Claim Missing Document
Check
Articles

Ekstraksi secara Sokletasi dan Skrining Fitokimia Ekstrak Umbi Wortel (Daucus carota L.) Indriyana Setyawati; Zulfa Fitriyah; Melsi Emilia; Dahlia; Anggi Theresia Putri; Novia Wiyanti Indah Sari; Rismayanti; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak umbi wortel (Daucus carota L.) melalui metode ekstraksi Soxhletasi dan analisis fitokimia. Simplisia umbi wortel diperoleh melalui proses sortasi, pencucian, perajangan, pengeringan, dan penghalusan, menghasilkan serbuk simplisia dengan hasil susut pengeringan sebesar 94,7%. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 75% sebanyak 1.700 ml pada suhu 70°C, menghasilkan ekstrak kental berwarna cokelat kehitaman dengan rendemen sebesar 21,132%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak umbi wortel mengandung senyawa alkaloid, tanin, dan saponin, tetapi negatif untuk senyawa flavonoid dan steroid. Hasil pada uji Kromatografi Lapis Tipis yaitu: noda 1 dengan nilai Rf 0,139 dan 0,121 dan noda warna ungu diduga mengandung senyawa fenolik dan alkaloid, noda 2 dengan nilai Rf 0,303 dan 0,187 dan noda warna hijau diduga mengandung senyawa saponin, alkaloid, dan alkaloid, dan noda 3 dengan nilai Rf 0,775 dan noda warna hijau diduga mengandung senyawa saponin, flavonoid, terpenoid, dan steroid. Penelitian ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk pengembangan obat berbasis tanaman yang lebih efektif dan aman bagi kesehatan.
Ekstraksi Perkolasi dan Identifikasi Daun Pepaya (Carica Papaya folium) Novia Zalianty; Miftahul Jannah; Adellia Patricia Putri; Shela Maharani; Hesty Wulandari; Rika Dwi Safitri; Deti Ariana; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Praktikum ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak daun pepaya dengan menggunakan metode ekstraksi perkolasi dan pelarut etanol 96%. Proses pembuatan simplisia daun pepaya dimulai dari sampel dengan berat 2 kg, yang menghasilkan simplisia sebanyak 105 gram dengan susut pengeringan mencapai 94,75%. Rendemen ekstrak daun pepaya yang diperoleh adalah 6,6%. Uji skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sementara senyawa steroid tidak terdeteksi. Pemisahan dan identifikasi komponen ekstrak dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) berdasarkan nilai Rf. Pengamatan dengan sinar UV 254 nm, baik sebelum maupun setelah disemprot dengan H2SO4, menghasilkan 3 noda, sedangkan pada pengamatan dengan sinar UV 365 nm, sebelum disemprot H2SO4 terdapat 3 noda, dan setelah disemprot H2SO4, ditemukan 7 noda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya memiliki potensi senyawa bioaktif yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk aplikasi farmasi.
Skrining Fitokimia Sampel Serai Dapur (Cymbopogon citratus DC) dengan Metode Ekstraksi Refluks Amelia Surya Anggraini; Elsa Indriyani; Lastari Apriana; Mutiara Sepriani; Qori Agusti; Rifqi Pratama; Tiara Bunga Pradini; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serai atau dengan nama ilmiah Cymbopogon citratus merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, tanaman serai juga banyak digunakan sebagai tanaman obat herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang ada pada serai. Sampel segar serai sebanyak 2 kg di buat menjadi simplisia kering sebanyak 400 mg dengan susut pengeringan sebesar 80%. Kemudian diekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96% sehingga diperoleh ekstrak kental seberat 26 g dengan nilai randemen 17,3%. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan senyawa aktif dengan uji fitokimia dan kromatografi lapis tipis. Hasil pengujian uji fitokimia menyatakan bahwa serai dapur mengandung senyawa aktif berupa flavanoid, alkaloid, tannin dan saponin. Hasil uji KLT pada replikasi 1 dengan lampu UV 365 setelah di semprot H2SO4 diperoleh 4 noda dengan masing-masing nilai Rf nya 0,11 cm warna biru kehitaman, 0,85 cm warna biru muda, 0,91 cm warna biru tua dan 0,98 cm warna pink tua. Baik pada replikasi 2 dan 3 dan sebelum disemprot H2SO4 tidak terjadi perubahan yang signifikan.
Kajian Senyawa Bioaktif Pada Buah Solanum lycopersium Yang Diekstraksi Secara Perkolasi Annisa Syahrani; Nur Rahmawati; Arina Putri Zenn; Rahma Dita; Mutiara Utami; Siska Lidia; Evi Susanti; Sabda Wahab; Yovi Pranata
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.52

