Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM E-BOOK LEGENDA DI NATUNA KARYA DINAS PARIWISATA KABUPATEN NATUNA Hardianti; Suhardi; Patria, Robby; Andheska, Harry; Malik, Abdul; Zaitun
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41937

Abstract

This study aims to describe the local wisdom found in the e-book Legenda di Natuna published by the Natuna Regency Tourism Office. The data sources consist of seven regional legends, namely Legenda Tanjung Senubing, Legenda Batu Kasah, Legenda Pulau Senua, Legenda Telapak Kaki Tok Nyong, Legenda Teluk Panglima, Legenda Pulau Sahi, and Legenda Tok Ibo dan Tok Umbok. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. The data, in the form of words, phrases, and sentences containing elements of local wisdom, were collected through reading and note-taking techniques, and then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that these legends reflect the worldview of the Natuna community related to social and cultural life. Local wisdom is manifested through the attitudes and behaviors of the characters in maintaining social harmony, fulfilling life responsibilities, and preserving cultural continuity. Overall, the legends illustrate a balance between harmonious social life and efforts to sustain the local cultural heritage of the Natuna community. Keywords: local wisdom, legend, folklore
VALIDITY AND PRACTICALITY TEST OF CREATIVE ADVERTISING INSPIRATION BOARD LEARNING MEDIA BASED ON GOOGLE SITES IN LEARNING ADVERTISING TEXTS IN GRADE VIII Jasika Putri Novela; Harry Andheska; Fabio Testy Arince Loren; Isnaini Leo Shanty; Legi Elfitra; Suhardi
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i1.2740

Abstract

This study aims to examine the validity and practicality of the Creative Advertising Inspiration Board learning media based on Google Sites in teaching advertising texts for eighth-grade junior high school students. The research employed a Research and Development (R&D) method using a 4D model limited to the defining, designing, and developing stages. The research subjects consisted of media experts, material experts, and eighth-grade students. Data were collected through interviews and questionnaires, while data analysis was conducted using descriptive quantitative techniques. The results showed that the media validity assessment by media experts reached 84%, categorized as very valid, while material expert validation achieved 90%, also categorized as very valid. The practicality test in a small group obtained a percentage of 80.20% with a practical category, whereas the large-group practicality test reached 86.40%, categorized as very practical. Based on these findings, the Google Sites–based Creative Advertising Inspiration Board is considered valid and practical as a supporting learning medium for advertising text instruction in junior high schools.
Pengembangan Media Pembelajaran Bina Purak (Bahasa Indonesia Puisi Rakyat) Berbantuan Lumio Pada Materi Puisi Rakyat Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Desri Yana Ranap Lumbantoruan; Harry Andheska; Siti Habiba; Legi Elfitra; Isnaini Leo Shanty; Asri Lolita; Yunisa Oktavia
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1555.99-104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran Bina Purak (bahasa Indonesia puisi rakyat) pada materi puisi rakyat siswa kelas VII sekolah menengah pertama. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk media Bina Purak (bahasa Indonesia puisi rakyat) .Model yang digunakan dalam penelitian ini 4D hingga tahap pengembangan. Ahli Media pembelajaran telah dinilai oleh dua ahli, yaitu ahli media dan ahli materi. Uji coba media ini dilakukan pada dua kelompok siswa, yaitu 5 siswa untuk kelompok kecil dan 33 siswa untuk kelompok besar. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu wawancara, angket validasi media oleh ahli media dan ahli materi, serta angket kepraktisan media oleh siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan dua teknik, yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah produk media Bina Purak (bahasa Indonesia puisi rakyat) dengan persentase validasi ahli media mendapat rata-rata 90% dengan kualifikasi “sangat valid” dan validasi materi mendapat rata-rata 82% dengan kualifikasi “sangat valid”. Selain itu, penelitian ini dilakukan uji coba kepada siswa dengan persentase 92% dengan kualifikasi “sangat praktis” pada kelompok kecil dan persentase 86% dengan kualifikasi “sangat praktis” pada kelompok besar.
Model Pembelajaran Paired Story Telling dalam Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Enggy Oktavyani; Harry Andheska; Asri Lolita
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1562.129-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran paired story telling terhadap kemahiran menulis cerita fantasi sederhana siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tanjungpinang tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi eksperimen dengan metode yang digunakan adalah kuantitatif. Data pada penelitian ini berupa kemahiran menulis cerita fantasi siswa menggunakan model pembelajaran paired story telling di SMP Negeri 7 Tanjungpinang. Sumber data penelitian adalah kemahiran menulis pretest dan posttest peserta didik yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran paired story telling dan tidak diberi perlakuan. Adapun subjek peserta didik dalam penelitian ini berjumlah 27 orang dan sampel penelitian dua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran paired story telling terhadap kemahiran menulis cerita fantasi, yang ditunjukkan dengan uji non parametric menggunakan uji mann whitney dengan taraf Asymp. Sig (2-tailed) 0,045<0,05 yang berrati Ho ditolak Ha diterima. Dengan Demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemahiran menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tanjungpinang tahun ajaran 2023/2024.
Analyzing TPACK Competence among Pre-Service Indonesian Language Teachers: A Quantitative Case Study Silvia Marni; Harry Andheska; Sainee Tamphu; Abdul Wahid; Astri Widyaruli Anggraeni; Trisna Helda; Muhammad Aliman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.7347

Abstract

The integration of digital technology in education requires pre-service teachers to develop strong Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). However, empirical studies examining TPACK implementation in Indonesian language teacher education—particularly in regional universities—remain limited. This study aims to examine the TPACK competencies of pre-service Indonesian language teachers and identify demographic factors influencing their technology integration capabilities. This study employed a quantitative approach using an online questionnaire distributed to 133 pre-service Indonesian language teachers at Universitas PGRI Sumatra Barat who had completed microteaching courses. The collected data were analyzed using descriptive statistics to determine TPACK competency levels and to examine variations based on demographic variables, including gender, academic level, and duration of technology use. The findings indicate that participants demonstrated a moderate level of TPACK competency (mean score = 2.69; 67.25%). Variations in competency were observed across demographic categories. The highest competency levels were found among second-year students and those with 3–4 years of technology experience, suggesting potential developmental windows for optimal TPACK acquisition. Gender differences were also evident: male participants showed higher scores in most TPACK domains, while female participants performed better in integrated TPACK. The results highlight that TPACK development may not follow a strictly linear progression. Instead, certain periods during teacher education may serve as optimal phases for strengthening technology integration skills. These findings underscore the importance of implementing structured and targeted technology integration strategies within teacher education curricula to support effective TPACK development among pre-service teachers.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI PENDEKATAN TARL (TEACHING AT THE RIGHT LEVEL) DENGAN PEMANFAATAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF DI KELAS VII 1 SMP NEGERI 10 TANJUNG PINANG Leonita Sampurna; Harry Andheska; Gigih Harpuas
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.666

Abstract

Keterampilan menulis teks prosedur masih menjadi tantangan bagi banyak siswa sekolah menengah pertama karena lemahnya pemahaman terhadap struktur dan langkah-langkah penyusunannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas VII.1 SMP Negeri 10 Tanjungpinang melalui penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis media video interaktif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data terdiri atas tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata posttest dibandingkan dengan pretest. Siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam menyusun teks prosedur secara sistematis, menggunakan bahasa yang tepat, serta menyusun langkah-langkah secara logis. Selain itu, respons siswa terhadap media video interaktif juga sangat positif, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan motivasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini diperkuat oleh hasil observasi dan wawancara yang mengindikasikan bahwa pendekatan TaRL membantu siswa dengan tingkat kemampuan berbeda untuk memahami materi secara optimal. Dengan demikian, penerapan pendekatan TaRL berbasis video interaktif layak digunakan sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur.
CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING BERBASIS MEDIA DIGITAL KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA TEKS CERITA RAKYAT PADA SISWA KELAS VII 2 SMP NEGERI 10 TANJUNGPINANG Inka Puspita Ningrum; Harry Andheska; Gigih Harpuas
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.667

Abstract

Pendidikan Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam mengembangkan keterampilan membaca, khususnya melalui teks cerita rakyat yang kaya akan nilai budaya lokal. Namun, siswa Sekolah Menengah Pertama sering mengalami kesulitan memahami teks cerita rakyat karena bahasa klasik dan konteks budaya yang kurang akrab. Penelitian ini mengimplementasikan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis media digital Kahoot! untuk meningkatkan pemahaman membaca teks cerita rakyat pada siswa kelas 7.2 SMP Negeri 10 Tanjungpinang. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diterapkan dalam dua siklus dengan instrumen tes pemahaman membaca, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata nilai dari 69,25 pada prasiklus menjadi 85,15 pada siklus II, dengan persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) meningkat dari 40,74% menjadi 100%. Pengintegrasian budaya lokal dalam pembelajaran melalui CRT dan penggunaan Kahoot! sebagai media interaktif terbukti efektif meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Strategi ini tidak hanya memperkuat pemahaman teks, tetapi juga menumbuhkan apresiasi budaya dan identitas siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran yang responsif secara budaya dan adaptif teknologi dapat menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pembelajaran teks cerita rakyat di era digital.