Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEMES IN NUSA PENIDA DIALECT ., I Ketut Mantra; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.2527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran di Dialek Nusa Penida (DNP) yang termasuk derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua informan dari Nusa Penida telah dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan derivasi di DNP; awalan {mΛ-} dan {m-} dan ada lima jenis awalan infleksi di DNP; awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} dan {Λ-}. Ada dua jenis akhiran derivasi di DNP; akhiran {-Λŋ} dan {-In} dan ada tiga jenis akhiran infleksi di DNP; akhiran {-ē}, {-Λŋ}, dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Nusa Penida yang termasuk derivasi adalah awalan {mΛ-} dan {m-} dan akhiran {-Λŋ}, dan {-in}. Awalan dan akhiran di Dialek Nusa Penida yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, dan {Λ-} dan akhiran {-ē}, {-Λŋ}, dan {-In}.Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, dialek Nusa Penida This study aimed at describing the prefixes and suffixes in Nusa Penida Dialect (NPD) which belong to derivation and inflection. This research was a descriptive qualitative research. Two informants sample of Nusa Penida were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were two kinds of derivational prefixes in NPD; prefix {mΛ-} and {m-} and there were five kinds of inflectional prefixes in NPD; prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} and {Λ-}. There were two kinds of derivational suffixes in NPD; suffix {-Λŋ} and {-In} and there were three kinds of inflectional suffixes; suffix {-ē}, {-Λŋ}, and {-In}. Prefixes and suffixes in NPD which belong to derivation: prefix {mΛ-} and {m-} and suffix {-Λŋ} and {-in}. Prefixes and suffixes in NPD which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē}, {-Λŋ}, and {-In}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, Nusa Penida Dialect (NPD)
PREFIXATION IN NUSA PENIDA DIALECT: A QUALITATIVE STUDY OF MORPHOLOGICAL PROCESS ., I Putu Sidiasa; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan awalan yang terdapat dalam Dialek Nusa Penida (DNP) dan awalan yang mengalami proses morfofonemik. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Tiga informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman dan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada enam jenis awalan di Dialek Nusa Penida (DNP): awalan {mə-}, {n-}, {Λ-}, {pə-}, {kə-} dan{sə-}. Diantara keenam awalan tersebut, ada empat awalan yang ditemukan mengalami proses morfofonemik. Awalan tersebut adalah awalan {mə-}, {n-}, {pə-} dan{kə-}.Kata Kunci : proses awalan, awalan, proses morfofonemik, Dialek Nusa Penida (DNP) This study aims at describing the prefixes that exist in Nusa Penida Dialect (NPD) and the prefixes that take morphophonemic process. This research was a descriptive qualitative study. Three informants were chosen as the samples of the study based on certain criteria. The data were collectedby using three techniques, namely: observation, recording technique, and interview technique. The results of the study show that there are six kinds of prefixes in NPD:prefix {mə-}, {n-}, {Λ-}, {pə-}, {kə-} and {sə-}.Among the six prefixes, four prefixes were found to undergo morphophonemic process. They are prefix {mə-}, {n-}, {pə-} and{kə-}.keyword : prefixation, prefix,morphophonemic process,Nusa Penida Dialect (NPD)
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES USED BY INDONESIAN POLITICIANS ON TWITTER ., Adex Palos Agustin Dwicahya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3688

Abstract

Penelitian ini menganalisa jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh politisi Indonesia di twitter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh para politisi Indonesia sebagai tanggapan terhadap pertanyaan, dukungan atau kritik dari followers mereka di Twitter. Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan konteks situasi di mana jenis strategi tertentu digunakan oleh politisi Indonesia di Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis dua puluh tujuh tweets yang dikirim oleh tujuh politisi sebagai tanggapan terhadap pengikut mereka di Twitter. Data diunduh dari internet dan disimpan menggunakan aplikasi printscreen dan MS Word. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Strategi kesantunan dianalisis menurut teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa politisi Indonesia menggunakan berbagai strategi kesantunan, termasuk penggunaan strategi positive politeness, strategi negative politeness dan strategi off-record. Mereka cenderung menggunakan strategi yang meminimalkan jarak dengan para pengikut mereka. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan strategi didominasi oleh strategi positive politeness (74%). Sebagai perbandingan, penggunaan strategi off-record hanya 15% dan diikuti oleh strategi negative politeness (11%). Melihat konteks situasi, di mana latar komunikasi adalah di media yang bersifat publik (situs jejaring sosial) dan waktu komunikasi adalah selama masa kampanye pemilu legislatif dan presiden, politisi Indonesia tampaknya menggunakan strategi yang meminimalisir ‘jarak’ dengan pendengar. Ini mungkin saja disebakan karena mereka harus menjaga citra mereka di khalayak umum dan terlebih lagi mereka ingin lebih 'dekat' ke pendengar.Kata Kunci : Strategi kesantunan, Politisi Indonesia, Konteks situasi, Twitter. This study analyzes the types of politeness strategies used by Indonesian politicians on twitter. The purpose of this study is to reveal the types of politeness strategies used by the Indonesian politicians as the responses to the questions, supports or critiques from their followers on Twitter. Moreover, this study also describes the contexts of situations in which particular types of strategies are used by Indonesian politicians on Twitter. This study used descriptive qualitative approaches to analyze twenty seven tweets posted by seven politicians as the responses to their followers on Twitter. The data were downloaded from the internet and saved using ‘printscreen’ and MS Word application. The methods of data collection were observation and documentation. The politeness strategies were analyzed according to Brown and Levinson’s (1987) politeness theory. The findings show that Indonesian politician used various politeness strategies, including the use of positive politeness, negative politeness and off-record strategy. They tend to use the strategy that minimizes the distance with their followers. It can be seen from the use of strategy dominated by positive politeness (74%). As comparison, the use of off-record strategy was only 15% and followed by negative politeness (11%). Looking at the context of situation, where the setting was in public media (social networking site) and the time of the communication was during the campaign period of the legislative and president election, Indonesian politicians seem to use the strategies that minimize the distance with the hearer. It may because they have to maintain their image in public and moreover they want to ‘come closer’ to the hearer.keyword : Politeness strategies, Indonesian Politicians, Context of Situation, Twitter.
AFFIXATION OF TIGAWASA DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Putu Edi Kusuma; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5641

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang fokus pada analisis morphology dari kata imbuhan di dialek Tigawasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran. infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Tigawasa di desa Tigawasa. Dua contoh informan dari Dialek Tigawasa dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, awalan {m∂-}, {ŋ∂-}. Ada lima jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, awalan {ŋ-}, {n}, {ñ-}, {m-} dan {kʌr-}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, akhiran {-ʌn } dan {-Ʌ}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi adalah awalan {m∂-}, {ŋ∂-}, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang temasuk infleksi adalah awalan {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} dan akhiran {-ē} dan {-Ʌ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Tigawasa This is a qualitative research concerning the morphological analysis of affixation in Tigawasa dialect. The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes in Tigawasa dialect. Two informant samples of Tigawasa Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are two kinds of derivational prefixes in Tigawasa Dialect such as prefix {m∂-}, {ŋ∂-}. There were five kinds of inflectional prefixes in Tigawasa Dialect; prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-} and {kʌr-}. There were two kinds of derivational suffixes in Tigawasa Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}. There were two kinds of inflectional suffixes; suffix {-ʌn} and {-Ʌ}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to derivation are: prefix {m∂-}, {ŋ∂-}, and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to inflection are: prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} and suffix {-ʌn} and {-Ʌ}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Tigawasa Dialect
Affixation of Banyuseri Dialect : A Descriptive Study ., Kadek Sari Wahyuni; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Banyuseri di desa Banyuseri.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Tiga contoh informan dari Dialek Banyuseri dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi, awalan {mә-} dan{m-}. Ada enam jenis awalan di Dialek Banyuseri yang termasuk infleksi, awalan {n-}, {ŋ-}{-ñ}, {m-}{-Λ}, dan {-kΛ}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada empat jenis akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk infleksi, akhiran {ē-},{-nē}, {-ә} dan{-Λŋ}.Awalan dan akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi adalah awalan {mә-} dan{m-}dan akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Banyuseri yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, dan {-kΛ}dan akhiran {ē-},{-nē}, {-ә} dan{-Λŋ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Banyuseri The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes of Banyuseri Dialect in Banyuseri village. This research is a descriptive qualitative research. Three informants sample of Banyuseri Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were two kinds of derivational prefixes in Banyuseri Dialect; prefix {mә-} and {m-}. There were six kinds of inflectional prefixes in Banyuseri Dialect; prefix {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, and {-kΛ}. There were two kinds of derivational suffixes in Banyuseri Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}.There were four kinds of inflectional suffixes; suffix {ē-},{-nē}, {-ә} and{-Λŋ}. Prefixes and suffixes in Banyuseri Dialect which belong to derivation: prefix {mΛ-}, {m-} and {kɅ-} and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Banyuseri Dialect which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-},{ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Banyuseri Dialect
A STUDY OF CODE SWITCHING USED BY ENGLISH TEACHER TRAINEE AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., May Anggara Jiwa Hanuraga; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada kelas tujuh di SMP N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah mixed method research. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru ppl perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam tape recorded, catatan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua tipe alih kode bahasa yang digunakan oleh guru ppl bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (59%), dan inter-sentential alih kode bahasa (41%). Ada enam fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris; fungsi penekanan (33%), fungsi perhatian (32%), fungsi kebutuhan bahasa (2%), fungsi klarifikasi(29%), fungsi hiburan (1%), fungsi perintah (3%). Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan suatu topik, menegaskan sesuatu, menyisipkan, pengulangan sebagai klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, menyiapkan siswa untuk bekerja di kehidupan nyata, meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris, membantu siswa menangkap informasi yang diberikan guru, menciptakan atmosfir belajar yang menyenangkan, memberikan perintah atau instruksi. Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English teacher trainee at SMP N 2 Singaraja in academic year 2014/2015.This research is mixed method. The subject of this study is a female teacher trainee. The instruments used in this study are tape recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are two types of code switching used by the English teacher trainee. They are intra-sentential code switching (59%), and inter sentential code switching (41%). There are six functions of code switching used by the English teacher trainee; emphasis function (33%), attention function (32%), lexicalization function (2%), clarification function (29%), sociolinguistic play function (1%), instruction function (3%). The reasons of using code switching are the students had lack of register, students had lack of confident to participate, increasing motivation in learning English, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instruction.keyword : Key Words : Code Switching, English Teacher Trainee
THE ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY STUDENTS FROM MIXED MARRIAGE FAMILIES IN ATTENDING THE TEACHING AND LEARNING PROCESS IN BUSINESS HOSPITALITY DEPARTMENT OF BALI TOURISM INSTITUTE NUSA DUA ., NI LUH SUPARTINI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menginvestigasi strategi komunikasi yang digunakan oleh siswa local dan siswa blasteran (campuran) dari Jurusan Bisnis Perhotelan di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Masalah yang diteliti diformulasikan ke dalam: 1) jenis-jenis strategi komunikasi siswa, 2) alasan menggunakan strategi tertentu, 3) perbandingan antara strategi komunikasi yang digunakan siswa lokal dan siswa blasteran, 4) persepsi guru terhadap strategi komunikasi yang digunakan siswa. Subjek penelitian ini adalah dua siswa blasteran dan siswa-siswa lokal di kelas Bisnis Perhotelan semester dua. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan kualitatif deskripsi serta instrumen yang digunakan adalah instrumen manusia, rekaman proses belajar- mengajar di kelas dan wawancara. Hasil yang dtemukan adalah terdapat sebelas strategi yang digunakan oleh siswa lokal dan siswa blasteran selama proses belajar mengajar. Siswa blasteran lebih suka menggunakan strategi menjelaskan kata, strategi meninggalkan pesan dan strategi pengulangan. Untuk siswa lokal, mereka cenderung menggunakan strategi menerjemahkan kata per kata dan strategi alih bahasa. Berdasarkan hasil yang dtemukan, siswa menggunakan strategi tertentu bertujuan untuk memfasilitasi percakapan mereka agar mencapai tujuan komunikasi dalam proses belajar mengajar. Pandangan guru terhadap strategi yang digunakan siswa adalah pemilihan strategi yang dgunakan siswa dipengaruhi oleh bahasa pertama mereka dan kemampuan mereka dalam Bahasa Inggris.Kata Kunci : strategi komunikasi, siswa blasteran (campuran), siswa local, dan pandangan guru This study aimed to investigate the Communication Strategies (CS) used by local and mixed marriage students of Business Hospitality Department of Bali Tourism Institute Nusa Dua Bali. The problems were formulated into four major points: 1) types of communication strategies (CS) used by local and mixed marriage students, 2) reasons for the use of certain CS, 3) the comparison of CS used by local and mixed marriage students and 4) teacher’s perception towards CS used by the students. The subjects were two mixed marriage students and local students of Business Hospitality class in second sesmster. This recent study was designed with descriptive qualitative and the instruments being used were human instrument, recording of teaching and learning process and interview. There were eleven (11) types of communication strategies (CS) found in teaching and learning process used by mixed marriage and local students. Mixed marriage students preferred to use circumlocution strategy, message abandonment and repetition. For local students, they frequently used literal translation and language switch. Based on the findings, they used certain strategies to facilitate their conversation in order to get the goal of communication during teaching and learning process. The teacher’s perception towards strategies used by the students was the choice of CS which was influenced by their first language and their proficiency in English.keyword : Communication Strategies, Mixed Marriage Students, Local Students, and Teacher’s Perception
LANGUAGE USE: AN ANALYSIS OF DIRECTIVE ACTS USED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SERIRIT ., Iin Pramunistyawaty; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis tindakan direktif yang digunakan oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Seririt. Subyek penelitian ini adalah 41 siswa, terdiri dari 30 perempuan dan 11 laki-laki. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif, dimana data penelitian diperoleh melalui data yang elisitasi dan rekaman. Data yang dikumpulkan kemudian ditranskrip dan diklasifikasikan ke dalam 11 kategori tindak direktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan direktif yang digunakan oleh siswa berurutan dapat disajikan sebagai berikut: perintah (236), permintaan (227), berdoa (219), untuk saran (196), untuk mengizinkan (49), kemudian diikuti oleh untuk bertanya dan memesan masing-masing (2) dari 931 ujaran. Setiap tindakan direktif muncul diwujudkan dengan menggunakan lebih dari satu pola kalimat yang berbeda, misalnya "(kata modal + S + vt. + N/P + (silakan/tolong)" yang digunakan dalam permintaan. Analisis gaya bahasa pada ujaran siswa menunjukkan bahwa gaya Bahasa (style) yang paling sering digunakan oleh siswa adalah informal, yang digunakan dalam perintah (633 ujaran), sedangkan yang kurang banyak digunakan adalah formal, yang digunakan dalam berdoa (298 ujaran). Kesalahan dalam hal tata bahasa dan diksi yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan direktif mereka adalah serupa jumlahnya, yang mana masing-masing memiliki 344 kesalahan. Dari 281 kesalahan yang terjadi pada 222 ujaran yang memiliki kesalahan, frekuensi tertinggi disebabkan oleh kesalahan Intralingua (255 kesalahan), sedangkan frekuensi terendah yakni dari kesalahan yang disebabkan oleh Developmental atau pengembangan ( hanya 13 kesalahan).Kata Kunci : deskriptif kualitatif, tindakan direktif, gaya bahasa, analisis kesalahan, sumber kesalahan The aim of this study was to analyze the types of directive acts used by the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Seririt. The subjects of this study were 41 students, consisting of 30 females and 11 males. This study made use of a descriptive qualitative method. The data of the study were obtained through data elicitation and recording, then transcribed and classified into 11 categories of directive acts. The result of the analysis showed that the directive acts used by the students can sequentially be presented, as follows: to command (236 speeches), to request (227 speeches), to pray (219 speeches), to advice (196 speeches), to permit (49 speeches), then followed by to ask and to order (2 speeches) out of 931 speeches. Each of the directive act appeared was realized by using more than one different sentence patterns, for example “(modals + S + vt. + n/p + (please)” used in to request. The analysis of speech styles showed that the most style frequently used by the students was informal used in to command (633 speeches), meanwhile the less was formal used in to pray (298 speeches). The errors in terms of grammar and diction committed by the students in directing were similar in number, which is 344 errors each. From 281 errors occurred in 222 error speeches, the highest frequency of errors were caused by the Intralingua (225 errors), meanwhile the lowest frequency of errors were caused by the Developmental (13 errors only). keyword : descriptive qualitative, directive acts, speech styles, error analysis, sources of errors
AN ANALYSIS OF LEXICO GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA N 2 SINGARAJA IN ENGLISH WRITING ., Komang Adi Wiradnyana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan Lexico-grammar yang dilakukan oleh siswa kelas X di SMA N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2014/2015 dalam menulis teks deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua kategori dari kesalahan yang ditemukan dalam tulisan siswa. Kategori pertama disebut kesalahan leksikal, total kesalahan yang ditemukan adalah 101 kesalahan yang meliputi kesalahan ejaan, tanda baca dan kesalahan diksi. Sementara jumlah total kategori kedua yaitu dalam bentuk kesalahan tata bahasa adalah 268 kesalahan meliputi kesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja, kesalahan artikel, kesalahan kata kerja, kesalahan tunggal/jamak, kesalahan preposisi, kesalahan kata hubung, kesalahan kata benda, dan kesalahan kata sifat. Ditemukan juga terdapat 2 sumber kesalahan siswa, disebut interlingual transfer dan intralingual transfer. Jadi, siswa di SMA N 2 Singaraja terutama siswa kelas X melakukan banyak kesalahan dalam komposisi penulisan pada teks deskriptif. Temuna dari kesalahan siswa terdapat pada kesalahan tata bahasa terutama dalam kesalahan kata kerja dan kesalahan leksikal dalam bentuk kesalahan ejaan. Implikasi untuk pengajaran bahasa adalah bahwa pengajar memberikan perhatian lebih pada bagaimana mengajar bahasa Inggris terutama dalam bentuk leksikal dan tata bahasa yang dihadapi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Kata Kunci : Penyebab kesalahan, Teks deskriptif, Kesalahan lexico-grammar This study aimed at analyzing the lexico-grammatical errors committed by the tenth grade students of SMA N 2 Singaraja in academic year 2014/2015 in writing descriptive text. The result of analysis showed that there were two categories of error found in the students’ writing. The first category of errors was lexical error, and the total number of the errors found was 101 errors which covered spelling error, punctuation error and diction error. Meanwhile the total number of the second category, which was in the form of grammatical error was 268 errors, including subject verb agreement error, article error, verb error, singular/plural error, preposition error, conjunction error, noun error, and adjective error. It was also found that there were 2 dominant sources of students' errors, namely interlingual transfer and intralingual transfer. So, the students of SMA N 2 Singaraja, especially the tenth grade students, committed many errors in their writing compositions on descriptive text. The findings from the students’ errors were related to grammatical construction, especially in terms of verb error and lexical errors in the form of spelling error. The implication for language teaching is that the teacher gives more attention to how teach English especially in the form of lexical and grammatical structure that faced by the students in learning English.keyword : Causes of error, Descriptive text, Lexico-grammatical error
AN ANALYSIS OF LEXICO – GRAMMATICAL ERRORS IN SPOKEN ENGLISH COMMITTED BY ENGLISH SPEAKING TOURIST GUIDES IN BALI ., I Gede Bryan Permana Yasa; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk (1) mengklasifikasikan kesalahan yang dilakukan oleh pemandu wisata Bahasa Inggris dalam penggunaan Bahasa Inggris lisan di Bali dan (2) Menginvestigasi asal kesalahan yang dilakukan oleh lima pemandu wisata Bahasa Inggris di Bali. Studi ini didesain secara kualitatif. Subyek dari studi ini adalah lima pemandu wisata Bahasa Inggris di Bali. Data dari studi ini adalah kesalahan yang dilakukan oleh lima pemandu wisata Bahasa Inggris di Bali. Data-data dianalisis berdasarkan teori Dulay and Krashen (1982) kesalahan yang dilakukan pemandu wisata diklasifikasikan menjadi empat; peniadaan, pengadaan, kesalahan formasi, dan kesalahan penempatan. Lebih lanjut, asal kesalahan pemandu wisata dikategorikan sebagai interlingual dan intralingual.Kata Kunci : kesalahan, analisa kesalahan, Bahasa Inggris lisan The present study aimed at (1) classifying the errors in spoken English committed by the English speaking tourist guides in Bali and (2) investigating the sources of errors in spoken English committed by the English speaking tourist guides in Bali. This study used qualitative research design. The subjects of the study were the English speaking tourist guides in Bali. The data of the study were the errors made by the guides in spoken descriptive. The data were analyzed based on Dulay and Krashen (1982) the guides’ errors in spoken English were classified into four namely; omission, addition, misformation, and misordering. Further, the sources of the guides’ errors were categorized as interlingual and intralingual sources.keyword : error, error analysis, spoken English
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .