Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Influence of Digital Media, Halal Literacy, and Halal Culinary on Halal Tourism Interest among Gen-Z Muslims: Beach Case Study in Mataram. Supiani, Haerati; Dewi, Novi Yanti Sandra; Agustina, Ahadiah; Mukhlisin, Mukhlisin
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 11 No. 01 (2025): JIEI : Vol.11, No. 01, 2025
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media digital, literasi halal, dan kuliner halal terhadap minat wisata muslim Generasi Z di Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melibatkan 89 responden muslim berusia 15-26 tahun yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi 20 pernyataan yang mengukur variabel media digital, literasi halal, kuliner halal, dan minat wisata halal, kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memiliki pengaruh signifikan dan positif sebesar 77,7% sehingga menjadi faktor dominan dalam meningkatkan minat wisata halal. Literasi halal juga memiliki pengaruh signifikan sebesar 17,7% untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap destinasi halal. Sementara itu, kuliner halal tidak memiliki pengaruh signifikan sebesar 67%. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 65,8%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan dan pelaku industri wisata halal harus mengutamakan penguatan literasi halal dan optimalisasi media digital dalam mempromosikan destinasi halal. Strategi berbasis media sosial dan kolaborasi dengan influencer dapat menjadi langkah efektif untuk menarik perhatian wisatawan muslim Gen-Z. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti kualitas layanan, aspek budaya, dan keamanan destinasi, serta melakukan analisis komparatif antar kelompok usia atau wilayah.
PENGUATAN KAPASITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA MINYAK GORENG KELAPA AL-HIKMAH Dewi, Novi Yanti Sandra; Aqodiah, Aqodiah; Agustina, Ahadiah; Astini, Baiq Ida; Zaenudin, Zaenudin; Wahab, Abdul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37396

Abstract

Abstrak: Industri rumah tangga memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam. Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah kelapa, yang dapat diolah menjadi minyak goreng. Namun, industri rumah tangga pengolahan kelapa umumnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya efisiensi produksi, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan pemasaran, serta belum optimalnya pemahaman terhadap legalitas produk, khususnya sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Industri Rumah Tangga Minyak Goreng Kelapa Al-Hikmah, dengan melibatkan pemilik dan pekerja sebanyak 7 orang. Kegiatan ini dilakukanmelalui penerapan teknologi tepat guna, digitalisasi manajemen usaha, dan edukasi legalitas halal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, diskusi reflektif, dan perbandingan kondosi usaha sebelum serta sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses produksi, perbaikan sistem pencatatan keuangan melalui pemanfaatan aplikasi digital, serta meningkatnya pemahaman mitra mengenai pentingnya legalitas halal. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar dan keberlanjutan usaha berbasis potensi lokal.Abstract: Household industries play a strategic role in strengthening local economies based on the utilization of natural resource potential. One commodity with high economic value is coconut, which can be processed into cooking oil. However, household-scale coconut processing industries generally still face various challenges, including low production efficiency, weak business management, limited marketing reach, and suboptimal understanding of product legality, particularly halal certification. This community service activity aims to strengthen the capacity of the Al-Hikmah Household Coconut Cooking Oil Industry, by involving the owner and workers totaling seven participants. The program is implemented through the application of appropriate technology, business management digitalization, and halal legality education. The implementation method employs a participatory approach based on Participatory Action Research (PAR), actively involving partners in all stages of the activities. Program evaluation was conducted through field observations, reflective discussions, and comparisons of business conditions before and after the intervention. The results indicate improvements in production process efficiency, enhancements in financial record-keeping systems through the use of digital applications, and increased partner understanding of the importance of halal legality. This program not only improves business performance but also contributes to strengthening the local community economy and ensuring the sustainability of enterprises based on local potential.
PENGEMBANGAN KERAJINAN GERABAH MELALUI PENYULUHAN SISTEM PEMBAYARAN CASH ON DELIVERY DALAM PERSPEKTIF MUAMALAH ISLAM Hulaimi, Ahmad; Dewi, Novi Yanti Sandra
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38828

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kerajinan gerabah merupakan salah satu bentuk usaha mikro berbasis kearifan lokal yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat setempat. Dalam praktiknya, pengrajin gerabah masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pemasaran dan sistem transaksi yang mampu menjamin kepercayaan konsumen sekaligus selaras dengan prinsip syariah. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) dalam perspektif muamalah Islam, sehingga penerapannya belum optimal dan belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai strategi penguatan kepercayaan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengrajin gerabah dalam menerapkan sistem pembayaran COD yang sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan berbasis edukasi syariah, diskusi partisipatif, serta pendampingan praktik transaksi yang menekankan kejelasan akad dan keadilan para pihak. Mitra kegiatan adalah kelompok pengrajin gerabah yang berjumlah 20 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta observasi terhadap simulasi transaksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra sebesar 35% terkait konsep COD dalam Islam, disertai dengan meningkatnya kesiapan mitra dalam mengimplementasikan sistem transaksi yang transparan, adil, dan berorientasi pada kepercayaan konsumen. Penerapan sistem COD berbasis syariah berkontribusi terhadap penguatan relasi produsen dan konsumen serta membuka peluang perluasan pemasaran produk gerabah.Kata kunci: Kerajinan Gerabah; System Pembayaran; Cash On Delivery; Muamalah Islam. ABSTRACTPottery craftsmanship is a form of micro-enterprise rooted in local wisdom that carries both economic potential and cultural significance. In practice, pottery craftsmen continue to face limitations in marketing and transaction systems that are able to ensure consumer trust while remaining compliant with Islamic principles. One of the main challenges encountered by the partners is the limited understanding of the Cash on Delivery (COD) payment system from the perspective of Islamic transactions (muamalah), resulting in suboptimal implementation. This community service program aims to enhance the understanding and capacity of pottery craftsmen in applying a sharia-compliant COD payment system. The methods employed include sharia-based counseling, participatory discussions, and mentoring on transaction practices that emphasize clarity of contract and fairness between parties. The partners involved were 20 pottery craftsmen. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure knowledge improvement, as well as observation of transaction simulations. The results indicate a 35% increase in participants’ understanding of COD transactions in Islamic law, accompanied by improved readiness to implement transparent and fair transaction systems. The application of a sharia-based COD system contributes to strengthening producer–consumer trust and expanding market opportunities for pottery products. Keywords: Pottery Craftsmanship; Payment Systems; Cash On Delivery; Islamic Commercial Transactions.