Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF JARGON USED BY RECEPTIONISTs IN FRONT OFFICE AT LOVINA BEACH HOTEL ., Made Wikrama; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan analisis bentuk-bentuk linguistics, arti dan fungsi jargon yang digunakan oleh petugas front officers di bagian front office Lovina Beach Hotel. Dalam menganalisis jargon didukung oleh theory Allan&Burridge(2006), theory yule (2006), dan theory chaer and Agustina’s (2010). Penelitian ini menggunakan kualitatif. Penelitian pada jargon diteliti berdasasrkan bentuk pembicaraan dan bentuk tulisan. Penelitin ini dilaksanakan di Lovina Beach Hotel yang beralamat Desa Kalibubuk-Kecamatan Buleleng-Kabupaten Buleleng. Subject penelitian dalam penelitian ini adalah Front officers di Front Office, hotel Lovina Beach Hotel. Object penilitian ini adalah jargon yang digunakan dalam proses komunikasi dan interaksi antara orang-orang dengan kelompok, orang-orang dengan orang lain, kelompok dengan kelompok di Front Office. Dalam penilitian ini ditemukan berbagai bentuk jargon seperti phrasa (2 or 1,9 %), Singkatan (30 or 28%), Kata-kata (45 or 42 %), Pemendekan ( 19 or 10,9%), Peminjaman (2 or 1,9 %), Pengabungan (2 or 1,9%) and Akronym (5 or 4,7%). Dalam istilah arti jargon bahwa terdapat sebanyak 105 arti jargon. Berdasarkan teori Allan dan Burridge (2006, p.58) jargon memiliki dua fungsi pertama (1) jargon untuk menyajikan sebagai teknis atau spesialis bahasa untuk berkomunikasi yang tepat dan effisiensi dalam berkomunikasi (51, 54 %). Kedua (2) jargon sebagai bentuk memajukan bahasa dalam kelompok solidaritas dan diluar dari kelompok solidaritas kepada orang-orang yang tidak menggunakan jargon (51, 48%).Kata Kunci : jargon, front office department, lovina beach hotel. This study aimed at identify and analyze the the linguistics forms, the meanings and the function of jargon used by front officers of the front office department at Lovina Beach Hotel. The analysing of jargon was supported by Allan&Burridge (2006) theory,Yule’s (2006) theory and Chaer & Agustina’s (2010) theory. This study was conducted in a qualitative research design. The jargons was investigated based on spoken and written form. This study was conducted at Lovina Beach Hotel and located in Kalibubuk Village Buleleng Subdistrict- Buleleng Regency.The subjects of the study were receptionists at the front office department of Lovina Beach Hotel.The object of this research was jargon used in the process of communicating and interacting people with groups, people with people and group with group in front office department. This study found the types of jargon in form of phrases (2 or 1,9 %), abbreviation (30 or 28%), words (45 or 42 %), clipping ( 19 or 10,9%), borrowing (2 or 1,9 %), compounding (2 or 1,9%) and acronym (5 or 4,7%). Terms of the meaning, there were 105 jargons meaning. According to Allan and Burridge (2006, p.58) jargon has two functions, as follows.Firstly, to serve as a technical or specialist language for precise and economical communication (51, 54 %).Secondly,to promote in-group solidarity, and to exclude as out-groupers, the people who do not use the jargon (51, 48%)keyword : Keyword : jargon, front office department, lovina beach hotel.
An Analysis of Grammatical Errors in Writing Descriptive Texts Committed by the Tenth Grade Students of SMK Negeri 3 Singaraja in Academic Year 2016/2017 ., Putu Rika Pramayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis-jenis kesalahan grammar yang dilakukan oleh murid-murid dikelas X TKJ 2 di SMK Negeri 3 Singaraja didalam menulis teks deskriptif dan menemukan sumber-sumber dari kesalahan grammar tersebut. Semua data dianalisis dengan menggunakan teori dari Azar dan Wakkad dalam mengelompokkan tipe-tipe kesalahan grammar yang dilakukan oleh siswa. Berdasarkan analisa dari data didalam penelitian ini, terdapat 16 jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa, diantaranya: add a word (25.52%), capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). Dalam sumber kesalahan, hasil dari penelitian ini diindikasikan bahwa sumber kesalahan terbanyak adalah kesalahan intralingual (65.77%).Kata Kunci : kesalahan grammar, menulis, teks deskriptif. This research aimed at investigating the types of grammatical errors committed by the students of class X TKJ 2 in SMK Negeri 3 Singaraja in writing descriptive text and finding out the sources of those grammatical errors. All data were analyzed by using Azar and Wakkad’s theory in classifying the types of grammatical error committed by the students. Based on the analysis of the data of this study, there were 16 types of errors committed by the students, which includes: add a word (25.52%),capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). In terms of error sources, the result of this study indicated that the major source of errors was intralingual error (65.77%).keyword : grammatical errors, writing, descriptive text.
THE ANALYSIS OF SWEAR WORDS USED BY THE TEENAGERS IN NUSA PENIDA ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.153 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai para informan. Informan adalah 16 remaja yang berasal dari Nusa Penida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida memiliki bentuk, referensi, dan fungsi. Terdapat tiga bentuk kata-kata makian: (1) dalam bentuk kata yang dibagi menjadi dua jenis: monomorfemis (yaitu ‘klewaran’ leluhur) dan polimorfemik (yaitu ‘polo’ otak); (2) dalam bentuk frasa yang dibagi menjadi tiga jenis: frasa nomina (yaitu ‘bojog tone’ monyet itu), frasa kata kerja (yaitu ‘mantet duang’ selalu makan), dan frasa kata sifat (yaitu ‘belog san’ sangat bodoh); (3) dalam bentuk klausa (yaitu ‘lotog ide’ bodoh kamu). Referensi kata-kata makian berhubungan dengan (a) agama, (b) fungsi tubuh, (c) kotoran, (d) istilah binatang, (e) aktivitas, (f) latar belakang pribadi, (g) penyakit mental, (h) iblis, dan (i) kekeluargaan. Fungsi kata-kata umpatan adalah (a) untuk menarik perhatian, (b) memprovokasi, (c) untuk menciptakan identifikasi perseorangan, (d) mengekspresikan emosi , (e) integratif, (f) menyerang, (g) regresif, dan (h) penekanan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, referensi, kata-kata umpatan. This study aimed at analyzing swear words used by the teenagers in Nusa Penida. This study used descriptive qualitative research which was conducted by observing, audio recording, and interview guiding the informants. The informants were 16 teenagers from Nusa Penida. The results of the study showed that the swear words used by the teenagers in Nusa Penida have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words that are devided into two types: monomorphemic (i.e. klewaran ‘ancestor’) and polymorphemic (i.e polone ‘brain’); (2) in the form of phrases that are divided into three types: noun phrases (i.e bojog tone ‘that monkey’), verb phrases (i.e. mantet duang ‘always eat’), and adjective phrases (i.e. belog san ‘very stupid’); (3) in the form of clauses (i.e.lotog ide ‘you are stupid’).The references of swear words are related to (a) religion, (b) body function, (c) excrement, (d) animal term, (e) activity, (f) personal background, (g) mental illness, (h) devil, and (i) kinship. The functions of swear words are (a) to draw attention, (b) to provoke, (c) to create interpersonal identification, (d) express emotion, (e) integrative, (f) aggresive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words.
THE CODE-MIXING ANALYSIS OF NUSA PENIDA DIALECT SPOKEN BY NUSA SARI VILLAGERS ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dan juga cara peduduk desa Nusa Sari untuk menggunakan pencampuran bahasa tersebut dalam berkomunikasi dengan orang lain di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah dua keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumen Teknik. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen, yaitu: pedoman dalam wawancara, perangkat perekam, catatan dan pena. Dalam menganalisa data, menggunakan tiga domain: Persahabatan, Pertetanggaan, dan Keluarga. Ada tiga proses dalam menganalisis data: data reduksi, penggambaran data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dialek yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dalam komunikasi sehari-hari, seperti dialek Nusa Penida, dialek Jembrana, dan Bahasa Indonesia. Tapi dialek utama yang digunakan adalah dialek Nusa Penida dan dialek Jembrana karena Bahasa Indonesia memiliki frekuensi rendah untuk digunakan di masyarakat desa Nusa Sari. Ada dua jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari, seperti Insertion dan Alternation. Sementara itu tidak ditemukan adanya penggunaan dari Congruent Lexicalization di dalam penelitian ini.Kata Kunci : jenis-jenis pencampuran bahasa, dialek Nusa Penida This study aimed to discover the types of code mixing used by Nusa Sari villagers and also the way Nusa Sari villagers used the code mixing to communicate with other people in the community. This study was a qualitative research. The informants were two families consisted of five family members. The data were collected based on three techniques, which were Observation, Interviewing, and Document Technique. The data were collected by using some instruments, namely: interview guideline, recording device, note and pen. The data were analyzed through the use of three domains: Friendship, Neighborhood, and Family. There were three processes in analyzing the data: data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results of the study showed that there were three codes spoken by Nusa Sari villagers in their daily communication, such as Nusa Penida dialect, Jembrana dialect, and Bahasa. But the major codes used were Nusa Penida dialect and Jembrana dialect since Bahasa had a low frequency in the community of Nusa Sari village. There were two types of code mixing used by Nusa Sari villagers, such as Insertion and Alternation. Meanwhile there was no used of Congruent Lexicalization found in this study.keyword : types of code mixing, Nusa Penida dialect
AN ANALYSIS OF THE PRONUNCIATION ERRORS BY THE 11th GRADE STUDENTS OF SMKN 1 SUKASADA IN ENGLISH TEACHING AND LEARNING ACTIVITIES IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Siti Juliani Putri Sulandari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8594

Abstract

Tujuan penilitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan-kesalahan pengucapan pada kata-kata bahasa Inggris dan penyebab-penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh oleh siswa kelas sebelas SMK Negeri 1 Sukasada. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 30 orang siswa. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan perekam suara dalam membaca nyaring dan wawancara. Kemudian, data dianalisis melalui prosedur analisis kesalahan yang terdiri dari mentranskrip seluruh data yang direkam, menganalisis kesalahan siswa, mengklasifikasikan kesalahan, menghitung kesalahan, menjelaskan kesalahan berdasarkan sumber. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh siswa telah diklasifikasikan ke dalam konsonan, vokal, dan vokal rangkap. Peneliti menemukan 564 total kesalahan, yang terdiri dari 167 atau 29.60% kesalahan pada konsonan, 262 atau 46.50% kesalahan pada vokal, dan 135 atau 23.90% kesalahan pada vokal rangkap. Kesalahan pada vokal adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa adalah kesalahan intralingual dimana kesalahan disebabkan oleh telusuran didalam target bahasa (inggris), interlingual dimana kesalahan disebabkan oleh efek dari bahasa ibu dan kesalahan latihan dimana kesalahan adalah hasil dari kesalahan mengajar. Kata Kunci : kesalahan pengucapan, analisis kesalahan, sumber kesalahan. The aim of this research is to analyze the pronunciation errors in English words and the sources of errors made by the students at the eleventh grade of SMK Negeri 1 Sukasada. The research design used in this study was descriptive qualitative research. The subjects of this research were the students at eleventh grade Akomodasi Perhotelan of SMK Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016 that consisted of 30 students. In collecting the data, the researcher used recorder in reading aloud and interview. Then, the data were analyzed through error analysis procedure which consists of transcribing all data recorded, analyzing students’ errors, classifying the errors, evaluating the errors, explaining the errors based on the sources. The result of the data analysis shows that the errors made by the students were classified into consonant, vowel, and diphthongs. The researcher found 564 total errors, consisting of 167 or 29.60% errors in consonant, 262 or 46.50% errors in vowel, and 135 or 23.90% errors in diphthongs. Error in vowel is the most frequent errors made by the students. The sources of the errors made by the students are intralingual errors which were caused by the traced back to the target language (English), interlingual errors which were caused by the effect of the first language, and training errors which were the error that the result of wrong teaching techniques. keyword : error pronunciation, error analysis, source of error.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS MADE BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP AYODHYA PURA SELAT IN WRITING DESCRIPTIVE TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Komang Sri Wahyuni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan secara tata bahasa yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat dalan menulis teks deskriptif (2) menemukan dan mendeskripsikan alas an kenapa siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat membuat kesalahan dalam menulis teks deskrptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori error analysis dari Selinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total kesalahan yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat adalah 196 kesalahan. Kesalahan yang ditemukan pada penelitian ini adalah misformation dengan 122 kesalahan (62.2%), omission dengan 46 kesalahan (23.4%), addition dengan 16 kesalahan (8.1%) dan misordering dengan 12 kesalahan (6.1%). Misformation adalah jenis kesalahan yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini. (2) Sumber kesalahan mereka adalah carelessness, first language interference dan translation.Kata Kunci : kesalahan tata bahasa, teks deskriptif, menulis This research aimed at (1) describing the types of grammatical errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat in writing descriptive texts and (2) finding out and describing the reasons why the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat made errors in writing descriptive texts. This research used descriptive qualitative study. The tool of collecting data was written tasks. The data obtained were analyzed qualitatively by using Selinker’s theory of error analysis. The result of this study showed that: (1) the total of errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat was 196 errors. The errors found in this study were misformation with 122 errors (62.2 %), omission with 46 errors (23.4 %), addition with 16 errors (8.1 %) and misordering with 12 errors (6.1 %). Misformation was the most frequent error in this study. (2) The sources of their errors were carelessness of the students, first language interference and translation.keyword : grammatical errors, descriptive texts, writing
THE MORPHOPHONEMIC CHANGE OF BORROWED ENGLISH WORDS IN INFO KOMPUTER MAGAZINES ., KADEK WAHYUTRIYUNI; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14847

Abstract

Penelitian ini menganalisa tentang perubahan morfofonemik dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang digunakan dalam majalah-majalah Info Komputer. Majalah-majalah yang digunakan adalah edisi-edisi spesial. Majalah-majalah tersebut dipublikasikan sekitar tahun 2014 sampai 2017. Penelitian ini merupakan content analysis karena data didapatkan dari majalah-majalah. Penelitian ini memakai model Interactive Data Analysis oleh Miles and Huberman (1994). Ada beberapa langkah-langkah untuk penelitian ini seperti, (1) Membaca, menandai, dan mengurutkan kata-kata yang dipinjam, (2) menerjemahkan kata-kata yang dipinjam, meletakkannya dalam tabel-tabel, dan menganalisis perubahan morfofonemik berdasarkan teori oleh Nida (1949), dan (3) menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis dari perubahan morfofonemik seperti, lima proses perubahan asimilasi, sepuluh proses penghilangan fonem konsonan, tiga proses penghilangan fonem vokal, satu proses perubahan palatalisasi, dan satu proses perubahan nasalisasi. Kata Kunci : kata-kata yang dipinjam, perubahan bahasa, perubahan morfofonemik This study analyzed the morphophonemic change of English words into Indonesian words which were used in Info Komputer magazines. The magazines which were used were special editions. The magazines were published around the years 2014 until 2017. This study was content analysis since the data were obtained from magazines. This study used Interactive Data Analysis model of Miles and Huberman (1994). There were three steps for this study such as (1) reading, marking, and listing the borrowed words, (2) transcribing the borrowed words, putting the words into tables and analyzing the morphophonemic change based on the theory of Nida (1949), and (3) drawing the conclusion of the study. The result of the study showed that there were five types of morphophonemic change such as five processes of assimilation, ten processes of loss of consonant phonemes, three processes of loss of vowel phonemes, one process of palatalization, and one process of nasalization.keyword : borrowed words, language change, morphophonemic change
An analysis of jargon used by waiters and waitresses in food and beverage at Krisna Beach Street Singaraja. ., Putu Sutarma; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan jenis jargon, makna dan fungsi jargon yang digunakan oleh para pelayan dan pramusaji di Jalan Pantai Krisna Singaraja. Dalam menganalisa jargon, teori ini didukung oleh teori Allan & Burridge (2006), Chaer & Agustina (2010) dan Yule (2006). Analisis ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pelayan laki-laki dan pelayan wanita di departemen makanan dan minuman di Krisna Beach Street Singaraja. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Ditemukan jenis jargon yang digunakan oleh pelayan dan pramusaji, seperti singkatan 6 (26%), pinjaman 5 (21%) dan kata 17 (73%). Ditemukan bahwa artinya 28 jargon digunakan oleh para pelayan dan pramusaji di Krisna Beach Street. Dalam fungsi jargon, teori ini didukung oleh teori Allan & Burridge (2006) dan Ivess (1999) menemukan dua jargon fungsi yang digunakan oleh pelayan dan pelayan, (1) jargon sebagai bahasa yang efisien dan efektif dalam komunikasi dan (2) Jargon sebagai Identifikasi kelompokKata Kunci : jargon, food and beverage department , waiters and waitresses dan Krisna Beach Street This study aimed at analyzing and describing the types of jargon, meaning and function of jargon used by the waiters and waitresses in Krisna Beach Street Singaraja. In analyzing jargon, it was supported by theories from Allan & Burridge (2006), Chaer & Agustina ( 2010) and Yule (2006). This analysis used qualitative method. The subjects of this study were waiters and waitresses of the food and beverage department at Krisna Beach Street Singaraja. The technique of data collection was observation, documentation and interview. It was found types of jargon used by waiters and waitresses, such as abbreviation 6 (26 %) , borrowing 5 (21 %) and word 17 (73 % ). It was found that meaning 28 jargons used by the waiters and waitresses in Krisna Beach Street. In function of jargon, it was supported by theories from Allan & Burridge ( 2006) and Ivess( 1999) it found two functions jargons used by waiters and waitresses, (1) jargon as efficient and effective language in communication and ( 2) Jargon as group identification. keyword : jargon, food and beverage department , waiters and waitresses dan Krisna Beach Street
Diglossia Phenomenon of Balinese Variety in Sanda Village ., Ni Wayan Paramita Dewi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.698 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7892

Abstract

FENOMENA DIGLOSIA PADA VARIASI BAHASA BALI DI DESA SANDA Ni Wayan Paramita Dewi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk (1) menyelidiki situasi diglossic terjadi di Desa Sanda, Kabupaten Tabanan, (2) menyelidiki faktor yang mempengaruhi fenomena diglosia di desa Sanda. Penelitian ini dilakukan di Sanda, Pupuan Kecamatan, Kabupaten Tabanan. Subyek penelitian ini adalah orang-orang dari Sanda dalam lima domain: (1) (2) lingkungan (3) friendship (4) (5) pendidikan agama keluarga. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah peneliti, perekam, catatan lapangan, wawancara dipandu, dan laptop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan perekaman. Ada empat langkah yang dilakukan dalam menganalisis data: pengumpulan data, reduksi data, display data, dan data kesimpulan / verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi diglossic terjadi di desa Sanda, itu terlihat dari dua varietas bahasa yang digunakan di Sanda, yaitu: (1) ragam tinggi ditemukan dalam penggunaan basa alus, (2) ragam rendah ditemukan di kesamen basa dan basa kasar dari Bali. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi diglosia fenomena di desa Sanda: (1) kelas sosial (2) konteks sosial.Kata Kunci : Diglosia, Variasi Bahasa Bali, Desa Sanda DIGLOSSIA PHENOMENON OF BALINESE VARIETY IN SANDA VILLAGE Ni Wayan Paramita Dewi English Education Department, Faculty of Language and Art Ganesha University of Education Singaraja, Indonesia ABSTRACT This research is descriptive qualitative research which aimed at (1) investigating the diglossic situation occurring in Sanda village, Tabanan regency, (2) investigating the factors that influence the phenomenon of diglossia in Sanda village. This study was conducted at Sanda, Pupuan sub-district, Tabanan regency. The subjects of this study were the people of Sanda in five domains: (1) family (2) neighborhood (3) friendship (4) religion (5) education. The instruments used in gathering the data were researcher, recorder, field note, guided interview, and laptop. The methods used in this research were interviews, observation and recording. There were four steps done in analyzing the data: data collection, data reduction, data display, and data conclusion/verification. The results showed that diglossic situation occurring in Sanda village, it seen from the two varieties of language used in Sanda, that is: (1) High variety discovered in basa alus usage, (2) Low variety discovered in basa kesamen and basa kasar of Balinese. There were two main factors influencing diglossia phenomenon in Sanda village: (1) social class (2) social context. keyword : Diglossia, Balinese variety, Sanda village
AN ANALYSIS OF THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF BALINESE LANGUAGE USED BY THE BALINESE DIASPORA IN MATARAM ., Ni Made Putri Saraswathy; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan tentang Sistem fonologis Bahasa Bali masyarakat Diaspora Bali di Mataram. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menemukan jumlah fonem, termasuk vokal, diftong, geminal, konsonan, dan gugus konsonan, 2) untuk menyelidiki proses fonologi dalam bahasa tersebut. Desain dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana penelitian ini menjabarkan tentang jumlah fonem dan proses fonologis yang ada di bahasa Bali masyarakat Diaspora Bali di Mataram dalam situasi tertentu. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instrumen lain yang digunakan adalah alat rekam, daftar kata, dan daftar kalimat. Pada penelitian ini ditemukan bahwaterdapat 30 fonem yang terdiri atas 6 vokal, 2 diftong, 3 geminal, dan 19 konsonan. Sedangkan dari empat proses fonologis menurut teori Schane (1973), hanya ada satu proses fonologis yang di temukan dalam bahasa Bali masyarakat Diaspora di Mataram, yakni proses struktur suku kata; penghilangan konsonan. Kata Kunci : Sistem fonologis, Bahasa Bali, Diaspora, Mataram This study mainly discusses about The Phonological System of Balinese Diaspora language in Mataram. The aims of this study were: 1) To find out the number of phonemes, including the vowels, diphthong, geminate, consonant and consonant cluster, 2) to explore the phonological process within the language itself. The design of this research was descriptive qualitative, in which this study describes the number of phonemes and the phonological process which exist in Balinese Diaspora language in certain situation. The main instrument was the researcher, and the other instruments that are used in this study are recorder and word list. The researcher found that there are 30 phonemes which include 6 vowels, 2 diphthongs, 3 geminates, and 19 consonants. Meanwhile, among the four types of phonological process according to Schane’s theory (1973) there are only one type of phonological process found by the researcher in BDL, that is syllable structure processes; consonant deletion.keyword : Phonological system, Balinese language, Diaspora, Mataram
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .