Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Sasaran dalam Program Pengembangan Usaha Kelompok Kecil (Kasus Program Pengembangan Masyarakat PT Aneka Tambang, UPBE Pongkor di Desa Bantar Karet dan Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Ahmad Fauzi; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.143 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v2i3.11439

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat dalamProgram Pengembangan Usaha Kelompok Kecil (PUKK) sebagai salah satu programpengembangan masyarakat PT. Aneka Tambang UPBE Pongkor. Tujuan Jangka Panjangprogram PUKK diharapkan dapat mampu meningkatkan kemadirian masyarakat dalampengembangan usaha di Kecamatan Nanggung pasca penambangan. Penelitin ini dilakukandi Desa Bantar Karet dan Kalongluid, Kecamatan Nanggung sebagai dua contoh lokasipelaksanaan program PUKK. Jumlah responden adalah masyarakat sasaran penerimaprogram PUKK sebanyak 27 orang yang berasal dari 19 kelompok sasaran penerima programPUKK. Masing-masing kelompok diambil secara acak sebanyak dua orang sementaraapabila anggotanya hanya satu orang, maka diambil satu responden. Pengumpulan datadilakukan dengan metode survei dan wawancara terstruktur dalam bentuk kuesioner.Persepsi masyarakat sasaran terhadap manfaat Program PUKK terdiri dari sepuluh indikatordiranking berdasarkan skornya yang terdiri dari: (1) meningkatkan pendapatan masyarakatsasaran, (2) sesuai dengan kebutuhan masyarakat, (3) dapat dilaksanakannya pelatihankewirausahaan, (4) program PUKK merupakan bentuk pinjaman lunak sebesar 4% per tahun,(5) mengatasi masalah permodalan usaha kecil di desa, (6) keberadaan konsultan danpendamping dalam PUKK berguna sebagai transfer pengetahuan dan informasi bagimasyarakat sasaran, (7) mampu mengembangkan perekonomian desa,(8) PUKK secara tidaklangsung dapat menciptakan lapangan kerja (9) menciptakan hubungan harmonis anatarperusahaan pertambangan dengan masyarakat setempat, (10) dapat membantu dalampemasaran usaha kecil. Secara keseluruhan persepsi masyarakat sasaran terhadap manfaatprogram PUKK tergolong tinggi. Menurut responden, program PUKK sebagai implementasiprogram community developmentUPBE Pongkor, berupaya untuk menciptakan pertumbuhanekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan melalui perluasan kesempatan berusaha bagiusaha kecil masyarakat dan lingkungan sekitarnya, diindikasikan dengan peningkatanpendapatannya sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat KecamatanNanggung secara umum.Partisipasi responden dalam penerapan program Pengembangan Usaha Kelompok Kecil(PUKK) yang diprogramkan oleh UPBE Pongkor, PT. Aneka Tambang, meliputi tahapperencanaan, pelaksanaan, pengawasan (evaluasi). Tingkat partisipasi masyarakat dalamprogram PUKK sebagian besar termasuk dalam kategori rendah.Rata-rata partisipasiresponden pada tahap perencanaan masih termasuk tinggi. Tingginya partisipasi respondenJURNAL PENYULUHANAgustus 2006, Vol. 2, No. 3pada kegiatan perencanaan berhubungan erat dengan tingginya persepsi mereka terhadapmanfaat program UPKK.Partisipasi masyarakat sasaran dalam pelaksanaan PUKK tergolong rendah dibandingkandengan rata-rata partisipasi. Sebagian besar usaha yang dijalankan oleh sasaran tidak sesuaidengan proposal yang diajukan ke tim PUKK UPBE Pongkor. Banyak sasaran yang beralihusaha lain, namun banyak usaha yang dijalankan oleh masyarakat sasaran mengalamikegagalan. Hal tersebut menurut responden disebabkan oleh pinjaman permodalan yangdiperoleh dalam UPBE Pongkor rendah dibandingkan dengan kebutuhan usahanya. Selainitu,tingkat pengembalian pinjaman UKK juga tergolong rendah yaitu sekitar 10 %.Partisipasimasyarakat sasaran dalam evaluasi/monitoring yang meliputi kehadiran dan aktivitas dalampertemuan evaluasi program PUKK dan peran evaluasi serta saran bagi program PUKK ditahun mendatang juga tergolong rendah.Karakteristik individu responden yang berperan dengan persepsinya dalam program PUKKadalah tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Sementara karakteristik umur danpengalaman berwirausaha responden tidak berperan dengan persepsi terhadap manfaatprogram PUKK.Partisipasi responden dalam program PUKK dipengaruhi oleh karakteristikindividu yaitu: umur, tingkat pendapatan dan pengalaman berwirausaha responden.Sementara partisipasi responden juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang terdiri ataspenilaian responden tentang peranan tenaga konsultan, peranan pemerintah dan saranaprasarana yang diberikan oleh UPBE Pongkor dalam pengembangan usaha responden.Persepsi responden berhubungn nyata dengan tingkat partisipasinya dalam program PUKK.Responden yang memiliki tinggi cenderung memiliki tingkat partisipasi yang tinggi pula,sebaliknya responden yang termasuk dalam kategori persepsi rendah cenderung mamilikipartisipasi yang rendah pula.Partisipasi responden dalam program PUKK berhubungan nyata dengan perkembanganusahanya. Terdapat perbedaan diantara dua kelompok kategori partisipasi terhadapperkembanga usahanya. Responden yang berpartisipasi tinggi memiliki presentaseperkembangan usaha yang lebih maju dibandingkan dengan responden yang tingkatpartisipasinya rendah.Rekomendasi kebijakan bagi perkembangan usaha kecil di Kecamatan Nanggung anataralain: (1) perlu peningkatan partisipasi masyarakat terutama dalam pengambilan keputusanperencanaan PUKK, masyarakat sasaran yang diberikan kesempatan seluas-luasnya dalampengambilan keputusan yang menyangkut kebijakan pelaksanaan PUKK, (2) perludibentuknya forum masyarakat sasaran sebagai media masyarakat sasaran menyalurkanaspirasinya dan sebagai kontrol bagi pelaksanaan program PUKK, (3) perlu adanyapembinaan yang sistematis dari berbagai stakeholder (UPBE Pongkor, pendamping, danpemerintah) bagi perkembangan usaha kecil di Kecamatan Nanggung dalam bentuk:pemberian akses bahan baku usaha kecil, pelaksanaan pelatihan keterampilan yang relevandan manajemen usaha kecil, perlu adanya tenaga pendamping sebagai mediasi transferpengetahuan, penyediaan permodalan yang memadai dan akses pemasaran produk yangdihasilkan.Kata kunci: persepsi, partisipasi, UPKK, UPBE Pongkor
Dampak Iklan televisi Terhadap Sikap Konsumtif Ibu Rumah Tangga Masyarakat Adat (Kasus Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat) Fetry Zulbeatri; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.831 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v2i3.11441

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel apa saja dari karakteristik iburumahtangga mempunyai hubungan dengan pola menonton iklan televisi, menganalisis sejauh manaperanan iklan televisi dalam menumbuhkan sikap konsumtif ibu rumahtangga Kampung Naga danmengidentifikasi aturan adat yang dipegang masyarakat tersebut yang dapat mengontrolsikapkonsumtif ibu rumahtangga Kampung Naga.Penelitian ini dilakukan di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, KabupatenTasikmalaya, yang merupakan salah satu kampung adat yang ada di Jawa Barat. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara melakukan wawancara tertutupdengan kuesioner sebagai instrumen utama kepada sejumlah 42 responden.Analisis data yangdigunakan untuk melihat adanya keterhubungan antar variabel yaitu uji rank Spearman dan ujistatistik Pearson.Faktor-faktor karakteristik ibu rumahtangga yang berhubungan dengan frekuensi menonton televisiadalah usia, kepemilikan televisi, status dalam adat, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan.Variabel karakteristik ibu rumahtangga yang berhubungan dengan durasi menonton televisi adalahusia, kepemilikan televisi, tingkat pensisikan, dan tingkat pendapatan. Karakteristik ibu rumahtanggayang berhubungan dengan waktu menonton televisi hanya kepemilikan televisi., sedangkan variabelyang berhubungan degan frekuensi memperhatikan iklan televisi adalah semua karakteristk iburumahtangga kecuali status dalam adat.Pada perubahan sikap konsumtif kognitif, waktu menonton televisi, waktu menonton televisi danfrekuensi memperhatikan iklan yang tinggi. Perubahan sikap konsumtif afektif dipengaruhi olehseluruh variabel pola menonton iklan televisi, untuk perubahan sikap konsumtif tingkat konatif, tidaksatupun dari pola menonton iklan televisi berhubungan. Perubahan sikap mayarakat adat tidak adahubungannya dengan keterikatan mereka terhadap aturan adat.Kata kunci: televisi, iklan, sikap konsumtif, ibu rumahtangga
TINGKAT PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN PETANI ALUMNI SEKOLAH LAPANGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (Kasus Desa Kebon Pedes, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat) Mariam Febriani Budiman; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.442 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i2.11447

