Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Impact of Digital Marketing and Product Pricing on Purchase Intention and Customer Satisfaction Ulfitriana; Dewi, Novi Yanti Sandra; Agustina, Ahadiah; Mukhlisin
Quantitative Economics and Management Studies Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.qems4120

Abstract

This study aims to analyze the impact of digital marketing and pricing on consumer buying interest and customer satisfaction at three bakery shops in Mataram City: Delicious Mooik, Luna Bakery, and Mirasa Bakery. The research method used is descriptive quantitative with a survey approach. A sample of 105 respondents was taken using accidental sampling technique and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS software. The results showed that digital marketing contributed 30.3% to purchase intention, while pricing had a greater influence, at 54%. When combined, the effect increases to 59.8%. Digital marketing also contributed 32% to customer satisfaction, while pricing had a more dominant impact, at 49.8%. Simultaneously, these two variables influence customer satisfaction by 57.2%. Pricing has a more dominant influence than digital marketing on both dependent variables. The implications of this study indicate that bakery businesses in Mataram City need to prioritize competitive pricing strategies, such as ensuring price compatibility with product quality and benefits. On the other hand, optimizing digital marketing by utilizing social media and e-commerce platforms can increase customer interaction and brand trust, thereby supporting increased customer satisfaction and long-term loyalty. This combination of strategies is important to create sustainable competitiveness in the bakery industry.
Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Jamaah Majlis Taklim Masjid Nurul Huda Dasan Baru Menggunakan Buku Tuntunan Ibadah Bulan Ramadhan Nasarudin, Nasarudin; Husnan, Husnan; Said, Khaeruddin; Aqodiah, Aqodiah; Helwani, Ahmad; Ishanan, Ishanan; Mappanyompa, Mappanyompa; Agustina, Ahadiah; Dewi, Novi Yanti Sandra; Ali, Mustafa; Nurjannah, Nurjannah; Wardi, M. Musfiatul; Izomi, M. Syahrul
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 2, No 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v2i2.177

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan jamaah Majlis Taklim Masjid Nurul Huda Dasan Baru dalam menyambut dan menjalani ibadah bulan suci Ramadhan. Program ini dilaksanakan oleh dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram dengan menggunakan buku Tuntunan Ibadah Bulan Ramadhan sebagai panduan utama. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan dan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Tahap persiapan melibatkan koordinasi dengan pengurus Majlis Taklim dan masyarakat setempat untuk menyusun jadwal, memilih narasumber, serta menyusun materi yang relevan dengan kebutuhan jamaah. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan dilakukan dalam bentuk kajian dan diskusi interaktif yang membahas puasa, salat tarawih, zakat, dan amalan sunnah lainnya, disertai sesi tanya jawab serta simulasi praktik ibadah guna memperkuat pemahaman peserta. Evaluasi dilakukan dengan mengamati partisipasi jamaah, menyebarkan kuesioner kepuasan, serta melakukan refleksi terhadap peningkatan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman keagamaan dan partisipasi aktif jamaah dalam kegiatan keislaman. Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kebutuhan, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif dalam pembinaan keagamaan masyarakat.
Exploitation Of Sabbe Sarong In West Nusa Tenggara In Triggering The Economy During The Pandemic Dewi, Novi Yanti Sandra; dina, Mel; Sulaiman, Jayyyid; Arsyad, Sulaiman
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 1, No 2 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v1i2.8281

Abstract

Abstract: Sabbe sarong is a typical weaving of bugis tribe that has long lived and developed until it is known as a typical handicraft of Tanjung Luar. Because it has been attached and become their trademark, usually this sarong is used instead of a hood. Which, they usually make this sarong in their spare time while waiting for their husbands to go back to sea. However, after this pandemic comes will certainly have an impact on the main livelihood of the people of Tanjung Luar as a fisherman. Therefore, if an action is taken that will have a positive impact on human resources and the region, it will definitely benefit all parties. Therefore, the role of Sabbe Sarong needs to be developed so that regional MSMEs can be applied even in this Pandemic condition. The purpose of this study is to examine more deeply about the exploitation of sabbe holsters in West Lombok so as to improve the economy of the people of the pendemi period, with the method used is qualitative method.Abstrak: Sarung Sabbe merupakan tenunan khas suku bugis yang telah lama hidup dan berkembang hingga dikenal sebagai kerajinan khas Tanjung Luar. Karena telah melekat dan menjadi ciri khas mereka, biasanya sarung ini digunakan sebagai pengganti tudung kepala.Yang mana, mereka biasanya membuat sarung ini di waktu senggang sambil menunggu suami mereka balik melaut. Akan tetapi, setelah pandemi ini datang tentu akan berdampak pada mata pencaharian utama penduduk Tanjung Luar sebagai seorang Nelayan. Untuk itu, jika dilakukan suatu tindakan yang akan berdampak positif terhadap Sumber Daya Manusia dan daerah, pasti akan menguntungkan segala pihak. Oleh sebab itu, peranan Sarung Sabbe ini perlu dikembangkan sehingga  UMKM  daerah  dapat  terapkan  walaupun  dalam  kondisi Pandemi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih Abstract: Sabbe sarong is a typical weaving of bugis tribe that has long lived and developed until it is known as a typical handicraft of Tanjung Luar. Because it has been attached and become their trademark, usually this sarong is used instead of a hood. Which, they usually make this sarong in their spare time while waiting for their husbands to go back to sea. However, after this pandemic comes will certainly have an impact on the main livelihood of the people of Tanjung Luar as a fisherman. Therefore, if an action is taken that will have a positive impact on human resources and the region, it will definitely benefit all parties. Therefore, the role of Sabbe Sarong needs to be developed so that regional MSMEs can be applied even in this Pandemic condition. The purpose of this study is to examine more deeply about the exploitation of sabbe holsters in West Lombok so as to improve the economy of the people of the pendemi period, with the method used is qualitative method.Abstrak: Sarung Sabbe merupakan tenunan khas suku bugis yang telah lama hidup dan berkembang hingga dikenal sebagai kerajinan khas Tanjung Luar. Karena telah melekat dan menjadi ciri khas mereka, biasanya sarung ini digunakan sebagai pengganti tudung kepala.Yang mana, mereka biasanya membuat sarung ini di waktu senggang sambil menunggu suami mereka balik melaut. Akan tetapi, setelah pandemi ini datang tentu akan berdampak pada mata pencaharian utama penduduk Tanjung Luar sebagai seorang Nelayan. Untuk itu, jika dilakukan suatu tindakan yang akan berdampak positif terhadap Sumber Daya Manusia dan daerah, pasti akan menguntungkan segala pihak. Oleh sebab itu, peranan Sarung Sabbe ini perlu dikembangkan sehingga  UMKM  daerah  dapat  terapkan  walaupun  dalam  kondisi Pandemi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih
The Paddy Land Pawn System in The Village of Kale'o, Lambu Sub-District, Bima District in an Islamic Perspective Dewi, Novi Yanti Sandra
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 1, No 1 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v1i1.3850

Abstract

Abstract: This research is an attempt to examine the paddy field pawning system that has been carried out by the people of Kale'o Village, Lambu District, Bima Regency since a long time ago from an Islamic perspective. The research method used in this research is descriptive method that describes qualitative data. This study uses primary data and secondary data. Primary data sources were taken from the interview process with informants, namely pawners (rahin), pawn recipients (murtahin), and community leaders. The secondary data is obtained from journals and books that discuss pawning. Data collection methods in this study through observation, interviews and documentation. The conclusion of this research is that the paddy field pawning system in Kale'o Village, Lambu District, Bima Regency as a whole, both in terms of its qabul (sighat akad), aqid (rahin and murtahin), pawning goods (marhun) and debt (marhun bih) has been valid from an Islamic perspective. The full use of paddy land (marhun) pawning goods by the pawn recipient is not justified and is not valid according to Islamic law, because it is not in accordance with the values of justice and there is an element of usury. Abstrak: Penelitian ini merupakan usaha untuk meneliti sistem gadai tanah sawah yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Kale’o Kecamatan Lambu Kabupaten Bima sejak dulu dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif yang memaparkan data kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Sumber data primer diambil dari proses wawancara dengan informan, yaitu penggadai (rahin), penerima gadai (murtahin), dan tokoh masyarakat. Adapun data sekunder diperoleh dari jurnal dan buku-buku yang membahas tentang gadai. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa sistem gadai tanah sawah di Desa Kale’o Kecamatan Lambu Kabupaten Bima secara keseluruhan, baik dari segi ijab qabulnya (sighat akad), aqid (rahin dan murtahin), barang gadai (marhun) dan hutang (marhun bih) telah sah dalam perspektif Islam. Adapun pemanfaatan barang gadai tanah sawah (marhun) secara penuh oleh penerima gadai tidak dibenarkan dan tidak sah menurut syariat Islam, karena  tidak sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan terdapat unsur riba.
PENGARUH SOSIALISASI DAN MEDIA IKLAN TERHADAP MINAT MASYARAKAT DALAM BERWAKAF TUNAI DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (Studi Kasus pada Lembaga Keuangan Syariah di Kecamatan Aikmel Lombok Timur) Hadiyani, Baiq; Ikhsan, Rian Hidayatul; Dewi, Novi Yanti Sandra; Febrian, Dodi
Widya Balina Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v7i1.259

Abstract

Selama ini masyarakat hanya mengenal wakaf dalam bentuk tanah dan bangunan. Sedangkan wakaf dalam bentuk uang tunai belum sepenuhnya tersosialisasikan dengan baik. Kurang pahamnya masyarakat akan hakikat dan makna wakaf tunai. Sosialisasi merupakan peroses yang dapat membantu individu dalam proses pembelajaran dan adaptasi. Media iklan adalah alat komunikasi yang tepat untuk mensosialisasikan produk suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh sosialisasi dan media iklan berpengaruh terhadap minat masyarakat dalam berwakaf tunai di lembaga keuangan syariah Kecamatan Aikmel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini teknik analisis regresi linear.Hasil penelitian menunjukan bahwa sosialisasi dan media iklan berpengaruh terhadap minat berwakaf tunai di lembaga keuangan syariah secara simultan.
The Impact of Entrepreneurship Education, Resource Access, and Technology Adoption on Students' Interest in Entrepreneurship in Plastic Recycled Products Mabrur, Imam; Dewi, Novi Yanti Sandra; Hidayanti, Nur Fitri
JMK (Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan) Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jmk.v10i1.6530

Abstract

Plastic waste is a global environmental challenge. One potential solution is to promote entrepreneurship in plastic recycling. However, this approach remains relatively limited and requires greater attention. This research seeks to analyse the impact of entrepreneurship education, resource access, and technology adoption on student interest in entrepreneurship plastic recycled products. A quantitative methodology was utilised, involving a survey administered to 110 students from Muhammadiyah Mataram University who had engaged in entrepreneurship training. The results showed that entrepreneurship education, resource access, and technology adoption positively and significantly affect entrepreneurial interest, with contributions of 26.5%, 34.1%, and 32.7%, respectively. Collectively, these factors contributed a value of 56.6%. The findings highlight the important role of resource access, technology, and education in fostering students' interest in plastic recycling entrepreneurship. These results can inform innovative strategies to promote sustainable entrepreneurship among university students.
Business Ethics in Islamic Stores: A Comparison of Perceptions Based on Gender and Student Areas of Study Fitriana, Nabilla; Dewi, Novi Yanti Sandra; Agustina, Ahadiah
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 2 (2024): JIEI : Vol.10, No.2, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i2.12637

Abstract

The role of Islamic business ethics plays a significant part in shaping the perspectives of individuals or enterprises engaged in business activities. Therefore, the objective of this research is to explore the comparative perceptions of university students, considering gender and field of study, regarding the business ethics applied in Islamic-based retail businesses in the city of Mataram. The research employs a quantitative comparative method with a sample of 148 students, comprising 41 male and 107 female participants. The research instrument utilized is a Likert scale questionnaire consisting of six statements based on Islamic business ethics indicators, including monotheism (tauhid), responsibility, honesty, justice, and balance. The data analysis technique involves an independent t-test with two iterations: one testing based on the gender of students (male and female) and the other based on their field of study (economic and non-economic disciplines). The results of the data analysis reveal a t-test value of 0.847 for gender testing, with a significance level of 0.398>0.05. Similarly, the t-test value for the field of study is 0.801, with a significance level of 0.424>0.05. Therefore, the researcher concludes that there is no significant difference in the perceptions of students, both based on gender and field of study, regarding the Islamic business ethics applied by managers of Islamic retail stores in Mataram.
Halalan Toyyiban: Theory and Implementation of Food Products Consumers Dewi, Novi Yanti Sandra; Agustina, Ahadiah
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 4 No 1 (2021): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v4i1.1425

Abstract

For a Muslim consuming food is not only good taste, but also must meet the criteria of halalan thayyiban. Halal food is not necessarily thayyiban, because halal food at the time of processing may be given additional ingredients that are not halal. Consumers of food products should have spiritual awarenes (spiritual awareness) related to food products that they consume, especially Muslim consumers. Consuming halal food thayyiban is an order from Allah SWT, where this halal food product thayyiban has several characteristics that the food is classified as halal food, contains adequate nutrition and balanced, proportional, and safe. The purpose of this study is to examine more deeply about the theory of halalan thayyiban and the implementation of consumers of food products against the theory of halalan thayyiban, with the method used is qualitative method.
Pendampingan pembuatan arang batok kelapa dengan motode vacum di desa Korleko kabupaten Lombok Timur Muanah, Muanah; Suwati, Suwati; Marianah, Marianah; Basirun, Basirun; Dewi, Novi Yanti Sandra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24169

Abstract

Abstrak Hingga saat ini permintaan kopra kelapa semakin meningkat karena dalam penjualan jarak jauh kopra tersebut tidak mengalami kerusakan sehingga para petani kelapa semakin meminatinya. Selain tingginya permintaan, pengolahan kopra menghasilkan limbah berupa tempurung kelapa. Belakangan ini masyarakat Desa Korleko mengolah batok kelapa menjadi arang. Dalam pengolahannya menimbulkan beberapa kendala karena asapnya mengganggu lingkungan. Maka berdasarkan hasil survei, tim pelaksana dan mitra kegiatan mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus 2023 ini diikuti oleh 24 peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyuluhan dan pelatihan atau praktek pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar, hal ini terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 90% karena pada dasarnya pengetahuan terkait pembuatan arang sudah ada di mitra, namun metode pembakaran vakum merupakan teknologi baru bagi mitra. Pembuatan arang dengan cara ini juga mampu meningkatkan jumlah produksi sebesar 50% dari sebelumnya dan arang yang dihasilkan lebih baik atau berkualitas karena potensi menjadi abu sangat kecil. Kata kunci: batok kelapa; arang; metode vakum.Abstract Until now, the demand for coconut copra is increasing because in long distance sales the copra is not damaged, so coconut farmers are increasingly interested in it. Apart from the high demand, copra processing produces waste called coconut shells. Recently, people in Korleko Village have processed coconut shells into charcoal. In processing it causes several problems because the smoke disturbs the environment. So, based on the survey results, the implementation team and activity partners solved this problem by providing assistance in making charcoal using the vacuum method. The activity carried out on Thursday 24 August 2023 was attended by 24 participants. Activities were carried out in two stages, namely counseling and training or practice in making charcoal using the vacuum method. The activities carried out ran smoothly, this could be seen from the enthusiasm of the participants during the activities. The results obtained from this activity were able to increase the community's knowledge and skills by 90% because basically the knowledge related to making charcoal already existed with the partners, but the vacuum burning method was a new technology for the partners. Making charcoal using this method is also able to increase the amount of production by 50% from before and the charcoal produced is better or of better quality because the potential for it to become ash is very small. Keywords: coconut shell; charcoal; vacuum method.
Pendampingan pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi briket dan pemasaran berbasis digital pada kelompok wanita tani Dewi, Novi Yanti Sandra; Nurlaili, Nurlaili; Muanah, Muanah; Hidayatulah, Andre
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30360

Abstract

Abstrak Kelompok Wanitan Tani Flora Barokan dengan produk utama minyak kelapa perlu berbenah dengan melirik pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, memperluas jaringan pemasaran, dan menggunakan pencatatan keuangan berbasis aplikasi. Namun sampai saat ini pengetahuan dan keterampilan akan hal tersebut belum dimiliki oleh KWT Flora Barokah sehingga tujuan pendampingan adalah meningkatkan skill KWT dalam pengolahan limnah dan pemasaran berbasis digital serta pencatatan keuangan menggunakan aplikasi resmi yaitu si APIK. Metode pendampingan ada 3 tahapan yaitu diawali dengan sosialisasi, pelatihan dan evaluasi kegiatan. Sedangkan untuk evaluasi dilakukan diawal dan akhir setelah kegiatan selsai dilaksanakan. Hasil pendampingan yang dihadiri oleh 15 orang peserta sudah dilaksanakan pada Februari 2025 berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah sebesar 85%, pemasaran berbasis digital 80% sudah mampu memasarkan produk berbasis digital pada platform facebook dan shoope, serta 78% sudah mampu mencatat pengeluaran dan hasil penjualan keuangan menggunakan SIAPIK.                                                                                                                             Kata kunci: limbah kelapa; briket; pemasaran digital; SIAPIK Abstract The Flora Barokan Women's Farmers Group with its main product coconut oil needs to improve by looking at waste processing into products with economic value, expanding marketing networks, and using application-based financial records. However, until now, the Flora Barokah Women's Farmers Group does not yet have the knowledge and skills to do this, so the purpose of the mentoring is to improve the Women's Farmers Group's skills in waste processing and digital-based marketing as well as financial records using the official application, namely si APIK. There are 3 stages of mentoring methods, namely starting with socialization, training and evaluation of activities. Each stage is carried out at a different time, namely waste processing and digital-based marketing as well as financial records. Meanwhile, the evaluation is carried out at the beginning and end after the activity is completed. The activity, which was attended by 15 participants, was carried out in February 2025 and succeeded in increasing knowledge and skills in waste processing by 85%, digital-based marketing, 80% were able to market digital-based products on the Facebook and Shopee platforms, and 78% were able to record expenses and financial sales results using SIAPIK. Keywords: coconut waste; briquettes; digital marketing; SIAPIK