Articles
ANALISIS NILAI INVESTASI BANGUNAN DAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH UNTUK KEBUTUHAN PENILAIAN DAYA DUKUNG DAERAH ALIRAN SUNGAI (DDD) ROKAN
Insan Ikhsan;
Manyuk Fauzi;
Sigit Sutikno
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 01, Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.127 KB)
|
DOI: 10.30606/aptek.v12i1.154
Tujuan utama penelitian adalah melakukan analisis nilai investasi bangunan sebagai monitoring dan evaluasi investasi bangunan untuk mengetahui besar kecilnya sumber daya buatan manusia yang telah dibangun di DAS yang perlu dilindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh degradasi DAS dan pemanfaatan ruang wilayah adalah untuk mengetahui perubahan kondisi kawasan lindung dan kawasan budidaya terkait ada tidak adanya kecenderungan pemanfaatan lahan yang menyebabkan kawasan dimaksud terdegradasi dari waktu ke waktu. Metode pendekatan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan Peraturan Menteri Kehutanan No. 61/ Menhut - II/ 2014 Republik Indonesia tentang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS. Adapun data yang dipergunakan untuk kebutuhan analisis adalah jumlah penduduk, nilai investasi bangunan air, luas liputan vegetasi, luas kawasan lindung dalam DAS, luas lahan dengan lereng 0 - 250 dan luas kawasan budidaya dalam DAS yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, BP-DASHL Indragiri Rokan dan Dinas PUPR Provinsi Riau. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa nilai investasi bangunan dan pemanfaatan ruang wilayah memberikan sumbangan nilai 17.5 untuk kebutuhan analisis kebutuhan daya dukung DAS Rokan
PREDIKSI PREDIKSI LENGAS TANAH DI DAERAH GAMBUT TROPIS RIAU, INDONESIA
Hugo Pratama;
Sigit Sutikno;
Muhammad Yusa
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 02, Juli 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/aptek.v12i2.301
Desa Dompas merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan kebakaran lahan gambut pada Kabupaten Bengkalis. Selain faktor curah hujan yang rendah, kebakaran terjadi akibat musim kemarau yang berkepanjangan sehingga muka air tanah berada dikedalaman lebih dari 40 cm. Penurunan muka air tanah diikuti oleh kadar lengas tanah yang menurun. Pada penelitian ini dilakukan analisis regresi yang dapat digunakan untuk memprediksi lengas tanah di lahan gambut. Data yang digunakan untuk pemodelan adalah muka air tanah dan lengas tanah dari peralatan SESAME di desa Dompas. Analisis regresi dilakukan dengan menggunakan skenario tiga bulan dan enam bulan untuk mengetahui periode waktu mana yang dapat mewakili kondisi hidrologi di lapangan. Hasil penelititan menunjukkan bahwa analisis regresi menggunakan data tiga bulan dan enam bulan mewakili hasil terbaik prediksi lengas tanah dengan koefisien korelasi 0,66.
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) ROKAN MENGGUNAKAN Genie Rural a 4 parametres Journalier (GR4J) ( Studi Kasus: AWLR Pasir Pengaraian )
Rafit Mahendra;
Sigit Sutikno;
Manyuk Fauzi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 01, Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji pemodelan hidrologi untuk analisis ketersediaan air menggunakan metode GR4J (Ge´nie Rural a` 4 parame`tres Journalier) pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan. Pemodelan GR4J inimenggunakan input data berupa data hujan harian pada stasiun Rambah Utama dan data evapotranspirasi potensialharian, data klimatologi pada stasiun Rambah Utama. Hasil pemodelan ini diuji menggunakan data debitpengamatan harian pada stasiun AWLR stasiun Pasir Pengaraian. Pemodelan ini mengoptimasi empat parameterbebas berupa Kapasitas Maksimum Production Store (X1) dengan nilai 217,74 mm, Koefisien Perubahan Air Tanah(X2) dengan nilai -0,25 mm, Kapasitas Maksimum Routing Store (X3) dengan nilai 663,66 mm, dan Waktu PuncakOrdinat Unit Hidrograf (X4) dengan nilai 0,91 hari. Pada metode kedua, dilakukan kalibrasi pada tahun tertentu danverifikasi pada tahun setelahnya. Sebagai penentu keberhasilan model, digunakanlah persamaan Nash SutcliffeCoefficient (NS) dan metode Koefisien Korelasi (R) untuk menghitung simpangan yang terjadi.
