Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF PREFIXES AND SUFFIXES IN BUNUTAN DIALECT OF BALINESE: A Descriptive Study ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9644

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal usul kata dan perubahan kata awalan dan akhiran dialek bahasa Bali Bunutan. Teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini, terdapat tiga narasumber yang dipilih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga jenis awalan yang ditemukan di dialek Bunutan, yaitu {ma-}, {me-}, and {N-}, dan terdapat tiga akhiran: {-ang}, {-in}, and, {-nye} yang ditemukan di dialek bahasa Bali Bunutan. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk awalan asal usul kata {ma-}, {me-}, and {N-}, dan akhiran suffixes {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk perubahan kata awalan {N-} and akhiran {-ang}, {-in}, and, {-nye}. Kata Kunci : Kata-kata kunci: awalan, akhiran, asal usul kata, perubahan kata ABSTRACT This study was designed in the form of descriptive qualitative study. This study aimed at describing the derivational and inflectional prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese. The techniques used to collect the data were observation and interview. In this study, there were three informants chosen. The results of this study showed that there are three kinds of prefixes found in Bunutan Dialect, namely {ma-}, {me-}, and {n-} and there were three kinds of suffixes: {-ang}, {-in}, and, {-nye} which is found in Bunutan Dialect of Balinese. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {n-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {n-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}.Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {N-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {N-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}. keyword : Keywords: prefixes, suffixes, derivational, inflectional
An Analysis of Grammatical Errors Committed by the Tenth Grade Students of SMK Negeri 2 Singaraja in Writing Recount Text in the Academic Year of 2015/2016 ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 2, No 2 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan pada grammar siswa kelas X di SMK Negeri 2 Singaraja dalam menulis teks recount, dan (2) menjelaskan penyebab dari kesalahan pada grammar dalam menulis teks recount oleh siswa kelas X di SMK Negeri 2 Singaraja. Subjek penilitian ini adalah para siswa kelas X jurusan Akomodasi Perhotelan 1 di SMK Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan tugas menulis dan wawancara sebagai instrument terpenting dalam mengumpulkan data. Teori dari Azar mengenai klasifikasi error digunakan untuk meneliti jenis kesalahan pada grammar yang dilakukan oleh subjek penelitian. Ada 14 jenis kesalahan pada grammar yang diklasifikasikan oleh Azar (1989) dan seluruh jenis tersebut teridentifikasi pada tulisan teks recount siswa. Kesalahan tersebut yaitu, verb tense (27.76%), add a word (16.18%), capitalization (11.49%), omit a word (10.66%), word choice (8.09%), spelling (8.00%), meaning not clear (6.43%), word form (4.04%), word order (3.49%), singular/plural (1.75%), incomplete sentence (0.83%), article (0.74%), run-on-sentence (0.37%), dan punctuation (0.18%). Penyebab kesalahan pada grammar tersebut diklasifikasikan menurut teori Richard (1979) mengenai klasifikasi sumber eror, yaitu: interference, intralingual, dan developmental. Sumber kesalahan menurut Brown yang juga digunakan dalam penelitian ini adalah communication strategy. Hasil penelitian menunjukan bahwa interference merupakan penyebab kesalahan grammar tertinggi pada subjek, ini disebabkan oleh pengaruh bahasa ibu yang begitu kental sehingga ketika menulis kalimat berbahasa Inggris, para subjek tetap terpaku pada struktur bahasa ibu mereka. Kata Kunci : kesalahan grammar, sekolah kejuruan, analisis eror, pembelajaran bahasa Inggris. This research aims at : (1) identifying the types of grammatical errors committed by the tenth grade students of SMK Negeri 2 Singaraja in writing recount texts, and (2) describing the sources of grammatical errors in writing recount texts made by the tenth grade students of SMK Negeri 2 Singaraja. The subjects of this study were the tenth grade students of class Tourism Accommodation 1 in SMK Negeri 2 Singaraja. This research was designed as descriptive qualitative research. This study used writing task and interview guide as the main instruments to collect the data. Azar’s theory of classification of errors was used to know the types of grammatical errors committed by the subjects. There are 14 types of grammatical errors classified by Azar (1989) and all of them were found in the subjects’ writing of recount text. These errors were verb tense errors (27.76%), add a word error (16.18%), capitalization error (11.49%), omit a word error (10.66%), word choice error (8.09%), spelling error (8.00%), meaning not clear error (6.43%), word form error (4.04%), word order error (3.49%), singular/plural error (1.75%), incomplete sentence error (0.83%), article error (0.74%), run-on-sentence error (0.37%), and punctuation error (0.18%). The sources of errors were classified based on Richard’s (1974) classification of sources of errors, namely: interference errors, intralingual errors, and developmental errors. The source of error according to Brown, which is taken into account in this study is communication strategy. The result shows that interference was the highest source of errors committed by the subject, it is mainly because the subject were interfered by their native language structure when producing English sentence.keyword : Grammatical Errors, Vocational School, Error Analysis, English Learning
THE EFFECT OF APPLYING GINGER CORRECTOR SOFTWARE AS A CORRECTION TOOL ON THE COMPETENCY OF RECOUNT TEXTS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 UBUD ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Made Partha Sarathi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9692

Abstract

kompetensi menulis recount text antara siswa yang menulis dengan dikoreksi menggunakan software Ginger Corrector dan siswa yang menulis dengan dikoreksimenggunakan konvensional feedback. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi-Experimental Design yang disebut Post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Ubud dengan sample 64 siswa yang dipilih melalui Purposive Sampling. 32 siswa dari kelas VIII A1 sebegai kelas experimen dimana sofware Ginger Corrector diaplikasikan dan 32 siswa dari kelas VIII A2 sebagai kelas control dimana software Ginger Corrector tidak di aplikasikan. Data diambil melalu tes menulis dengan menggunakan rubric penilaian dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam nilai menulis recount antara siswa yang diajarkan dengan pengaplikasian Ginger Corrector Software dan siswa yang diajarkan tanpa pengaplikasian software Ginger Corrector sebagai alat pengkoreksi Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 79,68 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 72,50. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 4,430 sedangkan nilai tcv adalah 1,6697. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : kompetensi menulis recount teks, CALL, Software Ginger Corrector. This study aimed to investigate whether or not there is any significant difference in the competency of writing recount texts between the students whose writing which is corrected by Ginger Corrector Software and the students whose writing which is corrected by conventional feedback. This study was quasi-experimental design called posttest-only control group design. The population in this study was eighth grade students of SMP Negeri 1 Ubud with the sample of 64 students selected by using Purpossive Sampling. 32 students of VIII A1 class were assigned as the experimental class which were taught by applying Ginger Corrector Software and 32 students of VIII A2 class as the control class which were taught without applying Ginger Corrector Software. The data were collected by using writing test with scoring rubric and analyzed by using t-test. The result of the research showed that there was a significant difference in writing score of the eighth grade students who were taught by applying Ginger Corrector Software and those who were taught without applying Ginger Corrector Software. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.68 while the mean score of the control group was 72.50. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 4.430 while the value of the tcv was 1.6697. Therefore the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted.keyword : Writing Recount Text Competency, CALL Feedback, Ginger Corrector Software.
Language Use : An Analysis of Expressive Acts Used by The Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Sawan ., Ester Adi Wiryani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7916

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata Kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. ABSTRACT This study was a qualitative research. This study is intended : 1) to identify and classify the types of expressive acts used by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressive. 2) to identify the style of the students locutionary acts to express thank, apology, condole, congratulation, welcome and deplore. 3) to identify and classify the types of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressing their ideas in terms of grammar and diction 4) to analyze the sources of errors committed by the students in their locutionary acts. The subjects of this study were the eleventh grade students of SMAN 1 Sawan. The data were collected by using one instrument, namely: performance assesment. The results of the study showed that 1) The types of expressive acts used among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were apologizing (250 speeches), thanking (180 speeches), congratulating (200 speeches), welcoming (120 speeches) and protesting (150). 2) The speech style used in terms of formality among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were 598 informal speeches and 175 formal speeches from the whole 773 speeches made by the students. 3) The errors committed in their utterances in terms of grammar and diction of SMA N 1 Sawan were 255 errors of grammar and 217 errors of diction from the whole 472 errors made by the students. 4) The sources of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were from 200 speeches which have their errors, the most errors are caused by incomplete application of rules with 92 errors while the less one is caused by over generalization with 5 errors only. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. In other words, the students assumed that the organization of word was correct. keyword : Key Words: Speech act, expressive acts, language style, errors, source of errors
An Analysis of Lexico-Grammatical Errors Committed by the Students of XI IPS 1 Class at SMA Negeri 2 Banjar in Writing Narrative Texts ., Kurniawati; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan lexico-grammar yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Banjar dalam menulis teks naratif beserta penyebab kesalahannya. Data dianalisis secara kualitatif. Ada 10 jenis kesalahan lexico-grammar yang digunakan sebagai pedoman dalam menganalisis kesalahan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa ada 382 kesalahan dari 23 teks naratif siswa. Jumlah kesalahan siswa dalam hal leksis adalah 134 kesalahan yang terdiri dari 56 kesalahan ejaan (14.65%), 49 kesalahan diksi (12.82%), dan 29 kesalahan tanda baca (7.59%). Selanjutnya, jumlah kesalahan dalam hal tata bahasa adalah 231 kesalahan, termasuk 5 kesalahan konjungsi (1.30%), 17 kesalahan pluralisasi (4.45%), 144 kesalahan bentuk kata kerja (37.69%), 17 kesalahan susunan kata (4.45%), 16 kesalahan artikel (4.18%), 38 kesalahan kata ganti (9.94%), dan 11 kesalahan preposisi (2.87%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Banjar cenderung melakukan kesalahan dalam bentuk kata kerja, di mana mereka harus menulis bentuk kata kerja lampau dalam teks naratif mereka. Untuk mengetahui penyebabnya, kuesioner digunakan untuk mendapat informasi yang paling jelas. Ditemukan bahwa ada 4 sumber kesalahan siswa yang dominan, yaitu konteks pembelajaran, struktur kebahasaan, intralingual transfer, dan interlingual transfer. Penelitian ini memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang kesalahan lexico-grammar yang dapat membantu guru bahkan siswa dalam menentukan kesalahan-kesalahan yang muncul.Kata Kunci : Penyebab-penyebab kesalahan, Kesalahan lexico-grammar, Teks naratif This study aimed at analyzing the lexico-grammatical errors committed by the students of XI IPS 1 class at SMA Negeri 2 Banjar in writing narrative texts and the causes of the errors. The data were analyzed qualitatively. There were 10 types of lexico-grammatical errors that were used as guidance in analyzing the students’ errors. The result showed that there were 382 errors from 23 students’ narrative texts. The total number of students’ errors in terms of lexis was 134 errors comprising 56 spelling errors (14.65%), 49 diction errors (12.82%), and 29 punctuation errors (7.59%). Furthermore, the total number of grammatical error was 231, including 5 conjunction errors (1.30%), 17 pluralization errors (4.45%), 144 verb form errors (37.69%), 17 word order errors (4.45%), 16 article errors (4.18%), 38 pronoun errors (9.94%), and 11 preposition errors (2.87%). So, it can be concluded that the students of XI IPS 1 class at SMA Negeri 2 Banjar tended to commit errors in terms of verb form, in which they had to write the past form of verb/copular verb in their narrative texts. To know the causes of students’ errors, questionnaire was used to gain the clearest information. It was found that there were 4 dominant sources of students’ errors, namely, context of learning, language features of narrative text, intralingual transfer, and interlingual transfer. This study provides wider knowledge about lexico-grammatical errors that can help an English teacher even students in identifying mistakes or errors. keyword : Causes of error, Lexico-grammatical error, Narrative text
A Study of Code Switching Used by English Teacher as Communication Strategy in Teaching English as a Foreign Language at SMK N 2 Seririt in Academic Year 2014/2015 ., Gede Irwandika; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4770

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris sebagai strategy komunikasi untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada kelas sepuluh di SMK N 2 Seririt pada tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam MP3, catatan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga tipe alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (61%), inter-sentential alih kode bahasa (34%), dan inter-personal alih kode bahasa (5%). Ada tujuh fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris; fungsi pengaturan (4%), fungsi penekanan (18%), fungsi perhatian (6%), fungsi kebutuhan bahasa (32%), fungsi klarifikasi(34%), fungsi hiburan (3%), fungsi perintah (3%). Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan suatu topik, menegaskan sesuatu, menyisipkan, pengulangan sebagai klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, menyiapkan siswa untuk bekerja di kehidupan nyata, meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris, membantu siswa menangkap informasi yang diberikan guru, menciptakan atmosfir belajar yang menyenangkan, memberikan perintah atau instruksi. Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing Kata Kunci : Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English teacher as a Communication Strategy to teach English as a Foreign Language in grade ten at SMK N 2 Seririt in academic year 2014/2015.This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is a male teacher. The instruments used in this study are MP3 recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are three types of code switching used by the English teacher. They are intra-sentential code switching (61%), inter sentential code switching (34%), and inter-personal code switching (5%). There are seven functions of code switching used by the English teacher; regulatory function (4%), emphasis function (18%), attention function (6%), lexicalization function (32%), clarification function (34%), sociolinguistic play function (3%), instruction function (3%). The reasons of using code switching are talking about particular topic, being emphatic about something, interjection, repetition used for clarification, intention of the speech content for the interlocutor, preparing students to work in real life, increasing motivation in learning English, helping students to catch the information given by the teacher, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instruction.keyword : Key Words : Code Switching, English Teacher, Communication Strategy, English as a Foreign Language
THE DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES OF LOLOAN DIALECT SPOKEN BY THE PEOPLE IN LOLOAN VILLAGE ., Ida Bagus Putu Kusuma Adi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada Dialek Loloan (DL) yang termasuk proses derivasional dan infleksional yang digunakan oleh masyarakat di desa Loloan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif. Tiga informan dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga awalan dalam DL yang termasuk proses derivasional: awalan {n-}, {mê-}, {pê-} dan tiga awalan dalam DL yang termasuk proses infleksional: awalan {mê-}, {N-} and {di-}. Ada dua akhiran dalam DL yang termasuk proses derivasional: akhiran {-i} and {-an} dan dua akhiran yang termasuk proses infleksional: akhiran {-i} and {-an}. Ada dua akhiran di DL yang termasuk proses derivasional; akhiran {-i} and {-an} dan dua akhiran di DL yang termasuk proses infleksional; akhiran {-i} and {-an}.Kata Kunci : Proses Derivasional, Proses Infleksional, Dialek Loloan (DL) This study aims at describing the prefixes and suffixes in Loloan Dialect (LD) that belong to the derivational and inflectional processess spoken by the people in Loloan village. This study is a descriptive qualitative research. Three informants were chosen as the sample of this study. The data were collected by means of three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are three prefixes in LD that belong to a derivational process; prefix {n-}, {me-}, {pe-} and three prefixes in LD that belong to an inflectional process; prefix {me-}, {n-} and {di-}. There are two suffixes in LD that belong to a derivational process; suffix {-i} and {-an} and two suffixes in LD that belong to an inflectional process; suffix {-i} and {-an}.keyword : Derivational process, Inflectional process, Loloan Dialect (LD)
LEXICAL BORROWING USED BY THE EIGHTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT IN BLACKBERRY MESSENGER ., I Wayan Rusdiana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis peminjaman leksikal dan untuk menyelidiki fungsi atau motif dari pengunaan peminjaman leksikal di Blackberry Messenger oleh mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi media electronik, lembar observasi, pedoman wawancara, rekaman audio. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga proses peminjaman leksikal yang dilakukan oleh mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Akumulasi data menunjukan bahwa terdapat enam puluh lima (65) kata yang diklasifikasikan sebagai proses impor, dua puluh enam (26) kata yang diklasifikasikan sebagai proses perpaduan pinjaman, dan yang terakhir ada satu (1) kata yang diklasifikasikan sebagai proses penerjemahan pinjaman. Fungsi atau motif dari peminjaman leksikal adalah “kebutuhan” dan “gengsi”, yang mana mereka mengakui meminjam kata-kata tersebut dikarenakan tidak adanya padanan kata yang ada di Bahasa Indonesia dan diharuskan untuk menggunakan kata-kata pinjaman dikarenakan mereka ingin terlihat pintar, keren, dan mempunyai status social yang lebih tinggi di social media. Kata Kunci : Blackberry Meessenger, Peminjaman Leksikal Abstract This study aimed to identify the types of lexical borrowing and to investigate the function or motive of the use of lexical borrowing in Blackberry Messenger by the eighth semester students of English Education Department. This study was conducted in descriptive qualitative design. The instruments used in this study were electronic media, observation sheet, interview guide, and audio recording. The result of this study showed that there were three process of lexical borrowing used by the eighth semester students of English Education Department. The data accumulation showed that there were sixty five (65) words borrowed by importation process, twenty six (26) words borrowed by loanblend process, and one (1) word classified as a of result loan translation process. The functions or motives in using of lexical borrowing were, “need” and “prestige”, in which they admitted borrowing the words because there is no exact equivalent word that exists in Bahasa Indonesia and have to used borrowed words because they want to look smart, being cool, and has higher social status in social media. keyword : Blackberry Messenger, Lexical Borrowing
An Analysis of the Cohesive Devices Used by the Students of XI IA 1 at SMA Negeri 1 Melaya in Their Narrative Writings ., Ni Made Christina Wijaya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis piranti kohesif yang digunakan oleh siswa kelas XI IA 1 di SMA Negeri 1 Melaya dalam tulisan naratif mereka. Studi ini juga meneliti frekuensi pemakaian pada setiap jenis piranti kohesif yang digunakan ,dan kesalahan yang dibuat oleh mereka . Ada tiga puluh tulisan naratif dari tiga puluh siswa yang dianalisis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis dokumen . Ada 1.362 penggunaan piranti kohesif yang ditemukan dalam penelitian ini . Referensi adalah perangkat kohesif yang paling sering digunakan oleh siswa yang berjumlah 954 atau 70,04 %. Sementara itu, penggunaan substitusi merupakan yang terendah , yaitu , hanya dua kali atau 0,14 %. Penggunaan ellipsis adalah 34 kali atau 1,98 % . Penggunaan tertinggi kedua adalah penggunaan kata hubung dengan jumlah 370 atau 27.16 % . Jenis terakhir dari piranti kohesif yaitu kohesif leksikal digunakan 9 kali atau 0,66 % . Jumlah penggunaan yang benar dari piranti kohesif adalah 1.313 atau 96.40 % , dan jumlah piranti kohesif yang salah digunakan berjumlah 49 atau 3,60 %. Oleh karena itu, guru harus memperkenalkan dan menjelaskan penggunaan piranti kohesif , untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan perangkat kohesif tersebut dalam tulisan mereka nantinya.Kata Kunci : piranti kohesif, tulisan naratif This study aimed at analyzing the cohesive devices used by the students of XI IA 1 at SMA Negeri 1 Melaya in their narrative writings. It also investigated the frequency of each type of cohesive devices used, and the errors made by them. There were thirty narrative writings analyzed from thirty students. The data gathered were qualitative and they were analyzed descriptively using document analysis technique. There were 1,362 uses of cohesive devices found in this study. References were the cohesive devices most frequently used by the students with 954 occurrences or 70.04 % from total frequency. Meanwhile, the occurrence of substitution was the lowest one, that is, it occurred only twice or 0.14% from total frequency. The occurrence of ellipsis was 34 times or 1.98 %. The second highest occurrences were the use of conjunction with 370 occurrences or 27.16 %. The last type of cohesive devices which was lexical cohesion was utilized 9 times or 0.66 %. The total number of the correct use of cohesive devices was 1,313 or 96.40%, and the number of cohesive devices erroneously used was 49 or 3.60% from total frequency. The errors that they made were considered as not demanded items. Thus, teachers should introduce and explain the uses of cohesive device, in order to improve the students’ understanding about the use of cohesive devices in writings.keyword : cohesive devices, narrative writings
An Analysis of Derivational and Inflectional Morphemes in Javanese Surakarta Dialect ., Anis Azizah Hidayati; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3570

Abstract

penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menginvestigasi morfem derivasi dan infleksi yang ada di Bahasa Jawa dialek Surakarta. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara dengan informan dan observasi. Dalam penelitian ini melibatkan tiga informan yang dipilih berdasarkan kriteria yang berlaku. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan ada lima morfem derivasi dan dua morfem infleksi yang ada dalam dialek Surakarta. Derivasi morfem yang ditemukan adalah {n-}, {n-/-i}, {n-/-ʌkɘn}, {dipUn-/-i} dan { dipun-/-ʌkɘn }, morfem infleksi adalah {dipun-} dan {-ipun}.Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, dialek Surakarta The research is conducted to find out the derivational and inflectional morphemes existing in Javanese Surakarta dialect. The study was designed with descriptive method. The data observed in this study were obtained by interview the informants and observation. Three informants sample in this study were selected based on a number of criterias. The results of the study showed that there were five derivational morphemes and two inflectional morphemes in Surakarta dialect. The derivational morphemes were {n-}, {n-/-i}, {n-/-ʌkɘn}, {dipUn-/-i} and { dipun-/-ʌkɘn }, the inflectional morphemes were {dipun-} and {-ipun}.keyword : Derivational Morphemes, Inflectional Morphemes, Surakarta Dialect
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .