Claim Missing Document
Check
Articles

THE ANALYSIS OF TEACHERS' CODE SWITCHINGS BASED ON THE PERCEPTIONS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 2 SAWAN ., I Gede Juliadnyana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi tipe dari rubahan bahasa dan untuk menyelidiki persepsi siswa terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas delapan dan guru bahasa Inggris di kelas delapan. Instrumen yang digunakan dalam peneliian ini meliputi lembar observasi, kuisioner, pedoman wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga tipe rubahan bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Data menunjukan bahwa 31.7% intra sentential code switching, 54.8% inter sentential code switching, dan 13.4% inter personal code switching. Hasil dari kuisioner menunjukan respon rata – rata siswa adalah 70.74%, itu berarti siswa dikategorikan memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Wawancara menunjukan bahwa siswa memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Ada dua alasan berkenaan dengan jawaban positive siswa seperti: rubahan bahasa membuat siswa “mengerti” materi pelajaran lebih mudah, dan rubahan bahasa menurunkan “stres” siswa dalam belajar.Kata Kunci : Rubahan Bahasa, Tipe Rubahan Bahasa, Fungsi dari Rubahan Bahasa, Persepsi This research aimed to identify the types of code switching and the students’ perception about code switching used by the English teachers in the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. This research was conducted in descriptive qualitative design. The subjects of this research were the eighth grade students and the eighth grade English teachers. The instruments used in this study were observation sheet, questionnaire, and interview guide. The results of this research showed that there were three types of code switching used by the English teachers. The data showed there were (31.7%) of intra sentential code switching, (54.8%) of inter sentential code switching and (13.4%) of inter personal code switching.The results of the questionnaire showed that the average responses of the students were (70.74%), it means that students were categorized to have positive perception about the use of code switching by the English teachers. The interview shows that the students had positive response about the use of code switching by the English teachers. There were two reasons concerning the students’ positive answer, that is, code switchings that make the students understand the material more easily, and code switchings that reduce the students’ stress in learning.keyword : Code switching, type of code switching, function of code switching, perception
THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT UNITE TAMBAKAN AND PELAGA DIALECTS: A COMPARATIVE STUDY ., Ni Wayan Desi Ariani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan fonologis dan leksikal antara dialek Tambakan (DT) dengan dialek Pelaga (DP). Objek dari penenlitian ini adalah dialek Tambakan dan Pelaga. Tiga orang penutur dari masing-maasing dialek dipilih sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini membandingkan dua dialek, yaitu dialek Tambakan dan dIalek Pelaga. Data yang didapatkan dalam bentuk leksikon yang diidentifikasi menggunakan Daftar Kata Swadesh, Daftar Kata Budasi, dan Daftar Kata Holle yang dikumpulkan menggunakan teknik merekam, mendengarkan, dan mencatat. Dalam penelitian ini, sistem fonologi dari kedua dialek dideskripsikan terlebih dahulu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa DT dan DP memiliki persamaan fonologis dan leksikon yang relatif banyak. Terdapat 38 fonem yang sama di posisi awal, tengah, dan akhir pada leksikon kedua dialek tersebut. Fonem yang sama tersebut meliputi: a) enam vokal yang sama: //, /i/, /u/, /e/, // dan /o/; b) lima diftong yang sama: /i/, /u/, //, //, dan /u/; c) dua vokal rangkap yang sama: // and //; d) sembilan belas konsonan yang sama: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, dan /ñ/; e) enam konsonan kluster yang sama: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, dan /kr/. Dari tiga Daftar Kata yang terdiri dari 1.716 leksikon, ditemukan bahwa terdapat 946 leksikon yang sama dan 495 leksikon yang serupa sebagai bukti-bukti kualitatif yang menyatukan kedua dialek tersebut.Kata Kunci : metode perbandingan, aspek fonologis, leksikon, dialek Tambakan, dialek Pelaga This study aimed at describing the phonological and lexical similarities between Tambakan dialect (TD) and Pelaga dialect (PD). The objects of this study were Tambakan and Pelaga dialects. Three speakers from each dialect were chosen as the informants in this study. This study compared two dialects: Tambakan dialect and Pelaga dialect. The obtained data in the form of lexicons identified using Swadesh Wordlists, Budasi Wordlists, and Holle Wordlists were collected through recording, listening, and noting techniques. In this study, the phonological systems of both dialects were firstly described. The results of the study show that TD and PD actually have relatively many phonological and lexical similarities. The study has found that there are 38 same phonemes in the initial, middle and final positions of the words. Those phonemes were: a) six the same vowels phonemes: //, /i/, /u/, /e/, // and /o/; b) five the same diphthongs: /i/, /u/, //, //, and /u/; c) two the same geminate vowels: // and //; d) nineteen the same consonants: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, and /ñ/; and e) six same consonant clusters: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, and /kr/. From the three wordlists containing 1,716 lexicons, it has been found that there are 760 exactly the same lexicons and 546 similar lexicons as the qualitative evidences that unite those two dialects.keyword : comparative method, phonological aspect, lexicon, Tambakan dialect, Pelaga dialect
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY THE PEOPLE INVOLVED IN NGIDIH WEDDING CEREMONY IN PADANGBULIA VILLAGE ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at (1) investigating and analyzing the types of communication strategies used by the people involved in Ngidih wedding ceremonny and (2) knowing the motives of the use communication strategies in Ngidih wedding process. The subjects of this study were two kelian adat, two kelian dinas, pangeter, groom’s and bride parents in Padangbulia village. The data were collected by using the researcher as the main instrument helped by some devices, namely non-participant observation, audio-video recorder, interview and field note. The types of communication strategies were gathered by observing and recording the people involved during Ngidih wedding process, while the interview guides were used to gather the data about the motives in using the types of communication strategies used by the respondents. The results of this study showed that there were 9 types of communication strategies used by prajuru (manggala desa), groom’s and bride’s family. Mime strategy was the most frequently used by prajuru (manggala desa), groom’s and bride’s family. The motives of using those strategies among the respondents were intented to make everthing clear and acceptable. They also said that it was usually shown naturally by them in order to emphasize the aims, and they used gesture or facial expression to express their feeling in their speech. The used of gesture was believed to be able to make the interaction much calmer and more relax in using communication strategies during Ngidih wedding process.keyword : communication strategies, ngidih wedding ceremony, balinese hinduism marriage
The Analysis of Terms of Address Used in the Debate Situations in the Indonesia Lawyers Club TV Program (A Sociolinguistics Study) ., Putu Indah Partami Putri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi debat dalam program TV Indonesia Lawyers Club, (2) menggambarkan representasi dari kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi perdebatan di program TV Indonesia Lawyers Club. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini adalah kata sapaan. Subjek penelitian ini adalah 62 peserta program TV Indonesia Lawyers Club yang mengucapkan kata sapaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan laptop, pemutar video, notebook, dan checklist. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh adalah metode kualitatif dan desain yang digunakan adalah desain kualitatif. Implikasi dari penelitian ini yang mengungkapkan jenis kata sapaan yang digunakan seperti: Nama seperti I Wayan Koster; Istilah kekerabatan seperti Ibu Theresia, dan Saudara AW; Istilah yang samar seperti Pemirsa dan Hadirin; Gelar seperti Mayor Jendral; Istilah kata benda yang abstrak seperti Johan Budi Yang saya hormati; Istilah pekerjaan seperti Penjaga Keamanan; Istilah panggilan sayang seperti Aunty; Selain itu, istilah Teknonyms seperti Anak saya. Dari delapan tipe, sapaan kekerabatan yang paling sering digunakan oleh peserta sebesar 38,19% dari total presentase. Representasi sapaan berdasarkan strategi kesantunan yang digunakan oleh peserta dalam program TV ILC seperti untuk bersikap sopan, pujian, mengekspresikan kealamian, menunjukkan rasa hormat, dan membuat malu seseorang.Kata Kunci : Kata Sapaan, Situasi Debat, Indonesia Lawyers Club This study aimed at: (1) describing types of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program, (2) describing the representation of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program. The study was a descriptive study. The objects of this study were terms of address. The subjects of this study were 62 participants of Indonesia Lawyers Club TV program who produced terms of address. The data were collected by using laptop, video player, notebook, and checklist. The method applied for analyzing the data obtained was qualitative method and the design used was qualitative design. The findings of this study that revealed the types of terms of address used were: name terms such as I Wayan Koster; kinship terms such as Ibu Theresia, and Saudara AW; vague terms such as Pemirsa and Hadirin; title terms such as Major Jendral; abstract noun terms such as; Johan Budi yang saya hormati; occupational terms such as Penjaga Keamanan; endearment terms such as Aunty; and teknonyms terms such as Anak saya. Kinship terms of address type from eight types were most widely used by the participants in ILC TV program amounting to 38,19% of the total percentage. There are several reasons used by the participants in order to represent terms of address such as being-polite, complimenting, expressing naturalness, losing-other’s-face context and expressing-neutralness context.keyword : Terms of Address, Debate Situations, Indonesia Lawyers Club
COMPARING THE EFFECTS OF FOCUSED FREE WRITING AND UNFOCUSED FREE WRITING ON WRITING COMPETENCY OF THE THIRD SEMESTER STUDENTS OF MAHASARASWATI UNIVERSITY BASED ON TEXT TYPES. ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui perbedaan signifikansi antara pengaruh menulis bebas terfokus dan menulis bebas tidak terfokus terhadap kemampuan menulis siswa; 2) mengetahui perbedaan signifikansi dalam pengaruh menulis bebas terfokus pada kemampuan menulis siswa berdasarkan jenis-jenis teks; 3) mengetahui perbedaan signifikansi dalam pengaruh menulis bebas tidak terfokus pada kemampuan menulis siswa berdasarkan jenis-jenis teks. Penelitian ini adalah penelitian experimental yang menggunakan rancangan penelitian post-test only static groups comparison design. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga di Program Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Mahasaraswati pada tahun ajaran 2015/2016 yang mana dipilih 2 kelompok siswa sebagai sampel secara acak. Data penelitian dikumpulkan dengan mengunakan penilaian kemampuan menulis yang terdiri dari dua jenis teks yang sesuai dengan jenis teks yang diteliti antara lain: deskriptif dan naratif. Hasil dari penilaian kemampuan menulis ini akan dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS versi 20.0. Hasil menunjukkan bahwa Fob adalah 44.289 dan lebih tinggi dari Ft yang nilainya hanya 4.40. Penemuan ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara pengaruh menulis bebas terfokus dan menulis bebas terhadap kemampuan menulis siswa dan nilai rata-rata dari menulis bebas terfokus lebih tinggi dari nilai rata-rata menulis bebas tidak terfokus. Hasil dari penemuan yang kedua menunjukkan bahwa tidak ditemukannya perbedaan yang signifikan dari menulis bebas terfokus dengan terhadap kemampuan menulis siswa diantara jenis teks yang berbeda; hasil dari ANOVA satu jalur menunjukkan bahwa Fob 1.802 dan nilai ini lebih rendah dari nilai Ft yaitu 4.40. Hasil penemuan yang ANOVA satu jalur yang ketiga menunjukkan bahwa Fob 7.180 hasil ini menunjukkan nilai yang lebih besar dari Ft, ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara pengaruh menulis bebas tidak terfokus terhadap kemampuan menulis siswa diantara jenis teks yang berbeda. Kata Kunci : menulis bebas terfokus, menulis bebas tidak terfokus, kemampuan menulis, jenis teks. This study focused on: 1) investigating the significant difference between the effect of focused free writing and unfocused free writing on students’ writing competency; 2) investigating the significant difference in the effect of focused free writing on the students’ writing competency across text types; and 3) investigating the significant difference in the effect of unfocused free writing on the students’ writing competency across text types. It was an experimental research in which using post-test only static groups comparison design. Population of the study was the third semester students of English Education Program at Mahasaraswati University in academic year 2015/2016.The two classes were chosen as the sample through Group Random Sampling. The research data were collected through writing test which consisted of two kinds of post-test based on text types namely; descriptive and narrative. The result of the writing test of each group was analyzed descriptively and inferentially by using SPSS 20.0. It was found that Fob was 44.289 which was higher than Ft which was 4.40. This finding shows that there was a significant difference between the effect of focused free writing and unfocused free writing on the students’ writing competency. The mean score of focused free writing was higher than the mean score of unfocused free writing. The second finding is there was no significant difference in the effect of focused free writing on students’ writing competency across text types; the result of the One-Way ANOVA analysis found that Fob was 1.802 which was lower that Ft 4.40. The third result of the One-Way ANOVA analysis found that Fob was 7.180 in which the result was higher that Ft 4.40, it shows there was significant difference of the effect of unfocused free writing on the students’ writing competency across text types. keyword : focused free writing, unfocused free writing, writing competency, text types
