Afiff , Usamah
Divisi Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pola resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari burung lovebird terhadap beberapa antibiotik Anggia Murni Wijiati; Usamah Afiff; Aulia Andi Mustika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.1.15-16

Abstract

Informasi dan pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai antibiotik burung hias dapat menimbulkan penyalahgunaan dan resistensi antibiotik. Staphylococcus koagulase positif merupakan salah satu bakteri Gram positif yang bersifat patogen dan dapat menginfeksi burung lovebird. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari swab kloaka burung lovebird terhadap beberapa antibiotik yang berbeda. Isolat bakteri yang digunakan sebanyak empat buah dan diuji terhadap antibiotik gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin menggunakan metode difusi cakram menurut Kirby-Bauer. Interpretasi hasil dan penentuan sifat kepekaan mengacu pada Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI 2018). Hasil uji resistensi yang didapatkan bervariasi. Sifat resistensi hanya didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 4. Intermediet didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 1, serta terhadap eritromisin dan siprofloksasin pada isolat 4. Isolat 2 dan 3 menunjukkan kepekaan sensitif terhadap gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin.
Uji kepekaan Staphylococcus koagulase negatif (CoNS) dari swab kloaka burung hantu asal Depok Michella Hoseana Wijaya; Usamah Afiff; Aulia Andi Mustika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.2.33-34

Abstract

Burung hantu merupakan burung pemangsa nokturnal yang saat ini banyak dijadikan hewan peliharaan di Indonesia. Namun informasi terkait penyakit dan pengobatan burung hantu masih sangat terbatas. Pengawasan penggunaan antibiotik di Indonesia juga masih lemah sehingga dapat terjadi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepekaan bakteri Staphylococcus Koagulase Negatif (CoNS) dari swab kloaka satu ekor Javan owlet (Glaucidium castanopterum) dan dua ekor buffy fish owl (Ketupa ketupu) yang berasal dari penangkaran burung hantu di Depok terhadap lima jenis antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bakteri CoNS dari swab kloaka satu ekor javan Owlet dan satu ekor buffy fish owl resisten terhadap eritromisin, namun kedua isolat ini masih sensitif terhadap gentamisin, siprofloksasin, doksisiklin dan tetrasiklin. Untuk isolat ketiga yang berasal dari satu ekor buffy fish owl masih sensitif terhadap kelima antibiotik yang diujikan
Sensitivitas antimikroba dari bakteri terisolasi yang paling umum pada Feline Upper Respiratory Infection Karen Lee; Usamah Afiff; Safika Safika; Titiek Sunartatie
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 3 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.3.55-56

Abstract

Pada kucing, infeksi saluran pernapasan atas (URI) dapat dikaitkan dengan infeksi bakteri primer atau sekunder dan umumnya dilakukan pengobatan dengan antimikroba. Penggunaaan antimikroba yang tidak tepat, dan penggunaannya berlebihan. Tidak ada protokol rinci untuk pengobatan, seperti yang tersedia untuk pengobatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepekaan antimikroba dari bakteri yang diidentifikasi pada kucing yang terinfeksi URI. Dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri pada sampel kucing yang terinfeksi URI kemudian dilanjutkan dengan uji kepekaan antibiotik amoksisilin, doksisiklin, tetrasiklin, azitromisin, siprofloksasin, dan sefotaksim dengan metode difusi Kirbey Bauer Agar Dics. Berdasarkan hasil penelitian, bakteri yang dapat diidentifikasi adalah Enterobacter spp, Streptococcus spp, Staphylococcus spp, Pseudomonas spp, Seratia spp, Yersinia spp, Micrococcus spp, Klebsiella spp dan Hafnia spp. Ditemukan resistansi antibiotik amoksisilin pada empat isolat Staphylococcus spp dan dua isolat resistan terhadap sefotaksim. Resistansi antibiotik amoksisilin dan tetrasiklin ditemukan pada satu isolat Streptococcus spp, dua isolat resistan terhadap sefotaksim serta dua isolat intermediet terhadap doksisiklin. Satu isolat bakteri Enterobacter spp resistan terhadap amoksisilin, azitromisin dan dua isolat resistan terhadap sefotaksim. Semua isolat yang diuji sensitif terhadap siprofloksasin. Berdasarkan uji kepekaan antibiotik, sebagian besar isolat bersifat sensitif, namun terdapat ada isolat yang resistan terhadap antibiotik, terutama amoksisilin dan sefotaksim.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN STRES STADIA AWAL UDANG GALAH Macrobrachium rosenbergii YANG DIBERI Bacillus sp. Munti Yuhana; Darna Andrian Ramadhan; Hary Krettiawan; Usamah Afiff
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2647.197 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.12.85-92

