p-Index From 2021 - 2026
7.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Publik JURNAL ILMU EKONOMI & SOSIAL JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Emerging Science Journal Integritas: Jurnal Antikorupsi Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Journal of Educational Research and Evaluation International Journal of Community Service Learning Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Societas : Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial Musamus Journal of Public Administration PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik The World of Public Administration Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Nusantara Hasana Journal JEKKP (JURNAL EKONOMI, KEUANGAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK) International Journal of Science and Society (IJSOC) JURNAL KEBIJAKAN PUBLIK Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Nanggroe: Journal Of Scholarly Service Jurnal Nusantara Mengabdi Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Nanggroe: Journal of Scholarly Service Jurnal Pengabdian Sosial Jurnal KALANDRA Jurnal Inovasi Global International Journal of Education, Vocational and Social Science JURNAL KEBIJAKAN PUBLIK Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of corruption risk and prevention efforts based on the perceptions of public service users in Merauke Regency Beatus Tambaip; Dina Fitri Septarini; Fitriani Fitriani; Ransta L. Lekatompessy
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol 11 No 2 (2025): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v11i2.1490

Abstract

Corruption in local government in Indonesia, particularly in Merauke Regency, South Papua Province, undermines public trust and development. This study maps corruption risks from the perspective of service users, measures the impact of prevention, and develops recommendations through the 2024 KPK SPI, integrating Principal-Agent, Institutional, Collective Action, and Social Capital theories. Method: Quantitative (191 external respondents in 63 OPDs via CAPI), validated qualitatively (interviews with 9 key informants). Results: SPI score of 65.16 (highest in South Papua, national average), zero prevalence of corruption. Structural-geographical risks in remote districts (information asymmetry, unequal access, weak supervision). Positive (70% improvement) but asymmetrical impact of prevention measures (Integrity Zone, MCP, e-procurement). Recommendations from this study include the establishment of mobile Integrated Service Posts, community supervision, inclusive digitalization, and local culture training. Contribution: A bottom-up prevention model for WBK/WBBM and data-driven autonomous governance reform.
Dinamika Sosial Ekonomi dan Budaya dalam Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Lokal: Studi Kasus di Kabupaten Merauke Guntur Guntur; Alexander Phuk Tjilen; Beatus Tambaip
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2332

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dinamika sosial, ekonomi, dan budaya terhadap pendapatan nelayan lokal di Kabupaten Merauke. Pendekatan kualitatif digunakan dengan studi kasus sebagai strategi utama, melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan nelayan, tokoh adat, serta pihak pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan tidak semata-mata dipengaruhi oleh aspek ekonomi seperti jumlah tangkapan atau harga jual ikan, melainkan juga ditentukan oleh struktur sosial yang timpang dan nilai-nilai budaya lokal yang kuat. Relasi patron-klien antara nelayan dan pemilik modal menyebabkan ketergantungan ekonomi yang membatasi daya tawar dan kemandirian nelayan, sementara nilai-nilai budaya seperti solidaritas dan aturan adat turut memengaruhi perilaku ekonomi komunitas nelayan. Temuan ini menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan di wilayah pesisir seperti Merauke tidak dapat dilakukan secara parsial atau teknokratis. Diperlukan pendekatan pembangunan yang partisipatif, lintas sektor, dan kontekstual terhadap dinamika sosial-budaya lokal. Pemberdayaan masyarakat nelayan harus mencakup penguatan kelembagaan lokal, reformasi sistem distribusi hasil tangkap, serta pelibatan nilai-nilai budaya dalam strategi peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian, kebijakan pembangunan perikanan yang berkelanjutan tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat struktur sosial dan identitas budaya masyarakat pesisir Kata Kunci: Dinamika Sosial; Budaya Lokal; Ekonomi Nelayan; Pendapatan; Kabupaten Merauke   Abstract This study aims to analyze the effect of social, economic and cultural dynamics on local fishermen's income in Merauke Regency. The qualitative approach is used with a case study as the main strategy, involving field observations, in -depth interviews with fishermen, traditional leaders, and related government. The results showed that fishermen's income was not solely influenced by economic aspects such as the number of fish catches or selling prices, but also determined by lame social structures and strong local cultural values. The patron-client relations between fishermen and capital owners cause economic dependence that limits the bargaining power and independence of fishermen, while cultural values such as solidarity and customary rules also affect the economic behavior of the fishing community. This finding confirms that the development of the fisheries sector in coastal areas such as Merauke cannot be done partially or technocratically. A participatory, cross-sectoral, and contextual development approach is needed to local socio-cultural dynamics. Empowerment of fishermen communities must include strengthening local institutions, reforms of the capture distribution system, as well as the involvement of cultural values in the strategy of improving welfare. Thus, sustainable fisheries development policies not only increase the income of fishermen economically, but also strengthen the social structure and cultural identity of the coastal community Keywords: Social Dynamics; Local culture; Fishermen economy; Income; Merauke Regency
Preservation of the Muyu Indigenous Language with an Android-based Dictionary Beatus Tambaip; Izak Habel Wayangkau; Suwarjono Suwarjono; Martha Loupatty; Aenal Fuad Adam; Hariyanto Hariyanto
Emerging Science Journal Vol. 4 (2020): Special Issue "IoT, IoV, and Blockchain" (2020-2021)
Publisher : Ital Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/esj-2021-SP1-06

Abstract

Indonesia is a country rich in cultural diversity, with each culture having its own regional language characterizing the area. The Muyu language is one of the regional languages, used by the Muyu tribal community in Boven Digoel Regency, Papua Province. The language is now under the threat of abandonment by the Muyu community, especially the younger generation. One of the causes is the lack of written learning media for the language to be inherited by older speakers in the form of books and electronic dictionaries. This study will try to develop an Android-based Muyu-Indonesian-English dictionary application using the waterfall method (classic life cycle). The aim is to test students' preferences and attitudes towards the development of Muyu language knowledge. The research sample consisted of 40 respondents consisting of Muyu students at Musamus University. A questionnaire was used to measure the extent of student responses to the use of the Muyu-Indonesian-English dictionary application. The test results show that the system has no errors in carrying out the functions that have been created previously at the manufacturing stage. The three-language Muyu-Indonesian-English dictionary application is able to search for vocabulary properly and correctly in Muyu, Indonesian, and English. The attitude of students towards the usefulness of this dictionary application is measured at the medium category, meaning that the application is useful as a tool to facilitate students of the Muyu language, especially Android users, in finding vocabulary in three languages, and can be a tool for learning the Muyu language and preserving local wisdom so that it does not become extinct. Doi: 10.28991/esj-2021-SP1-06 Full Text: PDF
Optimalisasi Kesehatan Mental dan Fisik Remaja melalui Program Senam Mindfulness dan Olahraga Fungsional di Era Digital Pulung Riyanto; Beatus Tambaip; Andi Gunawan
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a2wz8s37

Abstract

Pengaruh era digital terhadap gaya hidup remaja semakin nyata, ditandai dengan meningkatnya penggunaan gawai dan menurunnya aktivitas fisik, yang berdampak pada kesehatan mental dan jasmani. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental remaja melalui pelatihan senam mindfulness dan olahraga fungsional. Kegiatan dilaksanakan di SMP Satu Atap Wasur, Merauke, Papua Selatan, dengan sasaran remaja usia 13–18 tahun. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sesi edukasi membahas pentingnya kesehatan mental dan fisik di era digital, dilanjutkan dengan praktik senam mindfulness untuk melatih fokus dan ketenangan, serta olahraga fungsional untuk meningkatkan kebugaran tanpa alat khusus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran diri, kemampuan regulasi emosi, dan perilaku hidup aktif pada peserta. Sebagian besar siswa merasa lebih fokus, tenang, dan termotivasi untuk menjalankan kebiasaan sehat. Respon positif juga datang dari guru dan orang tua yang mendukung keberlanjutan program ini. Data kuantitatif dari kuesioner awal dan akhir menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam aspek kebugaran fisik dan kesejahteraan emosional. Temuan ini memperkuat relevansi pendekatan yang integratif dan partisipatif dalam pengembangan program promotif-preventif di lingkungan pendidikan. Program ini dinilai efektif dan berpotensi untuk direplikasi sebagai model intervensi sederhana namun berdampak dalam pembentukan karakter dan peningkatan kualitas hidup remaja di era digital
TRANSFORMASI TATA KELOLA DANA DESA DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Jemmy Tiro; Beatus Tambaip; Ransta L. Lekatompessy; Syahruddin Syahruddin
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.23634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Dana Desa berdasarkan prinsip good governance, mengidentifikasi tantangan serta faktor pendukung dalam tata kelola, dan merumuskan model transformasi pengelolaan Dana Desa yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis yang dilaksanakan di Kampung Sagare, Distrik Awyu, Kabupaten Asmat pada April–Juli 2025. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif transparansi dan akuntabilitas telah berjalan sesuai regulasi, namun secara substantif masih menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kendala geografis, serta rendahnya literasi keuangan masyarakat. Partisipasi masyarakat telah difasilitasi melalui musyawarah kampung, tetapi masih bersifat prosedural. Efektivitas dan responsivitas program relatif baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar, meskipun aspek keberlanjutan memerlukan penguatan sistem pengawasan dan pemeliharaan hasil pembangunan. Model transformasi yang dirumuskan menekankan integrasi prinsip good governance dalam seluruh siklus pengelolaan, penguatan kapasitas aparatur, serta optimalisasi partisipasi masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: Dana Desa; Good Governance; Tata Kelola; Partisipasi Masyarakat;Pembangunan Berkelanjutan
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI: ANALISIS STRATEGI KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v8i1.131

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview of the strategies used by leaders in tertiary institutions, especially at the faculty level, in improving the quality of education. This research is a survey conducted to identify the views of each respondent in assessing the quality of education in tertiary institutions by looking at the strategies used by the leaders of the Respondents in this study, namely the academic community at the Faculty of Social and Political Sciences, Musamus University. The measuring tool designed in the form of a questionnaire related to the seven categories in Malcolm Baldrige. The questionnaire created was an adaptation of the original MBCfPE Education Criteria application. Questions that were originally in the form of essays were changed to form of choice answers to make it easier for respondents to answer and direct them to the basic needs of each category. The results of the study show that the strategies used by leaders in improving the quality of education are carried out by establishing a clear vision and mission, building a solid team, and implementing an appropriate performance measurement system. Effective leadership in tertiary institutions must have a clear vision and mission to motivate staff and students, and direct universities to achieve long-term strategic goals.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) DALAM MENINGKATKAN SINERGISITAS LINTAS SEKTOR PADA DPMPTSP KABUPATEN MIMIKA Yantho Murafer; Septinus Saa; Yusuf Gabriel Maniagasi; Beatus Tambaip; Hiskia C M Sapioper; Dorthea Renyaan
JURNAL KEBIJAKAN PUBLIK Vol 9 No 1 (2026): April 2026 [in press]
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jkp.v9i1.5556

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Public Service Mall (Mal Pelayanan Publik - MPP) policy in enhancing cross-sectoral synergy at the Investment and One-Stop Integrated Services Agency (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu - DPMPTSP) of Mimika Regency, and to identify supporting and inhibiting factors in its implementation. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, with informants from government apparatus and related parties in the organization of the MPP. Data analysis used an interactive model which included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of the MPP policy in Mimika Regency has not yet reached its optimal level in encouraging cross-sectoral synergy. This is influenced by four main dimensions according to George C. Edward III's policy implementation theory, namely ineffective communication between agencies, limited resources in terms of both human resources and digital infrastructure, uneven disposition or commitment of implementers, and a bureaucratic structure that remains sectoral. Supporting factors for policy implementation include clear regulations, commitment from the local government, and the existence of the MPP as an integrated public service innovation. Meanwhile, inhibiting factors include weak cross-sectoral coordination, lack of digital system integration, limited human resource capacity, and low levels of public satisfaction with the services. Therefore, strengthening coordination, improving human resource capacity, and developing an integrated digital system are necessary to enhance the effectiveness of MPP policy implementation.
Implementasi Kebijakan Pembuatan E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamberamo Tengah Jeryangky Hahury; Hiskia C. M. Sapioper; Untung Muhdiarta; Yosephina Ohoiwutun; Beatus Tambaip; Abner H. Bajari
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.541

Abstract

Kebijakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik menjadi instrumen negara untuk membangun identitas tunggal penduduk sekaligus menyatukan basis data kependudukan nasional. Di Kabupaten Mamberamo Tengah, kondisi geografis pegunungan dan pola permukiman yang terpencar membuat pelaksanaan kebijakan ini menghadapi hambatan yang berbeda dibandingkan dengan daerah dataran rendah. Artikel ini membahas cara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamberamo Tengah menjalankan kebijakan pembuatan e-KTP, faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya, serta langkah yang ditempuh untuk meningkatkan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka empat variabel dari George C. Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan serta observasi lapangan di kantor Dinas Dukcapil Kobakma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi dilakukan melalui tokoh adat dan gereja agar informasi diterima tanpa menimbulkan kecurigaan warga terhadap perekaman biometrik. Pada aspek sumber daya, dinas mengandalkan koneksi satelit Starlink dan perangkat perekam portabel untuk mengatasi ketiadaan jaringan darat, meski jumlah staf teknis tetap terbatas dan biaya operasional membengkak akibat ketergantungan pada penerbangan perintis. Topografi pegunungan, koneksi internet yang tidak menentu, dan rendahnya keakraban warga dengan urusan administrasi menjadi penghambat yang paling sering muncul dalam wawancara. Komitmen pimpinan dinas dan strategi jemput bola menjadi penopang utama dalam pelaksanaan di lapangan. Upaya perbaikan yang sudah berjalan meliputi penyederhanaan syarat dokumen dengan menggunakan formulir SPTJM serta pelayanan gabungan KK, e-KTP, dan akta kelahiran dalam satu kunjungan ke distrik terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan e-KTP di wilayah pegunungan Papua bergantung pada kemampuan birokrasi untuk menyesuaikan diri dengan kearifan lokal dan kondisi geografis setempat.
Manajemen Usaha dan Kewirausahaan Berbasis Sumber Daya Laut di Kampung Soryar, Papua Yosephina Ohoiwutun; Graciano A Maturbongs; Vince Tebay; Agustina Ivonne Poli; Beatus Tambaip; Kristina Sawen; Westim Ratang; Elsyan Rienette Marlissa
Jurnal Nusantara Mengabdi Vol 5 No 3 (2026): June
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jnm.v5i3.7254

Abstract

Purpose: This community service program aimed to strengthen the initial knowledge and capacity of the Soryar Village community, Biak Numfor Regency, to develop marine resource-based enterprises through business management, entrepreneurship, value-added processing, simple financial management, product packaging and branding, and digital marketing.Research Methodology: The program used interactive lectures, discussions, demonstrations, and practice. A one-group pretest-posttest design assessed four knowledge indicators through descriptive percentage comparisons.Results: Knowledge of business management increased from 10% to 80%, marine processing from 5% to 70%, product packaging from 10% to 75%, and online marketing from 25% to 60%, which remained the lowest post-program achievement.Conclusions: The integrated program improved participants’ immediate knowledge in all evaluated areas and provided an initial foundation for developing value-added marine-based household enterprises in Soryar Village.Limitations: The evaluation measured immediate knowledge change without a control group; therefore, it does not establish causal effects or longer-term improvements in income, sales, business formation, or welfare.Contributions: The program offers a practical integrated empowerment model combining production, business management, entrepreneurship, financial management, packaging, branding, and digital marketing for coastal communities.
Co-Authors Abner H. Bajari Adam, Aenal Fuad Agustina Ivonne Poli AKBAR SILO Alexander Phuk Tjilen Ameng, Bonavantura Gusto Nong Dion Amin Pujiati Andi Gunawan Andi Gunawan Chalvyn Silasa Pakidi Christiana Normalita De Lima Cristiana Normalita de Lima Damaris Marlisa Dapot Pardamean Saragih David Oscar Simatupang Dharma Gyta Sari Harahap Diah Harmawati Dina Fitri Septarini Dorthea Renyaan Elsyan Rienette Marlissa Emanuel Lewar Erwin N purnama Etius Kogoya Everistus Rikardus Ferry Irawan Fitriani Fitriani Graciano Aristides Maturbongs Guntur Guntur Hariani Fitrianti Hariani Fitrianti Hariyanto Hariyanto Hendra Jondry Hiskya Hiskia C M Sapioper Hiskia C. M. Sapioper I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gusti Ayu Armini I Wayan Rupa Ida Bagus Rai Putra Izak Habel Wayangkau Jefri Sembiring Jemmy Tiro Jeryangky Hahury Jori Lahinda Kristina Sawen Maniagasi, Yusuf Gabriel Martha Betaubun Martha Loupatty Marthen A.I. Nahumury Martinus Wika Mega Suteki Muh. Rafi’y Murafer, Yantho Ni Luh Komang Candrawati Ni Nyoman Rediani, Ni Wayan Aryani Nur Jalal Nur Jalal Okto Irianto Pakidi, Chalvyn Silasa Pande Made Dharma Sanjaya Paul Adryani Moento Paul Adryani Moento Paul Adryani Moento Prasetya, Muhammad Novan Pulung Riyanto Ransta L. Lekatompessy Ransta L. Lekatompessy Renyaan, Dorthea Retno Wuri Sulistyowati Riska Dwi Prihandayani Riska Dwi Prihandayani Ruloff Fabian Yohanis Waas Samel Watina Ririhena Samel Watina Ririhena Samel Watina Ririhena, Samel Watina Sapioper, Hiskia C M Sapioper, Hiskia C. M. Septinus Saa Septinus Saa Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Suwarjono Suwarjono Syahrabuddin Husen Enala Syahruddin Syahruddin Syahruddin Tini Adiatma Untung Muhdiarta Vince Tebay Vinsenco Robertho Serano Westim Ratang Willyan Sahetapy Yantho Murafer Yosephina Ohoiwutun Yosephina Ohoiwutun Yusuf Gabriel Maniagasi