Claim Missing Document
Check
Articles

IMPROVING THE LISTENING COMPETENCE OF THE TENTH GRADE STUDENTS’ OF SMK NEGERI 1 NUSA PENIDA BY USING STORY BASED AUDIO VISUAL MATERIALS. ., I Komang Alit Putra; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan menggunakan story berdasarkan materi audio visual. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh multimedia di SMK Negeri 1 Nusa Penida, tahun akademik 2015/2016. Jumlah subjek penelitian ini adalah 24 siswa. Penelitian ini di desain menggunakan penelitian tindakan kelas dimana dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus berisi empat langkah seperti: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data di analisis deskirptif yang mana diperoleh dengan menggunakan dua jenis instrument: test dan questionnaire. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita berdasarkan materi audio visual meningkatkan kemampuan siswa di dalam mendengarkan. Peningkatan siswa di lihat dari skor rata-rata yang diperoleh siswa. Skor rata-rata pre-test adalah 46,16 dan ini dalam tingkat kurang. Peningkatan Skor menjadi 61,00 di post test 1 yang mana berada di tingkat baik. Peningkatan skor menjadi 68,50 berada di tingkat baik. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa memiliki pengaruh yang positif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal mendengarkan. Mengajarkan mendengarkan dengan menggunakan cerita berdasarkan materi audio visual material menarik minat siswa dalam meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa. Kata Kunci : Kemampuan Mendengarkan, Cerita berdasarkan Materi Audio Visual In this research, the researcher used story based audio visual materials to improve students’ listening competence. The participants were the students of the tenth grade students of SMK Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2015/2016. The subjects consisted of 24 students with 10 females and 14 males. This research was designed in the form of classroom action research (CAR) which was conducted in two cycles. There were 4 phases included, namely planning, action, observation, and reflection. The data obtained were analyzed descriptively. The mean score of the pre test was 46.16 which means that some of the students or 41% could pass the minimum score level of criteria (KKM) and it was categorized as poor level. Meanwhile, the mean score of the post test 1 was 61.00 which means that there were 12 students or 50% who could pass KKM and it indicated that students’ level was sufficient. After post test 2 was conducted, the mean score increased up to 68.50 which means that there were 19 students or 79% could pass KKM. The score of the post test 2 was categorized as good level. Based on the explanation above, it can be said that story based audio visual materials have positive influence for improving students’ listening competence in post test. It can help students improve their ability in listening. Then, teaching listening by using story based audio visual materials attracted the students’ attention in improving their listening competence. keyword : Listening Competence, Story based Audio visual Materials
THE IDENTIFICATION OF RACISM IN INTERNET MEME COMIC AT 9GAG.COM ., Gusti Ngurah Adi Kusuma; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8703

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menyelidiki isu-isu rasisme yang terkandung di dalam internet meme komik di 9gag.com melalui analisis tekstual menggunakan teori mythology dari Barthes. kajian ini juga difokuskan untuk menggali tujuan yang di miliki oleh internet meme di 9gag.com. dari hasil kajian ini ditemukan bahwa ada 56 meme yang teridentifikasi sebagai meme yang rasist dalam periode yang sudah di tentukan yaitu pada bulan Maret sampai dengan Mei 2106. Dari data, ditemukan bahwa, meme yang terkumpul bisa di bagi menjadi tiga klasifikasi besar yaitu rasis meme dengan isu politik, rasis meme dengan isu etnis dan rasis meme dengan isu agama. Dalam rasis meme dengan isu politic, bisa di bagi menjadi dua yaitu meme dengan isu politic mendukung pencalonan Donald Trump. dan meme dengan isu politik menolak pencalonan Donald Trump. dalam rasis memedengan isu etnik, dapat di bagi menjadi rasis meme dengan isu etnik menolak orang-orang asia, rasis meme dengan isu etnik menolak orang-orang kulit putih, rasis meme dengan isu etnik mendukung orang-orang kulit putih dan rasis meme dengan isu etnik menolak orang-orang Afro-American. Di dalam rasis meme dengan isu agama, meme itu terdiri dari rasis meme dengan isu agama terkait dengan anti islam.Kata Kunci : internet meme komik, teori mythology oleh Barthes, rasisme, myth. This present study was aimed at investigating racism issues signified in internet meme comic at 9gag.com through textual analysis using Barthes’s theory of mythology. This study also focused to discover the purpose conveyed by the internet meme comic at 9gag.com. The subject of this study was the internet meme comic at 9gag.com¬. It was found that there were 56 meme indicated as racist meme in the period of study that was from March to May 2016. From the data, it found that the meme collected could be divided into three major classifications that were racial meme with political issues, racial meme with ethnicity issues, and racial meme with religious issues. In racial meme with political issues, it could be divided into two that is meme with political issues supporting Donald Trump’s candidacy and meme with political issues against Donald Trump’s candidacy. In racial meme with ethnicity issues, it could be divided into racial meme with ethnicity issues against Asian people, racial meme with ethnicity issues against white people, racial meme with ethnicity issues supporting white people, and racial meme with ethnicity issues against Afro-American people. In racial meme with religion issues, it was consisted racial meme with religion issues related to anti-Islam.keyword : Key words: internet meme comic, Barthes theory of mythology, racism, myth.
THE USE OF JARGONS UTTERED BY FOOD AND BEVERAGE WORKERS AT PURI BAGUS LOVINA HOTEL ., Made Gede Viktor; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12130

Abstract

Dalam penelitian ini, penggunaan jargon yang diucapkan oleh para pegawai F&B servis di Puri Bagus Lovina Hotel diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dari jargon-jargon, arti dari jargon-jargon, dan fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh pegawai tersebut. Sebuah desain penelitian yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah pendekatan studi kasus. Tambahannya, teknik observasi, teknik rekaman, teknik transfer, dan teknik interview digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Hasil dari investigasi ini menunjukkan bahwa terdapat 104 jargon, yang termasuk: 6 singkatan, 1 akronim, 54 kata, dan 43 frase. Berhubungan dengan arti dari jargon-jargon yang digunakan, mereka mengenai arti-arti konotatif dari jargon-jargon yang diterapkan oleh para pegawai. Arti-arti tersebut terhubung dengan konteks-konteks tertentu dari jargon-jargon yang digunakan. Dalam kaitannya dengan fungsi dari jargon-jargon yang dipakai, ditemukan bahwa ada dua fungsi utama dari jargon-jargon tersebut, yaitu: ‘untuk berkomunikasi dengan efisien’ dan ‘untuk meningkatkan solidaritas internal group’. Jargon-jargon tersebut dikategorikan secara fungsional sebagai berikut; 7 jargon termasuk dalam fungsi jargon-jargon yang digunakan pertama, dan 97 jargon termasuk ke fungsi jargon-jargon yang digunakan kedua. Kata Kunci : jargon, pegawai F&B servis, Hotel Puri Bagus Lovina In this study, the use of jargons uttered by Food and Beverage (F&B) workers at Puri Bagus Lovina Hotel was investigated. The study aimed at investigating the forms of jargons, the meanings of jargons, and the functions of jargons applied by the F&B workers. The research design used in this investigation was case study approach. In addition, observation technique, recording technique, transferring technique, and interview technique were conducted to collect the data of this study. The result of this investigation shows that there were 104 jargons, which included: 6 abbreviations, 1 acronym, 54 words, and 43 phrases. In connection with the meanings of jargons used, they concerned the connotative meanings of jargons applied by the workers. The meanings were related to particular contexts of jargons implemented. In relation to the functions of jargons used, it was found that there were two main functions of jargons being used, namely: ‘to conduct an efficient communication’ and ‘to enhance in-group solidarity’. The jargons used by the workers were functionally categorized as follows; 7 jargons belonged to the first function of jargons used, and 97 jargons were in line with the second function of jargons used.keyword : jargon, food & beverage workers, Puri Bagus Lovina Hotel
A Study on The Production of English Fricative Sounds by The Second Grade Students of SMK Negeri 3 Singaraja in Academic Year 2014/2015 ., I Putu Galan Brahmanusi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi suara frikatif yang salah diucapkan oleh siswa kelas XI SMK Negeri 3 Singaraja (2) menginvestigasi tipe suara yang digunakan siswa kelas XI SMK Negeri 3 Singaraja untuk mengganti suara frikatif yang salah diucapkan. Dalam penelitian ini, dua puluh tujuh orang siswa dipilih sebagai subjek penelitian. Data diambil dengan cara memberikan lima belas kalimat kepada siswa yang didalamnya terdapat dua puluh lima kata yang masing – masing kata mewakili suara frikatif kemudian siswa diminta untuk mengucapkan kalimat – kalimat tersebut lalu penulis merekam suara para siswa. Data yang diambil dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa dapat mengucapkan suara fricatif [s] dan [h], sedangkan suara yang sering salah diucapkan adalah suara [f], [v], [θ], [ð], [z], [ʃ], dan [ʒ]. Kata Kunci : suara fricatif Inggris This study was aimed at (1) identifying fricative sounds which are mispronounced by the second grade students of SMK Negeri 3 Singaraja (2) investigating the types of sounds used to replace English fricative sounds by the second grade students of SMK Negeri 3 Singaraja In this study there were twenty seven students were chosen as the subjects of study. The data were collected by giving the students fifteen sentences consisting twenty five words which represents English fricative sounds and asked the students to pronounce the sentences then the writer recorded the students’ pronunciation. The obtained data were analyzed descriptively by using tables. The study concluded that the students were able to pronounce fricative sounds [s] and [h] while the other sounds such as [f], [v], [θ], [ð], [z], [ʃ], and [ʒ] sounds are frequently mispronounced. keyword : English fricative sound
COMPARING THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF MANIKLIYU DIALECT AND THAT OF SUTER DIALECT OF THE BALINESE LANGUAGE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Dewa Made Yuda Mahendra; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan membandingkan sistem fonologis Manikliyu Dialek dan Suter Dialek bahasa Bali: penelitian deskriptif, yang meliputi jenis vokal yang digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali, jenis konsonan digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek Bali dan perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu dialek dan Suter dialek dari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada tiga informan utama dan beberapa informan sekunder dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu observasi, wordlist, dan panduan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 10 jenis vokal di Manikliyu Dialek, ada 8 jenis vokal di Suter Dialek, ada 19 jenis konsonan di Manikliyu dialek, ada 19 jenis konsonan di Suter Dialek dan ada 62 jenis kata memiliki pengucapan perbedaan dalam hal vokal dan konsonan mereka antara Manikliyu dan Suter Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, konsonan, perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali. This study aimed at describing comparing the phonological system of Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese language: a descriptive study, which covered the types of vowels used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese, the types of consonants used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese and the differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese. This research is a descriptive qualitative research. There were three main informants and several secondary informants in this research. The obtained data were collected based on three techniques, namely observation, wordlist, and interview guide. The results of the data analysis show that there are 10 types of vowels in Manikliyu Dialect, there are 8 types of vowels in Suter Dialect, there are 19 types of consonants in Manikliyu dialect, there are 19 types of consonant in Suter Dialect and there are 62 kinds of words have a differences pronunciation in terms of their vowels and consonants between Manikliyu and Suter Dialects. keyword : phonology, vowel, consonant, differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese.
AN ANALYSIS OF ERRORS IN THE USE OF GRAMMATICAL COHESIVE DEVICES BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 SERIRIT IN THEIR NARRATIVE WRITING ., I Gusti Agung Putu Samiasri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12173

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perangkat kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa dalam teks naratif, kesalahan dan sumber kesalahan dalam perangkat kohesif gramatikal yang dilakukan oleh siswa dalam teks naratif mereka di SMP Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada 30 tulisan naratif yang ditulis oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt, yang dianalisis dengan menggunakan teori dari Halliday dan Hasan (1976). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori Halliday dan Hasan tentang perangkat kohesif gramatikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 738 item kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa. Referensi adalah item yang paling dominan digunakan oleh siswa, dan diikuti oleh penggunaan kata penghubung dan elipsis. Penggunaan substitusi tidak ditemukan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada 69 kesalahan yang diidentifikasi pada tulisan siswa tersebut termasuk kesalahan penggunaan referensi dengan 43 kejadian (62,31%) dan kata penghubung dengan 26 kejadian (37,68%). Sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah factor interlingual dan factor intralingual.Kata Kunci : perangkat kohesif gramatikal, penulisan naratif, kesalahan, sumber kesalahan The aim of this study was to find out the grammatical cohesive devices used by the students in their narrative texts, the errors and the sources of error in grammatical cohesive devices committed by the students in their narrative texts in SMP Negeri 1 Seririt. This study was a descriptive qualitative study. There were 30 narrative writings written by the eighth grade students of SMP Negeri 1 Seririt, which were analyzed using the theory from Halliday and Hasan (1976). The data obtained were analyzed qualitatively by using Halliday and Hasan’s theory of grammatical cohesive devices. The result of this study showed that there were 738 grammatical cohesive items used by the students. The reference was the most predominant item used by the students, and it was followed by the use of conjunction and ellipsis. The use of substitution was not found. The result also showed that there were 69 errors identified in those students’ writings including errors on the use of reference with 43 occurences (62.31%) and conjunction with 26 occurences (37.68%). The sources of error found in this study were interlingual transfer and intralingual transfer.keyword : grammatical cohesive devices, narrative writing, errors, source of errors
The Effect of Diary Writing on Students' Competence in Writing Recount Texts at SMA Negeri 1 Sukasada in Academic Year 2017/2018 ., I Kadek Aristyawan; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.832 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah diary writing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount di SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain post-test only control group. Populasi dari penelitian ini berjumlah 178 siswa dari enam kelas. Sampel penelitian diperoleh dengan cara random sampling dan diperoleh kelas X IB I sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menerapkan diary writing, dan kelas X IB II sebagai kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Data didapat melalui tes menulis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa siswa di kelas X IB I memperoleh hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas X IB II. Hal ini dibuktikan dari hasil t-test yang menunjukkan bahwa tobs lebih tinggi dari tcv. Tobs adalah 2.715 sedangkan tcv adalah 1.671 (tobs > tcv). Berdasarkan hasil yang ditunjukkan, itu berarti bahwa diary writing mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount.Kata Kunci : menulis, diary writing, teks recount This study aimed to investigate whether diary writing has significant effect on students’ competence in writing recount texts at SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2017/2018. This study was quasi-experimental study which design was post-test only control group. The population of this study was 178 students from the total of six classes. The sample was obtained by using random sampling technique, and the result of the lottery was X IB I as an experimental group and X IB II as a control group. The experimental group was taught by implementing diary writing, and the control group was taught by using conventional method. The data was collected through writing test. The data obtained were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the students in X IB I achieved a better result than the students in X IB II. It was proven by the result of t-test that showed tobs was higher than tcv. Tobs was 2.715 meanwhile tcv was 1.671 (tobs > tcv). Based on the result showed, it means that diary writing has significant effect on students’ competence in writing recount texts.keyword : writing, diary writing, recount text
AFFIXATION OF NUSA PENIDA DIALECT: DESCRIPTIVE STUDY ., Niluh Sri Hendrayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.65 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis afiks yang digunakan di Nusa Penida khususnya di Desa Bunga Mekar. Untuk mencapai penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan teknik mencatat. Ada empat informan yang telah diwawancarai dalam penelitian ini. Subyek penelitian ini adalah orang-orang yang tinggal di desa Bunga Mekar, Nusa Penida yang menggunakan dialek Nusa Penida dalam komunikasi sehari-hari mereka. Hasil dari penelitian ini adalah, empat macam awalan yaitu {periode}, {{}, {ka-,, {s}, jenis akhiran pohon {-ang}, {-an}, {-e} , dan jenis pohon confixes {me-an}, {pe-an}, {ke-an}. Fungsi afiks dalam penelitian ini, yaitu membentuk kata-kata nominal, membentuk kata angka, passivizer dan juga activizer, perubahan dalam kelas dan makna kata.Kata Kunci : Afiks, Konfiks, Nusa Penida, Prefiks, Sufiks This research aimed at analyzing the kind of affixes that used in Nusa Penida especially in Bunga Mekar village. To accomplish this research, so this research used descriptive qualitative study, in which the data were collected through observation, interview, and note taking technique. There were four informants that have been interviewed in this study. The subjects of this study were the people who lived in Bunga Mekar village, Nusa Penida that used Nusa Penida dialect in their daily live communication. The results of this study were, four kinds of prefixes namely {pe-}, {me-}, {ka-}, {se-}, tree kinds of suffixes {-ang}, {-an}, {-e}, and tree kinds of confixes {me-an}, {pe-an}, {ke-an}. The functions of affixes in this research, those are forming nominal words, forming numeral words, passivizer and also activizer, changing in term of class and the meaning of the word. keyword : Affixation, Confix, Nusa Penida, Prefix, Suffix
ANALYZING ENGLISH VOWEL SOUNDS PRODUCED BY SECOND GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2014 / 2015 ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6042

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis suara vocal bahasa inggris yang di ucapkan oleh siswa-siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sukasada. peneliti menunjuk enam belas siswa yang terbaik dalam pelajaran bahasa inggris dari empat kelas. Siswa – siswa mengucapkan dua belas suara vocal dalam bahasa inggris ialah [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. Peneliti menganalisis menggunakan software speech analyzer dan software Cambridge Learner Dictionary untuk menentukan suara yang benar. Hasil dari penelitian ini adalah dari dua belas vocal dalam bahasa inggris, siswa – siswa hanya dapat mengucapkan dua suara vocal dalam bahasa inggris diantaranya bahasa inggris vocal [ e ], [ ə ] dan [ u: ], karena mereka terpengaruh oleh bahasa ibunya (first language). This research aimed at to analyze english vowel sounds produced by Second Grade Students of SMA Negeri 1 Sukasada. The researcher chooses sixteen best students in English from four classes. The students produces twelve english vowel sounds such as [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. The researcher analyzes the students’ vowel sounds and identifies how the students produced those english vowel sounds are. In this study, the researcher use speech analyzer software to analyze the data and Cambridge advance learner dictionary software to determine the correct sounds. The result of this research showed from twelve english vowel sounds, the students were able to pronounced three English vowel sound correctly, there are English vowel [ e ], [ ə ] and [ u: ], because they still influenced by their mother tongue.keyword : English Sound, English Vowel Sounds
THE LINGUISTIC UNITING FEATURES OF TIGAWASA AND DENCARIK DIALECTS VIEWED FROM PHONOLOGICAL AND LEXICAL VARIATIONS ., Putu Mas Juliatmadi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12278

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti penyatu fonologis dan leksikal pada dialek Tigawasa dan Dencarik. Informan dalam penelitian ini adalah penutur asli dari dialek Tigawasa dan Dencarik. Penelitian ini menggunakan desain linguistik lapangan. Data dari penelitian ini diperoleh berdasarkan daftar kata dari Swadesh dan Nothofer menggunakan tehnik pengamatan, wawancara, rekaman, dan pencatatan. Data yang diperoleh ditranskrip dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dialek Tigawasa dan Dencarik memiliki kesamaan dalam segi fonologis dan leksikal. Terdapat 25 fonem yang sama dalam segi fonologisnya. Fonem-fonem tersebut meliputi 6 huruf vokal (vowel): /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /ɔ/ dan /∂/; dan 19 konsonan: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, and /ŋ/. Sebagai tambahan, pembeda antara dialek Tigawasa dan Dencarik terletak pada distribusi dari fonem /ʌ/ dan fonem /∂/-nya. Lebih lanjut, berdasarkan daftar kata dari Swadesh dan Nothofer yang memuat 668 kosa kata (lexicon), terdapat 365 kosa kata yang serupa dalam segi leksikalnya. Kosa kata tersebut bisa diklasifikasikan sebagai berikut: 291 kosa kata yang persis sama dan 74 kosa kata yang serupa. Dengan kata lain, lebih dari 50% dari keseluruhan jumlah kosa kata yang didapat dari dialek Tigawasa dan Dencarik dinilai sama ataupun serupa. Sebagai tambahan, alasan kenapa dialek Tigawasa dan Dencarik mempunyai kesamaan dalam penggunaan Bahasa Bali adalah karena dialek Tigawasa dan Dencarik termasuk dalam bahasa yang mempunyai hubungan kekerabatan sehubungan dengan kedekatan keduanya secara geografis. Kata Kunci : dialek, variasi fonologi, variasi leksikal Abstract This study aimed to find out the phonological and lexical evidences that unite Tigawasa and Dencarik dialects. The informants of this study were the speakers of Tigawasa and Dencarik dialects. This research employed field linguistic design. The data of the study were collected based on Swadesh and Nothofer word lists using observation, interview, recording, and note-taking techniques. The obtained data were transcribed and analyzed descriptively. The results of the study show that Tigawasa and Dencarik dialects actually have similarities in terms of phonological and lexical features. There are 25 phonemes that are similar in Tigawasa and Dencarik dialects in terms of phonological features. Those phonemes include 6 vowels: /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /ɔ/ and /∂/ ; and 19 consonants: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /ʔ/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, and /ŋ/. In addition, the differences between Tigawasa and Dencarik dialects is the distribution of phonemes /ʌ/ and /∂/ in Tigawasa and Dencarik dialects. Furthermore, from the Swadesh and Nothofer word lists which contain 668 lexicons, 365 lexicons are found similar in Tigawasa and Dencarik dialects in terms of lexical features. Those lexicons can be classified into: 291 exactly the same forms and 74 similar forms of lexicons. In the other words, more than 50% of the total number of lexicons that were found the same or similar in Tigawasa and Dencarik dialects. In addition, the reason why Tigawasa and Dencarik dialects have similarities in using Balinese is because Tigawasa and Dencarik dialects belong to a language family since they are geographically close. keyword : dialect, phonological variation, lexical variation.
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .