Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Poli Umum di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh Syarifah Fazhila Azzahra; Tahara Dilla Santi; Nopa Arlianti
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.114

Abstract

Patient satisfaction is a level of feeling that arises as a result of the performance of health services obtained after the patient compares. The aim of this research is to determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction of general polypatients at the Baiturrahman Community Health Center in Banda Aceh. This research contains descriptive analytics with a cross sectional design. The population in this study were patients who came to the Baiturrahman Community Health Center general clinic from January to December 2023, totaling 368 people, with a sample of 80 people and taken using accidental sampling technique, the research was conducted on January 22-31 2024 by means of interviews and questionnaires. Data were analyzed using the chi-square test. the results show that there is a relationship between patient satisfaction and responsiveness (p-value 0.019), physical evidence (p-value 0.024), and guarantee (p-value 0.0014), while what is not related to patient satisfaction is reliability (p-value 0.594).  empathy (p-value 0.717)
Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ayah Ketika Anak Mengalami Diare di Provinsi Aceh Amelya Febryana; Nopa Arlianti; Anwar Arbi
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.113

Abstract

Knowledge about the amount of fluid given when a child has diarrhea is one of the problems that occurs in Aceh, where every year there can be an increase and decrease in the level of knowledge among the community, especially among fathers. The study aims to determine the factors that influence fathers' knowledge about the amount of fluid given when a child has diarrhea in Aceh Province in 2017. This study is an analytical survey conducted using secondary data from the 2017 SDKI with a cross-sectional design. The population is all fathers in Aceh Province in 2017 according to the age of 20-54 years as many as 400 respondents. Data analysis using multiple logistic regression tests. The results of the study showed that there was an influence of fathers' knowledge about the amount of fluid given when a child had diarrhea, namely 30-39 years old (OR = 0.14, p = 0.001) and 20-29 years old (OR = 0.14, p = 0.002). Meanwhile, those that had no influence on father's knowledge about the amount of fluid given when a child had diarrhea were upper middle wealth quintile (p=0.596, OR=0.78), middle wealth quintile (OR=0.81, p=0.631), lower middle wealth quintile (OR=0.93, p=0.842), lowest wealth quintile (OR=0.64, p=0.326), age 40-49 years (OR=0.36, p=0.077), area of residence (OR=1.05, p=0.846), secondary education (OR=1.23, p=0.554), primary education (OR=1.92, p=0.155), no schooling (OR=1.19, p=0.890), and number of children (OR=1.06, p=0.919). It is hoped that health workers, especially public health workers in the field of health promotion in Aceh Province, will provide counseling on the prevention and treatment of diarrhea, in order to increase fathers' knowledge about the amount of fluids given when a child has diarrhea.
Perbedaan efektivitas leaflet dan video terhadap pengetahuan ibu tentang imunisasi campak Lubis, Yessi Aprilia; Agustina, Agustina; Arlianti, Nopa
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/d6378c38

Abstract

Latar Belakang: Data Dinas Kesehatan Banda Aceh tahun 2022 melaporkan bahwa cakupan imunisasi Puskesmas Banda Raya 21,5% masih sangat jauh dari target cakupan imunisasi yaitu 80%. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi campak.Metode: Menggunakan desain quasi esperiment. Sampel yang ditentukan dengan total sampling 81 responden namun sebanyak 13 responden tidak koperatif maka penelitian dilaksanakan terhadap 68 responden dengan 34 responden media video dan 34 responden media leaflet. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji t independen melalui perangkat lunak SPSS.Hasil: Dari analisis univariat responden kelompok media video memiliki rata-rata nilai posttest lebih tinggi di bandingkan pretest yang artinya ada peningkatan pengetahuan Setelah diberikan media video dan kelompok media leaflet rata-rata nilai nilai posttest lebih tinggi di bandingkan pretest yang artinya ada peningkatan pengetahuan sesudah diberikan media leaflet.Kesimpulan: Keduanya dapat meningkatkan pengetahuan responden, tetapi media video lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden.
Tingkat Literasi Kesehatan Digital Petugas Kesehatan Dan Implikasinya Terhadap Kualitas Layanan: Sistematic Riview Maisarah Maisarah; Asnawi Abdullah; Nopa Arlianti
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1149

