Claim Missing Document
Check
Articles

Microwave-Assisted Hydrodistillation of Clove (Syzgium aromaticum) Stem Oil: Optimization and Chemical Constituents Analysis Haqqyana Haqqyana; Ali Altway; Mahfud Mahfud
Indonesian Journal of Chemistry Vol 21, No 6 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.64521

Abstract

One of the extensively prosperous potential aromatic plants is the clove (Syzgium aromaticum). This is owing to all parts of this plant (bud, stem, and leaves) contain a decent amount of essential oils. The current study focuses on the use of microwave-assisted hydrodistillation (MHD) in extracting clove stem essential oils. This study aims to obtain the best possible combination of operating parameters for a high yield of clove stem oil using response surface methodology. The current study adopted a face-centered central composite design to optimize the MHD operational parameters, including the feed-to-solvent ratio, microwave power, and extraction time. The observed data from the experiments were fitted to a reduced quadratic polynomial equation. The three operational parameters were shown to significantly affect the extraction yield of the clove stem oil (p  < 0.05), yet the statistical significance for the interaction between each parameter was considerably weak. Furthermore, the adjusted R2 value measured comparably to the corresponding R2 value with the difference below 0.2, implying a high correlation between experimental and model-predicted data. Thus, this result demonstrates the suitability of the model used in the experiment.
The Optimization of Natural Gas Utilization Network in Single Region Using Pinch Analysis Method Rendra Panca Anugraha; Annasit Annasit; Ali Altway; Juwari Juwari; Renanto Handogo
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ajche.51953

Abstract

Natural gas is one of the cleanest energy resources and may have potency to replace crude oil as main energy resource in several decades. There are some aspects which must be concern in the development of the natural gas industry including processing, storing, distributing and utilizing of the natural gas. The network of natural gas supply also should be generated to obtain the maximum natural gas recovery. However, it is difficult to determine the most suitable network system to connect the supply and demand of natural gas due to their different time scale, flowrate and capacity. There are some studies which investigating the network system to connect the supply and demand of natural gas but there are no systematical method in determination of the optimum natural gas network in single region supply-chain using pinch analysis. Therefore, in this study, a systematical method was developed to design natural gas network system in single region (East Java) using pinch analysis. The concept of natural gas cascade calculation was introduced. The heuristics of natural gas pairing between source and sink streams in grid diagram analysis was developed. Using 0-year time minimum difference give the amount of unutilized supply with value of 258.4 billion standard cubic feet (BCF) while 3-year time minimum difference give the amount of alternative and unutilized supply with value of 639.3 BCF and 897.7 BCF, respectively. The grid diagram heuristics developed in this study gives same results with the cascade calculation result.
Simulasi Enhancement Factor untukAbsorpsi Gas disertai Reaksi Kimia Reversibel Orde Dua Kondisi Non Isotermal dengan Model Difusitas Eddy Yunita D Indrasari; Koatlely Serpara; Ali Altway
Eksergi Vol 9, No 1 (2008): Versi Cetak
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v9i1.7549

