Afiff , Usamah
Divisi Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Profil hematologi anjing lokal di wilayah endemik rabies Agus Wijaya; Ronald Tarigan; Koekoeh Santoso; Yusuf Ridwan; Etih Sudarnika; Abdul Zahid Ilyas; Denny Widaya Lukman; Ardilasunu Wicaksono; Arifin Budiman Nugraha; Usamah Afiff; Sri Murtini; Edi Sukmawinata; Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.224 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.1.1-2

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan satu dari 24 provinsi di Indonesia yang dilaporkan belum bebas Rabies. Usaha pembebasan wilayah Jawa Barat dari penyakit Rabies sangat strategis mengingat posisi Jawa Barat berada di antara daerah bebas Rabies. Jampang Tengah menjadi salah satu kecamatan di Sukabumi yang pada tahun 2016 dilaporkan telah terjadi 13 kasus gigitan Rabies. Penelitian ini menggunakan 81 sampel darah anjing lokal yang dikoleksi dari enam desa di kecamatan Jampang Tengah dan diperiksa dengan menggunakan alat Rayto® hematology analyzer. Parameter profil hematologi dikelompokkan berdasarkan perbedaan umur dan jenis kelamin anjing. Hasil pemeriksaan hematologi secara umum berdasarkan umur menunjukkan nilai rataan yang lebih besar pada anjing lokal umur ≥1 tahun dan konsentrasi leukosit menunjukkan nilai statistik yang signifikan berbeda (p<0.05). Berdasarkan jenis kelamin, nilai rataan parameter hematologi secara umum lebih tinggi pada anjing lokal betina dan adanya perbedaan signifikan (p<0.05) pada konsentrasi leukosit dan granulosit.
Efektivitas antimikroba terhadap Pasteurella multocida dan Mannheimia haemolityca dari sapi yang diduga menderita bovine respiratory disease kompleks Maria Luisa MNB Klobongona; Usamah Afiff; Dordia Anindita Rotinsulu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.794 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.2.39-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas beberapa jenis antibiotik terhadap Pasteurella multocida dan Mannheimia haemolityca dari sapi yang diduga menderita Bovine Rsepiratory Disease complex (BRD complex). Isolat diperoleh dari paru-paru sapi. Identifikasi bakteri menunjukkan adanya bakteri yang umum terlibat pada kasus BRD complex  seperti P. multocidadan M. haemolityca. Uji sensitivitas antimikroba dilakukan terhadap tujuh antibiotik (bacitracin, vancomicin, oxytetracycline, enrofloxacin, gentamicin, ampicillin, dan erythromycin) menggunakan metode Kirby-Bauer dengan mengukur diameter zona hambat. Interpretasi standar yang digunakan didasarkan pada Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat P. multocida sensitif terhadap enrofloxacin, oxytetracycline, gentamicin, dan ampisilin; resisten terhadap bacitracin dan vankomisin; ke eritromisin. Sedangkan isolat M. haemolityca sensitif terhadap enrofloxacin dan gentamicin; resisten terhadap bacitracin, vankomisin, oksitosin ampisilin, dan eritromisin
Gambaran kepekaan Escherichia coli dari peternakan ayam broiler di Desa Bojongkerta Kabupaten Sukabumi terhadap antibiotik Merlia Andriyani; Usamah Afiff; Risa Tiuria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 1 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.934 KB) | DOI: 10.29244/avl.4.1.19-20