Abstract

Literasi kesehatan digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang efisien dan berbasis teknologi. Penggunaan teknologi digital dalam layanan kesehatan, seperti rekam medis elektronik, telemedicine, dan aplikasi kesehatan, telah terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi literasi kesehatan digital, termasuk keterbatasan akses teknologi dan kurangnya pelatihan bagi tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan sumber data dari PubMed. Dari hasil pencarian awal sebanyak 214 artikel, dilakukan penyaringan berdasarkan relevansi dan kriteria inklusi-eksklusi sehingga diperoleh 24 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Proses seleksi dilakukan dengan metode PRISMA, mencakup tahap identifikasi, penyaringan, dan kelayakan artikel. Analisis naratif terhadap artikel yang terpilih menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital yang baik berhubungan dengan peningkatan efisiensi pelayanan kesehatan, akurasi pengambilan keputusan medis, serta kepuasan pasien. Penggunaan teknologi digital dalam layanan kesehatan juga membantu dalam mempercepat diagnosis, meningkatkan akses layanan di daerah terpencil, serta mengoptimalkan koordinasi antar tenaga kesehatan. Disarankan untuk melakukan upaya peningkatan literasi digital bagi tenaga kesehatan melalui pelatihan yang terstruktur dan penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai guna mendukung implementasi layanan kesehatan berbasis digital secara optimal.
Faktor determinan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III Hernia Novianti; Maidar Maidar; Nopa Arlianti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1433

Abstract

Pendahuluan: Anemia dalam kehamilan memiliki dampak buruk terhadap kesehatan ibu dan janinnya. Anemia selama kehamilan dapat berdampak pada kesehatan ibu, seperti kehamilan, pendarahan selama kehamilan, persalinan prematur, gangguan janin, gangguan persalinan dan masa nifas dan berdampak buruk terhadap janin dalam kandungan seperti kelahiran bayi prematur, kematian janin dalam kandungan, pecah ketuban, masalah pernapasan, dan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan: Mengetahui faktor penentu kejadian anemia pada ibu hamil . Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Jumlah populasi 786 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel Accidental Sampling yaitu ibu hamil trimester III berjumlah 88 ibu hamil. Penelitian ini dilakukan selama 8 hari dimulai tanggal 09-16 Januari 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh. Hasil: Anemia selama kehamilan lebih banyak terjadi pada ibu hamil dengan kategori umur ibu tidak berisiko (78,4%), tingkat pendidikan menengah (62,5%), paritas tidak berisiko sebesar (72,7%), status tidak KEK (75,0%), dan pemeriksaan ANC kurang lengkap (53,4%). Ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value=0,013), status KEK (p-value=0,044), dan pemeriksaan ANC (p-value=0,041). Tidak terdapat hubungan umur ibu (p-value=0,868), dan paritas (p-value=0,820) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Simpulan: Kejadian anemia pada ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia kehamilan yang berisiko (<20 tahun dan >35 tahun), tingkat pendidikan yang rendah, paritas tinggi, status gizi kurang (KEK dengan LILA <23,5 cm), serta pemeriksaan ANC yang tidak lengkap.   Kata Kunci: Anemia, Ibu hamil, Pendidikan, KEK, ANC
Hubungan Sosio Demografi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Perawatan Tanoh Alas Kabupaten Aceh Tenggara Siti Aminah; Basri Aramico Ib; Nopa Arlianti
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i2.1643

Abstract

Stunting is a major indicator of chronic nutritional problems that affect children’s growth and development. In Indonesia, stunting prevalence remains high and is a national public health concern. This study aimed to analyze the relationship between socio-demographic factors and stunting incidence among toddlers in the working area of the Tanoh Alas Health Center, Southeast Aceh Regency, in 2025. This study used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 93 mothers with children under five selected through simple random sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets from June 19 to July 3, 2025. Statistical analyses included Chi-Square and multiple logistic regression tests. The results showed that 33.3% of children were stunted, 34.4% had poor access to health services, and 68.8% lived in unhealthy housing conditions. Bivariate analysis indicated significant relationships between maternal age (p = 0.007), maternal education (p = 0.012), maternal occupation (p = 0.002), access to health services (p = 0.001), family income (p = 0.032), and healthy housing conditions (p = 0.007) with stunting incidence. Multivariate analysis revealed that access to health services was the strongest factor associated with stunting (p = 0.010; OR = 4.294; 95% CI: 1.411–13.06). Children with limited access to health services were 4.3 times more likely to experience stunting. The study recommends improving the accessibility and quality of maternal and child health services and strengthening multisectoral interventions and health education programs to prevent stunting.
Analisis Perilaku Pencegahan COVID-19 di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah: Analysis of COVID-19 Prevention Behavior in Kebet Village, Bebesen District, Central Aceh Regency Devi Zulfika; Farrah Fahdhienie; Nopa Arlianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2607