Abstract

Proses absorpsi gas ke dalam liquida seríngkali dijumpai dalam dunia industri. Proses ini dilakukan untuk memisahkan suatu komponen yang tidak diinginkan dan untuk mendapatkan suatu senyawa yang merupakan hasil reaksi. Proses absorpsi di industri.umumnya adalah absorpsi secara kimia yang dilakukan dalam packed column atau bubble column dengan aliran counter current. Reaksi kimia dapat terjadi secaraineversibel atau reversibel. Pada kondisi nyatq proses absorpsi gas terjadi pada kondisi non isotennal yang sangat dipengaruhi oleh panas pelarutan gas. Pengaruh panas dan reaksi kimiaterhadap laju absorpsi dinyatakan dengan enhancement factor. Beberapa penelitian terdahulu tentang enhancement factor untuk absorpsigas pada kondisi non isotermal terbatas pada pemakaian model film dan model higbie. Model film cukup sederhana namun kurang realistis dengan asumsi film stagnan. Model higbie cukup realistis namun melibatkan persaamaandifusivitas unsteady state yang rumit. Pada simulasi ini penelitian dikembangkan dengan model difusivitrs eddyuntuk reaksi orde dua. Model ini cukup realistis namun sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah permodelan matematis untuk menentukan faktor peningkatanabsorpsi gas dalam larutan yang disertai reaksi reversibel orde dua dalam kondisi non isotermal dengan model difusivitas eddy. Penelitian dilakukan secara teoritis dengan simulasi menggunakan program matlab dimana perumusan harga enhancement factor diturunkan dari persamaan dasar absorpsi dengan menggunakan model difusivitas eddy. Harga-harga variabel yang ditinjau pada penelitian ini adalah perbandingan rate difusi A terhadap rate difusi B (S) 0.01 0.0125, bilangan hatta 0 antara I 100, energi aktivasi difusi 0 4 -2 ,energi aktivasi reaksi 0 5, energi aktivasi pelarutan 0 0 - 1.5, panas pelarutan 0 dan panas reaksi 0 0.001 0.003, konstanta kesetimbangan (K) 10 - 15, ratio konsentrasi (L) 100, dan ratio difusi (T) LReynolds number 5000 (Tak berdimensi). Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa harga enhancement factor dipengaruhi oleh harga S dan bilangan hatta. Semakin besar bilangan hatta cenderung akan mempercepat laju absorpsi. Dan diperoleh bahwa dengan model difusivitas eddy, harga enhancement factor yang didapatkan lebih besar daripada dengan menggunakan model film. Panas kelarutan, panas reaksi, dan energy aktivasi memiliki andil tersendiri dalam mempengaruhi harga enhancement factor.
Modeling and Simulation of Carbon Dioxide Gas Reactive Desorption Process with Piperazine Promoted Diethanolamine Solvent in Sieve Tray Column Nur Ihda Farikhatin Nisa; Nabila Farras Balqis; Muhammad Anshorulloh Mukhlish; Ali Altway; Mahfud Mahfud
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2022: BCREC Volume 17 Issue 4 Year 2022 (December 2022)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.17.4.16245.798-810

Abstract

Carbon dioxide (CO2) is an acidic and corrosive gas, and the presence of this gas in the piping system can cause various problems in the industrial sector. Therefore, the CO2 must be separated from the gas stream. One of the CO2 gas separation processes from the gas stream is carried out in a CO2 removal unit, where a desorption unit serves as a solvent regeneration step. Therefore, this study aims to develop a rate-based model and simulation of the reactive desorption process of CO2 gas in a sieve tray column. The rate-based model in the reactive desorption process of CO2 gas is based on film theory, the liquid in the tray is assumed completely agitated due to gas bubbling, the flow pattern of gas is plug flow, and the effect of the reaction on the mass transfer follows the enhancement factor concept. The number of trays used in this study was 20. In addition, the effect of several variables, such as: desorber pressure, rich amine temperature, rich amine flow rate, and reboiler load, was also assessed on the CO2 stripping efficiency. The accuracy of our prediction model is 1.34% compared with industrial plant data. Compared with the chemical engineering simulator simulation results, the average deviation is 4%. Copyright © 2022 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0). 
Pra Desain Pabrik Garam Farmasi dari Air Laut dengan Metode Multiple Effect Evaporator Ragilia Rahma Maulidia; Wahyu Adinda Larasati; Ali Altway; Fadlilatul Taufany
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.94236

Abstract

Garam banyak digunakan oleh beberapa industri, salah satunya pada industri farmasi yang dibutuhkan untuk bahan-bahan medis dan obat-obatan. Garam farmasi memiliki kualitas yang paling tinggi diantara garam yang lainnya yaitu memiliki kadar NaCl >99,5%. Garam farmasi tersebut dapat diperoleh dari air laut yang tersedia banyak di Indonesia. Proses yang digunakan dalam pembuatan garam farmasi yaitu dengan menggunakan multiple effect evaporator. Proses pembuatan garam farmasi dari air laut dibagi menjadi 3 unit proses, yaitu unit pemurnian, unit pengkristalan dan pengeringan, dan unit pengendalian produk. Dari hasil proses didapatkan garam farmasi dengan kemurnian 99,6%. Hasil terssebut sesuai dengan standart menurut Farmakope Indonesia (FI) Edisi IV bahwa kemurnian garam farmasi adalah 99,5%. Pabrik garam farmasi berkapasitas produksi sebesar 9000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik pengolahan garam farmasi direncanakan di Desa Tamansareh, Kabupaten Sampang, Madura. Dengan kapasitas tersebut dan desai umur pabrik selama 10 tahun, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,79% yang dimana nilainya lebih besar dari bunga pinjaman bank sebesar 8%. Kemudian didapatkan Pay Out Time (POT) sebesar 5,71 tahun dan Break Even Point (BEP) sebesar 20,91%.
PENGARUH POROSITAS PACKING STEEL WOOL TERHADAP PRESSURE DROP DIDALAM PACKED BED COLUMN PADA DISTILASI CAMPURAN ETANOL-AMIL-ALKOHOL-AIR Trisna Kumala Dhaniswara; Tri Widjaja; Ali Altway
Journal of Research and Technology Vol. 2 No. 1 (2016): JRT Volume 1 No 1 Jun 2016
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventories of petroleum fuels are increasingly depleted and will someday run out. These shortcomings can be overcome by using alternative fuels, such as ethanol. Based on this, it is necessary to research and development of ethanol as a fuel. One way is with a separation in a packed distillation column. This study aims to assess the mass transfer phenomena that occur in the process of distilling a mixture of ethanol-water-amyl alcohol packed in column. In addition, this study aims to optimize temperature and reflux to obtain the highest levels of ethanol. This research method uses packed bed distillation system with the batch process. Feed used is synthetic ethanol, water, and solvent. Solvent used were amyl alcohol. Doing distillation with heating temperature is maintained. Distillation is done in the packing of stainless steel wool. Research carried out in a batch process with a variable temperature of 79°C; 84°C; 91°C; and porosity packing 20%; 30%; 40%; 50%; 60%; 70%; 80%.
Performance Test Membrane Contactor for CO2 Desorption from DEA Yeni Rahmawati; Salasa Ariq Sungkono; Zulfahmi Hawali; Fadlilatul Taufany; Susianto Susianto; Siti Nurkhamidah; Ali Altway
IPTEK The Journal of Engineering Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23378557.v9i1.a16642

