Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kesadaran Hukum Tentang Kewajiban Halal Self Declare Bagi Produk Kopi pada Coffee Shop di Medan Pancing Falya Syahara; Zulham
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 2 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i2.7059

Abstract

Coffee shops in the city of Medan have not fully carried out Halal Self Declare, even though the halal product guarantee as regulated in the JPH Law stipulates halal self declare obligations for MSMEs in accordance with the regulations stipulated by the JPH Law in article 4, namely the obligation to be halal certified for products circulating and traded in the area. Indonesia is valid for 5 (five) years starting when the law comes into force. This research aims to explain and analyze legal awareness regarding the obligation to self-declare halal coffee products for coffee shops as MSMEs in Medan City. This Halal Self Declare Obligation aims to avoid halal uncertainty and misleading information for consumers. This research uses empirical juridical research methods, namely related to juridical matters and facts regarding the Halal Self Declare obligation for coffee products at coffee shops in Medan Pancing. The research results show that based on the author's observations of several coffee shops in Medan Pancing, there are 8 coffee shops that do not have a halal certificate and claim that their products are halal without any legality. In general, business actors do not know the procedures in the Self Declare scheme, but coffee shops are expected to comply with regulations and the government's role in providing direction for the implementation of Self Declare product halal certificates for MSMEs in Medan Pancing.
Analisis Perbandingan Performa Bahasa Pemrograman Populer dalam Pengembangan Aplikasi Desktop Zulham; Yasir, Amru; Muhammad Eka
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknik Informatika Vol. 1 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/juikti.v1i1.43

Abstract

Pengembangan aplikasi desktop memerlukan pemilihan bahasa pemrograman yang tepat untuk memastikan performa, efisiensi, dan kemudahan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa beberapa bahasa pemrograman populer seperti Python, Java, C++, dan C# dalam konteks pengembangan aplikasi desktop. Perbandingan dilakukan berdasarkan beberapa indikator, antara lain kecepatan eksekusi, penggunaan memori, waktu kompilasi, serta kemudahan pengembangan dan pemeliharaan. Metode pengujian menggunakan serangkaian program uji dengan fungsi yang seragam, dieksekusi dalam lingkungan perangkat keras dan perangkat lunak yang sama untuk menjamin konsistensi hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa C++ unggul dalam kecepatan dan efisiensi memori, sementara Python lebih menonjol dalam kemudahan pengembangan dan fleksibilitas. Java dan C# menunjukkan performa yang seimbang antara efisiensi dan kemudahan pemeliharaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembang dalam memilih bahasa pemrograman yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik proyek desktop yang dikembangkan.
Pembelajaran Hybrid Dalam Pelatihan Komputer di LKP Karya Prima Zulham; Wiguna, Aditya; Aditia, Muhammad Fakhri; Hasanuddin, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i2.39

