Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Kasus Diare Anak Pasien Rawat Jalan di UPT. Puskesmas X Kudus Setyoningsih, Heni; Latifah, Siti Nor; Adiningsih, Retnowati; Wijaya, Hasty Martha
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol7no2p78-85

Abstract

Diarrhea is still a health problem in developing countries, including Indonesia. Diarrhea is a potential endemic disease of Extraordinary Events (KLB) accompanied by death that often occurs in Indonesia. Drug Related Problems (DRPs) are unwanted events experienced by patients and actually or potentially interfere with the desired therapeutic results. This study aims to determine Drug Related Problems (DRPs) including drug selection, drug form, dose selection, duration of treatment and drug interactions in cases of diarrhea in outpatients at UPT. X Kudus District Health Center for the period January - June 2020. Non-experimental research with observational methods conducted by collecting data retrospectively and analyzed descriptively quantitatively. The sampling technique used was total population sampling by purposive sampling with clear and complete inclusion criteria for outpatient medical records with a diagnosis of diarrhea aged 0-11 years at UPT. X Kudus District Health Center for the period January - June 2020. The results of the study obtained 79 patients who met the inclusion criteria. This study showed that the most common types of DRPs were drug interactions (12%), drug selection (10%), and dose selection (8%). The amount of drug use did not significantly affect the incidence of DRPs in the drug interaction category (P = 0.019). The results showed that there had been DRPs in pediatric diarrhea patients at UPT. X Kudus District Health Center for the period January - June 2020.
Toksisitas Akut Jamu Tradisional Pegel Linu Terhadap Mencit (Mus Musculus) dengan Penentuan Nilai LD50 Menggunakan Metode Thomposon-Weil: Acute Toxicity of Traditional Herbal Medicine Pegel Linu Against Mice (Mus Musculus) With Determination of LD50 Value Using Thompson-Weil Method Palupi, Dian Arsanti; Sugiarti, Lilis; Triastuti, Aning; Wijaya, Hasty Martha; Pratiwi, Yulia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10587

Abstract

Uji toksisitas akut merupakan cara untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian suatu zat dalam dosis tunggal atau dosis berulang yang diberikan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Tujuan penelitian ini memberikan informasi tentang toksisitas jamu pegel linu sehingga meningkatkan keamanan penggunaannya. Metode penelitian: Sebanyak 25 ekor mencit di bagi menjadi lima kelompok. menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor, yaitu kontrol negative (K1), jamu tradisional pegel linu dosis 1,3mg (K2), dosis 2,6mg (K3), dosis 5,2 mg (K4) dan dosis 10,4 mg (K5) yang diberikan per oral dengan menggunakan sonde dalam volume 1mL Dilakukan pengamatan gejala toksik yang muncul selama 14 hari, perhitungan persentase index relative organ hepar, dilakukan histopatolologi hepar untuk mengetahui kerusakan jaringan. Dihitung nilai LD50 untuk mengetahui kategori ketoksikan jamu tradisional pegel linu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik dan penibgkatan persentase IRO. Kesimpulan jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik, gambaran histopatologi jaringan hepar mengalami nekrosis terbanyak pada kelompok K5 dosis 10,4mg. Nilai LD50 sebesar 1,479 mg/kgBB, yang dinyatakan dalam kategori "toksik ringan". Temuan ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut terkait pengamatan histopatologi pada organ lain dan perlunya memperhatikan penggunaan jamu dalam dosis tinggi.
Cermat Mengenali Tanda Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tipes di Desa Tumpang Krasak Rahmawaty, Annis; Setyoningsih, Heni; Lina, Rifda Naufa; Wijaya, Hasty Martha; Pratiwi, Yulia; Palupi, Dian Arsanti; Nafi'ah, Rohmatun
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.309

Abstract

Demam merupakan tanda khas yang sering terjadi pada penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan tipes. Bijak dalam mengenali tanda DBD dan tipes sangat diperlukan agar dalam menanganinya tidak menimbulkan kesalahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa pelayanan kesehatan pada masyarakat agar dapat lebih cermat, benar dan tepat dalam mengenali tanda DBD dan tipes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi terkait cara membedakan terjadinya DBD dan tipes juga mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat serta diberikan praktek cara membuat minuman tradisional wedang jahe. Kegiatan dilakukan di Balai desa tumpang krasak kota kudus. Sampel kegiatan ini adalah warga desa tumpang krasak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini warga tumpang krasak kota kudus menjadi lebih paham dan mengerti cara mengenali tanda DBD dan tipes, pola hidup bersih dan sehat dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya DBD dan tipes dilingkungan warga tumpang krasak serta adanya praktek pembuatan minuman wedang jahe dijadikan warga sebagai salah satu cara dalam menjaga kesehatan tubuh. 
Edukasi ISPA pada Musim Hujan di Masa Pandemi Bersama Yatim Piatu Desa Jepang Mejobo Kudus Lina, Rifda Naufa; Rahmawaty, Annis; Pratiwi, Yulia; Wijaya, Hasty Martha; Setyoningsih, Heni; Sugiarti, Lilis
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.390

Abstract

Pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia ISPA mempunyai tingkat mortalitas sangat tinggi. Kurangmya pengetahuan tentang ISPA menjadi salah satu penyebab terjadinya ISPA. Musim hujan dapat meningkatkan resiko terjadinya ISPA karena dapat menurunkan imunitas tubuh, Sehingga diperlukan edukasi ISPA pada saat musim hujan di masa pandemik untuk mencegah terjadinya ISPA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagaimana cara mencegah ISPA pada musim hujan di masa pandemik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi berupa ceramah, diskusi, pretest dan posttest. Kegiatan ini dilakukan di Aula Soekusno ITEKES Cendekia Utama Kudus yang diikuti oleh Yatim Piatu di Desa Jepang Mejobo Kudussebanyak 30 anak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan anak yatim piatu di desa jepang tentang bagaimana cara mencegah ISPA di musim hujan pada saat pandemik. Hasil pretest tentang ISPA yang paling banyak yaitu pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (53,33%) sedangkan setelah diberikan edukasi berupa sosialisasi ISPA, terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 orang (43,33%). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini, mempunyai dampak dalam meningkatkan pengetahuan anak yatim piatu tentang ISPA, sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian ISPA pada anak yatim piatu di desa Jepang Mejobo Kudus.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oliefera L.) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT PADA HEWAN UJI KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Wijaya, Hasty Martha; Setyaningrum, Eka; Lina, Rifda Naufa; Setyoningsih, Heni
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.293

Abstract

Kerontokan rambut merupakan salah satu   masalah yang sangat dikhawatirkan karena dapat mengakibatkan kebotakan. Penyebab kerontokan rambut dipengaruhi oleh   faktor depresi dan stres yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas sosial, polusi udara dan air, ketidakseimbangan gizi, dan lain-lain. Ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang memiliki potensi menumbuhkan rambut kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian The Postest Only Control Group Design. Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) dengan variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 20%. Pengukuran panjang rambut dilakukan setiap tiga hari sekali pada hari ke 3,6,9,12,15,18. Pengukuran dilakukan menggunakan jangka sorong 0.02 mm. Pada hari ke 18 dilakukan pencukuran kembali bobot rambut untuk menghitung bobot rambut. Data yang dihasilkan dari uji Games-Howell menunjukan bahwa konsentrasi 10% dan 20% tidak berbeda nyata dengan kontrol positif yang artinya ekstrak daun kelor (Moringa oliefera L.) memiliki aktivitas   yang   optimal   terhadap   pertumbuhan   rambut   kelinci   jantan   (Oryctolagus cuniculus). Konsentrasi optimal yang mampu menumbuhkan rambut kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus) terjadi pada konsentrasi 20%.
AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PADA EKSTRAK DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata Prain) Rifda Naufa Lina; Hasty Martha Wijaya; Utatik
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v9i2.664