Abstract

Membrane-based desorption of carbon dioxide (CO2) using a membrane contactor is considered a novel process for separating CO2 from solvents. It can be carried out using temperature regeneration, sweep gas, and vacuum method. In this work, the vacuum regeneration method is applied in the CO2 desorption process from 30% wt of diethanolamine (DEA) solution. This study investigates the effect of operating parameters such as liquid flowrate, vacuum pressure, and CO2 loading on the mass transfer rate and desorption efficiency of CO2. The highest mass transfer rate of 2.2013 × 10-7 mol/m2s is achieved at a liquid flowrate of 500 mL/min, CO2 loading of 0.27 mol CO2/mol DEA, and vacuum pressure of 50 cmHg while the maximum desorption efficiency of 71.45% is achieved at lower liquid flowrate of 100 mL/min, CO2 loading of 0.27 mol CO2/mol DEA, and vacuum pressure of 50 cmHg. The result demonstrates that membrane contactor is a promising method for the CO2 desorption process which requires further investigation. 
Identifikasi Kandungan Boraks dan Formalin pada Makanan dengan Menggunakan Scientific Vs Simple Methods Siti Nurkhamidah; Ali Altway; Sugeng Winardi; Achmad Roesyadi; Yeni Rahmawati; Siti Machmudah; Widiyastuti; Tantular Nurtono; Siti Zullaikah; Lailatul Qadariyah
Sewagati Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.063 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v1i1.295

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan bahan makanan yang tidak mudah rusak, boraks banyak sekali digunakan dalam industri makanan, seperti: dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, tahu, bakso, sosis, dan lain-lain. Selain boraks, formalin juga banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Padahal zat-zat kimia tersebut merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia sehingga sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Oleh karena itu, diperlukan metode identifikasi yang sederhana (simple method) untuk kedua bahan berbahaya tersebut dalam makanan. Sehingga, dapat dilakukan oleh konsumen terutama para ibu rumah tangga dengan mudah. Untuk menguji validitas dari simple method tersebut, maka hasil ujinya perlu dibandingkan dengan scientific method. Hasil uji kandungan boraks pada makanan dengan menggunakan simple method telah dilakukan di Laboratorium dan hasil uji menunjukaan bahwa dari 28 sampel yang di uji, ada dua sample yang positif mengandung boraks. Hasil dari metode nyala api yang merupakan scientific method untuk uji kandungan boraks menunjukkan hasil yang sama dengan hasil uji menggunakan simple method. Sedangkan pada uji formalin, baik menggunakan scientific method menunjukkan hasil bahwa terdapat tujuh sampel yang positif mengandung formalin dari 28 sampel yang diuji dan sebagian besar sampel tersebut merupakan ikan asin. Hasil dari uji tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat sekitar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yaitu ibu-ibu PKK di Perumahan Sukolilo Dian Regency RT 8 dan 9, RW 2 Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo Surabaya pada 26 Juni 2016 dan dilakukan sosialisasi kedua pada tanggal 30 Juli 2016 untuk melihat tingkat keberhasilan dan keberlanjutan dari sosialisasi yang pertama.
PENGARUH TIPE PACKING DALAM ABSORPSI REAKTIF K2CO3 BERPROMOTOR DEA DALAM REACTOR PACKED COLUMN Junety Monde; Prapti Ira Kumala Sari; Karnila Willard; Tri Widjaja; Ali Altway
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.25