Abstract

Pendekatan pengembangan pertanian dilakukan secara terpusat dari atas ke bawah . Kegagalan dalam mencapaiupaya pembangunan pertanian, menjadikan ahli di waktu itu berkata sangat penting untuk mengubah paradigmapengembangan pertanian berkelanjutan yang bottom up. Sekolah lapangan (SL-PTT) sebagai bagian darikegiatan penyuluhan pertanian, petan menunjuk untuk memberdayakan kaum, ini adalah salah satu cara untukmencapai titik pembangunan pertanian, sehingga lebih menarik untuk belajar lebih jauh. Tujuan penelitiantentang kondisi masa sekarang adalah untuk menganalisis pemberdayaan petani korelasi model sl-ptt dengantingkat partisipasi dan otonomi. Penelitian ini digunakan metode dan kuantitatif tersebut didukung dengan datakualitatif. Kuantitas data dikumpulkan dengan menggunakan metode dengan 42 survei peserta SL-PTT petani.Responden dipilih dengan menerapkan metode sampel acak berlapis. Di samping itu, data kualitatifdikumpulkan dengan wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas sl-ptt mempunyai korelasisignifikan dengan tingkat partisipasi dan otonomi petani. Kebanyakan petani berada di tingkat tengah danpartisipasi otonomi.Kata kunci: Sekolah lapangan, ekstensi , pemberdayaan , partisipasi , otonomi
Kinerja Pengrajin Boneka di Kota Bekasi, Jawa Barat dalam Penerapan Standar Nasional Indonesia Mainan Anak Tintin Prihatiningrum; Pudji Muljono; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.125 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.12349

Abstract

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan tentang pemberlakuan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) pada mainan anak, tetapi sebagian besar pengrajin boneka yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) belum siap.Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis kinerja boneka pengrajin di Kota Bekasi dalam penerapan SNI mainan anak, 2) menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pengrajin boneka di Kota Bekasi dalam penerapan SNI mainan anak. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Desember 2015 di Kota Bekasi. Populasi penelitian ini adalah 46 pengrajin inti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara sensus terhadap seluruh populasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasirank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kinerja pengrajin boneka dalam penerapan SNI mainan anak tergolong kategori tinggi. Hasil analisis korelasi rank Spearman menunjukkan bahwa faktor karakteristik yang berkorelasi dengan kinerja adalah pendidikan formal, pengalaman bisnis, kemampuan memenuhi permintaan pasar dan investasi usaha. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa faktor motivasi yang berkorelasi dengan kinerja adalah kebutuhan kekuasaan. Sedangkan faktor eksternal yang berkorelasi dengan kinerja adalah tingkat ketersediaan informasi dan pemberdayaan pengrajin melalui pelatihan. Tidak satu pun dari faktor atribut inovasi yang berkorelasi dengan kinerja.
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Nagari di Sumatera Barat Nala Sari Tanjung; Dwi Sadono; Cahyono Tri Wibowo
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.12990