Abstract

Sansevieria trifasciata is one of the plants used as medicine, especially the leaves are used by the community as a lowering blood glucose. Flavonoid compounds contained in Sansevieria trifasciata’s leaves have antioxidant properties that protect pancreatic cells from free radicals. The purpose of this study was to determine the activity of the ethanol extract of Sansevieria trifasciata’s leaves in reducing blood glucose levels in rats. This research was conducted using the pre and post-test method with randomized control group design, using 5 treatment groups: negative control (CMC Na), positive control (Glibenclamide 0.09 mg/200 gBW) and 3 treatment groups with doses: 100, 150 and 200 mg/kgBB. All groups were induced with alloxan 150 mg/kgBW i.p for 3 consecutive days, then given treatment for 15 days. Data were analyzed statistically by ANOVA test with p <0.05 then followed by LSD test. The test results in this study showed that there was no significant difference between the positive controls at doses of 150 and 200 mg/kgBW with p>0.05. The highest activity was achieved by a dose of 200 mg/kgBW because it reduced blood glucose levels to the highest, namely 32.6 mg/dl on the 15th day.
UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN METODE TRANSIT INTESINAL Megawati, Annik; Khoiruzzad, Muhammad; Sugiarti, Lilis; Wijaya, Hasty Martha; Nafi'ah, Rohmatun
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.412

Abstract

Diare merupakan keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal ditandai dengan kandungan air yang lebih dari biasanya yaitu lebih dari 200 ml/24 jam, serta tinja berbentuk encer dan frekuensi pengeluarannya lebih dari 3 kali sehari. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antidiare adalah umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dalam menghambat diare pada mencit. Desain penelitian menggunakan Post test only Control Group Design. Mencit putih Jantan 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok. Mencit diinduksi dengan minyak jarak secara peroral, setelah 1 jam diberi perlakuan pada masing masing kelompok secara peroral. Kelompok kontrol negatif (K-) diberi CMC-Na 0,5%.Kelompok kontrol positif (K+) diberi loperamid 0,052 mg/20g BB. Kelompok P1 diberi ekstrak etanol umbi bawang merah 150 mg/kgBB. Kelompok P2 diberi ekstrak etanol umbi bawang merah 300 mg/kgBB. Kelompok P3 ekstrak etanol umbi bawang merah 450 mg/kgBB. Nilai antidiare kemudian dihitung. Hasil dari skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang merah mengandung flavonoid, tanin dan fenol. Hasil rata rata nilai antidiare pada masing masing Kelompok yaitu : Kontrol negatif yaitu 0,84, kontrol positif yaitu 0,35, dosis 150mg/kg BB yaitu 0,24, dosis 300mg/kg BB yaitu 0,23, dosis 450mg/kg BB yaitu 0,33 . Hasil SPSS menunjukkan data yang dianalisa bersifat normal, tidak homogen dan terdapat perbedaan yang signifikan. Dari Ekstrak etanol umbi bawang merah dapat memberikan aktivitas antidiare pada mencit yang diinduksi minyak jarak. Dosis efektif ekstrak etanol umbi bawang merah adalah 150mg/KgBB.
PENGARUH PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera L.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM PADA TIKUS WISTAR JANTAN Wijaya, Hasty Martha; Zulfa, Elsa Maulida; Setyoningsih, Heni; Sari, Dessy Erliani Mugita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.915

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu penyakit komplikasi kronik dari diabetes mellitus tipe 2. Gentamisin merupakan obat golongan antibiotik yang dapat digunakan dalam penyembuhan luka. Daun Kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa kimia yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang dapat menyembuhkan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun kelor terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar. Tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok. K1 merupakan kontrol negatif vaselin album, K2 merupakan kontrol positif salep Gentamisin, P1 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 7,5%, P2 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 15%, dan P3 kelompok salep ekstrak daun kelor  dosis 30%. Skrining fitokimia ekstrak kering daun kelor positif mengandung senyawa kimia flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Pengamatan hari terakhir P3 memiliki persentase penyembuhan 70%, P2 memiliki persentase penyembuhan 65%, dan P1 memiliki persentase penyembuhan 50%. Uji statistika Post Hoc Tukey salep ekstrak daun kelor didapatkan K2 (salep gentamisin) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan P3 (konsentrasi 30%) dengan nilai p>0,05 dengan hasil signifikansi  p = 0,128 yang berarti bahwa P3 (konsentrasi 30%) memiliki efek yang setara dengan salep gentamisin dalam menyembuhkan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar.
Penyuluhan dan Pemberian Obat Cacing Tingkat TK di RA Muslimat NU Tarbiyatul Athfal Heni Setyoningsih; Miranti Amalia; Siti Safuroh; Gendis Purno Yudanti; Dwi Susiloningrum; Hasty Martha Wijaya; Dian Arsanti Palupi
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.1.2024.128-132