Calibration of Numerical Model for Shoreline Change Prediction Using Satellite Imagery Data
Sutikno, Sigit;
Murakami, Keisuke;
Handoyo, Dwi Puspo;
Fauzi, Manyuk
Makara Journal of Technology Vol. 19, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This paper presents a method for calibration of numerical model for shoreline change prediction using satellite imagery data in muddy beach. Tanjung Motong beach, a muddy beach that is suffered high abrasion in Rangsang Island, Riau province, Indonesia was picked as study area. The primary numerical modeling tool used in this research was GENESIS (GENEralized Model for Simulating Shoreline change), which has been successfully applied in many case studies of shoreline change phenomena on a sandy beach.The model was calibrated using two extracted coastlines satellite imagery data, such as Landsat-5 TM and Landsat-8 OLI/TIRS. The extracted coastline data were analyzed by using DSAS (Digital Shoreline Analysis System) tool to get the rate of shoreline change from 1990 to 2014. The main purpose of the calibration process was to find out the appropriate value for K1 and K2 coefficients so that the predicted shoreline change had an acceptable correlation with the output of the satellite data processing. The result of this research showed that the shoreline change prediction had a good correlation with the historical evidence data in Tanjung Motong coast. It means that the GENESIS tool is not only applicable for shoreline prediction in sandy beach but also in muddy beach.
Simulasi Model Hidrolika dalam Manajemen Tata Kelola Air untuk Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut
Zulkarnain Yusuf;
Ari Sandhyavitri;
Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yang mengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional, regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan terbukanya hutan rawa gambut menyebabkan banjir pada musim hujan, mengurangi penyerapan karbon sehingga meningkatkan efek rumah kaca, serta hutan akan kehilangan fungsi pengaturan iklimnya. Tujuan penelitian permodelan hidrolika untuk pengelolaan tata air kanal gambut dalam rangka menghindari bahaya bencana kebakaran lahan.Langkah pertama yaitu menganalisa kondisi topografi dan hidrologi dari lahan gambut kanal buatan di lokasi, menganalisis dimensi, kondisi layout kanal dan kecepatan arus aliran kanal. Kemudian melakukan analisis hidrolika kanal untuk mengetahui debit air di kanal dalam upaya identifikasi resiko kebakaran. Dan yang terakhir dengan melakukan analisis hidrolika dan pengaturan tata kelola air (penempatan sekat kanal) untuk menjaga tinggi elevasi muka air kanal gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topografi dari daerah aliran Kanal di lahan gambut Meskom merupakan daerah aliran kanal yang sangat landai, kondisi hidrometri kanal yaitu dimensi, elevasi muka air kanal dan kecepatan arus yang diukur menunjukkan variasi pada setiap titik pengukuran (STA 0-STA 8). Kecepatan arus kanal sedikit bervariasi antara 0.11 hingga 0.2 m/s. Analisis simulasi kondisi kanal Meskom dengan beberapa kondisi antara lain : Elevasi muka air pada sekat kanal eksisting berada pada posisi aman terhadap potensi bahaya kebakaran. Penambahan sekat kanal dibagian hulu dari sekat kanal paling hilir tidak merubah elevasi muka air kanal secara signifikan. Pada posisi sekat kanal yang dimundurkan dari posisi eksisting menuju kehulu menunjukkan elevasi muka air kanal berada pada 8.65 m dibagian hulu sekat kanal dan elevasi muka air kanal kea rah hilir mengalami penurunan hingga 7.74 m. Elevasi muka air kanal pada pada posisi tanpa sekat turun menjadi 7.75 m yang rentan terhadap potensi bahaya kebakaran lahan gambut.