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah virus SARS-CoV-2 yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Upaya untuk mencegah penularan COVID-19 dengan menerapkan perilaku mematuhi protokol 6M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, dan menghindari aktivitas makan bersama) plus melakukan vaksin untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptik analitik dengan desain cross-sectional melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-15 Februari 2022 pada 82 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square dan penyajian data dalam bentuk univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan responden yang memiliki perilaku kurang melakukan pencegahan 52.4%, pengetahuan kurang baik 50%, sikap negatif 53.7%, stigma negatif 52.4 %, tingkat pendidikan dasar 17,1%, dan status pekerjaan bekerja 92.7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, stigma, tingkat pendidikan dengan nilai (P Value = 0.001), dan pekerjaan dengan nilai (P Value = 0.027) dengan perilaku pencegahan COVID-19 berdasarkan perilaku 6M plus vaksin. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, stigma, tingkat pendidikan, dan pekerjaan dengan perilaku pencegahan COVID-19.
Faktor Risiko Hipertensi pada Wanita Pralansia (45-59 Tahun) Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar: Risk Factors of Hypertension in Preelderly Women (45-59 Years Old) Lhoknga District, Aceh Besar District Melania Hidayat; Erma Wina; Farrah Fahdhienie; Nopa Arlianti; Phossy Vionica Ramadhana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.3779

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting diseluruh indonesia karena prevalansinya yang tinggi sebesar 22% pada kelompok usia >18 tahun. Jumlah kasus hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2018 prevalansi hipertensi di Aceh menduduki tingkat ke-10 tertinggi yaitu 9.32%, dan di Puskesmas Lhoknga sebesar 9.71%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui hubungan antara obesitas, tingkat stress dan Riwayat dengan kejadian hipertensi pada wanita pralansia (45-59 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan design cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 orang diambil dengan metode proporsional random sampling. Sampel diambil berdasarkan laporan puskesmas dengan wilayah hipertensi tertinggi di Puskesmas Lhoknga. Analisis data menggunakan uji chi square dan melihat nilai Odds Rasio (OR). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas dengan (p value=0.014; OR=3.77 ), tingkat stress (p value=0.009; OR=4.44 ), dan riwayat keluarga (p value=0.001; OR=8.25) dengan kejadian hipertensi pada wanita pralansia (45-59 tahun) di 5 Desa Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga Kabupaten Aceh Besar tahun 2020. Kesimpulan: Bagi petugas Puskesmas bagian PTM, untuk dapat meningkatkan penyuluhan tentang bahayanya hipertensi dan pentingnya hidup sehat dengan cek kesehatan secara rutin
School-Age Child Mortality: The Impact of Women's Autonomy and Household Characteristics M. Dharma Nauval; Asnawi Abdullah; Nopa Arlianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 8 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i8.6000

Abstract

Introduction: Child mortality is a crucial indicator for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) for 2030 and the National Medium-Term Development Plan (RPJMN) 2020-2024 in healthcare. It reflects advancements in health and human capital, with SDG targets aiming for a neonatal mortality rate of 12 per 1,000 live births by 2030, and RPJMN targeting a child mortality rate of 16 per 1,000 live births by 2024. School-age (5-9 years) and adolescent (10-18 years) stages are critical for education and character development, where parental roles, especially women's autonomy in decision-making regarding family and education, are essential for ensuring health and well-being. Objective: The aim of this study is to examine the impact of women's autonomy, household wealth, residential area, parental occupations, and age at marriage on school-age child mortality. Method: This study uses a quantitative cross-sectional design with secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS). The sample includes 37,246 mothers of children aged 6 to 18 years. Inclusion criteria were mothers whose last child died between ages 6 and 18, who were married and living with their spouse, and who knew their age at first marriage. Exclusion criteria were women under 15 or over 49 years, deaths outside the specified age range, women unaware of their marriage age, and those who were divorced or widowed. Data were analyzed using bivariate logistic regression and multivariate stepwise regression to evaluate the effects of women's autonomy, household wealth, residential area, parental occupations, and age at marriage on school-age child mortality. Result: The results of the bivariate analysis indicate significant associations between women's autonomy (P=0.022; OR=0.92), age at first marriage (P=0.0001; OR=1.8), father’s occupation (P=0.0001; OR=1.4), and residential area (P=0.0001; OR=1.5) with school-age child mortality. No significant relationship was found between maternal occupation (P=0.122; OR=0.95) and household wealth status (P=0.459; OR=0.98) with school-age child mortality. The multivariate stepwise analysis confirmed that women's autonomy, age at first marriage, father’s occupation, and residential area remained significant factors. Conclusion: The study underscores the importance of empowering women, raising awareness about early marriage, and implementing economic interventions to reduce school-age child mortality. Additionally, it recommends further research on women's autonomy, including supportive and obstructive factors, to deepen understanding in this area. Such research can aid in developing more holistic policies and interventions.
EFEKTIFITAS MEDIA LEAFLET DAN AUDIO VISUAL TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN PADA ANAK SDS IT AL-MANAR TAKENGON DALAM MEMILIH JAJANAN SEHAT TAHUN 2024 Helga Sania Putri; Anwar Arbi; Nopa Arlianti; Hanifah Hasnur; Qurrata A’yun
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.6378