Abstract

Worms are still a health problem in Indonesian with a general prevalence that is still very high, varying between 2.5% - 62%. These worms can result in decreased health, nutrition, intelligence and productivity. Worms cause loss of carbohydrates and protein as well as blood loss, thereby reducing the quality of human resources. One way to control worms is by giving mass medication to prevent worms in vulnerable groups to stop the spread of worm eggs from suffers to the surrounding environment, in which case the drug albendazole is given. The method used to overcome this problem is by providing counselling and administering the drug albendazole at the RA Muslimat NU Tarbiyatul Athfal Kindergarten level. A total of 125 children received counselling and distribution of the drug albendazole. The result and conclusions obtained by administering worm medicine were appropriate because all children each received 1 tablet of albendazole.
Penyuluhan dan Pemberian Obat Cacing Tingkat TK di RA Muslimat NU Tarbiyatul Athfal Heni Setyoningsih; Miranti Amalia; Siti Safuroh; Gendis Purno Yudanti; Dwi Susiloningrum; Hasty Martha Wijaya; Dian Arsanti Palupi
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.1.2024.128-132

Abstract

Worms are still a health problem in Indonesian with a general prevalence that is still very high, varying between 2.5% - 62%. These worms can result in decreased health, nutrition, intelligence and productivity. Worms cause loss of carbohydrates and protein as well as blood loss, thereby reducing the quality of human resources. One way to control worms is by giving mass medication to prevent worms in vulnerable groups to stop the spread of worm eggs from suffers to the surrounding environment, in which case the drug albendazole is given. The method used to overcome this problem is by providing counselling and administering the drug albendazole at the RA Muslimat NU Tarbiyatul Athfal Kindergarten level. A total of 125 children received counselling and distribution of the drug albendazole. The result and conclusions obtained by administering worm medicine were appropriate because all children each received 1 tablet of albendazole.
Co-Authors Adiningsih, Retnowati Anita Dyah Listyarini Annis Rahmawaty Annis Rahmawaty Annis Rahmawaty Arsy, Gardha Rias Chabbah Tri Septian Choiriyah, Nur Choiriyah Clara Destiana Caesary Dian Arsanti Palupi Dian Arsanti Palupi, Dian Arsanti Dwi Susiloningrum Dwi Susiloningrum Dwi Susiloningrum Elmira Okta Nova Ifada Erna Widyastuti, Erna Firmansyah, Gunawan Fitrianingsih, Sri Gendis Purno Yudanti Gunawan Pamudji Widodo Heni Setyoningsih Heni Setyoningsih Heni Setyoningsih Heni Setyoningsih Hidayati, Rakhmi Ilham Setyo Budi Irvan Kurniawan, Irvan Jamiyah Nur Rohmah Karima, Nur Aini Khoirin Nida Khoiruzzad, Muhammad Latifah, Siti Nor Lidya Anita Safitri Lilis Sugiarti Lilis Sugiarti Lilis Sugiarti Lina, Rifda Naufa Lina, Rifda Naufa Naufa Lusiana, Melisa Octa Miftakhul Ulya Miranti Amalia Miyati Miyati Mubaroq, Muhammad Husni Muflichatun Nisyak Muflichatun Nisyak Mujoko, Bagas Nafi'ah, Rohmatun Oktarina Puspitasari Pujiati, Eny Rahmawaty, Annis Rakhmi Hidayati Rakhmi Hidayati Rifda Naufa Lina Rifda Naufa Lina Rifda Naufa Lina Rifda Naufa Lina Rifda Naula Lina Riyanto, Bagus Rohmatun Nafi&#039;ah Santi Fitriana Sari, Dessy Erliani Mugita Sari, Dessy Mugita Setyaningrum, Eka Setyoningsih, Heni Sihhatul Fuadah Siti Nur Hanifah Siti Safuroh Susiloningrum, Dwi Syauqi Afifatul Amiroh Tabita Rahmavika Tiara Aninditha Triastuti, Aning Utatik Wara Madia Yudanti, Gendis Purno Yulia Nur Khayati Yulia Pratiwi Yulia Pratiwi Yulia Pratiwi Yulia Pratiwi Yulia Pratiwi Yulia Pratiwi Zulfa, Elsa Maulida