Anak-anak dengan disabilitas intelektual sangat rentan terhadap risiko kekerasan, pelecehan, dan bencana karena keterbatasan kemampuan dalam melindungi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas SafeQuest-VR, sebuah media pembelajaran Virtual Reality (VR) berbasis narasi bilingual yang dirancang untuk memperkuat literasi kebencanaan inklusif di SLB B-C Optimal Kenjeran, Surabaya. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan partisipatif, meliputi asesmen kebutuhan, pengembangan modul narasi bilingual, perancangan dan implementasi VR, pelatihan guru dan orang tua, penerapan di kelas, simulasi bencana, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan disabilitas intelektual memiliki keterlibatan yang lebih tinggi, pemahaman yang lebih baik mengenai konsep perlindungan diri, serta kesiapsiagaan yang meningkat dalam menghadapi keadaan darurat. Guru memperoleh kompetensi baru dalam mengintegrasikan VR ke dalam praktik pembelajaran, sementara sekolah berhasil menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi bencana yang inklusif. SafeQuest-VR terbukti efektif sebagai media pendidikan adaptif dan inklusif yang mampu menjembatani kesenjangan literasi kebencanaan bagi peserta didik yang rentan. Program ini memiliki prospek untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah dan dapat direplikasi di lingkungan pendidikan inklusif lainnya.