Abstract

Keterampilan komputer menjadi kebutuhan mendasar di era digital saat ini, terutama dalam mendukung produktivitas kerja, pembelajaran, dan usaha mandiri. Namun, masih terdapat kesenjangan keterampilan digital di masyarakat, khususnya pada kalangan pelajar, pencari kerja, dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya memahami penggunaan komputer secara efektif. Melalui program pengabdian masyarakat ini, kami menginisiasi pelatihan komputer dasar dengan pendekatan kombinasi online dan offline di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Karya Prima. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan perangkat komputer serta memperkenalkan metode pembelajaran hybrid sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sesi tatap muka di kelas untuk praktik langsung dan sesi online melalui media video tutorial serta forum diskusi daring. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sistem operasi, pengelolaan file, Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint), serta pengenalan internet dan email. Kombinasi dua metode ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas waktu belajar, memperluas akses materi, dan meningkatkan pemahaman praktis. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, yang dibuktikan melalui evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap metode kombinasi ini karena dianggap efisien, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa model pelatihan hybrid dapat menjadi solusi strategis dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam peningkatan literasi digital di tingkat lokal.
Pelatihan Public Speaking Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Berbicara Di Depan Umum Bagi Siswa SMP dan SMA Di Kota Depok Zulham; Abdul Kholik; Masnur Ali
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Siswa SMP dan SMA yang terdapat di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pada dasarnya belum memahami konsep dan praktek tentang apa itu Public Speaking dalam kegiatan komunikasi publik, baik di lingkungan sekolah maupun dengan warga masyarakat. Sebagai generasi masa depan yang diharapkan dapat menjadi generasi yang berkualitas dan berdaya saing, siswa SMP dan SMA membutuhkan kemampuan soft skill khususnya Public Speaking. Padahal, kegiatan komunikasi publik dengan para guru dan siswa lainnya di lingkungan sekolah dan Masyarakat, adalah sesuatu yang harus mereka kuasai. Sebab, kemampuan komunikasi publik dengan disertai kepercayaan diri yang baik adalah sesuatu yang harus dikuasai sedari awal sebelum mereka menjadi tenaga kerja yang terampil di suatu hari nanti. Ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik tentu saja akan mempersulit mereka dan akan mempengaruhi partisipasi aktif mereka, baik di lingkungan sekolah maupun ketika berinteraksi dengan warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki kemampuan Public Speaking yang baik akan mendukung sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi mereka, sehingga mereka mampu menyampaikan ide, gagasan atau pendapat dan sekaligus mempersuasi orang lain dengan cara dan Teknik yang sesuai dengan konteks dan kebutuhannya. Hasil pelatihan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Juli 2025 lalu dengan melibatkan 30 siswa SMP dan SMA di Kota Depok menunjukkan bahwa kepercayaan diri mereka untuk berani bicara di depan umum atau publik setelah mengikuti pelatihan. Testimoni yang mereka sampaikan secara bergantian mewakili siswa SMP dan SMA lainnya, menunjukkan bahwa mereka merasa beruntung dan bersyukur bisa hadir dalam pelatihan tersebut. Tips dan triks yang disampaikan selama pelatihan membuat mereka memiliki pengetahuan dan wawasan baru dalam mendorong dan membentuk kepercayaan diri mereka ketika harus berbicara di depan umum. Baik sebagai pribadi maupun sebagai siswa saat mewakili OSIS dalam sebuah kegiatan yang mereka ikuti, di dalam dan di luar sekolah. Abstract Junior high and senior high school students in Depok City, West Java Province, generally do not yet understand the concept and practice of public speaking in public communication activities, both within the school environment and with the community. As the future generation is expected to be a quality and competitive generation, junior high and senior high school students need soft skills, especially public speaking. In fact, public communication activities with teachers and other students in the school environment and the community are something they must master. This is because public communication skills accompanied by good self-confidence are something that must be mastered from the beginning before they become skilled workers one day. The inability to communicate well will certainly make it difficult for them and will affect their active participation, both in the school environment and when interacting with the community in everyday life. Having good Public Speaking skills will support and increase their self-confidence and communication skills, so that they are able to convey ideas, thoughts or opinions and at the same time persuade others in ways and techniques that are appropriate to their context and needs. The results of the training held on Wednesday, July 30, 2025, involving 30 junior high and high school students in Depok City showed that their confidence to dare to speak in public or public after participating in the training. The testimonies they delivered alternately representing other junior high and high school students, showed that they felt lucky and grateful to be able to attend the training. The tips and tricks conveyed during the training made them have new knowledge and insights in encouraging and building their confidence when having to speak in public. Both as individuals and as students when representing OSIS in an activity they participated in, inside and outside of school.
PERTANGGUNGJAWABAN FUNGSI PENGAWASAN BPJPH TERHADAP PRODUK PANGAN OLAHAN KOTA MEDAN Harahap, Feri Ardilansyah; Zulham
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1118

Abstract

Penelitian ini membahas pertanggungjawaban fungsi pengawasan BPJPH terhadap produk pangan olahan di Kota Medan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Keberadaan produk pangan olahan di Kota Medan semakin eksis dan menjadi ikon kuliner daerah, seperti Bika Ambon Zulaikha, Bolu Meranti, Bolu Stim Menara, Medan Napoleon dan Bolu Toba. Namun BPJPH berperan dalam pengawasan kehalalan produk tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, melalui studi lapangan dan wawancara terhadap pelaku usaha, dan BPJPH di Kota Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan BPJPH terhadap produk pangan olahan Kota Medan masih belum optimal, disebabkan pelaksanaan pengawasan masih berupa sosialisasi dan edukasi halal, pengawasan dilakukan ketika adanya laporan, serta masa penahapan sertifikasi halal yang masih berlangsung hingga 17 Oktober 2026 bagi UMK. Oleh karena itu, diperlukan adanya penguatan sistem pengawasan yang terpadu antara berbagai lembaga yang berwenang.
Analisis Ketrampilan Gerak Badminton dengan Media Pembelajaran Virtual Reality (VR) pada Mahasiswa Alexander, Bimo; Kustiawan, Andri Arif; Zulham
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 3 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i3.959

Abstract

This study aims to analyze the effect of Virtual Reality (VR) learning media on Badminton motor skills in university students. Virtual Reality (VR) is considered a motor learning innovation that can simulate immersive game situations, thereby improving the quality of visual stimuli, kinesthetics, and motor decisions. The study design used a quasi-experimental pretest-posttest model on 30 students participating in the Badminton Student Activity Unit at the University. The assessment instrument included serve, forehand, backhand, and smash tests. The results showed a significant increase in the average motor skill score between before and after the VR intervention, with an average increase of 22.4%. Statistical analysis showed a p value <0.05, which means that VR media is effective in improving Badminton motor skills. These findings indicate that VR is feasible to be implemented as a technology-based motor learning innovation in universities. This study contributes to the development of physical education technology and offers an alternative approach in Badminton learning.
PENGEMBANGAN MODEL EGRANG UNTUK ANAK USIA 10-12 TAHUN Atep Taryana; Zulham
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan olahraga tradisional Egrang dengan cara memodifikasi Egrang untuk anak usia 10-12 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) menurut ADDIE, dimana penelitian menggunakan 5 tahapan yaitu (1) Analyze (2) Design (3) Develovment (4) Implement (5) Evaluate Uji Produk dan Sosialisasi Hasil. Hasil penelitian ini menghasilkan produk berupa pengembangan model Egrang yang di modifikasi untuk anak usia 10-12 tahun sebanyak 10 model yang telah diuji cobakan dalam kelompok kecil 25 siswa- siswi kelas atas Sekolah Dasar Negeri Cipinang Besar utara 05 pagi dan uji coba kelompok besar melibatkan 25 siswa-siswi kelas atas Sekolah Dasar Negeri Kranji XVII.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pilar Pembentukan Karakter Masyarakat Modern Zulham
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pelaksanaan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila di era globalisasi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah praktik pembelajaran PKn yang masih didominasi hafalan dan kurang kontekstual, sehingga nilai seperti nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial belum terinternalisasi secara nyata. Tantangan tersebut diperparah oleh pengaruh budaya asing dan lemahnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Untuk menjawab masalah ini, pelaksanaan kegiatan dirancang menggunakan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual dengan empat tahap utama: persiapan modul berbasis nilai, pembelajaran inovatif melalui metode active learning, kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat melalui proyek sosial, serta evaluasi dan refleksi. Metode ini diharapkan mampu mentransformasi PKn dari sekadar mata pelajaran hafalan menjadi instrumen strategis pembentukan karakter generasi yang berintegritas, kritis, dan adaptif terhadap tantangan global.
Kesadaran Hukum Tentang Kewajiban Halal Self Declare Bagi Produk Kopi pada Coffee Shop di Medan Pancing Falya Syahara; Zulham
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 2 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i2.7059

Abstract

Coffee shops in the city of Medan have not fully carried out Halal Self Declare, even though the halal product guarantee as regulated in the JPH Law stipulates halal self declare obligations for MSMEs in accordance with the regulations stipulated by the JPH Law in article 4, namely the obligation to be halal certified for products circulating and traded in the area. Indonesia is valid for 5 (five) years starting when the law comes into force. This research aims to explain and analyze legal awareness regarding the obligation to self-declare halal coffee products for coffee shops as MSMEs in Medan City. This Halal Self Declare Obligation aims to avoid halal uncertainty and misleading information for consumers. This research uses empirical juridical research methods, namely related to juridical matters and facts regarding the Halal Self Declare obligation for coffee products at coffee shops in Medan Pancing. The research results show that based on the author's observations of several coffee shops in Medan Pancing, there are 8 coffee shops that do not have a halal certificate and claim that their products are halal without any legality. In general, business actors do not know the procedures in the Self Declare scheme, but coffee shops are expected to comply with regulations and the government's role in providing direction for the implementation of Self Declare product halal certificates for MSMEs in Medan Pancing.
Penegakan Hukum Label Halal Terhadap Peredaran Produk Makanan Kemasan Home Industry di Kota Binjai Zahra Afiqah; Zulham
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 7 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i7.9267

Abstract

This study discusses the law enforcement of halal labels on packaged food products produced by home industries in Binjai City, in accordance with the provisions of Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance. Packaged food products from home industries are increasingly circulating in the community, but not all have halal labels which are the rights of consumers, especially Muslim consumers. In Binjai City, there are still many home industry packaged food traders who do not apply halal labeling to their packaged food products, even though the Law requires products circulating and traded in the territory of Indonesia to be halal certified. This is a special concern considering the importance of halal labels in protecting the rights of Muslim consumers. This study aims to analyze the extent to which the implementation of halal label obligations is applied by home industry business actors, as well as the role of the government and related institutions in enforcing the law. The method used in this study is empirical juridical with a qualitative approach, through field studies and interviews with business actors, consumers, and authorities in Binjai City. The results of the study indicate that business actors' awareness of the importance of halal labels is still low, which is caused by limited information, certification costs, and lack of supervision from the authorities. Law enforcement is still not optimal, so cooperation is needed between local governments, the halal product guarantee organizing body (BPJPH), and other related agencies in providing education, facilitation, and ongoing supervision