Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kualitas dan Daya Tarik Taman Wisata Air Paggora: Redesain melalui Memori Kolektif Masyarakat Setijanti, Purwanita; Cahyadini, Sarah; Setyawan, Wahyu; Septanti, Dewi; Retno Utami, Adinda Sih Pinasti; Ula, Zuhrotul Mawaddatil; Faizin, Muchammad Indra; Firdaus, Achmad Ichsan; Yaqin, Muhammad Ainul; Sulistiastuti, Mutia
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i2.38864

Abstract

Paggora Water Park, a once-popular tourist destination, has experienced significant degradation in its facilities and infrastructure due to the prolonged COVID-19 lockdown. This paper examines the urgent need for comprehensive renovation and tourism design concepts to restore and enhance the park's appeal based on the opinions of Paggora Water Tourism visitors using quantitative methods, which will be analyzed using multiple linear regression techniques, ultimately providing a design concept that will fit with the service quality and visitor satisfaction. Five independent variables will be tested with the dependent variable (visitor satisfaction): tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results of the quantitative analysis show that the variables influencing visitor satisfaction are the tangible (positive influence) and the assurance variable (negative influence). The proposed design concept aims to apply the results of survey and quantitative analysisimproving facilities or physical forms to increase visitor satisfactioncreating an engaging and memorable visitor experience. These findings also highlight the renovation process that the team undertook and the potential for Paggora Water Park to serve as a model for similar facilities facing maintenance and resource challenges
LIVING IN A BOARDING HOUSE: A PRIVACY MECHANISM IN ARCHITECTURE STUDENT’S PRIVATE STUDY ROOM Setijanti, Purwanita; Cahyadini, Sarah; Narida, Tisya Surya
Journal of Architecture&ENVIRONMENT Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v22i2.a17971

Abstract

Boarding houses, as a type of substitute residence, function not only to ensure the continuity of daily domestic activities, but also as a comfortable learning place for students as residents. The Multimodal learning methods, which is used in architectural studio learning, through design simulations making study mock-ups, requires the use of more than one strategy in the learning process. Because it requires a different concentration compared to unimodal students, learning privacy is not only needed for individual learning process, but also needed for group learning study activities. This research explores the privacy mechanism that occurs in boarding rooms as private workspaces for architecture students. Phenomenological qualitative methods are used, with data collection techniques through observation, interviews, and documents readings. The results of the study show that architecture students tend to organize to optimize space by modifying the spatial attributes. This is executed to provide the widest possible space for learning privacy, so that it’s multimodal learning activities could run as optimally as possible.
Identifikasi Elemen Sense of Place untuk Mendukung Eksistensi Kampung Wisata Studi Kasus: Kampung Ketandan Surabaya Sadendra, Sara Amalia; Setijanti, Purwanita; Rachmawati, Murni
Jurnal Permukiman Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2025.20.96-107

Abstract

Saat ini di Indonesia banyak terdapat pengembangan permukiman kampung kota menjadi kampung wisata. Pengembangan tersebut menjadikan adanya identitas baru bagi suatu kampung. Hal ini menjadi menarik jika dilihat dari kacamata rasa tempat melalui elemen form, activity, dan meaning terhadap kampung. Rasa tempat merupakan suatu fenomena yang dirasakan langsung oleh manusia terhadap tempat dan juga memiliki peranan dalam mendukung eksistensi dan keberlanjutan suatu tempat wisata. Sejalan dengan Sustainable Development Goals Nomor 11, yaitu kota dan permukiman yang inklusif berkelanjutan, maka eksistensi kampung wisata sebagai ruang bermukim yang berbudaya perlu diperhatikan. Penelitian ini berlokasi di Kampung Ketandan yang merupakan kampung asli di tengah perkotaan Surabaya dan menjadi destinasi wisata.  Metode penelitian yang digunakan merupakan kombinasi kualitatif kuantitatif melalui observasi, dokumentasi, pemetaan, wawancara, dan kuesioner kepada masyarakat Kampung Ketandan sebagai responden representatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa elemen rasa tempat dapat mendukung eksistensi kampung wisata melalui adanya keterikatan masyarakat dengan kampungnya. Hal ini ditunjukkan oleh masyarakat yang melakukan kegiatan secara komunal yang kekeluargaan dan melangsungkan kegiatan ritual budaya. Kegiatan wisata tidak mengganggu masyarakat, bahkan menjadi peluang bisnis untuk membuat kampungnya menjadi lebih hidup. Oleh sebab itu, Kampung Ketandan dapat menjadi pusat edukasi budaya kampung kota bagi bagi masyarakat luas.
Kajian Hunian Abdi Dalem Terhadap Kedudukannya dalam Memenuhi Kebutuhan Self Respect dan Self Esteem Karlina Hidayati, Tsabita; Septanti, Dewi; Setijanti, Purwanita
Jurnal Permukiman Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2025.20.86-95

