p-Index From 2021 - 2026
7.115
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Publik JURNAL ILMU EKONOMI & SOSIAL JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Emerging Science Journal Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Journal of Educational Research and Evaluation International Journal of Community Service Learning Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Societas : Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial Musamus Journal of Public Administration PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik The World of Public Administration Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Nusantara Hasana Journal JEKKP (JURNAL EKONOMI, KEUANGAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK) International Journal of Science and Society (IJSOC) JURNAL KEBIJAKAN PUBLIK Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Nanggroe: Journal Of Scholarly Service Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Nanggroe: Journal of Scholarly Service Jurnal Pengabdian Sosial Jurnal KALANDRA Jurnal Inovasi Global International Journal of Education, Vocational and Social Science JURNAL KEBIJAKAN PUBLIK Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Masyarakat Melalui Pengorganisasian dan Peningkatan Organisasi PKK dalam Memanfaatkan Limbah Sawit Alexander Phuk Tjilen; Beatus Tambaip; Ruloff Fabian Yohanis Waas; Paul Adryani Moento; Erwin Nugraha Purnama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.982

Abstract

Gerakan masyarakat ini bertujuan untuk memperluas informasi dan keterampilan organisasi PKK dalam mengawasi tandan dan menyiapkan limbah sawit dan hewan. Tindakan ini didorong oleh kondisi Kampung Muting, sebagai kawasan yang berkembang pesat di wilayah Merauke. Wilayah Ini merupakan salah satu sasaran yang paling utama untuk diaktualisasikan secara serius dan serius dalam kebijakan perbaikan kelapa sawit di Merauke. Kondisi ini memiliki sasaran untuk ibu ibu rumah tangga. Muncul alamat bagaimana limbah kelapa sawit bisa dimanfaatkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan latihan persiapan dan penyuluhan dengan menggunakan metode persiapan dan penyuluhan administrasi terbuka dan Teknologi Tepat Guna (TTG) dilakukan dalam tandan dengan materi pengetahuan administrasi, administrasi dan inovasi limbah kelapa sawit dan hewan. Hasil berupa Pertama-tama, informasi dan kemampuan untuk mengawasi tandan. Kepiawaian dalam menangani limbah sawit dan ternak menjadi piring, tikar, briket dan pupuk. Perlakuan pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi alternatif upah rumah tangga masyarakat dan petani kelapa sawit mandiri, terutama di tengah masa restorasi kelapa sawit (replanting).
Menggali Potensi Olahraga di Merauke: Analisis Kebijakan Publik untuk Meningkatkan Prestasi Atlet Lokal Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Vol 5 No 02 (2023): Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES)
Publisher : Program Studies of Physical Education, Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpes.v5i02.5143

Abstract

Olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesehatan masyarakat. Kabupaten Merauke memiliki potensi olahraga yang besar, namun masih terdapat kendala dalam meningkatkan prestasi atlet lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi olahraga yang ada di Merauke dan menganalisis kebijakan publik yang dapat meningkatkan prestasi atlet lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah perwakilan dari pihak terkait, pelatih, dan atlet lokal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi olahraga yang besar di Merauke, terutama pada cabang-cabang olahraga tradisional dan potensi atlet muda yang cukup besar. Namun, masih terdapat kendala dalam hal infrastruktur olahraga, sumber daya manusia, dan kurangnya dukungan pemerintah dan masyarakat. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan kebijakan publik yang berfokus pada peningkatan dana dan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur olahraga, pengembangan atlet muda, peningkatan kompetisi dan pertandingan, serta peningkatan kerjasama dan kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa potensi olahraga di Merauke sangat besar, namun masih terdapat kendala dalam meningkatkan prestasi atlet lokal. Diperlukan kebijakan publik yang lebih fokus dan konkrit dalam meningkatkan dana dan sumber daya manusia, infrastruktur olahraga, pengembangan atlet muda, kompetisi dan pertandingan, serta kerjasama dan kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta. Hal ini akan dapat meningkatkan prestasi atlet lokal dan membangun karakter dan kesehatan masyarakat melalui olahraga
Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Beatus Tambaip; Paul Adryani Moento; Alexander Phuk Tjilen
SOCIETAS Vol 12 No 1 (2023): Societas: Jurnal Ilmu Administarsi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v12i1.5096

Abstract

This This study aims to determine the participation of the community in Kampung Getentiri, Jair District, Boven Digoel Regency in Development Planning Meetings. Observational techniques, interviews, and documentation were used to collect data. The collected data was analyzed descriptively and qualitatively. The study found that although Musrembang had been conducted and generated enthusiasm among most of the community who are mostly farmers, community participation in Musrembang was still lacking. Inter-community relations were not communicative enough, and there was a lack of active involvement in providing suggestions. In terms of tokenism, the community participated in Musrembang to give their input and opinions on development plans, but the feedback provided was only formal and not followed up, giving the government greater control over development programs. This highlights the need to strengthen community participation in the planning and implementation of development, ensuring that their feedback is not merely a formality but also taken into consideration in decision-making. Furthermore, in terms of the community's power in development planning in Kampung Getentiri, the community has power in development planning. They are involved directly in the initial meetings with the village head and Musrembang and are enthusiastic about providing input. The results of Musrembang give the community authority to participate in implementing development programs, although they are still monitored by the village authorities.
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Erwin N purnama; Beatus Tambaip; Nur Jalal; Dapot Pardamean Saragih
SOCIETAS Vol 12 No 1 (2023): Societas: Jurnal Ilmu Administarsi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v12i1.5116

Abstract

The purpose of the study was to find out how the implementation of Regional Regulation Number 11 of 2018 concerning the Management of Regional Property, the problem of assets, especially motor vehicles controlled by users who have moved from the previous Regional Equipment Work Unit to a new office and have not reported these assets. The method used is qualitative descriptive and uses data collection techniques and tools in the form of observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the research conducted, that the implementation of Regional Regulation Number 11 of 2018 concerning the Management of Regional Property has not gone well. Regarding communication related to the implementation of regional regulations on the management of regional property, there are still annual records that cannot all be detected, making it difficult to find data. In terms of resources, there are still many asset users who are not aware of reporting to the asset field, similarly, the resources actually needed for asset management are still insufficient, there is a lack of archivists as managers of Regional Property records, there are only archivists and staff who do not have archival training. The bureaucratic structure has so far gone well enough that there are no significant problems.
Dampak Positif Kebijakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen
Musamus Journal of Public Administration Vol 5 No 2 (2023): Musamus Journal of Public Administration: Volume 5, Nomor 2
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v6i1.5144

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Di Kabupaten Boven Digoel.Untuk mendapatkan data penelitian, peneliti mewawancarai 13 orang sebagai informan. Data analisis menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik analisa data, penulis menggunakan tiga tahap: Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Dinas Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten boven digoel telah melakukan kegiatan edukasi. Kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak, kemudian Dinas Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten boven digoel memberikan sosialisasi langsung terhadap kelompok sasaran yaitu sekolah sekolah dan juga kalangan muda yang ada di kabupaten bovendigoel. Kemudian rehabilitasi sosial yang telah dilaksanakan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak boven digoel adalah melakukan proses pendampingan pada korban kekerasan seksual dari perasaan takut atau trauma yang dialaminya. Dimana korban kekerasan seksual di dampingi secara sungguh-sungguh mereka korban mengalami rasa takut yang berlebihan (trauma) serta adanya pendampingan psikososial yang melibatkan para psikolog, para psikolog melakukan tanggung jawab untuk memulihkan trauma korban kekerasan seksual. Kemudian, dalam melakukan pendampingan mereka melakukan pendekatan secara langsung dengan para korban dengan cara memberi motivasi dan semangat untuk menata kehidupan kea rah depan.
MENUJU DESA MANDIRI: MEWUJUDKAN POTENSI KAMPUNG MELALUI PEMBENTUKAN BUMK Syahruddin; Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Paul Adryani Moento; Pulung Riyanto
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 12 (2023): Nusantara Hasana Journal, May 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v2i12.853

Abstract

The purpose of this service is to make Zenegei village an independent village based on the formation of village-owned enterprises (BUMK). The method used is the Approach Method offered to solve partner problems that have been mutually agreed upon by holding outreach, lectures, discussions, and questions and answers, forming BUMK and training (workshops) for partners. The step to evaluate the implementation and sustainability of the program in the field after the activities are carried out is for the implementing team to evaluate the competence of the community to find out how far the knowledge provided during the training can help partners improve competence in solving problems. The steps taken are by distributing questionnaires to partners to get feedback from partners, as material for evaluating the implementation of sustainable activities. The results of this community service activity are to have an impact on the formation of Village-Owned Enterprises in Zenegi Village in accordance with the Village Law which mandates villages to be able to manage their regional potential so that they can become independent villages. The establishment of Village-Owned Enterprises (BUMK) and training and increasing understanding of the village community in its management in Zenegi Village, which is a partner, is a solution as an effort to develop the local potential of village communities towards an Independent Village.
PERAN FASILITAS KESEHATAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Yosephina Ohoiwutun
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i2.8245