Abstract

Partisipasi merupakan fitur kunci dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam pengelolaan Hutan Nagari dengan azas lestari yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Hutan Nagari; 2) Mengalisa hubungan partisipasi masyarakat dengan pengelolaan Hutan Nagari secara berkelanjutan. Penelitian ini didesain menggunakan metode survei eksplanatif untuk menghubungkan dan membandingkan. Lokasi penelitian dipilih secara purposif di LPHN Sungai Buluh dan LPHN Paru. Pengelolaan Hutan Nagari di Sungai Buluh dan Paru sudah berkelanjutan yang didukung oleh faktor-faktor dukungan dan partisipasi anggota masyarakat dalam pengelolaan Hutan Nagari. Keterlibatan masyarakat anggota dalam seluruh aktivitas pengelolaan, yaitu perencanaan, penetapan batas areal kerja, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring evaluasi, merupakan faktor utama yang mendukung pengelolaan Hutan Nagari secara berkelanjutan oleh masyarakat. Anggota masyarakat pengelola di Hutan Nagari Sungai Buluh cukup berpartisipasi dalam pengelolaan Hutan Nagari, sedangkan di Hutan Nagari Paru kurang berpartisipasi. Kurangnya keikutsertaan anggota masyarakat dalam pengelolaan Hutan Nagari terjadi karena anggota masyarakat kurang dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan. Hal ini harus diminimalisir dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat pengelola dalam setiap aktivitas pengelolaan, serta memberikan kepercayaan kepada anggota untuk dapat merefleksikan aksinya pada tindakan kolektif melalui pelaksanaan kegiatan bersama.
Hubungan Jaringan Komunikasi dan Dinamika Kelompok dengan Kapasitas Petani dalam Agribisnis Padi Organik di Jawa Barat Sri Wahyuni; Sumardjo Sumardjo; Djuara P. Lubis; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.573 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.15115

Abstract

Kapasitas petani dalam agribisnis padi organik adalah kemampuan petani untuk menerapkan budidaya padi organik sesuai dengan standar sertifikasi oleh Institute of Marcetology (IMO) Swiss. Jaringan komunikasi dan dinamika kelompok menentukan kapasitas petani dalam agribisnis padi organik. Penelitian ini dilakukan di Tasikmalaya pada kelompok tani Jembar II, Sundamekar, Mekar Karya dan Serbaguna II; sedangkan di Karawang dilakukan pada kelompok tani Dewi Sri, Wargi Mukti, Benong II dan Mindi Lamping. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Metode yang digunakan adalah survey, data didapatkan melalui wawancara dengan kuesioner. Analisa data menggunakan korelasi Pearson. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jaringan komunikasi dan tingkat dinamika kelompok pada kapasitas petani dalam agribisnis padi organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi di Tasikmalaya dan Karawang, baik produksi dan pemasaran tidak berhubungan dengan kapasitas petani dalam agribisnis padi organik. Kapasitas petani di Tasikmalaya dalam mengidentifikasi kapasitas potensi agribisnis dan mempertahankan padi organik lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika kelompok terutama oleh kejelasan tujuan, fungsi kelompok, dan suasana kondusif dalam kelompok. Demikian pula di Karawang, kapasitas petani untuk mengatasi masalah agribisnis lebih ditentukan oleh dinamika kelompok terutama oleh fungsi kelompok, kohesifitas kelompok, dan tekanan kelompok yang terarah. 
Tingkat Kedinamisan Kelompok Wanita Tani dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha Tanaman Obat Keluarga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat Mirza Mirza; Siti Amanah; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.642 KB) | DOI: 10.22500/13201716090

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dinamika kelompok mendukung keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga dan menganalisis faktor-faktor kedinamisan kelompok yang berhubungan nyata dengan keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga. Penelitian lapang dilakukan di Kelompok wanita tani Benteng Sejahtera dan Puring Desa Benteng Kecamatan Ciampea dan Kelompok wanita tani Anggrek Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor mulai Agustus sampai dengan Oktober 2016. Populasi penelitian yaitu 62 orang yang mengembangkan usaha tanaman obat keluarga. Hasil penelitian ini yaitu 1) kelompok dalam mendukung keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga secara keseluruhan cukup dinamis. 2) faktor-faktor yang berhubungan dengan keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga diantaranya  tingkat pendapatan keluarga berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, intensitas penyuluhan berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, keefektifan berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, maksud terselubung berhubungan nyata dengan  aspek ekonomi.Kata kunci: kelompok wanita tani, keberlanjutan usaha, tanaman obat keluarga
Kompetensi Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian di Kabupaten Garut, Jawa Barat Herry Pramono; Anna Fatchiya; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.98 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.16128

Abstract

Pemerintah telah menetapkan target swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai yang harus dicapai pada tahun 2018. Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Salah satu kendala dalam kegiatan penyuluhan pertanian adalah jumlah tenaga penyuluh pertanian yang masih sangat kurang sehingga pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). Kompetensi penyuluh sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan karena merupakan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kompetensi penyuluh THL TBPP dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan secara sensus pada 119 penyuluh THL TBPP. Secara umum, kompetensi penyuluh THL TBPP berada dalam kategori rendah (57,80%)  memiliki nilai kompetensi rata-rata 32,49. Hasil analisis menggunakan model regresi menemukan bahwa pemahaman kebutuhan petani dipengaruhi oleh motivasi, pemahaman komunikasi yang efektif dipengaruhi oleh jumlah pelatihan, jumlah desa dan motivasi. Secara keseluruhan kompetensi penyuluh THL TBPP dipengaruhi oleh faktor jumlah kelompok tani binaan, jumlah desa binaan dan motivasi.Kata kunci: kelompok tani, kompetensi, motivasi, penyuluh THL TBPP
Model Komunikasi Untuk Membangun Kapasitas Kewirausahaan dan Kesiapan Perubahan Pedagang Pasar Tradisional Akhmad Edhy Aruman; Sumardjo Sumardjo; Nurmala K Panjaitan; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.556 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16363

Abstract

Berangkat dari kondisi rendahnya kapasitas kewirausahaan dan ketidaksiapan pedagang pasar tradisional menghadapi persaingan dari peritel modern, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model komunikasi untuk membangun kesiapan perubahan pedagang pasar tradisional. Metode yang digunakan adalah survey dengan mewawancarai 559 pedagang pasar tradisional menggunakan instrumen kuesioner. Hasilnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kausalitas dengan alat bantu LISREL dan diperkuat dengan hasil dari wawancara mendalam. Hasilnya diperoleh gambaran bahwa dalam menghadapi revitalisasi, pedagang berada dalam situasi ketidakpastian. Seluruh unsur mulai dari karakteristik pedagang, sumber pesan, pesan, dan komunikasi partisipatif memberikan dampak positif terhadap kesiapan pedagang terkait dengan revitalisasi dengan kondisi kapasitas kewirausahaan pedagang tinggi. Karenanya, untuk membangun kesiapan pedagang, hal utama yang perlu dilakukan adalah membangun kapasitas kewirausahaan pedagang. Kekurangberhasilan membangun kapasitas kewirausahaan berdampak ketidaksiapan pedagang untuk berubah. Model komunikasi yang dinilai tepat adalah melibatkan pengelola pasar sebagai sumber pesan yang kredibel, dengan muatan pesan tentang manfaat dan risiko revitalisasi ternyata efektif bila melalui pengembangan motivasi pedagang untuk berubah, dan media yang memungkinkan terjadi tanggapan langsung dari pelaku komunikasi. 
Penyuluhan Kesehatan untuk Pencegahan dan Risiko Penyakit DBD dalam Manga dan Infografis Shinta Nasution; Dwi Sadono; Cahyono Tri Wibowo
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.039 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17618