Abstract

The study aimed to evaluate the effect of the water application of probiotic Bacillus sp. DMP13 on the growth and stress response of giant freshwater prawn larvae Macrobrachium rosenbergii. The larvae used in this experiment were 1-day-old larvae post-hatching with an average body weight of 2.7±0.6 mg and an average length of 2.1±0.1 mm. The larvae were reared in 2 L plastic tanks with a density of 100 L-1 for 21 days. The study was conducted using 4 treatments with three replications of each, namely A (control without probiotic), B (Bacillus sp. DMP13 with cell concentration of 102 CFU (colony forming unit) mL-1), C (Bacillus sp. DMP13 with 104 CFU mL-1) and D (Bacillus sp. DMP13 with 106 CFU mL-1). Probiotic was applied in the rearing media on days 9th up to 18th with 3 days intervals. The results showed that application of Bacillus sp. DMP13 with a cell density of 102 CFU mL-1 was able significantly increased the absolute larvae weight (29.67±1.88 mg), increased larval survival in stress concentrations of 1,250 μL L-1 of formalin solution (the highest larval survival rate 98.3±2.9%). Treatment with 102 CFU mL-1 probiotic cell addition also increasing the total bacterial viable count in the media (the cell density reached 5.99±0.28 log CFU mL-1). However, other parameters such as the larvae stage index, survival rate, and absolute length of the larvae with probiotic treatments were not significantly different from those of control.
Staphylococcus aureus Resistan terhadap Berbagai Antimikroba yang Diisolasi dari Susu Sapi di Indonesia Dordia Anindita Rotinsulu; Usamah Afiff; Chairani Ridha Maghfira
Buletin Veteriner Udayana Vol. 15 No. 2 April 2023
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p20

Abstract

Staphylococcus aureus (S. aureus) is one of the common causes of bovine mastitis worldwide. Inappropriate use of antimicrobials in cattle farms contributes to the increase of the antimicrobial resistance of S. aureus. This study aimed to investigate the antimicrobial resistance profiles of S. aureus isolated from cattle milk. Twelve S. aureus isolated from cattle milk in Bogor, Indonesia, were tested against seven antimicrobials using Kirby-Bauer disk diffusion susceptibility test. The results revealed that 58.3 % of isolates were multidrug-resistant S. aureus. The S. aureus isolates were resistant to penicillin G (66.7 %), ampicillin (66.7 %), vancomycin (58.3 %), and bacitracin (58.3 %). Most of the isolates were susceptible to ciprofloxacin (91.7 %), gentamicin (66.7 %), and chloramphenicol (66.67 %). If clinically indicated, treatment of mastitis should consider the antimicrobial susceptibility of the causative agent.
GROWTH, IMMUNITY, AND RESISTANCE OF CATFISH (Clarias sp.) REARED IN BIOFLOC SYSTEM SUPPLEMENTED WITH Bacillus NP5 AGAINST Aeromonas hydrophila INFECTION Suleman, Gabriella Augustine; Widanarni, Widanarni; Yuhana, Munti; Afiff, Usamah
Indonesian Aquaculture Journal Vol 19, No 1 (2024): (June, 2024)
Publisher : Agency for Marine and Fisheries Extension and Human Resources