Abstract

Tanaman Solanum lycopersicum memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan manusia, berkat kandungan gizi yang tinggi, termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, B1, B2, C, serta mineral seperti besi, fosfor, dan kalsium. Selain itu, buah Solanum lycopersicum juga mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, yang memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kandungan fitokimia dalam buah Solanum lycopersicum melalui serangkaian proses penyiapan sampel, ekstraksi dengan metode perkolasi, serta uji fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT). Sampel buah Solanum lycopersicum  segar yang diperoleh dari pasar 16 Ilir Palembang, diproses menjadi simplisia dengan berat 400 dengan nilai penyusutan 99,3%. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 33,5%. Uji fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa alkaloid (positif dengan reagen Wagner dan Dragendrof), saponin, tanin, dan steroid, namun negatif untuk flavonoid. Hasil analisis KLT menunjukkan adanya senyawa terpenoid dan steroid pada sinar UV 254 nm, serta flavonoid dan alkaloid pada sinar UV 365 nm. Penelitian ini menunjukkan bahwa buah tomat mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber obat alami, terutama dalam pengobatan antibakteri dan antioksidan
Ekstraksi dan Identifikasi Senyawa Bioaktif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) resti marsila; Anggi Febrianti; Apriyani Vusvita Sari; Fetrilia; Septiana Nur Afifah; Nasyiah Tri Naurah; Mardiana; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.59

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tumbuhan yang sering disebut kemangi manis yang digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam, sariawan, panas dalam, batuk, dan mual muntah, Hal itu karena banyaknya senyawa aktif yang terkandung di dalam daun kemangi. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dalam daun kemangi (Ocimum basilicum L.). Daun kemangi di peroleh dari pasar 7 Ulu, Palembang. Proses penelitian ini dilakukan di dalam Labolatorium Bahan Alam, Fakultas Farmasi Universitas Kader Bangsa. Tanaman kemangi yang didapat kemudian disortasi basah, dicuci, dirajang, lalu dikeringkan hingga memperoleh kadar susut 80%. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan rendemen sebesar 8%. Uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid, sementara steroid tidak terdeteksi. Analisis lebih lanjut dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan eluen campuran etil asetat, metanol, dan air (9:2:2), menghasilkan noda dengan nilai Rf beragam.
Perkembangan Apotek di Sulawesi Tenggara dalam Mendukung Ekonomi Biru Berkelanjutan: Peluang dan Tantangan Faisal; Irman Idrus; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan apotek dalam mendukung ekonomi biru berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS), penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan limbah farmasi, penggunaan obat-obatan lokal, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan kebijakan pemerintah memiliki pengaruh signifikan terhadap ekonomi biru berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan obat-obatan lokal dan pengelolaan limbah farmasi memberikan kontribusi terbesar terhadap perkembangan ekonomi biru. Kebijakan pemerintah yang mendukung juga memainkan peran penting, meskipun kontribusinya lebih kecil. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi apotek dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi untuk mendukung ekonomi biru di wilayah pesisir
Gambaran Penyimpanan Obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang Tahun 2025 Nova Pitriyanti; Burhanuddin Gumay; Sabda Wahab; Nia Azzahra; Hilda Muliana
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.124

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat, salah satunya melalui sistem penyimpanan yang sesuai standar Good Storage Practice (GSP) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 74 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang berdasarkan penerapan metode alfabetis, First In First Out (FIFO), dan First Expired First Out (FEFO). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang pada 1-29 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui obserbasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar dengan tingkat kepatuhan 100%. Obat disusun rapi sesuai tablet, bentuk sediaan, dan kelompok terapi; penerapan FIFO dan FEFO dilakukan konsisten dengan penandaan khusus untuk obat yang mendekati kedaluwarsa; obat narkotika dan pisikotropika disimpan terpisah dengan pengaman khusus; dan sediaan rantai dingin disimpan dalam lemari pendingin dengan pemantauan suhu rutin. Pembahasan menunjukkan keberhasilan ini didukung oleh kesadaran petugas, fasilitas memadai, serta pengawasan yang baik. Simpulan penelitian ini Adalah sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu telah sesuai dengan Permenkes No. 74 Tahun 2016 dan prinsip GSP.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antidiabetik Oral di Puskesmas Pangkalan Balai Tahun 2025 Muhammad Irza Satria Putra; Yovi Pranata; Sabda Wahab; Hilda Muliana
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.126

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik oral sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat antidiabetik oral di Puskesmas Pangkalan Balai tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,708). Analisis menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan sebagian besar responden perempuan (53,2%) dan memiliki kepatuhan rendah (57,4%), dengan hanya 22,3% yang patuh. Sebagian menilai fasilitas kesehatan baik (55,3%), namun 68,1% memiliki pola hidup tidak sehat. Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara fasilitas kesehatan (p = 0,958) maupun pola hidup (p = 0,518) dengan kepatuhan. Kesimpulannya, kepatuhan minum obat antidiabetik oral masih rendah dan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh fasilitas kesehatan dan pola hidup, sehingga faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dan dukungan keluarga kemungkinan lebih berperan.
Analysis of Community Behavior in Purchasing Hard Drugs Without Prescription at Pharmacy X District Kalidoni City of Palembang in 2025 Ahmad Dwi Rendika Akbar; Sabda Wahab; Anggy Utama Putri
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v4i1.102

Abstract

Use drug hard without recipe doctor is problem serious potential​ cause effect side, resistance, up to death. Research This aim For analyze connection knowledge, attitudes, and actions to behavior public in purchase drug hard without recipes in the sub-district area Kalidoni, Palembang City. Research This use design descriptive quantitative and survey analytics, with primary data collection through questionnaire distributed to 63 respondents. Research results show that : Knowledge own connection negative and significant to behavior society (t = 2.268; p = 0.023), meaning the more tall knowledge, the more low trend purchase drug hard without Recipe; Attitude also plays a role negative and significant (t = 2.759; p = 0.006), indicating attitude positive can lower practice purchase without recipe; Community action influential positive and significant (t = 2.874; p = 0.004), meaning the more often action self-medication done, the more tall trend purchase drug hard without recipe. Research This confirm importance education to community and supervision strict from pharmacies and services health For pressing the culprit use drug hard without recipe. Further study recommended For reach more areas wide as well as dig internal factors in the pharmacy that influence sale drug hard without recipe.
Analysis of Drug Distribution from Pharmaceutical Warehouse to Pharmaceutical Installation of Siti Fatimah Hospital Palembang in 2025 Poppy Angraeni Wulandari; Amelia Soyata; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v4i1.101

Abstract

This study aims to analyze the mechanisms, flow, and challenges of drug distribution from the pharmacy warehouse to the pharmacy installation at RSUD Siti Fatimah Palembang. This research used a descriptive observational method with a quantitative approach. Data were collected through direct observation, structured interviews, and document review using a checklist instrument based on the Indonesian Ministry of Health Regulation Number 72 of 2016 regarding Pharmacy Service Standards in Hospitals.The results showed that the mechanism and flow of drug distribution were implemented in accordance with pharmacy service standards, achieving a compliance rate of 100%. However, several operational challenges were identified, including discrepancies in the quantity and type of drugs compared to requests, as well as delays in distribution that resulted in stock shortages at service units.This study concludes that the drug distribution system at RSUD Siti Fatimah Palembang has complied with existing standards, but optimization of the pharmacy logistics information system and improved coordination between units are needed to reduce distribution constraints.
Co-Authors A. Fitra Nugraha Adellia Patricia Putri AHMAD ARIF Ahmad Dwi Rendika Akbar Ahmad Rifai Amelia Soyata Amelia Surya Anggraini Andi Fitrah Nugraha Anggi Febrianti Anggi Theresia Putri Anggy Utama Putri Annisa Syahrani Apriyani Vusvita Sari Ardiansyah Ardiansyah Arina Putri Zenn Aris Prio Agus Santoso Belrado, Rahmi Nuzula Bina Aquari Burhanuddin Gumay Chatarina Umbul Wahyuni Dahlia Dedek Sutinbuk Deti Ariana Diah Rahmawati Djaya, Ilham Dwiprayogo Wibowo Dzul Asfi Ela Amalia Elsa Indriyani Endang Wahyati Evi Susanti Faisal FERLY OKTRIYEDI Fetrilia Firmansyah, Denis Riski Nur Fitri Larasati Fitri Rizkiah Galih Andi Prabowo Gita Fajrianti Gita Sopianti Hardiyanti, Trirahmi Hariyanti, Novi Harmendo Hatria, Nur Hesty Wulandari Hesty Wulandari Hilda Muliana Hilda Muliana Indah Lestari Indriyana Setyawati Indriyana Setyawati Intan Ria Sari Irdan Irman Idrus Irman Idrus Iwan Hermawan Jason Merari Peranginangin Karsma Kapur Kinanti Putri Sysynovani Lastari Apriana Lastari Apriana Lela Handayani Mardiana Maria Thersia Mayda Yulistia Medy Purwanto Meliana Br Simanungkalit Melsi Emilia Mgs Alfin Kurniawan Miftahul Jannah Muhammad Ikhsa Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan Muhammad Irza Satria Putra Mustapa, Faizal Mutiara Sepriani Mutiara Utami Nabila Farisya Nandita Alvia Nasyiah Tri Naurah Nia Azzahra Nova Pitriyanti Novia Wiyanti Indah Sari Novia Zalianty Nugraha, Andi Fitra NUR ASBON Nur Rahmawati Nurfitriyana Rahmat Nurul Itsna Fawzi’ah Opstaria saptarini Poppy Angraeni Wulandari Qori Agusti Rahayu Apriyanti Rahma Dita Rendita Dwibarto resti marsila Ria Wulandari Rifqi Pratama Rika Dwi Safitri Ririn Novianty Putri Riski Arya Rismayanti Ronny S utanto Ronny Sutanto Ronny Sutanto Ronny Sutanto RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabila Yukofani Sartika Sepriana, Evi Septiana Nur Afifah Shela Maharani Shela Maharani Silvia Silvia Siska Lidia Soyata, Amelia Sukendar Sukendar Syaiful Bachri Syaiful Bachri Syaiful Bachri Syaiful Katadi Tiara Bunga Pradini Velanda, Velanda Wati, Indhika Tyas Wibowo, Dwiprayogo Willy Sumantri Y. Budi Sarwo Yeni Indriyani Yovi Pranata Yovi Pranata Yovi Pranata Zaitun Khomariah Zulfa Fitriyah