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran Di Kabupaten Bengkalis
Aris Fadillah;
Ari Sandhyavitri;
Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahan gambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untuk memprediksi muka air tanah gambut tropis dalam upaya mitigasi kebakaran lahan gambut berdasarkan data curah hujan dan data muka air tanah (Ground Water Level). Pembuatan pemodelan akan dilakukan dengan cara mencari korelasi antara data curah hujan terhadap kenaikan muka air tanah (dWRain) dan korelasi muka air tanah terhadap penurun elevasi muka air tanah (dWlose) dengan data curah hujan. Pemodelan terdiri dari tiga model yaitu : Pemodelan 1 dengan data curah hujan dan muka air tanah data 1 bulan, Pemodelan 2 data curah hujan dan muka air tanah data 3 bulan dan Pemodelan 3 data curah hujan dan muka air tanah data 6 bulan. Hasil analisis Pemodelan 1 dengan data curah hujan dan muka air tanah 1 bulan (dWRain) korelasi R² = 0.9029 (korelasi sangat kuat) dengan persamaan : y = 0.8993x + 0.0004 sedangkan (dWlose) korelasi R² = 0,1053 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = -0,1754x + 0,046, dilihat dari grafik untuk pemodelan 1 grafik muka air tanah gambut prediksi kurang mengikuti grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE (Mean Squared Error) = 0.13 dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error) = 92,21 %. Hasil analisis Pemodelan 2 dengan data curah hujan dan muka air tanah 3 bulan dWRain korelasi R² = 0.7078 (korelasi kuat) dengan persamaan : y =1.1069x + 0.0002 sedangkan, (dWlose) korelasi R² = 0.0825 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0169x+0.0019, dilihat dari grafik untuk pemodelan 2 grafik muka air tanah prediksi kurang mengikuti pola grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.06 dan MAPE = 86,75, %. Hasil analisis Pemodelan 3 dengan data curah hujan dan muka air tanah 6 bulan dWRain korelasi R² = 0.2583 (korelasi cukup) dengan persamaan : y =1.211x + 0.0032 sedangkan (dWlose) korelasi R² = 0.0083 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0133x+0.0104 dilihat dari grafik untuk pemodelan 3 grafik muka air tanah sudah mengikuti pola muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.01 dan MAPE = 37.49 %.
Analisis Kalibrasi Model HSS Clark Dengan Menggunakan Program HEC-HMS
Syahrul Ramadhani;
Yohanna Lilis Handayani;
Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penerapan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Clark pada DAS Lubuk Bendahara membutuhkan analisis yang lebih detail. Data curah hujan dan pencatatan muka air otomatis (AWLR) lapangan diperlukan sebagai bahan kalibrasi. Parameter kehilangan air (loss model), aliran dasar (baseflow) dan transformasi aliran (transform method) dalam hidrograf satuan sintetik Clark dikalibrasi dengan menggunakan program HEC-HMS. Proses kalibrasi ini menggunakan tiga metode objective function yaitu Peak Weighted Root Mean Square (RMS) Error, Percent Error Peak dan Percent Error Volume. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai yang dihasilkan menggunakan metode Peak-Weighted RMS Error sebesar 2,57, selisih volume -0,09% dan selisih debit puncak 1,1%.
Identifikasi Karakteristik Spasio-Temporal Hujan Ekstrem di Tanjungpinang Menggunakan Google Earth Engine (GEE)
Dian Kharisma Dewi;
Sigit Sutikno;
Lita Darmayanti
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (763.381 KB)
|
DOI: 10.35308/jts-utu.v8i2.5631
In early January 2021, Tanjungpinang was hit by floods due to extreme rainfall intensity, causing the affected communities to suffer material and non-material losses. The flood has occurred from 2011 to 2021. To minimize the impact of flood events, it is necessary to study the characteristics of rainfall both temporally and spatially. This is considered important because with this information the public can anticipate the impact of extreme rainfall at a certain time and location. This study aims to identify the Spatio-temporal characteristics of extreme rainfall in Tanjungpinang City which often causes floods. However, to identify the characteristics of rainfall, long data is needed. This study uses CHIRPS (Climate Hazards InfraRed Precipitation with Station) satellite data because the rainfall observation data at the Raja Haji Fisabilillah station is not available for 2012. The identification results show that the correlation criterion (R) value between rainfall observation data and CHIRPS satellite data is 0.688. This value is interpreted as "strong" to be used as an alternative study data. GEE (Google Earth Engine) as a cloud-based platform is used to identify the spatial and temporal characteristics of extreme rainfall. From the results of temporal identification, it is known that extreme rainfall occurs in January, April, and December. The results of spatial identification indicate that the area that has the highest average maximum rainfalls at the Bukit Bestari District area of 156.60 mm/day. This can then be confirmed by looking at the documentation of flood events that often occur in the area.
Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambutdi KHG Pulau Rangsang
Nur Hidayati;
Sigit Sutikno;
Nurul Qomar
JURNAL TEKNIK Vol. 16 No. 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/teknik.v16i2.9573
Peatland fires are a serious problem in the Peat Hydrological Unit (PHU) of Rangsang Island for the last 20 years. The level of peatland fires that are quite severe can only be extinguished by rainfall. The analysis of spatial and temporal characteristics of peatland fires related to distribution of hotspots with a confidence level >60%, using Landsat imagery and pattern formed as an indication of the burned area caused by the hotspot data in the last 20 years (2001-2020). This analysis is expected to provide a reference that is able to explain the characteristics of peatland fires, including total area burned, duration of peat fire and the rate of peat fire that occurs every year. The results of hotspot analysis are overlapped with on-off layer technique of Landsat imagery that has been composited band using GIS (Geographic Information System). delineation results are used as the basis for obtaining the characteristics of peatland fires in the Rangsang Island KHG.The results of the delineation were used as the basis for obtaining the characteristics of peatland fires in the Rangsang Island KHG. In this study, the total area of fires that occurred in Rangsang Island KHG in a period of 20 years reached 114,982.71 ha, with a total duration of 308 days of fire.
Efektivitas komunikasi jarak-jauh dalam melanjutkan pendampingan masyarakat: Pengalaman revegetasi gambut di tiga Kabupaten di Provinsi Riau
Ahmad Muhammad;
Nurul Qomar;
Radith Mahatma;
Sigit Sutikno;
Zuli Laili Isnaini;
Muhammad Yusa
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 4 (2022): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/unricsce.4.149-156
Community engagement is often abruptly terminated as a project has to be officially ended following the termination of the fiscal year, which often leads to direct contact break off between project executors and their local counterparts. Consequently, a project initiated in the previous year may not persist in the following years. One strategy to cope with this problem is to use long-distance communication via handphone (HP) to continue the engagement of local counterparts. Our paper shares our experience as counterpart of Badan Restorasi Gambut (BRG) in engaging local communities carrying out peatland revegation in Bengkalis, Siak, and Kepulauan Meranti Regency of Riau. Revegetation was implemented as production and planting of natural forest tree seedlings. This paper evaluates the effectiveness of using long-distance communication for continuing our engagement in peatland revegetation. In our communications, technical and non-technical constraints of revegetation as well as the perceptions and expectations of our counterparts were discussed. We concluded, long-distance communication helps maintain “bonding” between project executors and their local counterparts, so that they do not feel left alone after a project has been formally terminated. Nevertheless, long-distance communication that is not accompanied with a real financial support to cover costs, eventually will not be sufficient.