THE EFFECT OF MODIFIED COLLABORATIVE STRATEGIC READING AND VOCABULARY MASTERY ON THE READING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 KUTA SELATAN IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengetahui pengaruh signifikan pengajaran MCSR pada kompetensi membaca siswa; b)mengetahui efek interaksi yang terjadi di antara pengajaran MCSR dan konvensional dengan kosakata terhadap kompetensi membaca siswa; c) mengetahui pengaruh signifikan pada kompetensi membaca di antarasiswa yang memiliki jumlah kosakata yang banyak yang mengikuti pengajaran MCSR dan yang mengikuti pengajaran konvensional; dan d)mengetahui pengaruh signifikan pada pemahaman membaca siswa yang memiliki jumlah kosakata yang sedikit yang mengikuti pengajaran MCSR dan yang mengikuti pengajaran konvensional. Studi eksperimen ini menggunakan rancangan penelitian posttest-only control group design dengan faktorial 2x2.Populasi penelitian adalah siswa siswa kelas X di SMA N 1 Kuta Selatan pada tahun ajaran 2015/2016 yang mana 60 siswa dipilih sebagai sampel dengan penyampelan acak cluster. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan test vocabulary serta tes membaca dan kemudian dianalisis menggunakan Anova dua jalur yang diikuti dengan tes Tukey. Adapun temuan-temuan penelitian ini yaitu: pertama, siswa yang mengikuti pengajaran MCSR meraih kompetensi membaca yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pengajaran konvensional; kedua, terdapat efek interaksi di antara pengajaran MCSR dan pengajaran konvensional dengan penguasaan kosakata terhadap kompetensi membaca siswa; ketiga, siswa yang memiliki jumlah kosakata yang banyak yang diajar dengan MCSR meraih kompetensi membaca yang lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pengajaran konvensional; dan keempat, siswa memiliki jumlah kosakata yang sedikit yang diajar dengan pengajaran konvensional meraih kompetensi membaca yang sama dengan siswa yang diajar dengan MCSR. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dari pengajaran MCSR terhadap kompetensi membaca mahasiswa .Berdasarkan hasil yang didapat dapat dikatakan bahwa MCSR bisa dijadikan salah satu strategi untuk membantu meningkatkan kompetensi membaca siswa. Selain itu, guru juga sebaiknya menyadari betul pentingnya penguasaan kosakata dalam pembelajaran membaca.Kata Kunci : MCSR, kosakata, kompetensi membaca This study aimed at: a) investigating whether there is a significant effect in reading competency of students who are taught by using MCSR, b) investigating whether there is an interactional effect between MCSR and vocabulary mastery upon students’ reading competency, c) investigating whether there is a significant effect in reading competency between the students with good vocabulary mastery who are taught by using MCSR and those who are taught by using conventional teaching, d) investigating whether there is a significant effect in reading competency between the students with poor vocabulary mastery who are taught by using MCSR and those who are taught by using conventional teaching. It was an experimental study by making use posttest-only control group with 2 x 2 factorial design. The population of the study was the tenth grade students of SMA n 1 Kuta Selatan in the academic year 2015/2016 where in 34 students were chosen as the sample through Cluster Random Sampling. The research data were collected through a vocabulary test and a reading test and were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey test. The findings show that the students taught using MCSR improved better reading competency than those who were taught using conventional teaching. Furthermore, there is an interactional effect between MCSR and vocabulary mastery on students’ reading competency. The students with good vocabulary mastery improved their reading competency when being taught using MCSR than using conventional teaching. On the other hand, there is no effect in reading competency between the students who have poor vocabulary mastery who were taught by using MCSR and by using conventional teaching. It can be concluded that this study provides the significant effect of MCSR upon students’ reading competency.With regard to the findings, an implication can be drawn that MCSR is a teaching strategy which can be used to help the students to foster their English reading competency. Additionally, the teacher has to consider the important of vocabulary mastery in reading. keyword : MCSR, vocabulary mastery, reading competency
THE EFFECTS OF RECIPROCAL TEACHING AND ACHIEVEMENT MOTIVATION UPON READING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 KUTA SELATAN IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., NI WAYAN NOVI SURYATI; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh signifikan pengajaran Reciprocal dan pengajaran konvensional pada kompetensi membaca siswa; 2) mengetahui efek interaksi yang terjadi di antara pengajaran Reciprocal dan konvensional dengan motivasi belajar terhadap kompetensi membaca siswa; 3) mengetahui perbedaan signifikan pada kompetensi membaca di antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang mengikuti pengajaran Reciprocal dan yang mengikuti pengajaran konvensional; dan 4) mengetahui perbedaan signifikan pada pemahaman membaca siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang mengikuti pengajaran Reciprocal dan yang mengikuti pengajaran konvensional. Studi eksperimen ini menggunakan rancangan penelitian posttest-only control group design dengan faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah siswa semester I di SMAN 1 Kuta Selatan pada tahun akademik 2015/2016, yang mana 92 siswa dipilih sebagai sampel dengan penyampelan acak cluster. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner motivasi belajar serta tes membaca dan kemudian dianalisis menggunakan Anova dua jalur yang diikuti dengan tes Tukey. Adapun temuan-temuan penelitian ini yaitu: pertama, siswa yang mengikuti pengajaran Reciprocal meraih kompetensi membaca yang lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pengajaran konvensional; kedua, terdapat efek interaksi di antara pengajaran Reciprocal dan pengajaran konvensional dengan motivasi belajar terhadap kompetensi membaca siswa; ketiga, siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajar dengan Reciprocal meraih kompetensi membaca yang lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pengajaran konvensional; dan keempat, siswa memiliki motivasi belajar rendah yang diajar dengan pengajaran Reciprocal meraih kompetensi membaca yang lebih baik dengan siswa yang diajar dengan pengajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dari pengajaran Reciprocal terhadap kompetensi membaca siswa. Berdasarkan hasil yang didapat dapat dikatakan bahwa Reciprocal bisa dijadikan salah satu strategi untuk membantu meningkatkan kompetensi membaca siswa. Selain itu, guru juga sebaiknya menyadari betul bahwa strategi mengajar mempengaruhi motivasi belajar siswa.Kata Kunci : : pengajaran reciprocal, motivasi belajar, kompetensi membaca This research aimed at investigating (1) whether there is a significant effect in reading competency of students who are taught by using Reciprocal teaching and conventional teaching, 2) whether there is an interactional effect between Reciprocal teaching and achievement motivation upon students’ reading competency, 3) whether there is a significant difference in reading competency between the students with high achievement motivation who were taught by using Reciprocal teaching and those who were taught by using conventional teaching, 4) whether there is a significant difference in reading competency between the students with low achievement motivation who were taught by using Reciprocal teaching and those who were taught by using conventional teaching. It was an experimental study by making use of posttest-only control group with 2 x 2 factorial design. The population of the study was the first semester students of the tenth grade students of SMAN 1 Kuta Selatan in the academic year of 2015/2016, in which 92 students were chosen as the samples through Cluster Random Sampling. The research data were collected through a reading test and questionnaire of achievement motivation. The data were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey test. The findings showed that the students taught using Reciprocal teaching achieved better in reading competency than those who were taught using conventional teaching. Furthermore, there was an interactional effect between Reciprocal teaching and achievement motivation on students’ reading competency. The students with high achievement motivation achieved better in reading competency when they were being taught using Reciprocal teaching rather than using conventional teaching. In addition, there was also difference in reading competency between the students who have low achievement motivation who were taught by using Reciprocal teaching rather than using conventional teaching. It could be concluded that this research proved the significant effect of Reciprocal teaching upon students’ reading competency. Regarding to the findings, the implication could be drawn that Reciprocal teaching was a teaching strategy which could be used to help the students to foster their English reading competency.keyword : reciprocal teaching, achievement motivation, reading competency
THE EFFECT OF SCIENTIFIC APPROACH AND CRITICAL THINKING ON STUDENTS’ READING COMPETENCY OF EIGHTH YEAR STUDENTS OF SMP PANCASILA CANGGU IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., NI MADE ERNILA JUNIPISA; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi (1) pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap kompetensi membaca komprehensif siswa dan (2) pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap kompetensi membaca komprehensif siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah. Populasi penelitian ini adalah 138 siswa kelas VIII di SMP Pancasila Canggu pada tahun ajaran 2015/2016. Dari jumlah populasi tersebut, 60 siswa dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik sampel acak. Untuk melakukan penelitian ini, desain penelitian faktorial 2x2 digunakan. Data kompetensi membaca komprehensif dan berpikir kritis siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians satu jalur (ANAVA A). Temuan penelitian ini adalah (1) Pendekatan Saintifik berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi membaca komprehensif siswa dan (2) terdapat pengaruh yang signifikan dalam kompetensi membaca antara siswa siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi dan rendah yang diajar dengan Scientific Approach. Kata-kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan berpikir kritis, kompetensi membaca Kata Kunci : pendekatan saintifik, keterampilan berpikir kritis, kompetensi membaca This experimental research aims at investigating (1) the effect of Scientific Approach on students reading competency and (2) the effect of Scientific Approach on students’ reading competency between high critical thinking students and low critical thinking students. The population of this research was 138 eighth graders of SMP Pancasila Canggu in the academic year 2015/2016. From the population, 60 students were selected as sample through random sampling. To do this research, 2x2 factorial design was applied. Data of students’ reading competency and critical thinking were collected through multiple choice type test. The acquired data were analyzed statistically by One Way Analysis of Variance (One Way ANOVA) . The results of this research are : (1) Scientific Approach affects significantly on students’ reading competency and (2) there is a significant effect on reading competency between high critical thinking students who are treated by using Scientific Approach and low critical thinking treated by using Scientific Approach. Keywords: scientific approach, critical thinking, reading competency keyword : scientific approach, critical thinking, reading competency
DEVELOPING MULTIMEDIA BASED LEARNING MATERIAL FOR TEACHING SPEAKING TO GRADE EIGHT STUDENTS OF SMP NEGERI 1 TABANAN ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focused at developing multimedia based learning material for teaching speaking for grade eight students. This study was focused on: (1) developing multimedia based learning material for teaching speaking; (2) knowing teacher’s response toward the implementation of digital storytelling; (3) knowing students’ responses toward the implementation of digital storytelling. The subjects of this study were grade eight students of SMP N 1 Tabanan. The data were obtained questionnaires, interviews and observations. Based on the findings of this study, it was concluded that (1) the digital storytelling for teaching speaking could be developed through need analysis, designing a prototype, experts judgments, revising the product, field testing, and final product, (2) the result of teacher’s response about the implementation of digital storytelling was good, (3) and the result of students’ responses about the implementation digital storytelling was good. It can be said that the product of multimedia is good to be used for teaching speaking.Kata Kunci : Digital Storytelling, Material Development and Speaking Skill Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran untuk pembelajaran berbicara bagi siswa kelas VIII di SMP N 1 Tabanan. Secara spesifik focus penelitian ini; 1) mengembangkan multimedia pembelajaran untuk pengajaran berbicara; 2) mengetahui respon guru terhadap impelementasi digital storytelling; 3) mengetahui respon siswa terhadap impelementasi digital storytelling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Berdasarkan temuan penelitian ini, disimpulkan bahwa (1) Media digital storytelling untuk pembelajaran berbicara dapat dikembangkan melalui analisis kebutuhan, merancang prototipe, penilaian ahli, merevisi produk, pengujian lapangan dan produk akhir, (2) Hasil respon guru mengenai pelaksanaan digital storytelling adalah baik, (3) dan hasil respon siswa mengenai pelaksanaan digital storytelling adalah baik. Dapat dikatakan bahwa produk multimedia ini baik untuk digunakan dalam pengajaran berbicara.keyword : Digital Storytelling, Pengembangan Materi dan Berbicara
A CONTENT ANALYSIS OF GOVERNMENT ENGLISH TEXTBOOK FOR THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF GRADE TEN OF SENIOR HIGH SCHOOLS: A CRITICAL LOOK ON ITS SUITABILITY TO CRITERIA OF MATERIAL DEVELOPMENT AND 2013 CURRICULUM ., SARI DEWI NOVIYANTI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian buku bahasa inggris dengan kriteria penyusunan materi ajar dan kurikulum 2013. Analisis kesesuaian buku teks dengan riteria penyusunan materi ajar berdasarkan pada beberapa kriteria yaitu; kemasan, latar dan desain, tugas dan kegiatan, kecakapan, bahasa dan isi, dan subjek dan isi, sedangkan analisis kesesuaian pada kurikulum 2013 berdasarkan pada tujuan, isi, model pembelajaran dan tahapan pembelajaran, dan evaluasi. Analisis konten pada teks secara kualitatif merupakan metode penelitian dan buku bahasa inggris kurikulum 2013 merupakan data penelitian. Data diperoleh berdasarkan observasi buku teks dan analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa: kesesuaian buku teks dengan kriteria penyusunan materi ajar pada kemasan yaitu 54% dari 13 sub kriteria, 62% dari 8 sub kriteria untuk latar dan desain, 100% dari 4 sub kriteria untuk tugas dan kegiatan, 83% dari 6 sub kriteria untuk kecakapan, 75% dari 4 sub kriteria untuk bahasa dan isi, dan 100% dari 3 sub kriteria untuk subjek dan isi. Sedangkan untuk kesesuaian dengan kurikulum 2013, kesesuaian buku teks mencapai 100% dari 2 sub kategori untuk isi, 100% dari 8 sub kategori untuk konten, 75% dari 4 sub kriteria untuk model pembeajaran dan tahapan pembelajaran, dan 100% dari 3 sub kriteria untuk evaluasi. Secara kualitatif, ditemukan beberapa kelemahan pada buku teks seperti tidak adanya informasi yang lengkap tentang penerbit dan penulis buku, tidak adanya kegiatan keterampilan mendengar, tidak adanya penjelasan pendahuluan untuk topik, struktur teks dan tata bahasa, kurangnya penggunaan materi otentik, kurangnya penekanan nilai karakter, tidak adanya penggunaan pembelajaran model proyek, dan kurangnya penialain terhadap sikap. Implikasi penelitian ini adalah buku teks ajar seharusnya disusun berdasarkan dua kriteria yaitu kriteria penyusunan materi ajar dan kurikulum 2013 agar tujuan peningkatan kemampuan komunikasi siswa dapat tercapai sebagaimana tercantum dalam tujuan kurikulum nasional.Kata Kunci : buku teks, kriteria penyusunan materi ajar, kurikulum 2013 This study aimed at analyzing the suitability of English textbook to criteria of material development and 2013 Curriculum. Criteria of material development analysis was based on several criteria, namely: package, layout and design, task and activities, skills, language and content and subject and content, while the analysis of 2013 Curriculum was based on the objectives, content, learning model and phases and evaluation. Discourse Qualitative Content Analysis was the research method and 2013 Curriculum based English textbook was the data corpus. Data were gathered through textbook observation and were analyzed quantitatively and qualitatively. Findings showed that: the textbook suit the criteria of material development for 54% of package from 13 subsections, 62% of layout and design from 8 subsections, 100% of task and activities from4 subsections, 83% of skills from 6 subsections, 75% of language and content from 4 subsections, and 100% of subject and content from 3 subsections, and final result showed that the level suitability of the textbook to criteria of material development is 3.95 which is categorized as good suitability. While for textbook suitability to 2013 curriculum, the textbook suit the 2013 curriculum for 100% of objectives from 2 subsections, 100% of content from 8 subsections, 75% of learning model and phases from 4 subsections, and 100% for the evaluation from 3 subsections and final result showed that the level suitability of the textbook to 2013 Curriculum is 4.7 which is categorized as very good suitability. Qualitatively, several weaknesses were found in the textbook such as insufficient information of publisher and authors, lack of listening activities, no overview of topic, structure and grammar, less authentic material, insufficient character education discussed, no project based learning model and insufficient amount of attitude evaluation. The implication of this study that a textbook should be developed in consideration of criteria of standard material development and curriculum applied especially to make a published textbook has good quality to build up students’ communicative skill can be achieved successfully as stated in the objectives of the national curriculum.keyword : textbook, criteria of material development, 2013 curriculum
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .