.28 in cycle I. From the first cycle to the second cycle increased by 77.52. Overall increased 14.66%. The average percentage of classical completeness of student learning outcomes also increased. At the score of the first cycle of 66.66%, and the second cycle increased to 85.71%. So overall completeness of the classic rose 28.56%. In the teachers' activities has increased in each cycle. While in the first cycle the average percentage of the activity of the teacher with 66.66% in both categories increased to 81.25% with the category very well in the second cycle. So overall there is an increase in activity of the teacher of 21.89%. At the student activity also increased in each cycle. In the first cycle of an average percentage of 64.58% with the good category increased to 77.08% in the second cycle. So overall there is an increase in the activity of students 19.36%. Application of Learning strategies concept maps can improve learning outcomes of students in class V SDN 58 Balai Makam.
Peran Media Sosial Islam dalam Pembelajaran Keagamaan bagi Generasi Z di Era Digital Latifah Nur Aprilyani; Windi; Mukmin
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/8jcscp52

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran platform media sosial Islam dalam memfasilitasi pendidikan agama bagi Generasi Z di era digital, dengan mengandalkan tinjauan mendalam terhadap literatur yang ada. Kajian ini menyoroti bagaimana platform tersebut digunakan untuk menyebarkan wawasan keagamaan, jenis-jenis interaksi pembelajaran yang terjadi di ruang daring, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kegiatan belajar digital tersebut. Menggunakan pendekatan berbasis literatur, studi ini mengkaji publikasi akademik terkini yang relevan dengan topik tersebut. Analisis tematik terhadap bahan-bahan yang dikumpulkan mengungkap pola, kecenderungan, dan perubahan yang berkembang dalam pendidikan agama daring di berbagai saluran digital. Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial Islam secara signifikan memperluas akses terhadap materi keagamaan, sambil menawarkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, berorientasi visual, dan interaktif. Generasi Z sering kali memanfaatkan situs seperti Instagram, YouTube, dan TikTok untuk memahami ajaran agama melalui klip singkat, bahan visual, siaran langsung, serta diskusi virtual. Meskipun demikian, analisis ini juga mengidentifikasi tantangan utama, seperti rekomendasi konten yang dipengaruhi algoritma, standar kualitas bahan daring yang bervariasi, dan pengetahuan agama daring yang terbatas di kalangan beberapa pengguna. Secara keseluruhan, temuan ini menekankan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk instruksi keagamaan, asalkan didukung oleh keterampilan digital yang kuat dan kemampuan untuk menilai keandalan sumber informasi.
Dinamika Dakwah Lintas Kawasan: Pengaruh Influencer Islam Global Terhadap Praktik Keagamaan Di Indonesia Humayrotul Lathyfah; Ana setiyani mutia; Mukmin
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v6i1.10813

Abstract

Perkembangan media digital telah memperluas arus dakwah lintas wilayah, menjadikan influencer Islam global sebagai aktor penting dalam membentuk praktik keberagamaan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Urgensi kajian ini terletak pada semakin menguatnya pengaruh tokoh keagamaan global terhadap pola ibadah dan referensi otoritas keagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pengaruh influencer Islam global terhadap praktik keagamaan serta memahami dinamika otoritas keagamaan di era digital. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten media sosial, dan dokumentasi analisis, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer global berperan dalam mendorong perubahan preferensi ibadah, menerapkan gaya keberagamaan baru, dan menggeser otoritas dari tokoh lokal menuju figur transnasional. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman mengenai transformasi identitas keagamaan dalam konteks globalisasi digital. Penelitian menyimpulkan bahwa dakwah melintasi kawasan perluasan otoritas keagamaan sekaligus menciptakan tantangan baru bagi otoritas lokal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh algoritma media sosial dan membandingkan perani influencer global dan lokal.
Islam Sebagai Produk Budaya 4.0 : Studi Literatur Tentang Dakwah, Pendidikan Islam, dan Tranformasi Sosial Rhamadon, Sahrur; Habibi, Muhammad Hastiavin; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2738

Abstract

Penelitian ini menelaah transformasi Islam pada era Revolusi Industri 4.0 dengan menekankan rekonstruksi nilai, praktik, dan ekspresi keagamaan ke dalam bentuk budaya digital yang disebarluaskan melalui media sosial, kecerdasan buatan, dan berbagai platform daring. Menggunakan metode studi literatur yang merujuk pada sumber-sumber akademik kontemporer, penelitian ini menerapkan analisis konten dan kerangka tematik untuk mengkaji empat domain utama, yaitu dakwah digital, pendidikan Islam 4.0, ekonomi digital syariah, dan identitas Muslim global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi secara signifikan membentuk ulang keterlibatan keagamaan umat Islam, terlihat dari pergeseran dakwah tradisional menuju komunikasi audio-visual interaktif, meningkatnya kebutuhan literasi digital dalam pendidikan Islam, pesatnya perkembangan sistem ekonomi syariah berbasis teknologi, serta munculnya identitas Muslim global yang lebih cair namun berpotensi rapuh. Kajian terhadap 18 publikasi menunjukkan bahwa dakwah digital menjadi tema paling dominan (35%), disusul pendidikan Islam (30%), ekonomi digital syariah (25%), dan identitas global (10%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam pada era digital menunjukkanadaptabilitas yang tinggi, tetapi memerlukan penguatan literasi digital keagamaan serta pedoman etika bermedia untuk menjaga keaslian dan relevansi nilai-nilai Islam.
Digital Islamic Studies Learning Methodology for Generation Z Humaida; Intan Kurnia Wati; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2748

Abstract

This study aims to explore the conceptual foundations, methodological orientations, and practical strategies necessary for designing Islamic studies that are relevant to Generation Z. As digital natives, Generation Z develops cognitively, socially, and religiously within an environment dominated by rapid technological advancement, visual communication, and continuous connectivity. This condition creates an urgent need to formulate a methodological framework for Digital Islamic Studies that aligns with their learning patterns and digital behavior. Using a library research design with a content analysis approach, the study examines key academic sources and previous research related to digital literacy, Islamic education, and online religious engagement. The findings indicate that digital platforms such as TikTok, Instagram, and YouTube have become major epistemic spaces for Gen Z, reshaping religious authority, learning preferences, and modes of value internalization. The study also identifies significant challenges, such as misinformation, limited educator competence, and the lack of structured digital literacy frameworks, that hinder effective implementation of digital Islamic learning. The research concludes that a comprehensive, adaptive, and interdisciplinary methodology is essential for ensuring that Islamic knowledge remains accurate, meaningful, and contextually relevant in the digital age, while also recommending further empirical studies to validate and refine the proposed methodological model.
Peran Strategis Metode Khusus Pembelajaran PAI dalam Mengoptimalkan Pemahaman Moderasi Beragama Fauzi, Ahmad; Sopyan, Ferry; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2755

Abstract

This study aims to examine the strategic role of special instructional methods in Islamic Religious Education (PAI) in enhancing students’ understanding of religious moderation. Using a literature review method, data were collected from various relevant scientific sources discussing PAI learning strategies and the implementation of moderation values in education. The findings indicate that interactive, dialogical, reflective, and collaborative learning methods significantly strengthen students’ understanding of the values of tawasuth (moderation), i‘tidāl (justice/balance), and tasâmuh (tolerance). The role of PAI teachers is crucial as facilitators who connect the concept of moderation with social realities and are able to adapt learning to the challenges of the digital era. However, obstacles still exist in implementing innovative methods, such as limited teacher training and the influence of social media, which may trigger intolerant attitudes. Therefore, policy support and continuous improvement of teacher competencies are necessary. In conclusion, the implementation of effective PAI learning methods can foster a moderate and inclusive religious attitude, thereby encouraging the creation of harmony within a pluralistic society.
Studi Islam dalam Konteks Pembelajaran di Era Digital: Tantangan Diskursus Keagamaan Kontemporer Arbiah; Armita Sari, Niya; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran teknologi dalam perubahan digital untuk membentuk pola komunikasi baru, struktur komunikasi baru, dan diskusi Islam kontemporer dalam konteks pembelajaran. Kebutuhan untuk memahami digitalisasi epistemologi Islam dan tantangan serta peluang yang hadir dalam ruang online keagamaan publik. Untuk mengatasi tantangan paling mendesak dalam studi Islam kontemporer, penelitian ini berfokus pada tantangan yang ditimbulkan oleh era digital terhadap disiplin studi Islam. Studi ini meneliti tantangan yang ditimbulkan oleh era digital pada studi Islam. Studi ini menganalisa, mengidentifikasi, dan berusaha memahami wacana studi Islam di era digital dan tantangan yang dihadapinya. Data tersebut dikumpulkan dari artikel ilmiah, publikasi digital, dan laporan penelitian. Studi ini menggunakan metode studi literatur kualitatif, terutama analisis tematik. Studi ini menggunakan bantuan AI untuk analisis konten, yang membantu dalam pemetaan pola wacana agama, otoritas, dan interaksi di ruang digital. Temuan penelitian ini menggambarkan bahwa digitalisasi ditandai dengan desentralisasi otoritas dan wacana agama, pluralisasi dan fragmentasi wacana, dan bentuk-bentuk otoritas baru yang didasarkan pada popularitas media sosial dan optimasi algoritma. Studi ini menunjukkan fragmentasi otoritas dan pluralisasi wacana. Studi ini mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang berasal dari tantangan era digital. Dengan demikian, diskursus Islam dapat dipahami sebagai proses pendidikan sosial-religius yang dinamis dan berkelanjutan, di mana individu dan komunitas Muslim secara aktif terlibat dalam interaksi sosial, negosiasi, serta produksi dan penyebaran pengetahuan Islam melalui berbagai platform digital. Hal ini menghasilkan pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan praktik yang berkaitan.
Modernization Of Islamic Religious Education in The Era of Society 5.0 Hakim, Zikril; Yanti, Sherly; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2790

Abstract

This study aims to analyze the modernization of PAI in the context of Society 5.0 through a literature study approach with thematic analysis of the current literature. The Society 5.0 era brought fundamental changes in the world of education, including Islamic Religious Education (PAI), which historically often used conventional lecture-based learning approaches. Technological transformation that integrates artificial intelligence, big data, the internet of things, and digital analytics demands religious learning that not only emphasizes information transmission, but also builds critical, collaborative, creative, and technologically literate competencies. The results of the study show that the modernization of PAI learning requires a pedagogical reconstruction that leads to a participatory, digital-interactive, and student-centered model. In addition, modernization also depends on teacher readiness, support for digital facilities, curriculum flexibility, and classroom culture that encourages collaboration. The research concludes that PAI learning must move from a textual paradigm to an integrative approach that combines Islamic values with 21st century competencies in order to be able to respond to the moral, social, and technological challenges of the modern generation. This modernization is a strategic foundation in strengthening the religious character as well as the adaptive abilities of students in the midst of accelerating digital transformation.