Abstract

Masalah resistensi Escherichia coli (E. coli) terhadap antibiotik telah banyak dilaporkan. Peningkatan kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat dilihat dari banyaknya laporan bahwa terdapat antibiotik yang sudah tidak efektif lagi terhadap suatu bakteri patogen. Pola penggunaan antibiotik di Indonesia dan negara-negara lain semakin meningkat dan banyak diantaranya masih digunakan secara tidak tepat. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari gambaran kepekaan E. coli dari ayam broiler terhadap sefpodoksim, sefoksitin, sulfametoksazol-trimetoprim, kolistin sulfat, seftizoksim, aztreonam, dan nitrofurantoin dari peternakan ayam broiler di Desa Bojongkerta Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pengujian resistensi antibiotik menggunakan metode difusi cakram menurut Kirby-Bauer. Hasil uji kepekaan isolat E. coli menunjukkan bahwa isolat E.coli dalam penelitian ini telah resisten terhadap sefpodoksim, sefoksitin, sulfametoksazol-trimetoprim, seftizoksim, aztreonam, dan nitrofurantoin. Namun tidak menunjukkan hasil terhadap kolistin sulfat.
Uji resistensi Escherichia coli dari peternakan ayam ras petelur di Desa Rumpin Kabupaten Bogor terhadap antibiotik Nursa Rima Putri; Usamah Afiff; Risa Tiuria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.2.35-36

Abstract

Escherichia coli merupakan flora normal yang ada di usus manusia dan hewan. Antibiotik berperan sebagai terapi terhadap infeksi E. coli. Penggunaan antibiotik secara tidak bijak dapat menimbulkan resistensi. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat resistensi E. coli yang diisolasi dari ayam ras petelur terhadap sefpodoksim, sefoksitin, seftizoksim, aztreonam, oksasilin, nitrofurantoin, dan sulfametoksazol−trimetoprim. Sampel uji berasal dari swab kloaka ayam ras petelur. Pengujian resistensi E. coli terhadap antibiotik dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan Clinical Laboratory Standards Institute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 isolat E. coli mengalami resistensi terhadap sefpodoksim (100.0%), sefoksitin (58.82%), seftizoksim (100.0%), aztreonam (94.12%), oksasilin (100.0%), nitrofurantoin (58.82%), dan sulfametoksazol−trimetoprim (82.35%).
Pola resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari burung lovebird terhadap beberapa antibiotik Anggia Murni Wijiati; Usamah Afiff; Aulia Andi Mustika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.1.15-16

Abstract

Informasi dan pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai antibiotik burung hias dapat menimbulkan penyalahgunaan dan resistensi antibiotik. Staphylococcus koagulase positif merupakan salah satu bakteri Gram positif yang bersifat patogen dan dapat menginfeksi burung lovebird. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari swab kloaka burung lovebird terhadap beberapa antibiotik yang berbeda. Isolat bakteri yang digunakan sebanyak empat buah dan diuji terhadap antibiotik gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin menggunakan metode difusi cakram menurut Kirby-Bauer. Interpretasi hasil dan penentuan sifat kepekaan mengacu pada Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI 2018). Hasil uji resistensi yang didapatkan bervariasi. Sifat resistensi hanya didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 4. Intermediet didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 1, serta terhadap eritromisin dan siprofloksasin pada isolat 4. Isolat 2 dan 3 menunjukkan kepekaan sensitif terhadap gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin.
Uji kepekaan Staphylococcus koagulase negatif (CoNS) dari swab kloaka burung hantu asal Depok Michella Hoseana Wijaya; Usamah Afiff; Aulia Andi Mustika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.2.33-34

Abstract

Burung hantu merupakan burung pemangsa nokturnal yang saat ini banyak dijadikan hewan peliharaan di Indonesia. Namun informasi terkait penyakit dan pengobatan burung hantu masih sangat terbatas. Pengawasan penggunaan antibiotik di Indonesia juga masih lemah sehingga dapat terjadi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepekaan bakteri Staphylococcus Koagulase Negatif (CoNS) dari swab kloaka satu ekor Javan owlet (Glaucidium castanopterum) dan dua ekor buffy fish owl (Ketupa ketupu) yang berasal dari penangkaran burung hantu di Depok terhadap lima jenis antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bakteri CoNS dari swab kloaka satu ekor javan Owlet dan satu ekor buffy fish owl resisten terhadap eritromisin, namun kedua isolat ini masih sensitif terhadap gentamisin, siprofloksasin, doksisiklin dan tetrasiklin. Untuk isolat ketiga yang berasal dari satu ekor buffy fish owl masih sensitif terhadap kelima antibiotik yang diujikan
Sensitivitas antimikroba dari bakteri terisolasi yang paling umum pada Feline Upper Respiratory Infection Karen Lee; Usamah Afiff; Safika Safika; Titiek Sunartatie
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 3 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.3.55-56

Abstract

Pada kucing, infeksi saluran pernapasan atas (URI) dapat dikaitkan dengan infeksi bakteri primer atau sekunder dan umumnya dilakukan pengobatan dengan antimikroba. Penggunaaan antimikroba yang tidak tepat, dan penggunaannya berlebihan. Tidak ada protokol rinci untuk pengobatan, seperti yang tersedia untuk pengobatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepekaan antimikroba dari bakteri yang diidentifikasi pada kucing yang terinfeksi URI. Dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri pada sampel kucing yang terinfeksi URI kemudian dilanjutkan dengan uji kepekaan antibiotik amoksisilin, doksisiklin, tetrasiklin, azitromisin, siprofloksasin, dan sefotaksim dengan metode difusi Kirbey Bauer Agar Dics. Berdasarkan hasil penelitian, bakteri yang dapat diidentifikasi adalah Enterobacter spp, Streptococcus spp, Staphylococcus spp, Pseudomonas spp, Seratia spp, Yersinia spp, Micrococcus spp, Klebsiella spp dan Hafnia spp. Ditemukan resistansi antibiotik amoksisilin pada empat isolat Staphylococcus spp dan dua isolat resistan terhadap sefotaksim. Resistansi antibiotik amoksisilin dan tetrasiklin ditemukan pada satu isolat Streptococcus spp, dua isolat resistan terhadap sefotaksim serta dua isolat intermediet terhadap doksisiklin. Satu isolat bakteri Enterobacter spp resistan terhadap amoksisilin, azitromisin dan dua isolat resistan terhadap sefotaksim. Semua isolat yang diuji sensitif terhadap siprofloksasin. Berdasarkan uji kepekaan antibiotik, sebagian besar isolat bersifat sensitif, namun terdapat ada isolat yang resistan terhadap antibiotik, terutama amoksisilin dan sefotaksim.
Resistensi Escherichia coli dari ulas kloaka burung hantu pemangsa ikan (Ketupa ketupu) terhadap beberapa antibiotik Ismahyuningsih, Revita; Afiff, Usamah; Agungpriyono, Srihadi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.59-60

Abstract

Resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik telah menjadi permasalahan dalam dunia kesehatan, meskipun E. coli berperan sebagai flora normal, akan tetapi ada beberapa strain bersifat patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola resistensi isolat E. coli dari swab kloaka buffy fish owl (Ketupa ketupu) dari penangkaran burung terhadap streptomisin, tetrasiklin, gentamisin, asam nalidiksat, ampisilin, dan doksisiklin dengan uji difusi cakram Kirby-Bauer. Zona hambat yang terbentuk, dibandingkan dengan Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI) 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat telah mengalami resistensi terhadap antibiotik ampisilin, namun masih sensitif terhadap gentamisin. Dua isolat masih sensitif terhadap tetrasiklin, asam nalidiksat, doksisiklin, dan streptomisin. Satu isolat menunjukkan intermediet terhadap streptomisin dan menunjukkan resistensi terhadap tetrasiklin, asam nalidiksat dan doksisiklin.
Antibiotics resistance patters of Pasteurella multocida isolation from cattle Afiff , Usamah; Safika; Sunartatie , Titiek; Leng , Ang Jia
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.27-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi beberapa antibiotik, termasuk oksitetrasiklin, enrofloksasin, gentamisin, ampisilin, dan eritromisin, terhadap isolat Pasteurella multocida dari sapi. Kerentanan antibiotik dinilai menggunakan metode difusi cakram. Hasilnya mengungkapkan sensitivitas P. multocida yang konsisten terhadap enrofloksasin dan gentamisin, sedangkan tiga dari lima isolat tetap rentan terhadap oksitetrasiklin. Sebaliknya, semua isolat menunjukkan resistensi terhadap eritromisin dan ampisilin. Khususnya, galur Tipe A menunjukkan resistensi yang lebih tinggi terhadap oksitetrasiklin daripada galur Tipe B, mungkin karena tekanan selektif yang berbeda. Temuan ini menggarisbawahi enrofloksasin dan gentamisin sebagai pilihan terapi yang paling efektif untuk septikemia hemoragik pada sapi, mengingat aktivitas antibakterinya yang kuat terhadap P. multocida.
Comparison of buried continuous intradermal and simple interrupted suture patterns for skin closure in feline ovariohysterectomy Xin, Leaw Yi; Noviana, Deni; Afiff, Usamah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.99-100