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.19.1.2024.45-56

Abstract

Catfish Clarias sp. is one of the leading commodities in demand and has economic value. Low survival due to cannibalism and disease is a serious problem. To overcome these problems is application of bioflocs and probiotics Bacillus NP5. This study aimed to analyze the appropriate dose of Bacillus NP5 probiotic addition to the biofloc system to improve the health status, growth performance, water quality, and resistance to A. hydrophila. The catfish fry (Clarias sp.) with an average weight of 1.79±0.05 g was used in the experiment for 40 days, reared in tanks with the dimension of 60×30×35 cm3. The experiment applied a completely randomized design (CRD) of five treatments with three replicates, namely KN (negative control), KP (positive control), BFT (biofloc application without probiotic bacteria), BFT4 (biofloc application with Bacillus NP5 104 CFU mL-1), BFT6 (biofloc application with Bacillus NP5 106 CFU mL-1). Treatments tested were challenged with A. hydrophila density 104 CFU mL-1 by immersion, except the negative control. After 40 days of rearing, biofloc and Bacillus NP5 treatments had a significant effect (P < 0.05) on growth performance, immune response, water quality, total bacteria in water and the gut compared to the control treatment (P < 0.05). In addition, total A. hydrophila in liver, kidney and water were lower (P < 0.05) in BFT4 and BFT6 treatments than the control. The conclusion of this study is that the bioflocs supplemented with Bacillus NP5 improved the growth performance, immune response and resistance of catfish to A. hydrophila infection.
Resistansi Escherichia coli patogen asal ayam petelur terhadap beberapa antibiotik Suhendi, Adnan Rizal; Afiff, Usamah; Handharyani, Ekowati
Current Biomedicine Vol. 2 No. 1 (2024): January
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/currbiomed.2.1.45-54

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada ternak menyebabkan munculnya resistansi bakteri terhadap antibiotik. Salah satu bakteri yang telah dilaporkan resistan adalah Escherichia coli sehingga pengobatan untuk infeksi bakteri ini menjadi kurang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resistansi E. coli patogen yang berasal dari usap kloaka ayam petelur terhadap antibiotik. Metode: Sebanyak 20 sampel usap kloaka diidentifikasi keberadaan E. coli melalui pengamatan makroskopis, mikroskopis, uji biokimia, dan fermentasi karbohidrat uji patogenisitas dilakukan dengan menggunakan media Congo red. Isolat yang patogen selanjutnya diuji kepekaannya terhadap 6 jenis antibiotik dengan uji kepekaan difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil: Penelitian memperoleh 15 isolat E. coli dan uji Congo red mendapatkan 4 isolat E. coli patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% isolat resistan terhadap azitromisin, 100% isolat resistan intermediet terhadap doksisiklin dan siprofloksasin. Sementara itu, 75% isolat masih sensitif terhadap gentamisin dan 100% isolat sensitif terhadap kloramfenikol dan amoksisilin. Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengisolasi E. coli yang bersifat patogen dari ayam petelur yang telah resistan terhadap beberapa antibiotik yang diujikan.
Identifikasi Bakteri Pencernaan dan Uji Resistansi pada Primata di Kebun Binatang Bukittinggi safika, safika; Indrawati, Agustin; Hidayat, Rahmat; Afiff, Usamah; Sunartatie, Titiek; Nauval Firdana, Chorrysa; Destri Prameswari, Alvira
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.3.196-203

Abstract

Bakteri merupakan satu di antara penyebab terjadinya beberapa penyakit infeksi. Jenis bakteri yang dapat menginfeksi tubuh berbeda-beda tergantung organ atau lokasi target. Organ yang sering diinfeksi oleh bakteri adalah saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis bakteri saluran pencernaan dan pola resistansi bakteri terhadap beberapa jenis antibiotik. Feses primata diperoleh dari Kebun Binatang Bukittinggi yang diisolasi pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), MacConkey agar (MCA), dan agar darah. Isolat bakteri yang didapat kemudian diuji dengan pewarnaan Gram, dan uji biokimia untuk diidentifikasi. Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang didapat dilakukan uji resistansi dengan metode disk Kirby Bauer. Jenis bakteri Gram negatif yang dapat diidentifikasi yaitu Shigella sp., Proteus sp., Escherichia coli, Klebsiella oxytoca, dan Yersinia sp., serta bakteri Gram positif yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus sp., Stomatococcus mucilaginosus, dan Bacillus sp.. Bakteri E. coli mengalami resistan terhadap antibiotik ampisilin, streptomisin, eritromisin (2 isolat dari 2 isolat), amoksisilin tetrasiklin, oksitetrasiklin, doksisiklin, gentamisin, kloramfenikol dan asam nalidiksat (1 isolat dari 2 isolat), sedangkan bakteri S. aureus hanya mengalami resistansi terhadap antibiotik ampisilin dan amoksisilin (1 isolat dari 1 isolat). Resistansi tersebut dapat terjadi karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat, perpindahan gen antarmikroorganisme.
Resistensi Escherichia coli dari ulas kloaka burung hantu pemangsa ikan (Ketupa ketupu) terhadap beberapa antibiotik Ismahyuningsih, Revita; Afiff, Usamah; Agungpriyono, Srihadi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.59-60