Abstract

Penyerapan secara kimia atau absorpsi reaktif yang paling banyak digunakan karena ketersediaan  tingkat removal yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode penyerapan lainnya. Absorpsi reaktif dilakukan melalui menyerap CO2 dari gas oleh ikatan kovalen dalam molekul cairan penyerap. K2CO3merupakan salah satu absorben yang umum digunakan dalam penyerapan kimia tetapi laju absorsi lambat. Salah satu cara untuk meningkatkan penyerapan K2CO3 diantarnya dengan memperbaiki kualitas packing yang digunakan sehingga meningkatkan loading CO2. Pada penelitian ini akan membandingkan pengaruh penggunaan tipe packing raschig ring dan steel wool dalam pemisahan CO2  dan menggunakan promotor DEA dengan metode absorbsi reaktif dalam reactor packed kolom dengan variabel temperature (400C-800C), konsentrasi DEA(3)% dan laju alir absorben (0.5,0.75,1 L.min-1). Gas dialirkan dari bagian bawah packed kolom dan absorben dialirankan dari bagian atas sehingga terjadi aliran cuntercurren antar gas dan pelarut dalam packed kolom, CO2 akan larut dalam reaksi dengan laruan 30% K2CO3 dan DEA kemudian dilakukan pengujian terhadap jumlah CO2 yang terikat melalui analisa tittrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan CO2 Loading dan % CO2 Removal meningkat menjadi 0.0722 dan 31.0728% dengan penggunaan packing steel wool jika dibandingkan dengan raschig rings CO2 Loading 0.0656  dan % Removal CO2 27.965% pada kondisi operasi yang sama yaitu 3% DEA, 1 L.min-1 dan temperature 700C.
Pra Desain Pabrik di-(Palmitic Carboxyethyl) Hydroxyethyl Methyl Ammonium Methyl Sulfate (Esterquats) Surfaktan Berbasis Fatty Acid Fadlilatul Taufany; Merisa Veronika Suparto; Nadhifa Auria Andini; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.122207

Abstract

Surfaktan (Surface Active Agent) merupakan molekul kimia dengan karakteristik yang dapat menurunkan tegangan permukaan antara dua fasa cairan berbeda berdasarkan sifat kepolarannya. Esterquat adalah senyawa surfaktan kationik berbahan baku minyak kelapa sawit yang mengandung ion amonium kuaterner sebagai bagian hidrofilik-nya. Esterquat secara signifikan telah menggantikan surfaktan pendahuluya (dimethyl disteril) karena memiliki karakteristik yang lebih mudah terurai secara hayati dan menunjukkan tingkat toksisitas yang rendah. Esterquat dapat digunakan sebagai bahan aktif pelembut (softener) dan produk personal care, diproduksi dengan cara proses esterifikasi dan kuartenerisasi. Pabrik Di-(Palmitic Carboxyethyl) Hydroxyethyl Methyl Ammonium Methyl Sulfate (Esterquat) Surfaktan Berbasis Fatty acid direncanakan dengan kapasitas produksi sebesar 30.000 ton per tahun didirikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara karena dekat dengan sumber bahan baku, tersedianya fasilitas penunjang, transportasi dan tenaga kerja. Berdasarkan analisa neraca massa dan neraca energi, pabrik ini membutuhkan bahan baku Fatty acid 2111,03 sebanyak kg/jam, triethanolamine sebanyak 667,49 kg.jam, HPA sebanyak 4,22 kg/jam, DMS sebanyak 533,31 kg/jam, dan IPA sebanyak 277,6 kg/jam. Sedangkan untuk low pressure steam sebanyak 103,184 kg/jam, medium pressure steam sebanyak 468,39 kg/jam, dan cooling water sebanyak 34966,59 kg/jam. Pengolahan fatty acid menjadi esterquat melalui 2 tahap reaksi utama, yaitu tahap esterifikasi dan tahap quaternisasi. Tahap esterifikasi merupakan tahap pembentukan esteramine dari reaksi antara fatty acid dan triethanolamine pada reaktor batch dengan tingkat konversi mencapai 99% yang beroperasi dengan tekanan 0,2 bar dan temperatur 170°C. Sedangkan tahap quaternisasi merupakan tahap pembuatan esteramine secara batch dari reaksi esteramine dan dimetil sulfat (DMS) reaktor batch untuk mencapai konversi reaksi 91,4%. Hasil dari tahap quaternisasi merupakan esterquat dengan konsentrasi 84% w/w. Pabrik ini membutuhkan investasi awal Rp 828.939.202.144 dimana setelah proses konstruksi 2 tahun dan produksi 15 tahun, didapatkan nilai IRR 17.580%, Pay Out Time 5.86 tahun, dan WACC sebesar 9,318%.
Co-Authors Abubakar Tuhuloula Achmad Dwitama Karisma Achmad Roesyadi Adi Soeprijanto Aditya Akhmad Sony Afan Hamzah, Afan Afri Dwijatmiko Agung Ari Wibowo Agus Surono Agustiani, Elly Aisyah Alifatul Altway, Saidah Anggraheny, Nurul Annasit Annasit Ardiani, Liana Aris Tjahyanto Atha Pahlevi Atletiko, Faizal Johan Ayu Larasati Azaim, Ahmad Hayiz Azka Afuza Bayu Yusuf Bekti, Andi Setyo Budhikarjono, Kuswandi Kusno Danawati Hari Prajitno Dewi Istiyanie Dwi Arimbi Wardaningrum Eldira Nindri Wena Endah Prasetyo Rini Eriska Wahyu Kusuma Erlinda Ningsih, Erlinda Fadlilatul Taufany Fadlilatul Taufany Fahmi Fauziah, Melinda Nur Firsta Hardiyanto Gianfranco, Enrique Gissa Navira Sevie Hafid, Abdul Haqqyana Haqqyana Harahap, A. H. Hendi Riesta Mulya Honora, Faradiba Istiyanie, Dewi Istiyanie, Dewi Junety Monde Juwari Juwari K Kusnaryo K Kuswandi Karnila Willard Koatlely Serpara Kusnarjo Kusnarjo Kuswandi Kuswandi Kuswandi Kuswandi Kuswandi Kuswandi Lailatul Qadariyah Lailatul Qomariyah, Lailatul Larasati, Wahyu Adinda Lily Pudjiastuti, Lily Ling Ling M Rachimoellah M Rachimoellah Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Margono Margono Medya Ayunda Fitri Merisa Veronika Suparto Meydita, A. D. Mochamad Sidiq Muhammad Anshorulloh Mukhlish Muhammad Fadlan Minallah Muhammad Iqbal Musfil AS Nabila Farras Balqis Nadhifa Auria Andini Niniek Fajar Puspita, Niniek Fajar Nisa, Nur Ihda Farikhatin Nonot Soewarno Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novitrie Novitrie, Nora Amelia Nugroho, Muhammad Aldi Nuniek Hendrianie Nuniek Hendrianie Nur Aini Nadhifah Nur Ihda Farihatin Nisa Nur Ihda Farikhatin Nisa Nurkhamidah, Siti Nurlaili Humaidah, Nurlaili Palupi, A. E. Pambudi, Alfian Wisnu Pamungkas, Raditya Pamungkas, Raditya Yudhi Pradnya Paramitha, Pradnya Prapti Ira Kumala Sari Prida Novarita Trisanti, Prida Novarita Putri, Rheyna Casca Hanafi R. Darmawan Darmawan Rachmaniah, Orchidea Ragilia Rahma Maulidia Raja, Risfanali Ramadhani, Farah Amirah Firyal Renanto Handogo Rendra Panca Anugraha Rohmah, Nur Azizatur Rohmah, Nur Azizatur Rohmania, Inti Ruben Leonardo Panjaitan S, Susianto Salasa Ariq Sungkono Samuel Sembiring Siti Machmudah Siti Nurchamidah Siti Nurkamidah Siti Nurkhamidah Siti Zullaikah Sri Rachmania Juliastuti Sugeng Winardi Sugianto, Mohamad Sugiarto, Kurniawan Wahyu Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Surya Rachmadani Susianto Susianto S Susianto Susianto Susianto Susianto Susianto, Susianto Syukharial, Muhammad Alraedi Tantular Nurtono Taufany, Fadlilatul Tetrisyanda, Rizky Tri Widjaja Tri Widjaja Trisna Kumala Dhaniswara W Widiyastuti Wahyu Adinda Larasati Wahyu Meka Warlinda Eka Triastuti Widiyastuti Winardi, S. Winardi, Sugeng Wulansari, Dessy Yeni Rahmawati Yeni Rahmawati, Yeni Yosita Dyah Anindita Yunita D Indrasari Zuchrillah, Daril Ridho Zulfahmi Hawali