Abstract

Latar belakang: Penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang jajanan sehat, dengan media seperti leaflet dan audio-visual. Leaflet mudah diakses, dapat dibaca ulang, dan menyajikan informasi ringkas, sementara audio-visual lebih menarik dengan kombinasi gambar, suara, dan teks. Berdasarkan pengamatan awal di SDS IT Al-Manar, ditemukan bahwa banyak pedagang di sekitar sekolah menjual jajanan dalam kondisi kurang higienis, sementara siswa cenderung membeli makanan tanpa memperhatikan kebersihan dan kandungan gizinya. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi mengenai jajanan sehat melalui metode yang efektif dan menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media leaflet dan audio-visual dalam meningkatkan pengetahuan siswa SDS IT Al-Manar tentang pemilihan jajanan sehat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi experiment. Dilaksanakan 4-5 November 2024. Populasi seluruh anak kelas 6 di SDS IT Al-Manar Takengon yang berjumlah 60 orang. Desain sampel menggunakan total populasi sebanyak 60 responden. Analisis data menggunakan uji t independent dan paired sample t test dengan Stata 15 meliputi univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan setelah diberikan intervensi pada kelompok leaflet dan audio visual (p=0,003), kelompok leaflet pada sebelum dan setelah diberikan intervensi (p=0,0001) dengan perubahan 62,90%, dan kelompok audio visual pada sebelum dan setelah diberikan intervensi (p=0,0001) dengan perubahan 63,69% dalam memilih jajanan sehat. Kesimpulan: Metode audio-visual dan leaflet sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Dinas Kesehatan diharapkan mengintegrasikan audio-visual dalam promosi kesehatan di sekolah dan komunitas, sementara leaflet tetap digunakan sebagai media pendukung yang mudah diakses. Kombinasi keduanya menjadi strategi edukasi yang optimal
Co-Authors Adamy, Aulina Adilla, Zahara Agustina Agustina Agustina Ahmad, Anwar Alif Lia Rinzani Amara Rizal, Audia Amelya Febryana Amin, Fauzi Ali Amin, Ghazali Andira, Riska Anggi, Tri Yayang Anisha Sahfira Putri Anwar Arbi Aramico Ib, Basri Arbi, Anwar Ariscasari, Putri Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Aulina Adamy Baharuddin, Dharina Basri Aramico Ib Basri Aramico, Basri Cakrawati, Rahmi Cut Suci Aulia Nanda Damayanti, Elok Desi Desi, Desi Devi Zulfika Dian Rahayu Dilla Santi, Tahara Eka Yuliani Elvira Nova Riany Erma Wina Farrah Fahdhienie Fatin Farhana Firayanti, Lusi Hamisah, Irma Hanifah Hasnur Helga Sania Putri Hernia Novianti Humairah Lutfia Husna, Mishbahul Ib, Basri Aramico Indriana, Fina Irhamni Irhamni Ismalia, Ismalia Iza Rullah Jannah, Rauzatul Lubis, Yessi Aprilia Lutfia, Humairah M. Dharma Nauval Maidar Maidar Mairani, Tiara Maisarah Maisarah Maryoso, Ade Nabila Masykur, Masykur Mega Fatimah Rosana Melania Hidayat Melfira, Roza Menawati Menawati Miftahul Jannah Milana, Shintya Na’imah, Na’imah Nia Rahmatillah Nova Khairunnisa Noviyati, Ike Nursiba, Yessy Oktarina, Mila Phossy Vionica Ramadhana Putri Nabila Putri Pulungan, Indah Rizky Qurrata A’yun Rafika Syifa Rahma, Viyola Rahmadhaniah Rahmadhaniah Rahmi, Zulfina Ramadhani, Gadis Amaniar Ramadhaniah Ramadhaniah Ramadhaniah Raudhah Rizkina Riany, Elvira Nova Riza Septiani Rostina Rostina RR. Ella Evrita Hestiandari Safila, Lili Salsabila, Putri Santi, Hafnidar Septiani, Riza Shintya Milana SITI AMINAH Sri Muliasari Syahirah, Arifah Syahputra, Andri Syarifah Fazhila Azzahra Tahara Dilla Santi Ullya, Jaida Utari, Widya Nada Wardiati, Wardiati Windy Amalia Putri Yusrina Yusrina Zakaria, Radhiah Zulkifli Zulkifli