Pendekatan deep learning menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran madrasah dasar seiring tuntutan pendidikan abad 21, yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Namun, evektifitas implementasinya sering terhambat oleh kurangnya komunikasi guru yang optimal dan motivasi belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh komunikasi guru dan motivasi belajar terhadap hasil belajar serta peran mediasi motivasi dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan path analysis melalui SPSS versi 30. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan 40 siswa kelas V MIS Ma’arif Kanigoro. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (β=0,914; p<0,001), begitu pula motivasi belajar (β=0,882; p<0,001). Dalam model regresi berganda, komunikasi guru tetap signifikan p<0,001, sementara motivasi belajar mendekati signifikan p= 0,056. Uji Sobel menghasilkan Z= 8, 86 (p<0,001), yang menunjukkan bahwa motivasi belajar memediasi hubungan komunikasi guru dan hasil belajar secara signifikan. Kata kunci: komunikasi guru, motivasi belajar, hasil belajar, deep learning.