p-Index From 2021 - 2026
5.134
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Jurnal Buana Informatika ELEKTRO Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Semesta Teknika CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Proceeding SENDI_U Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Prosiding 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2017 JOIV : International Journal on Informatics Visualization Journal of Applied Information, Communication and Technology (JAICT) JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Jurnal Telematika Jurnal Riset Rekayasa Elektro Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Information Technology and Its Utilization Journal of Electrical, Electronic, Information, and Communication Technology (JEEICT) Journal of Telecommunication, Electronics and Control Engineering (JTECE) Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) eProceedings of Engineering Warta LPM Jurnal INFOTEL Jurnal Ecotipe (Electronic, Control, Telecommunication, Information, and Power Engineering) Buletin Pos dan Telekomunikasi Journal of Information Technology and its Utilization
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kualitas Jaringan 2G Pada Frekuensi 900MHz Dan 1800MHz Di Area Purwokerto Alfin Hikmaturokhman; Wahyu Pamungkas; Muhamad Alwi Sibro Malisi
JURNAL INFOTEL Vol 5 No 2 (2013): November 2013
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v5i2.1

Abstract

Teknologi 2G GSM masih banyak digunakan untuk komunikasi selular pada layanan suara maupun data. Performansi jaringan sangat berpengaruh terhadap layanan komunikasi yang digunakan. Drive test merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengamati performansi jaringan dari sisi penerima. Penelitian ini membahas tentang bagaimana cara pengamatan performasi jaringan dengan metode drive test single site. Parameter yang diamati untuk mengetahui performansi suatu jaringan 2G adalah Rx Level, Rx Qual, SQI dan Throughput. Rx Level yaitu digunakan untuk pengamatan level sinyal penerima dari BTS. Rx Qual digunakan untuk menentukan kualitas sinyal penerima. SQI merupakan nilai indikator dari kualitas layanan suara. Throughput menampilkan nilai pengamatan layanan data hasil download dan upload. Hasil pengamatan dari drive test single site ini memperoleh nilai level sinyal atau Rx Level ? -85 dBm dapat mencapai 80% untuk frekuensi 900 MHz sedangkan pada frekuensi 1800 MHz memperoleh 74,95%, Rx Qual dari range 0-3 memperoleh 26,58% pada frekuensi 900 MHz dan 33,81% pada frekuensi 1800 MHz. Nilai throughput maksimum dapat mencapai target 60 Kbps pada penggunaan download GPRS dan 90 Kbps untuk penggunaan download EDGE, sedangkan nilai throughput upload dapat mencapai 30 Kbps pada GPRS dan 60 Kbps pada EDGE. Nilai maksimum throughput download maupun upload pada jaringan 2G di BTS Teluk masih dalam keadaan normal dengan melihat hasil nilai maksimum throughput berdasarkan Key Performance Indicator (KPI).
Analisa Karakteristik Teori Antrian pada Jaringan IP Multimedia Subsystem (IMS) Menggunakan OPNET Modeler 14.5 Eko Fajar Cahyadi; Refinda Dwi Cahyani; Alfin Hikmaturokhman
JURNAL INFOTEL Vol 7 No 1 (2015): May 2015
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v7i1.24

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat, membuat para operator dan vendor telekomunikasi harus dapat menyediakan layanan telekomunikasi yang aman, cepat, dan multi guna, untuk mendorong terciptanya ekosistem layanan telekomunikasi yang beragam bagi para penggunanya. Next Generation Network (NGN) merupakan sebuah teknologi masa depan yang mendukung beberapa layanan terintegrasi seperti voice, data, dan multimedia. Hal utama dari konsep NGN adalah konvergensi dan layanan yang berbasis IP sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dikenal dengan IP Multimedia Subsystem (IMS). Agar pengiriman data dalam layanan IMS menjadi lebih efektif dan efisien maka diperlukan sebuah teori antrian yang tepat untuk digunakan sebagai pengatur aliran paket data. Penelitian ini melakukan pengamatan terhadap beberapa layanan pada jaringan IMS dengan menggunakan tiga teori antrian yang berbeda yaitu First In First Out (FIFO), Priority Queuing (PQ), dan Weighted-Fair Queuing (WFQ). Pengamatan dilakukan terhadap layanan Video Conference dan VoIP. Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa teori antrian WFQ pada layanan video conference menghasilkan rata-rata delay sebesar 9.22 ms , delay variation sebesar 0.036 ms dan packet loss sebesar 0.88%. Sedangkan untuk layanan VoIP menghasilkan rata-rata delay sebesar 144 ms, delay variation sebesar 0.021 ms, dan packet loss sebesar 0.05% serta menghasilkan rata-rata throughput sebesar 7.052 Mbps, sehingga teori antrian yang tepat digunakan dalam jaringan IMS dalam penelitian ini adalah WFQ.
Analisa Proses Pindah Tangan (Handover) Ditinjau Dari Level Daya Sinyal Terima Alfin Hikmaturokhman; Tri Devi Septyani
JURNAL INFOTEL Vol 1 No 1 (2009): May 2009
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v1i1.59

Abstract

Handover adalah suatu cara atau pemindahan daerah pelayanan akibat pergerakan (mobilitas) pengguna. Pada penelitian ini, akan dianalisa proses handover antar BTS (Intercell handover) dengan cara melakukan pengukuran terhadap parameter yang menjadi faktor penyebab handover dan pengukuran pada frekuensi kerja dual band yaitu GSM-900 dan DCS 1800 menggunakan alat bantu TEMS Investigation 4.1. Kemudian menganalisa penyebab handover failure yang terjadi ketika melakukan pengukuran.
Peningkatan Kapasitas Sel Pada Sistem Seluler GSM Alfin Hikmaturokhman; Hesti Susilawati; Shinta Yunita Sari
JURNAL INFOTEL Vol 1 No 2 (2009): November 2009
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v1i2.67

Abstract

Increasing cell capacity in GSM applied by several methods such as Fixed Channel Allocation (FCA), Channel Sharing, Channel Borrowing and Cell Splitting to solve the massive increasing of cellular users amount in the whole world. It necessary to calculate the number of the subscriber within each cell in a certain busy hour based on available channel capacity in order to serve the traffic capacity in a cell. In this work, we present calculations to compare cell capacity without increasing cell capacity method and cell capacity using increasing capacity methods. As a programming tool, we used Borland Delphi 7. In addition, this simulation software added with comprehensive explanations, Erlang B Table, and graphics to make it easier and more efficient in analyzing.
Pemanfaatan Komputer Pentium II Sebagai PC Router Dengan Linux Freesco Di SMK Negeri 1 Bawang Adnan Purwanto; Alfin Hikmaturokhman; Aril Apria Susanto
JURNAL INFOTEL Vol 2 No 1 (2010): May 2010
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v2i1.72

Abstract

Seiring semakin berkembangnya sistem operasi dan perangkat lunak komputer sekarang ini, maka berkembang pula perangkat keras komputer yang dibutuhkan untuk kebutuhan tersebut. Komputer-komputer lama yang tidak mendukung sistem operasi yang baru pun akhirnya terabaikan dan tidak digunakan. Namun komputer-komputer tersebut dapat dipergunakan kembali sebagai router. Linux Freesco adalah salah satu aplikasi router yang dapat digunakan sebagai alternatif pembuatan router yang berbasiskan komputer 386 dengan menggunakan resource yang kecil tetapi mempunyai kemampuan yang powerfull sebagai router. Linux Freesco merupakan sebuah proyek open source yang mengijinkan penggunanya untuk dapat mendistribusikan kembali dan memodifikasinya secara bebas tanpa harus membayar lisensi. Walaupun berbasis teks namun Linux Freesco dirancang untuk memudahkan penggunanya dimana semua perintah yang ada pada Linux Freesco dibuat secara interaktif. Penelitian ini mengimplementasikan Linux Freesco sebagai router di SMK Negeri 1 Bawang dan dikomparasikan dengan Linux Depdiknux yang sudah terpasang di SMK Negeri 1 Bawang. Dari hasil komparasi ternyata kemampuan Linux Freesco sebagai router sebanding dengan Linux Depdiknux yang sudah terpasang di SMK Negeri 1 Bawang, sehingga Linux Freesco dapat dijadikan router alternatif di SMK Negeri 1 Bawang dengan memanfaatkan komputer-komputer Pentium II yang tidak terpakai di SMK Negeri 1 Bawang.
Simulasi Perubahan Energi Per Bit Dan Derau Terhadap Jumlah Kanal Dan Cakupan WCDMA Alfin Hikmaturokhman; Hesti Susilawati; Tantiningrum Niken
JURNAL INFOTEL Vol 2 No 2 (2010): November 2010
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v2i2.82

Abstract

Eb/No parameter is the measure of signal to noise ratio for a digital communication system, it is measured at the input to the receiver and is used as the basic measure of how strong the signal is, or in other words Eb/No indicates the fluctuation of received signal strength in the receiver. Eb/No is affected by several factors, such as speed of mobile station, propagation environment and bit rate. The variations of Eb/No value will affect to the number of offered channel and coverage in WCDMA. The impact of the variation of Eb/No value could be recognized in the result of the calculations. The purpose of this research is to build simulation models by using Delphi to view and analyze the influence of Eb/No of total channels and WCDMA coverage. The results from simulation analysis showed that the larger of Eb/No and bit rate used, the number of channels on offer will be smaller and the value of BS is low sensitivity, which means loads of traffic will also offer little that would cause the quality to be better systems and transmit power MS becomes more lower in order to maintain the value of Eb/No to avoid the drop call.
Analisis Penerapan Metode Transmitter Receiver Unit (TRU) Upgrading Untuk Mengatasi Traffic Congestion Jaringan GSM Pada BTS Area Purwokerto Kota Alfin Hikmaturokhman; Eka Wahyudi; Yunita Trias Susanti
JURNAL INFOTEL Vol 3 No 1 (2011): May 2011
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v3i1.84

Abstract

Semakin banyaknya pengguna selular maka akan semakin banyak trafik yang akan tertampung. Trafik yang melebihi kapasitas kanal yang disediakan dapat menyebabkan kondisi Traffic Congestion. Untuk menanganinya diperlukan metode penambahan kapasitas kanal agar semua trafik dapat tertampung dengan baik. Metode ini disebut dengan TRU Upgrading. Transmitter Receiver Unit (TRU) adalah hardware yang terletak pada Radio Base Station dalam BTS yang berisi slot-slot kanal sedangkan metode TRU Upgrading adalah metode dengan menambahkan/upgrade kapasitas kanal yang tersedia dari konfigurasi TRU yang telah ada sebelumnya, misalkan pada BTS Pabuaran memiliki konfigurasi 3x2x3 karena terjadi kejenuhan pelanggan maka konfigurasi TRU diupgrade menjadi 3x4x3. Perubahan konfigurasi TRU maka merubah konfigurasi BTS-nya serta menambah kapasitas kanalnya. Key Performance Indicator (KPI) yang baik pada Indosat adalah menggunakan batas GoS 2%. Nilai GoS ini dikaitkan dengan tabel Erlang untuk mendapatkan sebuah nilai intensitas trafik. Jika nilai intensitas trafik konfigurasi TRU yang digunakan kurang dari nilai intensitas trafik pelanggan maka disebut traffic congestion. Sebagai akibat dari traffic congestion adalah kondisi blocking. TRU Upgrading ini dilakukan dengan harapan nilai blocking panggilan menjadi 0 %. Pada Purwokerto kota, diterapkan TRU Upgrading untuk cell Grendeng 3, Pabuaran 2, dan Unsoed 1 karena trafik pelanggan yang terjadi melebihi nilai intensitas trafik dari konfigurasi TRU yang digunakan. Untuk cell Unsoed 1 dan Grendeng 3 meski telah dilakukan TRU Upgrading menjadi 4 buah TRU tetap terjadi traffic congestion sebesar 8 sampai dengan 15 Erlang dikarenakan pada cell-cell ini mengcover area yang padat penduduk. Sedang untuk Pabuaran 2 penerapan TRU upgrading mencapai keefektifan sebesar 100%.
Optimalisasi Kapasitas Trafik Dengan Transceiver Group Synchronization Di PT Xl Axiata Tbk Purwokerto Alfin Hikmaturokhman; Anggun Fitrian Isnawati; Febry Setyadillah
JURNAL INFOTEL Vol 3 No 1 (2011): May 2011
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v3i1.85

Abstract

Growth of consumer of peripatetic telecommunications of cellular GSM claims the existence of optimal capacities of traffic to be including maximum customer. One of the improving capacities of traffic by Transceiver Group Synchronization that is merger two Radio Bases of Station or more become one Site. Conducted by Transceiver Group Synchronization will improve capacities of Traffic Channel (TCH) Availability, TCH Traffic, Stand Alone Dedicated Control Channel (SDCCH), degrading TCH Assignment Drop Call and of TCH Congestion Ratio. Herewith will improve Handover Success Ratio (HOSR) and of saving usage of Transceiver Unit (TRU).
Analisis Permasalahan Optimalisasi Voice CDMA 2000 1x Untuk Mengurangi Kegagalan Koneksi Studi Kasus Divisi Telkom Flexi Semarang Alfin Hikmaturokhman; Eka Wahyudi; Septy Widya Pangestika
JURNAL INFOTEL Vol 3 No 2 (2011): November 2011
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v3i2.89

Abstract

Rapidly growing number of network providers in Code Division Multiple Access (CDMA), make service providers to further strength its network and optimization customer service and quality that will be given. In order to better serve our customer with the required network that has good performance. For that we need to be optimization in network, which can reduce the drop call and resource blocking and increasing call success. Network optimization is based on data drive test as for data analysis, including Call Setup Success Rate, Drop call Rate, Resource Blocking, Rx Power, Tx Power, Ec/Io, Forward FER, and Call Setup Time. In the measurement that have been done to the avarage value in accordance with Key Performance Indicator (KPI) obtained Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 2%), Resource Blocking (< 2%), Rx Power (-91.7 dBm), Tx Power (11.4 dBm), Ec/Io (-21.38 dB), Forward FER (4.8%), and Call Setup Time (4.832 seconds). Result the performance of the Flexi network for service in Jepara #2 area in poor condition, because for parameters Rx Power, Tx Power, Forward FER, and Ec/Io not suitable with KPI. So do the optimization for the better network quality. Result after optimization of average Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 1%), Resource Blocking (< 1%), Rx Power (-99.9 dBm), Tx Power (-27.8 dBm), Ec/Io (-5.45 dB), Forward FER (2.45%), and Call Setup Time (4.902 seconds).
Studi Perancangan Jaringan Worldwide Interoperability For Microwave Access (Wimax) Di Area Banyumas Alfin Hikmaturokhman; Anggun Fitrian Isnawati; Ike Lestari
JURNAL INFOTEL Vol 4 No 1 (2012): May 2012
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v4i1.96

Abstract

At present the need for higher internet connection along with the age which is growing so fast. Then there is the latest breakthrough in telecomunications that is WiMAX technology is a wireless broadband technology reffered the IEEE 802.16 standard. WiMAX technology comes with a network of excellence in aspects of data access speed, wide area coverage and the presence of QoS is can allocate frequencies in accordance with user needs using OFDM technology. WiMAX technology can reach area far as 50 kilometers, also allows user equipment (customer premise equipment or CPE) to get a broadband connection without having a direct path (non line of sight, NLOS) to the base station (BS) and provides a total data rate of up to 75 Mbps. Results of this Final project assumed that the area where will be design is Banyumas district. Then final project results of the PRX -100.31 dB; the Total Margin of 23.56 dB; Path los of 134.5 dB; gamma (?) of 4.375; Frequency correction factor (?PLf) of 0,36; antenna correction factor (?PLh) is -3,25; Radius Cells (d) is approximately 1995 meters; area of cell is at 10,34010495 km2 and the number of cells 133
Co-Authors Abny Irawan Achmad Kirang Achmad Rizal Danisya Adanti Wido Paramadini Ade Wahyudin Ade Wahyudin Ade Wahyudin Ade Wahyudin, Ade Adhi Hidayatullah Adnan Purwanto Adriyanto, Feri Afifah, Dinda Roshmalia Nur Agustianto, Satya Helfi Ahmad, Izanoordina Aji, Lessy Sutiyono Akbar, Rafli Albion Apta Zaim Ali Muayyadi Amalia, Norma Amelia, Noor Ananda Irsyad Andi Ulva T Wello Anggun Fitrian Isnawati Anto, Novri Ariansyah, Ahmad Arief Rais Bahtiar Aril Apria Susanto Aril Apria Susanto Ariprawira, Galih Asri Wulandari Asri Wulandari Ayudya, Dila Ayudya Azizah, Lutfiani Nur Buchari, Erlin Herlina Chandra, Nungky Awang Dadiek Pranindito Damelia Panggabean Desi Rianti Doan Perdana Eka Setia Nugraha Eka Wahyudi Eka Wahyudi Eka Wahyudi Eko Fajar Cahyadi Elisa Usada Elisa Usada Erisa Fresti Fadlillah Fadilah, Moh Lutfi Fauzan, Devindra Aris Febry Setyadillah Febry Setyadillah Feri Adriyanto Figa Aghani Rosyid Goran, Petrus Kerowe Haibah, Wulan Nawwar Hasanah Putri Hasna, Akita Haura Putri, Dwi Hegya Biwana Riswanto Hendri Sulaiman Hesti Susilawati Hesti Susilawati Hesti Susilawati Hunafa, Bintang Ibrahim, Muhammad Ike Lestari Ike Lestari Ilham Erlangga Dwi Putra Sati Ilham Perdana Ilham Perdana Irwan Susanto Ishak Ginting Isnaeni, Novita Ayu Izanoordina Ahmad Jumhur, helni Kaban, Esra Andio Kasmad Ariansyah KHOIRUN NI’AMAH Khoirun Ni’amah Lita Berlianti Lusi Damayanti Luthfiana Luthfiana Luthfiana Luthfiana, Luthfiana Mahardika, Mohamad Fajar Mahargyani, Yasinta Swasti Marsaly, Silvia Van Mayanti, Akita Hasna Melinda Br Ginting Muhamad Alwi Sibro Malisi Muhamad Alwi Sibro Malisi, Muhamad Alwi Sibro Muhammad Ibrahim Muhammad Ihsan Muhammad Rizky Muna, Bunga Laelatul Muntaqo Alfin Amanaf Muntaqo Alfin Amanaf Muzzaki, Muhammad Raihan N, Raviadin N Najmi, Muhammad Nindy Ayu Marthaliana Novanda Alim Setya Nugraha Nugroho, Raviadin Nur Ismy Afiah Ismy Nurul Fatonah, Nurul Nurweni Widiastuti Okha Frisma Yulistia Umbari Pambayun Ikrar Setyawan Pambayun Ikrar Setyawan Pinem, Ebeneser Pradana Ananda Raharja Prasetyo Adi Wibowo, Prasetyo Adi Pratama, Rizal Wahyu Purwono, Adhi Putra Utama Eka Sakti Putra Utama Eka Sakti, Putra Utama Eka Putri , Hasanah Putri, Dea Amelia Radial Anwar, Radial Ramadhani, Eka Hero Ramadhani, Rima Dias Refinda Dwi Cahyani Refinda Dwi Cahyani, Refinda Dwi Rendy Munadi Reza, Deni Alva Rianti, Desi Rinjani, Dewanda Amelia Sahal Fatah, Muhammad Faiq Saputra, Soni Joyo Satrio Adi Wiguna Satrio Adi Wiguno, Satrio Adi Septy Widya Pangestika Septy Widya Pangestika Setiawan, Rehan Nur Shaffan, Ari Nur Sheren Regina Pingkan Shinta Yunita Sari Shinta Yunita Sari Sinta Novanana Solichah Laras Solichah Larasati Solihah, Normahinta Subuh Pramono Sumarsini, Erin Syah Alam Syahbana, Egia M. Tantiningrum Niken Tantiningrum Niken Tody Ariefianto Wibowo Toha Ardi Nugraha Toto Supriyanto Tri Devi Septyani Tri Devi Septyani Upit Herlina Upit Herlina Vanessa Agelliza Veranda, Deni Wahyu Pamungkas Wahyu Pamungkas Wardhana, Satrio Arya Winda Ekaliya Rinanda Yunita Trias Susanti Yunita Trias Susanti