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah endemik di daerah tropis seperti di Indonesia dan berisiko pada jatuhnya korban jiwa. Keberhasilan penyuluhan risiko kesehatan perlu didukung bentuk media yang digunakan, khususnya bagi Sismantik (Siswa Pemantau Jentik) sebagai mitra strategis instansi kesehatan dalam penyuluhan pencegahan penyakit DBD. Pesan visual dalam komik manga dan infografis penting dipertimbangan sebagai media penyuluhan kesehatan bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh media visual (2) menganalisis perbandingan efektifitas komik manga dan infografis pada Sismantik di Cibinong dan Bojong Gede Bogor. Studi menggunakan true experiment dengan desain faktorial 2 x 2 yang membagi 234 siswa secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan yang menerima pesan positif dan negatif dan 57 siswa sebagai kelompok kontrol. Perlakuan media visual terbukti mampu memberikan efek berupa peningkatan pemahaman informasi, persepsi risiko dan sikap Sismantik terhadap pencegahan penyakit DBD dibanding kelompok kontrol. Media visual yang paling efektif untuk meningkatkan persepsi risiko dan sikap adalah komik manga. Namun, perlakuan media visual belum mampu meningkatkan persepsi risiko negatif Sismantik. Kedua media visual memiliki tingkat efektifitas yang sama dalam meningkatkan pemahaman informasi.
Co-Authors Adi Firmansyah Adi Irvansyah Afib Rizal Ahmad Fauzi Ahmad Jazilil Mustopa Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aldea Lyliana Ali Alamsyah Kusumadinata Amatul Jalieli Amiruddin Saleh Andri Amaliel Managanta Anna Fatchiya Anna Fatchiya Aruman, Akhmad Edhy Asih Mulyaningsih Bambang Uripno Burhanuddin Burhanuddin Cahyono Tri Wibowo Cahyono Tri Wibowo Cahyono Tri Wibowo Christian Pratama Putra Christian Pratama Putra Darwis S Gani Darwis S. Gani Destriapani , Elsa Dian Widya Setiyanti, Dian Dini Fibriyanti Djoko Susanto Djoko Susanto Djoko Susanto Djuara P Lubis Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Elvira Iskandar Elvira Iskandar Endang Sri Wahyuni Erwiantono Esti Ittaqillah Fachmi Ibrahim Fatchiya , Anna Febri Palupi Muslikhah Feriadi Fetry Zulbeatri Firmansyah Firmansyah Fita Dwi Untari Gani, Darwis S. Herry Pramono I Ketut Suada Ikhsan ikhsan Indah Listiana Intan Nurfadillah Iqbal Fadhlurrahman IRVANSYAH, ADI Ittaqillah, Esti Kiki Pamilutsih Kiswanti, Pipin Kurniawati, Nur Puti Litna Nurjannah Ginting Lubis , Djuara P Lukman Effendy Maesti Mardiharini Mariam Febriani Budiman Maya Safrina Suraningsih Mintarti Mintarti Mirza Mirza Muhammad Rivai Muhibuddin Muhibuddin Mujiburrahmad Mujiburrahmad Mulyadi Rasimun Mulyaningsih, Asih Nabila Nadia Rahma Nadia Itona Siregar Nadia Yunita Sari Nala Sari Tanjung Ninuk Purnaningsih Nizam Auza, Muhammad Nurhayati Nurhayati Nurmala K Panjaitan Nurmala Katrina Pandjaitan Nurul Fitriyanti Nurul Mukhlishah Oktaviyani, Rena Padillah Padillah Padillah Padillah Pamilutsih, Kiki Pang Suparman Asngari Prabowo Tjiptopranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prasetia, Hanikka Wedya Pudji Muljono Putra, Rizki Aditya putri, Karima R. Restama Gustar Hastosaptyadhan Rama Adeyasa Rama Adeyasa Rilus Kinseng Rizki Aditya Putra Saharuddin Sari, Nadia Yunita Sarwititi Sarwoprasodjo Sarwititi Sarwoprasodjo Satia, Siti Ramlah Shinta Anggreany Shinta Nasution Siti Amanah Siti Ramlah Satia Solihin, Muhtar Mochamad Sri Harijati, Sri Sri Wahyuni Sugiarti, Susie Sumardjo Tintin Prihatiningrum Tintin Sarianti Tjahja Muhandri Unasiansari, Ismia Widiawati Walangadi Yumna Luthfia Yusalina Yusalina Zulfidda, Zulfidda Lillah