Abstract

Resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik telah menjadi permasalahan dalam dunia kesehatan, meskipun E. coli berperan sebagai flora normal, akan tetapi ada beberapa strain bersifat patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola resistensi isolat E. coli dari swab kloaka buffy fish owl (Ketupa ketupu) dari penangkaran burung terhadap streptomisin, tetrasiklin, gentamisin, asam nalidiksat, ampisilin, dan doksisiklin dengan uji difusi cakram Kirby-Bauer. Zona hambat yang terbentuk, dibandingkan dengan Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI) 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat telah mengalami resistensi terhadap antibiotik ampisilin, namun masih sensitif terhadap gentamisin. Dua isolat masih sensitif terhadap tetrasiklin, asam nalidiksat, doksisiklin, dan streptomisin. Satu isolat menunjukkan intermediet terhadap streptomisin dan menunjukkan resistensi terhadap tetrasiklin, asam nalidiksat dan doksisiklin.
PENGENALAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME PADA PETERNAK AYAM DAN IKAN DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN, SUMATERA UTARA Hidayat, Rahmat; Asmara, Alla; Safika; Subhan, Beginer; Afiff, Usamah; Rotinsulu, Dordia Anindita; Hardianti, Aprilia; Jannah, Nor; Islami, Nurfara; Ulandari, Rafika
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 9 No. 2 (2024): Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengenalan dan pelatihan pembuatan eco enzyme pada peternak ayam dan ikan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para peternak dalam memanfaatkan limbah organik. Eco enzyme, yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayuran, digunakan sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan, desinfektan rumah tangga, maupun solusi sanitasi untuk peternakan. Program ini melibatkan penyuluhan dan pelatihan langsung kepada peternak ayam dan petani ikan, yang terbukti meningkatkan pengetahuan peserta tentang pembuatan dan aplikasi eco enzyme berdasarkan hasil pengetahuan pre test dan post test. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mendukung praktik peternakan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi para peternak.
Co-Authors Abdul Samik Abdul Zahid Agus Wijaya Agus Wijaya Agustin Indrawati Alla Asmara Anggia Murni Wijiati Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Anriansyah Renggaman Ardilasunu Wicaksono Arini Resti Fauzi Asah Hilaliah Astuti, Yohana Tri Aulia Andi Mustika Beginer Subhan Chairani Ridha Maghfira Darna Andrian Ramadhan Dea Indriani Astuti Dedi Rahmat Setiadi Deni Noviana Denny Widaya Lukman Denny Widya Hikman Destri Prameswari, Alvira Dinamella Wahjuningrum Edi Sukmawinata Edi Sukmawinata Ekowati Handharyani Etih Sudarnika Fachriyan Hasmi Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Faoziyatunnisa, Nurul Fauzi, Arini Resti Gustilatov, Muhamad Hardianti, Aprilia Hary Krettiawan Islami, Nurfara Ismahyuningsih, Revita Julie Ekasari Karen Lee koekoeh santoso Leng , Ang Jia Maria Luisa MNB Klobongona Men, Lydia Pow Kar Merlia Andriyani Mia Setiawati Michella Hoseana Wijaya MUHAMMAD AGIL Muhammad Arif Mulya MUNTI YUHANA Nabila Swarna Puspa Hermana Nauval Firdana, Chorrysa Nor Jannah, Nor Nugraha, Arifin Budiman Nuri Kamaliah, Syarifah Nursa Rima Putri Purnamaningrum, Nora Dyah Ayu Rahmat Hidayat Ridi Arif Risa Tiuria Risqika Akla Velayati Rizal Dwinto Rochman Ronald Tarigan Rotinsulu, Dordia Anindita Safika S, Safika Septiriyanti, Diyah sri murtini . Sri Nuryati Srihadi Agungpriyono Sudrajat, R Herman Suhendi, Adnan Rizal Sukenda . Suleman, Gabriella Augustine Supratikno, Supratikno Surya Agus Prihatno Tambun, Andreas Titiek Sunartatie Trioso Purnawarman Tsani Untsa, Agista Ulandari, Rafika Ulfatin Khoiriyah Herowati Vindriati, Zukhrufa Vista Wicaksono, Baref Agung WIDANARNI WIDANARNI Xin, Leaw Yi Ying, Megan Chan Zhi Yosua Kristian Adi Yusuf Ridwan