Abstract

Ovariohisterektomi banyak dilakukan pada hewan kecil dan sering kali mengalami komplikasi berupa luka yang terbuka. Studi ini mengevaluasi dua teknik jahitan, yaitu jahitan intradermal kontinu yang terkubur (BCID) dan jahitan terputus sederhana (SI), pada 42 kucing betina menggunakan jahitan nilon yang tidak dapat diserap. Berat, panjang sayatan, panjang jahitan, dan waktu penutupan juga dianalisis. Penilaian pascaoperasi pada 18-24 jam dan 5-7 hari meliputi pemantauan pembengkakan, eritema, eksudat, dan terbukanya luka. Hasilnya menunjukkan insiden komplikasi yang jauh lebih tinggi, terutama terbukanya luka, pada kelompok SI. Akibatnya, BCID direkomendasikan karena tingkat komplikasinya yang lebih rendah dan risiko infeksi akibat trauma diri yang berkurang.
Co-Authors Abdul Samik Abdul Zahid Agus Wijaya Agus Wijaya Agustin Indrawati Alla Asmara Anggia Murni Wijiati Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Anriansyah Renggaman Ardilasunu Wicaksono Arini Resti Fauzi Asah Hilaliah Astuti, Yohana Tri Aulia Andi Mustika Beginer Subhan Chairani Ridha Maghfira Darna Andrian Ramadhan Dea Indriani Astuti Dedi Rahmat Setiadi Deni Noviana Denny Widaya Lukman Denny Widya Hikman Destri Prameswari, Alvira Dinamella Wahjuningrum Edi Sukmawinata Edi Sukmawinata Ekowati Handharyani Etih Sudarnika Fachriyan Hasmi Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Faoziyatunnisa, Nurul Fauzi, Arini Resti Gustilatov, Muhamad Hardianti, Aprilia Hary Krettiawan Islami, Nurfara Ismahyuningsih, Revita Julie Ekasari Karen Lee koekoeh santoso Leng , Ang Jia Maria Luisa MNB Klobongona Men, Lydia Pow Kar Merlia Andriyani Mia Setiawati Michella Hoseana Wijaya MUHAMMAD AGIL Muhammad Arif Mulya MUNTI YUHANA Nabila Swarna Puspa Hermana Nauval Firdana, Chorrysa Nor Jannah, Nor Nugraha, Arifin Budiman Nuri Kamaliah, Syarifah Nursa Rima Putri Purnamaningrum, Nora Dyah Ayu Rahmat Hidayat Ridi Arif Risa Tiuria Risqika Akla Velayati Rizal Dwinto Rochman Ronald Tarigan Rotinsulu, Dordia Anindita Safika S, Safika Septiriyanti, Diyah sri murtini . Sri Nuryati Srihadi Agungpriyono Sudrajat, R Herman Suhendi, Adnan Rizal Sukenda . Suleman, Gabriella Augustine Supratikno, Supratikno Surya Agus Prihatno Tambun, Andreas Titiek Sunartatie Trioso Purnawarman Tsani Untsa, Agista Ulandari, Rafika Ulfatin Khoiriyah Herowati Vindriati, Zukhrufa Vista Wicaksono, Baref Agung WIDANARNI WIDANARNI Xin, Leaw Yi Ying, Megan Chan Zhi Yosua Kristian Adi Yusuf Ridwan