Abstract

Hunian ideal merupakan hunian yang mampu memenuhi kebutuhan fisik maupun psikologis penghuninya. Kebutuhan akan penghargaan diri (self-respect) dan harga diri (self-esteem) penghuni dapat diwujudkan melalui representasi arsitektur yang mencerminkan status sosial individu. Status seseorang bukan dilihat dari jumlahnya tetapi dari jenis dan bagaimana cara ditampilkannya. Namun, nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi prinsip utama dalam pembentukan identitas hunian.  Bangunan sebagai penanda dan simbol status memiliki empat kerangka hunian yang perlu diperhatikan yaitu culture, stage in life cycle, personality, dan needs. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami self-respect dan self-esteem pada hunian khusus, yaitu hunian abdi dalem di kawasan Keraton Surakarta. Dalam konteks permukiman, dapat dilihat bahwa budaya menjadi hal utama dalam pembentukan hunian abdi dalem. Penelitian ini memahami keterkaitan antara budaya dan pemenuhan kebutuhan psikologis penghuni pada konteks hunian tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian arsitektur dan psikologi lingkungan yang di mana self-respect (harga diri) dan self-esteem (penghargaan diri) merupakan faktor psikologis. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengkaji karakteristik hunian ke dalam konteks hunian abdi dalem. Pengumpulan data mengenai regulasi Keraton, tata letak hunian, dan tampilan hunian didapatkan melalui observasi dan studi terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-respect dan self-esteem dari hunian abdi dalem lebih mendahulukan kepentingan budaya dan keraton dibandingkan kepentingannya sendiri demi menunjukkan pengabdian yang sempurna, sehingga fasad hunian tidak mencerminkan faktor psikologis melainkan dapat dilihat pada penataan dalam huniannya.
Primbon: Representation of Kraton Yogyakarta Arfianti, Ami; Rachmawati, Murni; Setijanti, Purwanita
Interiority Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primbon as Javanese local knowledge has been a guide for Javanese everyday and ritual life, included buildings, for decades. This paper intends to investigate the use of primbon in the Kraton Yogyakarta (Palace of Yogyakarta) as the representation of the sultan (king). The investigation was conducted through interpretive criticism to reveal the degree of conformity under the rules and principles in primbon as an attempt to form a new perspective in understanding the primbon.The analysis focuses on verses 172 and 194–196 of Primbon Betaljemur Adammakna, which deals with the arrangement of buildings. By transliterating the verses into English and interpreting the application of the verses in Kraton Yogyakarta, the study demonstrated the manifestation of theprimbon verses in the kraton’s building arrangement. The study of primbon reveals the role ofkraton as the representation of the earth in the universe, while the representation here displays the hierarchical arrangement of building facilities, from sacred to nonsacred or from private to public.
KONSEP DESAIN BERBASIS NEUROARSITEKTUR UNTUK MENGHADIRKAN NOSTALGIA RUANG Budi Iswara, I Made Bisma; Soemardiono, Bambang; Setijanti, Purwanita
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN (On progress)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1773

Abstract

Penelitian ini berlandaskan pada teori neuroarsitektur yang difokuskan pada peran memori episodik sebagai mekanisme neurokognitif yang membentuk pengalaman dan makna suatu tempat. Melalui kemampuan mental time travel yang dimiliki oleh memori episodik, memungkinkan individu menghadirkan kembali pengalaman masa lalu secara imajinatif dan emosional. Kemampuan ini menjadikan memori episodik memiliki peran penting dalam membentuk keterikatan manusia terhadap suatu tempat, sehingga ingatan tersebut mampu mengonstruksi identitas tempat yang mengalami pelemahan. Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di Desa Adat Kuta Bali yang dalam beberapa dekade terakhir mengalami transformasi pesat akibat perkembangan pariwisata secara massa, sehingga memicu terjadinya pergeseran dan pelemahan identitas tempat bagi masyarakat lokal. Sebagai penelitian berbasis perancangan, studi ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain untuk membangkitkan kembali identitas tempat yang melemah melalui aktivasi dari memori episodik masyarakat lokal. Metode kualitatif fenomenologi diterapkan untuk menggali pengalaman subjektif masyarakat melalui wawancara secara mendalam, observasi visual terhadapat dokumentasi Kuta tempo dulu dan studi literatur terkait sejarah dan transformasi dari kawasan Kuta. Data selanjutnya ditranslasikan ke dalam domain arsitektur melalui metode domain to domain transfer, sehinggaakumulasi dari memori episodik masyarakat dapat diterjemahkan menjadi strategi desain ruang. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah tujuh konsep nostalgia ruang berbasis pada memori episodik masyarakat yang merepresentasikan visual, auditori dan olfaktori Kuta tempo dulu, sehingga pengalaman ruang dapat memicu keterhubungan emosional yang kuat.
Co-Authors Adinda Sih Pinasti Retno Utami Ainul Yaqin Alia Ghinantatia Thahir Amalia Nur Indah Sari Amas Brilian Angger Sukma Mahendra Annisa Fikriyah Tasya Antusias Nurzukhrufa Arfianti, Ami Argarini, Tri Okta Arina Hayati Arina Hayati Asri Dinapradipta Asterica Deviana Ardhikawati Ayu Sri Marita Aziz, S. Kamilia Bahri, Ayi Syaeful Bambang Priyambodo Bambang Soemardiono Bambang Soemardiono Budi Iswara, I Made Bisma Cahyadini, Sarah Cahyadini, Sarah Christiono Utomo Dewi Septanti Diana, Tri Wahyu Endang Susilowati Eri Naharani Ustazah Ervin Nurhayati, Ervin Faiz Dewangga Binar Diwari Faizin, Muchammad Indra Falahy Mohamad Fatimah, Sri Wahyuni Firdaus, Achmad Ichsan Fitri Rahmawati Happy Ratna Soemartinah Happy Ratna Soemartinah Heri Prasetyo Ibda Zhurifah Qurrotaa'yun Ihdina Sabili Imanuel Mbake Inayatur Arifiyani Intan Kusumaningayu Ismail, Mirra Kamila Ispurwono Soemarno Jauhar Jauhar Jingga, Azharine Purwa Karina Anindita Karlina Hidayati, Tsabita Kartika Nuswantara Kuncoro, Denok Estu Kurniasari, Merisa Lanta Kautsar Akromi Muhammad Faqih Murni Rachmawati Nadhila Retnasari Roestam Nadia Maulina Atrisandi Narida, Tisya Surya Narida, Tisya Surya Naura, Zahira Dinda Ni Wayan Anantasia Saraswati Ni Wayan Suarmini, Ni Wayan Niken Prasetyawati, Niken Niti Anggarajati Etsahandy Novianto, Didit Nuryantiningsih Pusporini Nurzukhrufa, Antusias Ocky Dwi Saktian Kusuma Perdana, Angga Prajnaparamita Nurul Kusuma Wardhani Pratiwi, Nadiar Purba, Adriel Sachio Putu Bulan Ratna Anggraeni Rahmawati, Deti Raihana Putri Hutami Rayi Karamina Retno Utami, Adinda Sih Pinasti Rika Kisnarini Rita Ernawati, Rita Sadendra, Sara Amalia Saraya Eka Sharfina Shabrina Nareswara Sulistiastuti, Mutia Sumartinah, Happy Ratna Susetyo Firmaningtyas Susy Budi Astuti, Susy Budi Syaharani, Nadia Salwa Tamaulina Br Sembiring Tanti Satriana R. Nasution Tanti Satriana Rosary Nasution Tanti Satriana Rosary Nasution Ula, Zuhrotul Mawaddatil Uman Syafrudin Utami, Adinda Sih Pinasti Retno Wahyu Setyawan Wardatut Toyyibah