Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Implementasi Manajemen Sistem Pendidikan pada Tingkat Dasar dan Menengah: Tantangan dan Solusi Sarwoedi; Adekamisti, Revi; Handayani, Tri; Novianty, Elva; Harmi, Hendra; Sutarto; Fakhruddin
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v8i1.1606

Abstract

This study explores the challenges in implementing education management systems at primary and secondary levels in Indonesia, particularly concerning quality disparities between urban and rural areas. The purpose of this research is to identify challenges in the implementation of education management, including aspects of teacher distribution, technology access, and curriculum flexibility, and to offer relevant solutions. The main issues include uneven teacher distribution, limited technology access in remote areas, and a rigid curriculum that is insufficiently responsive to local needs. This study uses a literature review method by analyzing various secondary sources, such as academic journals, government reports, and related publications, to gain a comprehensive understanding. The findings reveal that major challenges in education management include limited educational infrastructure in remote areas, uneven teacher distribution, and restricted access to professional training for teachers. The suggested solutions include evidence-based policy implementation, improved access to educational technology, and curriculum adjustments tailored to local contexts. This study emphasizes the importance of an adaptive, evidence-based management approach to address educational quality disparities across different regions in Indonesia.
Manajemen Sistem Pendidikan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia: Sistematic Review Rodin, Rhoni; Hidayah, Jumatul; Endang; Harmi, Hendra; Fakhruddin; Sutarto
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v8i1.1644

Abstract

This study aims to comprehensively examine the management of education systems in Islamic higher education institutions in Indonesia using a systematic review approach. Islamic higher education institutions play a strategic role in fostering an excellent generation with strong Islamic character. Therefore, an effective, adaptive, and competitive education management system is essential. The research method used is a systematic review based on the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) protocol. Data were collected through a search of scholarly articles in reputable databases such as Google Scholar, Scopus, and Sinta, using specific inclusion criteria. Thematic analysis was conducted to identify patterns, challenges, and solutions in education management. The findings indicate that the education management system in Islamic higher education institutions in Indonesia faces challenges, including a lack of synergy between government policies, internal management, and societal needs. Furthermore, the implementation of digital technology and the integration of Islamic values into the curriculum are key aspects for improving educational quality. Islamic higher education institutions in Indonesia encounter various challenges in implementing effective and sustainable education management systems. These challenges encompass diverse aspects of management, ranging from government policies and internal management quality to the ever-changing needs of society.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN SUPERVISI AKADEMIK MELALUI IKLIM SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI KOTA SEMARANG Dwi Lestari; Sungkowo Edy Mulyono; Fakhruddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025 in progress
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23782

Abstract

The study aims to determine the simultaneous effect of principal leadership, academic supervision and school climate on teacher performance. Quantitative research method with primary data. The research population was all elementary school teachers in Semarang City.Data collection techniques using questionnaires. Data analysis techniques with Cronbach alpha which includes validity test, reliability test, Three Box Method analysis and SEM PLS analysis. The results of the study statistically showed that the effect of School Climate on Teacher Performance was significant with a p value <0.05, T statistics> 1.96, and a positive path coefficient of 0.326. The effect of Academic Supervision on School Climate is significant with a p value <0.05, T statistics >1.96, and a positive path coefficient of 0.446. the effect of Academic Supervision on Teacher Performance is significant with a p value <0.05, T statistics >1.96, and a positive path coefficient of 0.206. The indirect effect of Principal Leadership on Teacher Performance through School Climate shows a significance of 0.130 with a path coefficient of 0.130, the p value obtained <0.05. The indirect effect of Academic Supervision on Teacher Performance through School Climate shows a significance of 0.145 with a path coefficient of 0.145. The p value obtained is <0.05. Principal Leadership, Academic Supervision simultaneously have a significant effect on Teacher Performance, indicated by the calculated F value of 270.570> F table (2.629). The contribution of all exogenous variables to teacher performance is 68.4%. Based on the results of this study, it can be concluded that principal leadership, academic supervision, and school climate simultaneously affect teacher performance in Semarang City.
OPTIMALISASI PERAN HUMAS INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF SMP NEGERI KABUPATEN KEPAHIANG Dedi Candira; Jono Antoni; Syamsir; Hendra Harmi; Sutarto; Fakhruddin
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i1.5660

