Claim Missing Document
Check
Articles

Prediksi Data Kesetimbangan Cair-cair Pada Sistem Terner Air + Asam Laktat + Pelarut Menggunakan Model UNIFAC-DMD Sugiarto, Kurniawan Wahyu; Honora, Faradiba; Altway, Saidah; Zuchrillah, Daril Ridho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2023: PROSIDING SNTKK 2023
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industrial lactic acid can be produced via chemical synthesis and fermentative production. However, due to the environmental issue and consumer preference, fermentative production of lactic acid is preferable. Lactic acid is used in many industries, including food processing, pharmaceutical, chemical and cosmetic industries. Various methods have been developed for separating lactic acid from its aqueous solution, and liquid-liquid extraction is considered as the most promising and efficient method. Liquid-liquid equilibrium data provide the basis for a rational design and optimal extraction operation. The objective of this study is to predict the liquid-liquid equilibria in the ternary systems of water+ lactic acid + solvent (MIBK, 2-pentanol, 1-hexanol) at temperatures of 303.15 K and 313.15 K and atmospheric pressure (101.3 kPa) using the UNIFAC-Dortmund (DMD) model. The distribution coefficients and separation factors were determined to evaluate the extraction performance of lactic acid. The extraction performance was in the order of MIBK > 1-hexanol > 2-pentanol. The prediction of lactic acid + water + MIBK system at 303,15 K was also compared with the experimental data with the RMSD 2,5 %. This result represented that UNIFAC-DMD was a reliable model for the prediction of liquid-liquid equilibria of system involving lactic acid.
Prediksi Kesetimbangan Uap-Cair Sistem Biner 3-Pentanol + Asam Propionat Sebagai Basis Pada Proses Desain Pemurnian Biofuel Bekti, Andi Setyo; Paramitha, Pradnya; Altway, Saidah; Wibowo, Agung Ari
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2023: PROSIDING SNTKK 2023
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The depletion of fossil fuels has led to a turn toward renewable and cleaner diesel fuel. In recent years, research has focused on the development of green energy to replace fossil fuels. 3-Pentanol is the preferred alternative fuel because it has better fuel properties compared to other biofuels. 3-Pentanol, as a propionic acid derivative chemical platform, can be produced from renewable biomass through the lactic acid pathway. Therefore, to obtain 3-Pentanol with high purity, a purification process such as distillation is required. Vapor-liquid equilibrium data and the thermodynamic model parameters are needed as basis for designing a distillation column and optimizing the separation process. The aim of this study is to predict the vapor-liquid equilibria (VLE) of the binary systems of 3-Pentanol + propionic acid at 100 kPa, 200 kPa, and 300 kPa using the UNIFAC model in combination with the Hayden-O’Connell model. The prediction results showed no azeotropes found for the studied systems. This study can also open a scope for the thermodynamic studies of biofuel separation process.
Pra Desain Pabrik Minyak Kayu Putih Dari Daun Kayu Putih Hafid, Abdul; Syukharial, Muhammad Alraedi; Altway, Ali; Taufany, Fadlilatul
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121577

Abstract

Kebutuhan minyak kayu putih di Indonesia sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari data konsumsi minyak kayu putih di Indonesia. Kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi dengan impor dari negara lain. Indonesia merupakan negara yang potensi kekayaan alam yang banyak seharusnya dapat memproduksi minyak kayu putih sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang sangat besar. Melihat permintaan minyak kayu putih yang sangat besar dan belum dapat dicukupi dari produksi dalam negeri, dibuat rancangan pra desain pabrik minyak kayu putih dengan kapasitas produksi sebesari 60 ton/tahun. Melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan meninjau ketersediaan bahan baku, pemasaran, sumber energi listrik dan air, sumber tenaga kerja, aksesabilitas dan fasilitas transportasi, hukum dan peraturan, iklim dan topografi, lokasi untuk mendirikan pabrik terpilih yaitu berada di Indramayu, Jawa Baray. Raw material yang digunakan pada produksi minyak kayu putih yaitu daun kayu putih. Produksi minyak kayu putih meliputi beb erapa proses diantaranya, proses steam distillation, condensation, decantation, dan, vacuum distillation. Steam dihasilkan dari boiler dengan bahan bakar briket yang didapat dari hasil pengolahan limbah daun kayu putih pada proses steam distillation. Analisa ekonomi dilakukan dengan asumsi modal awal yaitu 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman, masa konstruksi 2 tahun, laju inflasi 3% per tahun, bunga bank 8% per tahun. Dari analisa ekonomi yang telah dilakukan hasil dari Total Capital Investment (TCI) sebesar $922.191, Working Capital Investment (WCI) Rp. 1.877.495.732 ; Fixed Capital Investment (FCI) Rp. 12.450.709.153,00; Total Production Cost (TPC) Rp. 61.249.357.68; Internal Rate of Return (IRR) 16,17% ; Pay Out Time (POT) 6,23 tahun; dan Break Even Point (BEP) 29,15.
Pra Desain Pabrik Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2) dari Bittern Rohmania, Inti; Rohmah, Nur Azizatur; Altway, Ali; Susianto, Susianto
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.121433

Abstract

29ºBe. Bittern memiliki beberapa kandungan ion mineral diantaranya Na+, Mg2+ dan Cl-. Lokasi terpilih dalam pendirian pabrik ini direncanakan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada tahun 2027 dengan kapasitas produksi sebesar 1.850 ton/tahun. Proses yang digunakan dalam pembuatan Mg(OH)2 dari bittern yaitu presipitasi magnesium menggunakan NaOH dengan pertimbangan yield yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan penggunaan senyawa basa lainnya. Secara umum, proses ini dibagi menjadi tiga unit proses, yaitu proses pre-treatment bahan baku, proses presipitasi magnesium, proses drying dan milling. Tahap pre-treatment bittern dilakukan secara dua tahap, yaitu filtrasi charcoal dan pengurangan ion Ca2+. Filtrasi charcoal bertujuan untuk menghilangkan zat chroma dan zat pengotor yang terikut dalam bittern, serta pengikatan kadar kalsium dalam bittern menggunakan H2SO4. Tahap presipitasi magnesium bertujuan untuk mengikat ion-ion Mg2+ dalam bittern dan bereaksi dengan ion (OH-) dari NaOH sehingga menghasilkan Mg(OH)2. Dimana Mg(OH)2 memiliki nilai kelarutan senyawa yang paling rendah diantara senyawa lain yang terbentuk, sehingga terjadi adanya pengendapan dan dapat dengan mudah dilakukan pemisahan dan pencucian pada proses selanjutnya. Tahap drying dan milling, terjadi proses pengeringan cake Mg(OH)2 untuk menghilangkan kadar air yang tersisa dengan bantuan panas secara berlawanan serta terjadi proses size reduction untuk menghasilkan ukuran yang seragam (100 mesh). Untuk mendirikan pabrik Mg(OH)2 dengan kapasitas 1.850 ton/tahun dibutuhkan modal investasi sebesar Rp. 214.287.272.351 yang diperoleh dari modal sendiri sebesar 30% dan pinjaman jangka pendek dengan bunga 8% per tahun sebesar 70%. Dari analisa ekonomi, didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp. 186.813.411.607 dan biaya operasional (OPEX) sebesar Rp. 54.947.721.488. Hasil penjualan produk per tahun sebesar Rp. 92.500.000.000 dengan IRR 15,94%, POT selama 6,05 tahun, NPV sebesar Rp. 135.472.885.944 dan WACC sebesar 7,24%. Berdasarkan analisa kelayakan di atas dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan karena nilai WACC < IRR.
Pra Desain Pabrik Surfaktan SLS Dengan Bahan Baku Lignin Gianfranco, Enrique; Raja, Risfanali; Altway, Ali
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.121440

Abstract

Pabrik Surfaktan Sodium Lignosulfonate (SLS) dengan Bahan Baku Lignin di Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia, telah direncanakan dengan kapasitas produksi 2.500 ton per tahun. Pabrik ini bertujuan untuk memproduksi SLS, sebuah senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai bahan pendispersi dalam berbagai aplikasi industri. Saat ini, mayoritas Sodium Lignosulfonate yang digunakan di Indonesia masih diimpor dari negara lain. Proses produksi SLS dimulai dengan tahap pre-treatment, di mana feed yang terdiri dari lignin dan impurities lainnya diolah melalui proses evaporasi dan pengasaman dengan H2SO4 20% untuk memperoleh isolat lignin. Selanjutnya, isolat lignin direaksikan dengan agen pensulfonasi NaHSO3 dalam reaktor sulfonator untuk menghasilkan Sodium Lignosulfonate (SLS) dengan tingkat konversi sebesar 89% mol. Setelah proses pemisahan pada sentrifus, SLS yang lebih murni akan mengalami proses metanasi dan evaporasi untuk mendapatkan produk SLS yang pekat. Proses pengeringan menggunakan fluidized bed dryer menghasilkan SLS berbentuk bubuk, yang kemudian dihaluskan dan diskrining sesuai spesifikasi produk. Produk yang sesuai spesifikasi disimpan dalam tangki penyimpanan, sedangkan yang tidak sesuai dikembalikan ke dalam proses produksi. Pabrik ini direncanakan untuk beroperasi pada tahun 2027 dengan pertimbangan indicator Supporting infrastructure, economical, dan environmental. Diperlukan total investasi sebesar Rp95.013.326.653,9 untuk mendirikan pabrik ini, dengan estimasi total biaya produksi sebesar Rp64.166.737.917,9 dan estimasi penjualan sebesar Rp63.125.250.000,0 per tahun. Pabrik ini diharapkan dapat beroperasi selama 25 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 25,20%, waktu pengembalian modal (POT) selama 7 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 40%.
PENANGKAPAN CO2 DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM KARBONAT BERPROMOTOR ASAM BORAT Dewi Istiyanie; Ali Altway
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangkapan CO2 dengan menggunakan pelarut kalium karbonat sampai saat ini masih terdapat kelemahan, yaitu laju reaksi yang lambat. Pada penelitian ini untuk mengatasinya maka digunakan promotor asam borat karena lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Uji coba skala laboratorium dilakukan dengan sistem kontinu, yaitu dengan cara mengalirkan gas CO2 (20%) ke dalam pelarut K2 CO3 (30%) berpromotor H3 BO3 (3%) di dalam absorber pada suhu 50-70o C. Pelarut yang sudah mengandung CO2 akan dialirkan ke dalam desorber. Desorber dipanaskan hingga 70-90o C agar CO2 yang terabsorp di dalam pelarut dapat dilepaskan kembali. Pelarut K2 CO3 akan masuk kembali ke dalam Tangki Pelarut untuk digunakan kembali dalam proses absorpsi CO2 , dan seterusnya. Pada percobaan diukur konsentrasi gas CO2 yang masuk ke dalam absorber, yang keluar dari absorber, dan yang tidak terserap oleh absorber dengan menggunakan CO2 Analyzer. Sedangkan laju alir gas CO2 yang masuk ke dalam absorber dan yang keluar dari absorber diukur dengan menggunakan Flowmeter Digital. Konsentrasi pelarut juga diukur pada titik-titik yang sama dengan menggunakan metode titrasi. Laju alir pelarut yang masuk ke dalam absorber pada percobaan ini adalah konstan, sedangkan laju alir gas CO2 yang masuk ke dalam absorber divariasikan pada laju alir gas CO2 sebesar 1,25 liter/menit, 1,5 liter/menit, dan 2 liter/menit. Hasil terbaik dicapai pada laju alir gas CO2 sebesar 1,5 liter/menit dan diperoleh efisiensi penangkapan gas CO2 sebesar 87,63%.
Karakteristik Biokomposit Edible Film dari Campuran Kitosan dan Pektin Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata) Zuchrillah, Daril Ridho; Pudjiastuti, Lily; Puspita, Niniek Fajar; Hamzah, Afan; Karisma, Achmad Dwitama; Surono, Agus; Altway, Saidah; Ardiani, Liana; Rohmah, Nur Azizatur; Ningrum, Eva Oktavia
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.628 KB) | DOI: 10.25273/cheesa.v3i1.6659

Abstract

Kemasan plastik banyak digunakan pada industri makanan dan minuman di Indonesia karena praktis dan mudah. Namun, disisi lain ini merupakan bencana bagi lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai (nondegradable). Edible film merupakan salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan kemasan plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kitosan dari limbah cangkang rajungan dan pektin dari limbah kulit pisang kepok sebagai bahan baku pembuatan edible film. Kitosan diperoleh dari proses degreasing, deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi cangkang rajungan. Pektin diperoleh dari proses hidrolisis kulit pisang kepok. Edible film yang berbasis kitosan dan pektin dibuat melalui proses blending dengan ratio (K:P) 100:0; 60:40; 50:50: 40:60 dan 0:100. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi warna, transparan, ketebalan, kelarutan dalam air, laju transmisi uap air (WVTR), kadar air, swelling degree, biodegradabilitas, dan aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan edible film kitosan dan pektin yang paling optimal adalah ratio 50:50.
Desain Pabrik Sodium Carbonate dari Gas CO2 dan NaOH Pamungkas, Raditya Yudhi; Putri, Rheyna Casca Hanafi; Altway, Ali; Taufany, Fadlilatul
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.148137

Abstract

Karbon dioksida (CO2) merupakan senyawa yang umum dihasilkan dari proses pembakaran di industri. Dengan semakin meningkatnya industri yang selaras dengan perkembangan zaman, semakin banyak pula emisi karbon dioksida yang terlepas ke udara lepas. Karbon diksida termasuk salah satu gas rumah kaca dimana ketika dilepas ke udara dapat menyebabkan pemanasan global. Hal ini perlu ditanggulangi dengan pengurangan kadar CO2 yang dilepas ke udara. Pengurangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yakni dengan pemanfaatan karbon dioksida dari flue gas yang dihasilkan oleh poweplant menggunakan metode absorpsi. Absorpsi sendiri dapat diartikan sebagai proses pemisahan suatu bahan dari campuran gas dengan mengikat bahan pada permukaan absorben cair yang disertai pelarutan. Pelarut yang digunakan yaitu larutan NaOH sehingga CO2 dapat terikat dalam NaOH dengan metode karbonasi untuk kemudian membentuk Na2CO3. Natrium karbonat (Na2CO3) atau biasa dikenal sebagai soda ash merupakan senyawa yang banyak digunakan dalam berbagai bidang industri. Senyawa ini memiliki peranan penting dalam perkembangan industri di Indonesia. Sayangnya, kebutuhan ini tidak selaras dengan adanya produksi dalam negeri, dimana seluruh kebutuhan soda ash masih bergantung pada sektor impor. Mempertimbangkan hal tersebut, perencanaan pabrik soda ash akan menangani kedua permasalahan sekaligus, yaitu emisi CO2 yang mengkhawatirkan dan ketergantungan soda ash pada sektor impor.
Modelling Urea and Creatinine Concentration Distribution in Hollow Fiber Membranes for Hemodialysis Applications Fauziah, Melinda Nur; Nurkhamidah, Siti; Taufany, Fadlilatul; Altway, Ali; Susianto; Rahmawati, Yeni
Eksergi Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/eksergi.v22i2.14515

Abstract

Humans are dynamic creatures who continue to follow developments over time. This development also has a big impact on changes in habits and has an impact on the health of everyone, which needs special attention in this era of globalization. One of the treatments for kidney failure patients is kidney function replacement therapy, namely haemodialysis. Haemodialysis therapy is a high technology to replace the function of the kidneys in removing metabolic waste (air, sodium, potassium, hydrogen, urea, creatinine, uric acid and other substances) through a semi-permeable membrane as a separator for blood and dialysate fluid in an artificial kidney (dialyzer). where the processes of diffusion, osmosis, and ultrafiltration occur. In this study, a hollow fiber type dialyzer was used which consisting of three main components: the shell (which directs dialysate flow), the porous membrane, and the tube (which carries blood). In general, this research will be carried out theoretically by developing a mathematical model of mass transfer in hollow fiber membranes in the haemodialysis process to study the distribution of urea and creatinine concentrations in the tube, membrane, and shell axial and radial section, the effect of pore area of membrane on urea and creatinine clearance, and the influence of dialysate flowrate on urea and creatinine clearance. The mathematical modeling successfully illustrates the distribution of urea and creatinine concentrations within the hollow fiber membrane both axially and radially, with a concentration decrease from blood to dialysate, influenced by diffusion and convection mechanisms. Simulation results indicate that increasing dialysate flowrate enhances haemodialysis efficiency, but its effect diminishes after reaching a certain threshold. Meanwhile, increasing the membrane surface area from 1.3 m² to 1.8 m² results in only a slight reduction in the urea concentration from 16.67 mol/m³ to 16.62 mol/m³ and creatinine from 8.85 mol/m³ to 8.83 mol/m³, demonstrating that membrane surface area has a smaller impact.
Comparative Analysis of CO₂ Content in Biogas and Synthetic Gas Using Chittick Titration Validated by Gas Chromatography Pambudi, Alfian Wisnu; Rahmawati, Yeni; Taufany, Fadlilatul; Altway, Ali; Susianto
Eksergi Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/eksergi.v22i2.14809

Abstract

This study aimed to validate the Chittick titration method for measuring carbon dioxide (CO2) content using gas chromatography (GC) as the reference method. Two types of gas samples were analyzed: synthetic CO2/N2 gas with a theoretical composition of 40:60 and biogas produced by anaerobic fermentation. Analyses were conducted in parallel using both methods to compare CO2 measurements. For synthetic gas, the Chittick titration recorded an average CO2 content of 39.11%, whereas GC recorded 40.52%. For biogas, Chittick titration produced 30.16%, whereas GC measured 31.40%. The differences between the methods were 0.81% for synthetic gas and 1.55% for biogas, with relative errors of 2.00% and 3.45%, respectively. The t-test results showed statistically significant differences (p < 0.05) between the methods for both gas types. However, the observed deviations remained within practically acceptable limits for small-scale laboratory applications. These findings suggest that Chittick titration is a practical and cost-effective alternative for estimating CO2 content, particularly in laboratories with limited access to gas chromatography equipment. This study is expected to serve as a useful reference for educational institutions and small laboratories that are seeking to develop simple gas analysis methods with adequate validity.
Co-Authors Abubakar Tuhuloula Achmad Dwitama Karisma Achmad Roesyadi Adi Soeprijanto Aditya Akhmad Sony Afan Hamzah, Afan Afri Dwijatmiko Agung Ari Wibowo Agus Surono Agustiani, Elly Aisyah Alifatul Altway, Saidah Anggraheny, Nurul Annasit Annasit Ardiani, Liana Aris Tjahyanto Atha Pahlevi Atletiko, Faizal Johan Ayu Larasati Azaim, Ahmad Hayiz Azka Afuza Bayu Yusuf Bekti, Andi Setyo Budhikarjono, Kuswandi Kusno Danawati Hari Prajitno Dewi Istiyanie Dwi Arimbi Wardaningrum Eldira Nindri Wena Endah Prasetyo Rini Eriska Wahyu Kusuma Erlinda Ningsih, Erlinda Fadlilatul Taufany Fadlilatul Taufany Fahmi Fauziah, Melinda Nur Firsta Hardiyanto Gianfranco, Enrique Gissa Navira Sevie Hafid, Abdul Haqqyana Haqqyana Harahap, A. H. Hendi Riesta Mulya Honora, Faradiba Istiyanie, Dewi Istiyanie, Dewi Junety Monde Juwari Juwari K Kusnaryo K Kuswandi Karnila Willard Koatlely Serpara Kusnarjo Kusnarjo Kuswandi Kuswandi Kuswandi Kuswandi Kuswandi Kuswandi Lailatul Qadariyah Lailatul Qomariyah, Lailatul Larasati, Wahyu Adinda Lily Pudjiastuti, Lily Ling Ling M Rachimoellah M Rachimoellah Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Margono Margono Medya Ayunda Fitri Merisa Veronika Suparto Meydita, A. D. Mochamad Sidiq Muhammad Anshorulloh Mukhlish Muhammad Fadlan Minallah Muhammad Iqbal Musfil AS Nabila Farras Balqis Nadhifa Auria Andini Niniek Fajar Puspita, Niniek Fajar Nisa, Nur Ihda Farikhatin Nonot Soewarno Nora Amelia Novitrie Nora Amelia Novitrie Novitrie, Nora Amelia Nugroho, Muhammad Aldi Nuniek Hendrianie Nuniek Hendrianie Nur Aini Nadhifah Nur Ihda Farihatin Nisa Nur Ihda Farikhatin Nisa Nurkhamidah, Siti Nurlaili Humaidah, Nurlaili Palupi, A. E. Pambudi, Alfian Wisnu Pamungkas, Raditya Pamungkas, Raditya Yudhi Pradnya Paramitha, Pradnya Prapti Ira Kumala Sari Prida Novarita Trisanti, Prida Novarita Putri, Rheyna Casca Hanafi R. Darmawan Darmawan Rachmaniah, Orchidea Ragilia Rahma Maulidia Raja, Risfanali Ramadhani, Farah Amirah Firyal Renanto Handogo Rendra Panca Anugraha Rohmah, Nur Azizatur Rohmah, Nur Azizatur Rohmania, Inti Ruben Leonardo Panjaitan S, Susianto Salasa Ariq Sungkono Samuel Sembiring Siti Machmudah Siti Nurchamidah Siti Nurkamidah Siti Nurkhamidah Siti Zullaikah Sri Rachmania Juliastuti Sugeng Winardi Sugianto, Mohamad Sugiarto, Kurniawan Wahyu Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Surya Rachmadani Susianto Susianto S Susianto Susianto Susianto Susianto Susianto, Susianto Syukharial, Muhammad Alraedi Tantular Nurtono Taufany, Fadlilatul Tetrisyanda, Rizky Tri Widjaja Tri Widjaja Trisna Kumala Dhaniswara W Widiyastuti Wahyu Adinda Larasati Wahyu Meka Warlinda Eka Triastuti Widiyastuti Winardi, S. Winardi, Sugeng Wulansari, Dessy Yeni Rahmawati Yeni Rahmawati, Yeni Yosita Dyah Anindita Yunita D Indrasari Zuchrillah, Daril Ridho Zulfahmi Hawali