Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Development of electrical power learning video media with project-based learning models Sucihati Said; Pattaufi Pattaufi; Arnidah Arnidah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.86702

Abstract

Learning at Vocational High Schools, which seems monotonous, requires updates to the learning media so that students can easily understand the material. This research aims to develop learning video media based on Project-Based Learning (PjBL) in the subject of Fundamentals of Electricity Engineering in Vocational Schools. The development model used is the synthesis of three popular models (ADDIE, Four-D, and Borg and Gall) through five stages, namely analyzing the needs and characteristics of students, media design, product development, limited trials, and product evaluation. The video media was developed based on the stages of PjBL, including problem identification, planning, project implementation, and evaluation-reflection. Validation was carried out by material experts and media experts. Practicality and effectiveness were tested through student and teacher response questionnaires and a pretest-posttest. The results showed that the developed media was easy to use and interesting, as evidenced by the increase in students' learning outcomes after using the media. The developed learning media is declared feasible, practical, and effective to support learners' active involvement in project-based learning, improve their concept understanding, and creative thinking skills.   Abstrak Pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terkesan monoton memerlukan pembaruan pada media pembelajaran supaya peserta didik mudah memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Ketenagalistrikan di SMK. Model pengembangan yang digunakan merupakan hasil sintesis dari tiga model populer (ADDIE, Four-D, dan Borg and Gall) melalui lima tahapan yaitu analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, perancangan media, pengembangan produk, uji coba terbatas, serta evaluasi produk. Media video dikembangkan berdasarkan tahapan PjBL meliputi identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan proyek, dan evaluasi-refleksi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Kepraktisan dan efektivitas diuji melalui angket respon peserta didik dan guru serta pretest–posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan mudah digunakan dan menarik dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penggunaan media. Media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk mendukung keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran berbasis proyek, meningkatkan pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kreatif mereka. Kata Kunci: ketenagalistrikan; project-based learning; sekolah menengah kejuruan; video pembelajaran
Pengembangan E-Modul Sex Education sebagai penguatan pendidikan karakter pada mahasiswa Asnur Lidayni; Arnidah Arnidah; Citra Rosalyn Anwar
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.45411

Abstract

Hasil observasi awal survei online mahasiswa fakultas ilmu pendidikan perwakilan angkatan 2021 bahwa dalam mendengar kata sex hanya diperkenalkan oleh lingkungan sekitar dan banyak mendapatkan informasi mengenai sex education melalui internet. Dari 45 responden berbagai media yang ditawarkan menyetujui sex education dapat diajarkan melalui e-modul bahkan banyak yang belum menyadari bahwa perilaku seksual mencerminkan pendidikan karakter kita. Peneliti ingin membuat dalam bentuk e-modul (teks, gambar, video) dan sex education harus dilengkapi dengan pendidikan karakter dikarenakan sebelumnya belum ada membuat penelitian sex education sebagai penguatan pendidikan karakter maupun dalam bentuk E-Modul. Tujuan dari pendidikan seksual bukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi untuk mempersiapkan Remaja mengetahui tentang seksualitas dan konsekuensinya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat serta mental dan materi kesiapan seseorang, Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model pengembangan S. Thiagarajan, et.al., model 3D yang terdiri atas tiga tahap yaitu: pendefinisian (define), tahap Perancangan (design), dan tahap pengembangan (development).
Development of Character Education digital book students class VIII SMPIT Al-Hikmah Pangkajene Sitti Arifah; Arnidah Arnidah; Abdul Haling
Inovasi Kurikulum Vol. 20 No. 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.58633

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah buku digital untuk digunakan sebagai sumber belajar di kelas VIII SMPIT Al-Hikmah Pangkajene dikarenakan pada mata pelajaran pendidikan karakter membutuhkan sumber belajar yang terdiri dari gambar, video, dan audio. Peneliti menggunakan pendekatan Research and Development dan dikembangkan menggunakan model 4D (Define, Design, Development, Disseminate) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan, desain pengembangan, serta mendeskripsikan tingkat validitas dan kepraktisan Buku Digital Pendidikan Karakter. Pengumpulan data menggunakan wawancara tertulis dan pembuatan produk. Hasil penelitian menunjukkan buku digital Pendidikan karakter sangat dibutuhkan oleh siswa, sementara bagi guru buku digital pendidikan karakter dirasa dibutuhkan, selain itu, guru mata pelajaran melalui wawancara tertulis merasa bahwa buku digital pendidikan karakter tersebut dibutuhkan. Desain pengembangan buku digital dibuat menggunakan aplikasi CorelDraw dan Flipbook PDF Professional. Adapun hasil validasi isi berada pada kualifikasi sangat baik. Uji kepraktisan dilakukan dua sasaran pengguna yaitu tanggapan siswa memperoleh kualifikasi baik. Tanggapan guru mata pelajaran mendapat kualifikasi sangat baik. Hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Buku Digital Pendidikan Karakter telah valid dan praktis untuk digunakan.
Implementation of the compassion-based curriculum at Lazuardi Athaillah GCS Muhajir Muhajir; Arnidah Arnidah; Farida Febriati
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68414

Abstract

The compassion-based curriculum in this study refers to a systematically planned learning experience as well as hidden curriculum practices aimed at transmitting compassionate values to students. It can take the form of standalone subjects, integration into the school's curriculum and programs, or through informal learning experiences via social interactions in school. The purpose of this research is to understand the implementation of a compassion-based curriculum at Lazuardi Athaillah Global Compassionate School (GCS) to assess its urgency in fostering students' love, sympathy, empathy, altruism, and anti-violence (non-aggression) attitudes. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Deep interview transcripts are analyzed using interpretative phenomenological analysis (IPA). The research results indicate that the implementation of the compassion-based curriculum at Lazuardi Athaillah is carried out by teaching 20 compassionate characters named Lazuardi 20 through character-building subjects, integrated into the Cambridge Curriculum and the National Curriculum, trained through special school programs and hidden curriculum practices. Overall, the implementation of the compassion-based curriculum is going well. Through the implementation of the compassion-based curriculum, students are taught to always love God, others, and themselves. They are also taught to be tolerant, help alleviate others' suffering, care for the environment, and reject violence.   Abstrak Kurikulum berbasis welas asih dalam penelitian ini mengacu pada pengalaman belajar yang direncanakan secara sistematis maupun melalui praktik kurikulum tersembunyi yang bertujuan mentransmisikan nilai-nilai welas asih kepada peserta didik. Bentuknya bisa berupa mata pelajaran yang berdiri sendiri, integrasi ke dalam kurikulum dan program sekolah, maupun berupa pengalaman belajar yang terjadi secara informal melalui interaksi sosial di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami implementasi kurikulum berbasis welas asih di Lazuardi Athaillah Global Compassionate School (GCS) guna melihat urgensinya dalam menumbuhkan rasa cinta, simpati, empati, altruisme, dan sikap anti-kekerasan (non-agresi) peserta didik. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Transkrip wawancara mendalam dianalisis dengan menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan, implementasi kurikulum berbasis welas asih Lazuardi Athaillah dilaksanakan dengan mengajarkan 20 karakter welas asih bernama Lazuardi 20 melalui mata pelajaran character building, diintegrasikan ke dalam Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Nasional, dilatih melalui program khusus sekolah dan praktik kurikulum tersembunyi. Secara keseluruhan, implementasi kurikulum berbasis welas asih berjalan dengan baik. Melalui implementasi kurikulum berbasis welas asih, peserta didik diajarkan untuk selalu mencintai Tuhan, orang lain, dan dirinya sendiri. Peserta didik juga diajarkan untuk toleran, membantu mengurangi penderitaan orang lain, peduli terhadap lingkungan, dan menolak kekerasan. Kata Kunci: implementasi kurikulum; pendidikan karakter; pendidikan moral; welas asih
Improving activities and learning outcomes through the flipped classroom Nirwana Nirwana; Nurhikmah H; Arnidah Arnidah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.76810

Abstract

Learning Indonesian requires diverse learning resources to achieve optimal learning outcomes, especially when utilizing technology in education. To ensure effective learning outcomes, educators should be able to create innovations and select various learning strategies. Choosing the right and effective learning strategy will help students better understand the material. To address these challenges, the researcher implemented the Flipped Classroom strategy assisted by Google Sites, hoping that students would become more active, exchange ideas, and make classroom learning more meaningful. This research aims to analyze the effect of the Flipped Classroom learning strategy, supported by Google Sites, on the activities and learning outcomes of Grade X MIPA 3 students at SMA Negeri 1 Majene. The research method used was experimental research with a Pre-Experimental Design method. The research design was a Pretest-Posttest Design. This study involved two classes: the experimental class, which applied the Flipped Classroom learning strategy, and the control class, which did not use the Flipped Classroom strategy but followed a conventional teaching method. The results showed that the Flipped Classroom learning model, supported by Google Sites, had a positive and significant impact on the Indonesian learning outcomes of Grade XI MIPA 3 students at SMA Negeri 1 Majene.   Abstrak Pembelajaran Bahasa Indonesia membutuhkan sumber belajar yang variatif supaya memperoleh hasil belajar yang optimal terutama dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Supaya pembelajaran membuahkan hasil yang baik, pendidik seharusnya dapat membuat inovasi baru dan memilih berbagai variasi strategi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dan efektif akan membantu peserta didik dalam memahami materi. Mengatasi permasalahan tersebut peneliti menerapkan strategi pembelajaran Flipped Classroom berbantu Google Sites dengan harapan peserta didik dapat menjadi lebih aktif, saling bertukar pendapat sehingga menjadikan pembelajaran dikelas lebih bermakna, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi strategi pembelajaran flipped classroom dengan bantuan Google Sites terhadap aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan metode Pre-Experiment Design. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan strategi pembelajaran flipped classroom dan kelas yang tidak menerapkan strategi pembelajaran flipped classroom atau dengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran flipped classroom dengan bantuan aplikasi google sites yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Majene. Kata Kunci: flipped classroom; hasil belajar; strategi pembelajaran inovatif
Development of interactive learning media based on websites for the textile science course Adelia Chairun Nisa; Arismunandar Arismunandar; Arnidah Arnidah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.79614

Abstract

The development of science and technology changes the learning process from several aspects, including textile science courses. This research aims to develop interactive learning media in textile science courses. This research was conducted using the RnD approach by adapting the ADDIE model. The subjects of this study consisted of material validators, media validators, and 31 students of the Family Welfare Education Department. Data collection used interviews, needs identification questionnaires, material and design validation questionnaires, small group trials, pretests, and posttests. Data analysis techniques were carried out descriptively and qualitatively for interview results and quantitatively for questionnaire results. The results of this study found that the identification of student needs reached a score of 60 percent. Interactive learning media development design is designed using Canva, Google Drive, and Google Sites, which can be integrated using a laptop device. The level of validity of Interactive Learning Media material is 4.5 and media 4.7 at the valid qualification stage. The level of practicality obtained from the pre-test and post-test results reached 93 percent. It can be concluded that the learning media that have been developed are very effective.   Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan perubahan dalam proses pembelajaran dari beberapa aspek, termasuk pada mata kuliah ilmu pengetahuan tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif pada mata kuliah ilmu pengetahuan tekstil. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan RnD dengan mengadaptasi model ADDIE. Subjek penelitian ini terdiri dari validator materi, validator media, dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga berjumlah 31 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara, angket identifikasi kebutuhan, angket validasi materi dan desain, uji coba kelompok kecil, pretest, dan posttest. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk hasil wawancara dan kuantitatif untuk hasil angket. Hasil penelitian ini menemukan identifikasi kebutuhan mahasiswa mencapai skor 60 persen. Desain pengembangan media pembelajaran Interaktif dirancang menggunakan Canva, Google Drive, Google Site yang dapat diintegrasikan menggunakan perangkat laptop. Tingkat kevalidan Media Pembelajaran Interaktif materi yaitu 4,5 dan media 4,7 pada tahap kualifikasi valid. Hasil tingkat kepraktisan yang diperoleh dari berdasarkan hasil pre-test dan post-test mencapai 93 persen. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan sangat efektif. Kata Kunci: ADDIE Model; ilmu pengetahuan tekstil; pembelajaran interaktif; pengembangan media