Abstract

Hubungan Masyarakat (Humas) di lembaga pendidikan memegang peranan strategis dalam membangun citra positif dan mendukung keberhasilan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran humas internal dan eksternal di SMP Negeri di Kabupaten Kepahiang dan memberikan rekomendasi strategi optimalisasi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen di lima sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa sekolah memanfaatkan media sosial dan menjalin hubungan eksternal, pengelolaan humas belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya strategi komunikasi, dan minimnya penggunaan teknologi. Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat, seperti penguatan komunikasi internal melalui forum rutin, optimalisasi media sosial, dan peningkatan kapasitas staf humas. Penerapan strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan citra positif sekolah, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan mendukung tujuan pendidikan yang berkelanjutan.
Evaluasi Sistem Manajemen Risiko Pada Laboratorium Kimia Dengan Studi Multi-Kasus Di Perguruan Tinggi Indonesia: Evaluation of Risk Management Systems in Chemical Laboratories with Multi-Case Studies in Indonesian Universities Fakhruddin
JURNAL PENGELOLAAN LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pelastek.v3i1.41298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem manajemen risiko pada laboratorium kimia di perguruan tinggi Indonesia melalui studi multi-kasus. Dengan menggunakan metode review artikel, penelitian ini menganalisis implementasi, tantangan, dan faktor keberhasilan dalam penerapan sistem manajemen risiko di laboratorium kimia akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi dalam pendekatan manajemen risiko, beberapa faktor kunci seperti kepemimpinan yang kuat, pelatihan komprehensif, dan keterlibatan pemangku kepentingan sangat penting untuk keberhasilan implementasi. Tantangan utama meliputi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan kompleksitas dalam mengintegrasikan sistem manajemen risiko dengan sistem yang ada. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia dalam meningkatkan keamanan dan efektivitas manajemen risiko di laboratorium kimia mereka. Kata Kunci : Manajemen risiko, Laboratorium kimia, Perguruan tinggi Indonesia, Keselamatan laboratorium, Evaluasi sistem
Klasfikasi Penggunaan Bahan Kimia Praktikum Berdasarkan Tingkat Bahaya/Risiko Kesehatan di Laboratorium Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Lampung: Classification of Chemical Use in Practical Work Based on the Level of Danger/Health Risk in the Chemistry Department Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung Fakhruddin
JURNAL PENGELOLAAN LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pelastek.v5i1.42243

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana yang penting dalam proses belajar mengajar. Laboratorium digunakan sebagai tempat praktik bagi para mahasiswa untuk menerapkan teori yang didapat dari perkuliahan serta sebagai tempat penelitian baik mahasiswa maupun dosen. Jurusan Kimia FMIPA Unila mempunyai 5 laboratorium kimia, antara lain: Laboratorium Kimia Dasar, Laboratorium Kimia Organik, Laboratorium Kimia Anorganik-Fisik, Laboratorium Kimia Analitik dan Instrumentasi, dan Laboratorium Biokimia. Bahan kimia mempunyai bahaya yang ditimbulkan antara lain bahaya terhadap kesehatan (health hazard), bahaya terhadap timbulnya kebakaran (fire hazard), bahaya  terhadap adanya air (reactivity), dan bahaya special (special hazard). Salah satu bahaya yang dihadapi pengguna laboratorium adalah risiko/bahaya terhadap kesehatan (health hazard). Tingkatan atau rating bahaya / risiko terhadap kesehatan dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu 0 (minimal), 1 (ringan), 2 (sedang) 3 (serius), dan 4 (ekstrim). Pengklasifikasian penggunaan bahan kimia pada kegiatan praktikum di Laboratorium Kimia, Jurusan Kimia, FMIPA, UNILA berdasarkan tingkat bahaya/risiko kesehatan diperlukan guna memberi informasi dan pengetahuan tentang bahaya bahan kimia yang digunakan demi keamanan dan keselamatan kerja khususnya kesehatan bagi pengguna laboratorium. Sebagian besar tingkat bahaya bahan kimia terhadap kesehatan pada laboratorium kimia di Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung adalah tingkat 2 (sedang) yaitu mempunyai karakter yang dapat menyebabkan bahaya bila paparan berlanjut, dan mungkin menyebabkan luka atau kerusakan kecuali dilakukan pengobatan.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES PADA MATERI HUKUM ARCHIMEDES UNTUK SMP Lamablawa, Maria Evarista; Fakhruddin; Yusniati H. Muh. Yusuf
Charm Sains: Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK), Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/charmsains.v6i2.448

Abstract

The use of media in learning should be able to facilitate the diverse learning needs of students. This study aims to determine the feasibility of developing interactive learning multimedia based on google sites on Archimedes' law material and to determine the practicality of developing interactive learning multimedia based on google sites on Archimedes' law material. This study uses the ADDIE development model which consists of five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. With interactive learning multimedia based on google sites as the product being developed. Observation, interviews, questionnaires, and documentation are used as data collection techniques. Product validation is carried out by a material expert validator and a media expert validator, each of whom is one person and uses Likert scale criteria as a method of analysis on each validation sheet. Practicality is calculated from the responses of 24 grade IX students of SMP Angkasa Kupang on the practicality questionnaire during the product trial. The results in this study obtained a value of 97.92% by material experts and were stated very valid, 84.1% by media experts and were stated very valid, and the product trial obtained 87.06% with a very practical category.
Manajemen Sistem Pendidikan Di Pesantren Putra, Wahyudi; Sujirman; Riyan; Harmi, Hendra; Sutarto; Fakhruddin
TADBIR MUWAHHID Vol. 9 No. 1 (2025): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v9i1.16172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sistem pendidikan di pesantren dengan pendekatan riset kepustakaan (library research). Data yang dikumpulkan berasal dari sumber-sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal, laporan penelitian, dan referensi lain yang mendukung tema penelitian. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan bahan pustaka, membaca, pencatatan, dan pengolahan informasi yang telah terkumpul. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten (content analysis), yang memungkinkan penarikan kesimpulan yang akurat berdasarkan dokumen dan sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengajaran di pesantren terbagi menjadi dua bentuk utama: sistem pembelajaran klasikal dan non-klasikal. Sistem klasikal mengadopsi model pendidikan modern, di mana santri dikelompokkan berdasarkan jenjang kelas dan tingkat kemampuan, meliputi Madrasah Ibtida’iyah, Tsanawiyah, Aliyah, dan I’dadiyyah. Sebaliknya, sistem pembelajaran non-klasikal dilakukan melalui metode sorogan dan bandongan, di mana santri mendapatkan bimbingan langsung dari kiai. Kurikulum pendidikan pesantren secara garis besar terdiri dari kelompok mata pelajaran utama: fiqih, hadis, Al-Qur’an, tauhid, bahasa Arab (Nahwu dan Sorof), tafsir, akidah, dan hadis. Setiap mata pelajaran ini diajarkan melalui kitab-kitab yang telah ditentukan sesuai jenjang kelas atau tingkat kemampuan santri, mendukung pembelajaran yang terstruktur dan mendalam
Peluang dan Tantangan Pengembangan Perhutanan Sosial Berkelanjutan di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh Nasution, Abdullah Ahmad; Putra, Aditya Handoyo; Fakhruddin; Malahayati
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1243-1249

Abstract

Perhutanan Sosial (PS) menjadi kebijakan strategis nasional untuk mendorong pengelolaan hutan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Kabupaten Bener Meriah yang sebagian besar wilayahnya berupa kawasan hutan memiliki 11 kelompok PS yang tersebar di wilayah KPH II dan III Aceh. Namun, sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya perlu mendapatkan perhatian lebih. Kelompok-kelompok PS seringkali terjebak dalam stagnasi karena kurangnya pendampingan setelah memperoleh izin, kurangnya integrasi rencana kerja (RKPS) dalam perencanaan pembangunan daerah, serta keterbatasan anggaran untuk mendukung kelembagaan kelompok. Selain itu, sistem insentif berbasis kinerja yang belum diterapkan dan pemanfaatan dana yang belum optimal menjadi kendala dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Skema PS di Kabupaten Bener Meriah menunjukkan perkembangan yang beragam. Sebagian besar kelompok masih menghadapi tantangan dalam penguatan kelembagaan, usaha produktif, dan akses pasar. Jika kelompok PS didampingi secara tepat, dibekali rencana kerja kawasan, dan dikembangkan secara terintegrasi, maka hasilnya bisa sangat positif baik dari sisi ekologis maupun ekonomi. Pendekatan ini perlu direplikasi dengan dukungan regulasi, alokasi anggaran, serta pemanfaatan instrumen fiskal seperti Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE/Depik) untuk memberi insentif kepada kampung yang berkomitmen menjaga hutan yang bersinergi dengan program daerah dan dukungan multistakeholder.
Konsep Kafa’ah Maliyah Dalam Perkawinan Suku Bugis Pada Suku Jawa Perspektif Maslahah Mursalah : (Studi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) Hafshah; Fakhruddin; Thoriquddin, Moh
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Maqasid Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqs.v14i2.26484

Abstract

This article discusses the concept of kafa'ah maliyah (economic equality) in the context of inter-ethnic marriage between the Bugis and Javanese communities, focusing on the Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) community in Malang City. This study is motivated by differences in cultural views between the Bugis tribe who emphasize the importance of financial readiness, especially through the practice of "uang panai'", and the Javanese community who emphasize harmony and simplicity in marriage. This study uses a qualitative approach with a juridical-empirical method and a sociological approach. Data were obtained through interviews with members of the KKSS community and direct observation. The results of the study indicate that the concept of kafa'ah maliyah is still an important consideration in the Bugis community in the diaspora, but has undergone cultural adaptation when dealing with the Javanese community. From the perspective of maslahah mursalah, the application of kafa'ah maliyah is considered relevant as long as it does not cause difficulties and maintains the welfare of the household. This article concludes that economic equality remains an important aspect in maintaining household stability, especially in the context of intercultural marriage.