Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Self Efficacy Dengan Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2022 Universitas Sriwijaya Damarsari, Putri Dewita; Minarsi, Minarsi
Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bibliocouns.v8i2.25151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 82 mahasiswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala self efficacy dan skala kecemasan berbicara di depan umum yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self efficacy dengan kecemasan berbicara di depan umum (r = -0,540; p 0,05). Self efficacy memberikan kontribusi sebesar 29,1% terhadap kecemasan berbicara di depan umum. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self efficacy tinggi cenderung lebih percaya diri dan mengalami tingkat kecemasan yang lebih rendah ketika berbicara di depan umum
Early Marriage Readiness: An Analysis of Determinant Factors and Their Implications Fitri, Novita Aidil; Wahyuningsih, Rany Rahma; Karlina, Ummi; Putri, Erinda Yustitia Tri; Alrefi, Alrefi; Minarsi, Minarsi; Akbari, Akbari; Emilia, Parida
Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Vol 4 No 1 (2024): Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan (January-June)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/altruistik.v4i1.70042

Abstract

This study aims to describe the implementation of career guidance in enhancing pre-employment mental readiness among orphans at the Muhammadiyah Boys’ Orphanage, Medan Branch. The research employed a qualitative descriptive approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving caregivers, career mentors, and active foster participants in the program. The findings revealed that Islamic value–integrated career guidance significantly improved self-confidence, independence, and mental preparedness for work transition. Three key themes emerged: (1) implementation of Islamic character-based career programs, (2) enhancement of mental readiness and career orientation, and (3) mentoring strategies to overcome emotional and social challenges among orphans. These results highlight the importance of a holistic, spirituality-based approach in expanding both theoretical understanding and practical applications of Islamic career counseling within faith-based social institutions.
PENGUKURAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA MELALUI SOAL BERBASIS HOTS DAN IMPLIKASINYA PADA BIMBINGAN KONSELING Ramadinah, Nadya; Mufatihah, Zahra; Putri Nur, Latiffa Amanda; Nadhifa, Dwi Erma; Minarsi, Minarsi
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 4, No 2 (2025): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v4i2.15854

Abstract

Critical thinking skills are essential in 21st-century education as they support problem solving, decision making, and reflective reasoning. This article analyzes the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment as an evaluation tool to measure and improve critical thinking among senior high school students, along with its implications for guidance and counseling services. The method used is a literature review of related scientific publications. The findings indicate that students' critical thinking abilities remain at a low to moderate level, particularly in analysis, evaluation, and integration skills. Key challenges include teachers’ limited capacity to design valid instruments and students' lack of exposure to cognitively demanding tasks. One effective strategy for school counselors is to deliver classical guidance services using Problem-Based Learning (PBL), Self-Regulated Learning (SRL), and interactive media, which foster active engagement, independent learning, and the development of students’ critical and reflective thinking skills.
Pelatihan Pembuatan Booklet Anti Perundungan Melalui Flipbook Bagi Guru BK SMA di Palembang Dewi, Ratna Sari; Minarsi, Minarsi; Rahayu, Vera Bhekti; AR, Silvia
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v4i2.9899

Abstract

Maraknya kasus perundungan akhir-akhir ini di sekolah hendaknya menjadi perhatian besar bagi pendidik. Dalam rangka mengatasi perundungan di sekolah perlu adanya peran dan upaya-upaya guru bimbingan dan konseling yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pelaksanaan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik sebagai pelaku dan korban perundungan bisa menggunakan format konseling kelompok , individual maupun klasikal. Oleh karena itu, guru BK hendaknya bisa menyesuaikan pemberian layanan dengan karakteristik peserta didik yang masuk generasi Z. Karakteristik peserta didik ini gemar menggunakan internet dalam kehidupan kesehariannya. Booklet dipilih sebagai salah satu media yang akan digunakan dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Sehingga dalam kegiatan pengabdian ini guru BK sebagai peserta pelatihan dapat menguasai dan terampil membuat booklet anti perundungan yang nantinya akan diakses oleh peserta didik. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendampingan. Peserta akan didampingi oleh tim pengabdian dalam proses pembuatan booklet anti perundungan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu, guru BK sudah mampu membuat booklet anti perundungan melalui aplikasi flipbook. Booklet yang sudah dibuat oleh guru BK dapat digunakan dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling dengan format individu, kelompok maupun klasikal.
Pengaruh Lingkungan Pergaulan : Studi Mendalam tentang Peran Teman Sebaya dalam Adiksi Game Online Salma, Tiara; Nuraini, Putri; Thohiroh, Siti Zahara At; Minarsi, Minarsi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan game online semakin meningkat, terutama di kalangan remaja yang disebabakan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya dalam adiksi game online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar remaja bermain game online dipengaruhi oleh teman sebaya yang menimbulkan dampak seperti penurunan prestasi belajar atau masalah kesehatan baik secara fisik maupun psikis remaja tersebut.
Analisis Faktor Hambatan Keterbukaan Diri Remaja Pada Orang Tua Setiawan, Anisha Putri; Assakdiah, Annisa; Fathonah, Dewi Nur; Minarsi, Minarsi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada hambatan keterbukaan diri remaja terhadap orang tua, khususnya dalam konteks keluarga yang tidak harmonis. Remaja sering menghadapi tantangan dalam mengekspresikan dirinya kepada orang tua, terutama ketika keluarga mengalami perceraian atau konflik internal. Perceraian menjadi faktor utama yang menyebabkan remaja sulit untuk terbuka karena mereka cenderung merasa terasing dan kurang mendapatkan dukungan emosional yang memadai. Komunikasi yang kurang efektif juga memperburuk situasi ini, terutama ketika remaja tinggal terpisah dari orang tuanya. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga remaja yang tinggal di salah satu panti sosial di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterbukaan diri mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua, kurangnya komunikasi, serta ketidaknyamanan dalam hubungan keluarga menjadi hambatan utama keterbukaan remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk meningkatkan keterbukaan diri remaja, yang akhirnya berkontribusi positif terhadap kesejahteraan emosional dan hubungan keluarga.
Analisis Literatur: Peran Lingkungan Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Perilaku Merokok Pada Remaja Fitri, Kartika Ayu; Damarsari, Putri Dewita; Romadalia, Riski Nopa; Minarsi, Minarsi
Guidance : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 21 No 02 (2024): Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/guidance.v21i02.4239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh lingkungan keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku merokok pada remaja, mengingat peningkatan prevalensi merokok di kalangan remaja di Indonesia. Data dikumpulkan melalui systematic literature review (SLR) dari 10 jurnal nasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok remaja dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan keluarga dan teman sebaya. Remaja cenderung meniru kebiasaan merokok orang tua, terutama jika orang tua merokok dan pola asuh di rumah terlalu bebas atau ketat. Kurangnya pengawasan dan komunikasi tentang bahaya merokok juga meningkatkan risiko remaja untuk mencoba rokok. Selain itu, teman sebaya yang menganggap merokok sebagai hal yang biasa berperan besar dalam mendorong remaja untuk merokok. Secara keseluruhan, baik keluarga maupun teman sebaya memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan merokok pada remaja.
Analysis of child development based on development psychological theory Tanjung, Romi Fajar; Sucipto, Sigit Dwi; Lubis, Khadijah; Suryani, Yuni Dwi; Minarsi, Minarsi
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 3: August 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i3.21769

Abstract

Children are unique humans and experience varied development even though they are of the same gene or the same sex but grow and develop according to their respective characteristics. Of course, this condition also demands adjustments in providing appropriate and varied stimuli and responses. This study aims to observe the growth and development of children to explore the growth and development of children and see the reactions generated by children if given a specific stimulus. This research method uses longitudinal case studies. The respondents of this study were three children. The study found that children's cognitive, psychosocial and moral development can be developed by conditioning the child and the child's environment. Children's health and a conducive environment play an essential role in determining children's growth and development. Maternal health and parental cooperation also determine the growth and development of the child.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Stres Narapidana Perempuan di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang Fariza, Jihan; Minarsi, Minarsi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of inmates in Indonesia has continued to increase annually, resulting in overcrowding conditions in correctional institutions where inmate populations exceed facility capacity. This situation poses significant psychological challenges for inmates, particularly female inmates who are vulnerable to stress due to social isolation and limited access to support systems. This study aimed to examine the profile of social support, stress levels, and the relationship between social support and stress among female inmates at the Women’s Correctional Institution Class IIA Palembang. Social support in this study was not limited to family support but also included support from fellow inmates and correctional staff. A quantitative approach with a correlational design was employed. Data were analyzed using Spearman Rank Correlation with the assistance of SPSS version 26.0 for Windows. The results indicated that the majority of female inmates experienced moderate levels of social support (57 respondents; 71.25%) and moderate levels of stress (42 respondents; 52.25%). The correlation analysis revealed a negative correlation between social support and stress levels, with a correlation coefficient of r = −0.301 and a significance value (two-tailed) of p = 0.007 (p < 0.05). These findings indicate a low but statistically significant relationship between social support and stress levels among female inmates. Higher levels of social support were associated with lower stress levels, whereas lower social support was linked to higher stress levels. This study highlights the importance of strengthening social support systems within correctional institutions as a strategy to reduce stress among female inmates. The findings also provide practical implications for guidance and counseling services in correctional settings, emphasizing the role of psychosocial support from family, peers, and institutional staff in promoting inmates’ psychological well-being.
PENGUKURAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA MELALUI SOAL BERBASIS HOTS DAN IMPLIKASINYA PADA BIMBINGAN KONSELING Ramadinah, Nadya; Mufatihah, Zahra; Putri Nur, Latiffa Amanda; Nadhifa, Dwi Erma; Minarsi, Minarsi
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v4i2.15854

Abstract

Critical thinking skills are essential in 21st-century education as they support problem solving, decision making, and reflective reasoning. This article analyzes the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment as an evaluation tool to measure and improve critical thinking among senior high school students, along with its implications for guidance and counseling services. The method used is a literature review of related scientific publications. The findings indicate that students' critical thinking abilities remain at a low to moderate level, particularly in analysis, evaluation, and integration skills. Key challenges include teachers’ limited capacity to design valid instruments and students' lack of exposure to cognitively demanding tasks. One effective strategy for school counselors is to deliver classical guidance services using Problem-Based Learning (PBL), Self-Regulated Learning (SRL), and interactive media, which foster active engagement, independent learning, and the development of students’ critical and reflective thinking skills.