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai peran yang dierikan oleh fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilihat dari perspektif kebijakan publik. Beberapa permasalahan esensial fasilitas kesehatan di Merauke antara lain terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan, kekurangan tenaga medis,kondisi fasilitas kesehatan yang buruk, biaya yang mahal, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey dimana metode yang digunakan ini untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Lokasi penelitian adalah di seluruh Kampung di Distrik Ngguti Kabupeten Merauke, yang terdiri dari 6 Kampung.  Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli- Agustus 2022. Penentuan informan dalam penelitian ditetapkan secara purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumen. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahawa Fasilitas kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam memfasilitasi pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan. Melalui kebijakan publik, pemerintah dapat mengatur dan memperkuat infrastruktur kesehatan yang ada, meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia dan teknologi medis, serta meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat
Pembentukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk Mengangkat Potensi Kampung Menuju Desa Mandiri Syahruddin Syahruddin; Nur Jalal; Marthen A.I. Nahumury; Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Yosephina Ohoiwutun
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.328

Abstract

Dalam studi ini, kami menjelaskan pembentukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai solusi untuk mengoptimalkan potensi kampung dan mendorong perkembangan menuju desa mandiri. Pengabdian ini bertujuan untuk menjadikan desa Zenegi mandiri dengan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMK). Metode yang digunakan melibatkan pendekatan sosialisasi, ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan mitra untuk memecahkan masalah yang telah disepakati. Selain itu, BUMK juga dibentuk dan pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi mitra. Evaluasi dilakukan dengan mengukur kompetensi masyarakat melalui kuisioner untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkelanjutan. Hasil pengabdian ini adalah terbentuknya BUMK di Desa Zenegi sesuai dengan UU Desa yang mendorong pengelolaan potensi lokal dan kemandirian desa. Sebagian besar responden (80%) memiliki pemahaman yang baik tentang BUMK dan kegunaannya dalam pengembangan potensi kampung. 15% responden memiliki pemahaman yang terbatas tentang BUMK, dan masih perlu penjelasan lebih lanjut terkait konsep dan manfaatnya. Responden menyoroti beberapa kebutuhan kampung yang dapat diangkat melalui BUMK, antara lain infrastruktur yang memadai, akses ke pasar, pelatihan keterampilan, pembiayaan, dan promosi pariwisata. Pendirian BUMK dan peningkatan pemahaman masyarakat desa di Desa Zenegi merupakan solusi dalam mengembangkan potensi lokal dan menuju desa mandiri. In this study, we explain the formation of village-owned enterprises (BUMK) as a solution to optimize village potential and encourage development towards independent villages. This service aims to make Zenegi village self-sufficient through the establishment of a Village-Owned Enterprise (BUMK). The method used involves a socialization approach, lectures, discussions, and questions and answers with partners to solve agreed problems. In addition, BUMK was also formed and training was held to improve partner competence. Evaluation is carried out by measuring community competence through questionnaires to evaluate the implementation of activities on an ongoing basis. The result of this service is the formation of BUMK in Zenegi Village in accordance with the Village Law which encourages management of local potential and village independence. Most of the respondents (80%) have a good understanding of BUMK and its use in developing village potential. 15% of respondents have limited understanding of BUMK, and still need further explanation regarding the concept and benefits. Respondents highlighted several villages needs that could be addressed through BUMK, including adequate infrastructure, access to markets, skills training, financing and tourism promotion. The establishment of BUMK and increasing the understanding of the village community in Zenegi Village is a solution in developing local potential and towards an independent village.
Model Transformasi Budaya Lokal Dalam Pelayanan Publik Beatus Tambaip; Alexander Phuk Tjilen; Yosephina Ohoiwutun
JEKKP (Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Kebijakan Publik) Vol 5, No 1 (2023): 30 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jekkp.v5i1.6627

Abstract

Tujuan penelitian ini mengambarkan tentang model transformasi budaya lokal dalam pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumen. Pengamatan dilakukan terutama yang berkaitan dengan obyek penelitian, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas. Wawancara mendalam  kepada petugas rumah sakit atau puskesmas sebagai informan, teknik dokumentasi mengumpulkan dokumen berupa berita-berita, peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jayapura. Teknik analisis adalah reduksi data, penyajian data, danm penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian bahwa tantangan yang dihadapi oleh tenaga medis maupun non medis di Kabupaten Jayapura adalah kurangnya pengetahuan pasien (masyarakat) tentang prosedur kesehatan. Hal ini dipengaruhi tingkat pendidikan masyarakat masih tergolong rendah.Nilai-nilai budaya lokal yang diimplementasikan oleh pegawai puskesmas karena dilatarbelakangi oleh interaksi sosial antara masyarakat dan pegawai puskesmas untuk dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura. Transformasi ini sepenuhnya mengadopsi nilai-nilai budaya lokal papua, yang kemudian budaya lokal tersebut bertransformasi menjadi budaya birokrasi. Budaya lokal menjadi kekuatan untuk melayani masyarakat, karena masyarakat papua masih sangat dipengaruhi oleh budaya lokal papua dimana masyarakat terutama ibu-ibu belum melek terhadap literasi kesehatan
Optimalisasi Potensi Desa Wisata Melalui Manajemen Pengelolaan Yang Berkelanjutan: Kontribusi Bagi Kesejahteraan Masyarakat Lokal Alexander Phuk Tjilen; Ruloff Fabian Yohanis Waas; Samel Watina Ririhena; Beatus Tambaip; Syahruddin Syahruddin; Yosephina Ohoiwutun; Riska Dwi Prihandayani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 6 (2023): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8373947

Abstract

Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di Merauke perlu mendapat perhatian khusus dalam pengelolaannya. Tujuan pengabddian ini adalah dengan pengelolaan desa wisata di Merauke dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitarnya. Dengan mengoptimalkan potensi desa wisata melalui manajemen pengelolaan yang berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, melestarikan budaya dan alam, serta memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi wisatawan. Metode yang dilakukan antara lain Pemberdayaan masyarakat lokal, Pengembangan produk wisata yang berkelanjutan, Penataan kawasan wisata, Peningkatan kualitas pelayanan, Peningkatan promosi wisata. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan memerlukan pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk wisata yang berkelanjutan, penataan kawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan keterlibatan aktif mereka dalam pengambilan keputusan adalah kunci sukses. Pengembangan produk wisata yang berkelanjutan melibatkan promosi potensi unik desa tanpa merusak lingkungan atau budaya. Penataan kawasan desa wisata yang baik dan pelayanan berkualitas tinggi memberikan pengalaman positif kepada pengunjung. Promosi efektif dan kerja sama antar pemangku kepentingan juga penting dalam meningkatkan daya tarik dan pendapatan desa wisata.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:IN;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
Co-Authors Adam, Aenal Fuad AKBAR SILO Alexander Phuk Tjilen Alexander Phuk Tjilen Ameng, Bonavantura Gusto Nong Dion Amin Pujiati Andi Gunawan Chalvyn Silasa Pakidi Christiana Normalita De Lima Cristiana Normalita de Lima Damaris Marlisa Dapot Pardamean Saragih David Oscar Simatupang Dharma Gyta Sari Harahap Diah Harmawati Emanuel Lewar Erwin N purnama Etius Kogoya Everistus Rikardus Ferry Irawan Guntur Guntur Hariani Fitrianti Hariani Fitrianti Hariyanto Hariyanto HARIYANTO HARIYANTO Hendra Jondry Hiskya I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gusti Ayu Armini I Wayan Rupa Ida Bagus Rai Putra Izak Habel Wayangkau Jefri Sembiring Jori Lahinda L. Lekatompessy, Ransta Maniagasi, Yusuf Gabriel Martha Betaubun Martha Loupatty Martha Loupatty, Martha Marthen A.I. Nahumury Martinus Wika Mega Suteki Muh. Rafi’y Murafer, Yantho Ni Luh Komang Candrawati Ni Nyoman Rediani, Ni Wayan Aryani Nur Jalal Nur Jalal Okto Irianto Pakidi, Chalvyn Silasa Pande Made Dharma Sanjaya Pande Made Dharma Sanjaya Paul Adryani Moento Paul Adryani Moento Paul Adryani Moento Prasetya, Muhammad Novan Pulung Riyanto Renyaan, Dorthea Retno Wuri Sulistyowati Riska Dwi Prihandayani Riska Dwi Prihandayani Ruloff Fabian Yohanis Waas Samel Watina Ririhena Samel Watina Ririhena Samel Watina Ririhena, Samel Watina Sapioper, Hiskia C M Sapioper, Hiskia C. M. Septinus Saa Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Suwarjono Suwarjono Suwarjono Suwarjono, Suwarjono Syahrabuddin Husen Enala Syahruddin Syahruddin Syahruddin Syahruddin Syahruddin Tini Adiatma Tiro, Jemmy Vinsenco Robertho Serano Wayangkau, I H Willyan Sahetapy Yosephina Ohoiwutun