Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DI DESA SIDAN, KLUMPRIT, SUKOHARJO Widiyono, Widiyono; Putra, Fajar Alam; Suwarni, Anik; Indriyati, Indriyati
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.111

Abstract

Upaya untuk membiasakan hidup bersih dan sehat sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat adalahmemberikan penyuluhan serta pemeriksaan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan potensi pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi warga Desa Sidan, Klumprit, Sukoharjo. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat Desa Sidan sehingga masyarakat dapat menyadari bahwa peningkatan kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif dan sangat antusias dalam berpartisipasi pemeriksaan kesehatan, kegiatan pendidikan kesehatan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Problem Solving Keluarga Yang Merawat Penderita Stroke Dalam Kesembuhan Pasien Elvira Mustika Watie; Anik Suwarni; Indriyati Indriyati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2302

Abstract

Stroke is one of the non-communicable diseases with the highest mortality and disability rates in Indonesia and the world. The role of the family in the process of caring for stroke patients is very important, especially in providing social support and problem solving skills during the recovery period. Social support includes emotional, informational, and instrumental aspects that can affect the mental and physical health of patients and families who care for them. Family problem solving skills are also key in overcoming various challenges in caring for stroke patients who require intensive attention and assistance.This study aims to analyze the relationship between social support and family problem solving skills in caring for stroke patients and its relationship to the patient's recovery process. This study uses a quantitative approach with a correlational analytical research type and a cross-sectional research design. Sample selection uses the Purposive Sampling technique. Data analysis uses the Kendall Tau correlation test.There is a relationship between social support and problem solving of families caring for stroke patients in patient recovery with a significance value of 0.019 <0.05, which means that there is a significant relationship between social support and problem solving. Then, from the Correlation Coefficient, the closeness of the relationship and the direction of the relationship can be seen, the Correlation Coefficient value shows a result of 0.31 which is a positive number.The higher the social support obtained by families caring for stroke patients, the higher the level of problem solving they have.
HUBUNGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PRAKTIK MANDIRI (HOMECARE) DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KEPERAWATAN MANDIRI DI SUKOHARJO 2023 Sri Sugiyanti Utami; anik suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2024): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/jtzvp067

Abstract

Home care adalah pelayanan keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau kelompok kepada pasien, dilakukan secara berkala dan komprehensif yang bertujuan agar pasien mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dalam dunia usaha yang semakin kompetitif, setiap orang harus memiliki kreatifitas dan inovasi dalam menangkap peluang usaha termasuk dalam praktik mandiri perawat home care yang berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jiwa kewirausahaan dan motivasi perawat terhadap kualitas pelayanan praktik mandiri (home care) dalam pelaksanaan praktik keperawatan mandiri. Desain penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif  dengan rancangan cross sectional. Hasil pengamatan di uji dengan menggunakan uji statistik kendall Tau-b, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 20 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan total sampling. Hasil pengamatan dilakukan dengan uji statistik dari hubungan jiwa kewirausahaan terhadap kualitas pelayanan home care didapatkan nilai p=0,003 dimana nilai p < 0,05 maka hipotesis diterima, sedangkan hubungan motivasi perawat terhadap kualitas pelayanan home care didapatkan nilai p=0,001 dimana nilai p < 0,05 maka hipotesis diterima. Simpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara jiwa kewirausahaan dan motivasi perawat terhadap kualitas pelayanan praktik mandiri (home care) dalam pelaksanaan praktik keperawatan mandiri oleh perawat.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA FLYER DAN HEALTH TALK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KARYAWAN MENGENAI MASALAH FIT WITH NOTE DI PT. DONGGISENORO LNG KILANG GAS DI SULAWESI TENGAH Ratna Kumalasari; Anik Suwarni; Vitri Dyah Herawati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2024): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/4yj00j15

Abstract

Fit With Note adalah mampu melakukan pekerjaan tetapi efektivitasnya menurun, ada keterbatatasan, perlu minum obat atau perlu adaptasi. Penyebab status kesehatan karyawan menjadi Fit With Note adalah penyakit tidak menular dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan status kesehatan menjadi Temporary Unfit. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan kesehatan dengan media flyer dan health talk guna meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai masalah Fit With Note agar karyawan dapat merubah pola hidupnya sehingga status kesehatannya dapat kembali menjadi Fit atau tidak memburuk menjadi Temporary Unfit. Untuk mengetahui perbedaan Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Dengan Media Flyer Dan Health Talk Terhadap Tingkat Pengetahuan Karyawan Mengenai Masalah Fit With Note Di PT. Donggi Senoro LNG Kilang Gas Di Sulawesi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini sebanyak 32 responden karyawan dengan status kesehatan Fit With Note dan sedang berada di dalam site saat penelitian, menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis uji paired t-test dan uji beda (independent t-test), alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner mengenai masalah fit with note. Hasil Rata-rata skor pengetahuan karyawan sebelum diberikan intervensi dengan media flyer adalah 12,63 dan health talk 12,25. Rata-rata skor pengetahuan karyawan setelah diberikan intervensi dengan media flyer adalah 16,25 dan health talk 17,25. Terdapat pengaruh pemberian intervensi dengan media flyer terhadap tingkat pengetahuan karyawan (p value 0,001 < 0,05). Terdapat pengaruh pemberian intervensi dengan media health talk terhadap tingkat pengetahuan karyawan (p value <0,001 < 0,05). Nilai rerata selisih intervensi dengan media flyer 3,62 dan health talk 5,00 sebesar 1,38 poin, untuk melihat keefektifan media intervensi dilakukan uji beda dengan uji independent t-test diperoleh hasil p 0,016< 0,05 (α), artinya terdapat perbedaan efektivitas tentang masalah Fit With Note dengan media flyer dan health talk di PT Donggi Senoro LNG Kilang Gas di Sulawesi. Kesimpulan Intervensi dengan media health talk lebih efektif dibandingkan media flyer.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTABIO DENGAN KECEMASAN IBU TERHADAP EFEK PEMBERIAN IMUNISASI DI POLIKLINIKANAK RSUD KARTINI KARANGANYAR Dewi Luri Wulandari; Anik suwarni; Fajar Alam Putra
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2024): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/8mmc8h43

Abstract

Imunisasi  pentabio  menyebabkan  badan  anak  panas  setelah diberikan, sehingga menyebabkan ibu merasa cemas, tegang, dan khawatir. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi pentabio dengan kecemasan  ibu  terhadap  efek  pemberian  imunisasi  di  Poliklinik  Anak  RSUD Kartini Karanganyar. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu dengan balita yang melakukan imunisasi pentabio  di Poliklnik Anak RSUD Kartini Karanganyar. Sampel sebanyak 32 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 21 responden (65,6%) ibu memiliki pengetahuan cukup tentang imunisasi pentabio dan sebanyak 15 responden (46,9%) memiliki kecemasan sedang ibu tentang efek imunisasi pentabio. Hasil uji rank spearman didapatkan nilai signifikansi  sebesar  0,000 < 0,05  yang berarti ada hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi pentabio dengan kecemasan ibu terhadap efek pemberian imunisasi pentabio dengan dan nilai korelasi hubungan sebesar 0,601 yang berarti hubungan pengetahuan dan kecemasan memiliki korelasi yang kuat. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan serta intervensi untuk mengatasi masalah kecemasan dalam pemberian imunisasi.
PENGARUH TERAPI MUSIK GENDING JAWA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN INTRA OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA Sulastri Wahyuningsih; Anik Suwarni; Atik Aryani
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 01 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/n2nqyk91

Abstract

Background: Benign Prostate Hyperplasia (BPH) is a non-cancerous enlargement of the prostate gland caused by aging and usually occurs in more than 50% of men aged 50 years and over. Medical treatment for BPH patients is Transurethral Resection of the Prostate (TURP) surgery, which can cause anxiety in patients. One way to reduce patient anxiety is Javanese gending music therapy. Objective: To determine the effect of Javanese gending music therapy on the level of anxiety in intra-operative benign prostatic hyperplasia patients. Method: This study used a quantitative approach with the pre-experimental type and with a One Group Pretest-Posttest Design research design. The instrument used the Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). The sample was patients with benign prostatic hyperplasia surgery at Diponegoro Dua Satu Klaten Hospital with 49 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis used the paired t-test. Results: Most respondents have a level of anxiety before being given music therapy, they have a moderate level of anxiety with 41 respondents (83.7%), while after being given music therapy, most respondents have a mild level of anxiety with 30 respondents (61.2%). Based on the results of the analysis, a p-value of 0.001 <0.05 is obtained. It shows that there is an effect of Javanese gending music therapy on the level of anxiety in intraoperative benign prostatic hyperplasia patients. Conclusion: There is an effect of Javanese gending music therapy on the level of anxiety in intraoperative benign prostatic hyperplasia patients Keywords: Benign Prostatic Hyperplasia, Javanese Gending, Anxiety   ABSTRAK   Latar Belakang : Benigna Prostat Hyperplasia merupakan pembesaran kelenjar prostat non kanker disebabkan oleh penuaan yang biasanya muncul pada lebih dari 50% laki-laki yang berusia 50 tahun ke atas.Penanganan medis pada penderita BPH dilakukan tindakan pembedahan disebut Transurethral Resection of the Prostate (TURP) yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Salah satu cara mudah untuk mengurangi kecemasan pada pasien adalah dengan menggunakan terapi musik gending jawa. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik gending jawa terhadap tingkat kecemasan pada pasien intra operasi benign prostatic hyperplasia. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre Eksperimental dan dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi benign prostatic hyperplasia di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 49 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test. Hasil : Sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi musik memiliki tingkat kecemasan sedang sebanyak 41 responden (83,7%), sedangkan setelah diberikan terapi musik sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan ringan sebanyak 30 responden (61,2%). Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat pengaruh terapi musik gending jawa terhadap tingkat kecemasan pada pasien intra operasi benign prostatic hyperplasia. Simpulan : Terdapat pengaruh terapi musik gending jawa terhadap tingkat kecemasan pada pasien intra operasi benign prostatic hyperplasia Kata Kunci : Benign Prostatic Hyperplasia, Gending Jawa, Kecemasan  
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 10 BOYOLALI Maila Yesi Kharisma Wati; Atik Ariyani; Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/jzqg3s69

Abstract

Anemia adalah kondisi di mana konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah berada di bawah tingkat normal. Hb memiliki peran penting dalam mengikat serta mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otot dan otak. Remaja putri adalah kelompok yang rentan terkena anemia. Prevalensi tinggi anemia terjadi akibat kurangnya pengetahuan yang baik tentang anemia. Cara untuk meningkatkan pengetahuan dengan pemberian edukasi tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Tujuan mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di MTsN 10 Boyolali. Jenis penelitian pra eksperiment dengan desain one group pre test post test. Populasi seluruh siswi MTsN 10 Boyolali yang berjumlah 249 orang, teknik sampling stratified random sampling, jumlah sampel sebanyak 71 orang. Uji bivariat menggunakan Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian sebelum diberikan Pendidikan kesehatan menunjukkan mayoritas remaja putri memiliki pengetahuan dengan kategori cukup yaitu sebanyak 36 remaja putri (50,7%). Sedangkan setelah diberikan Pendidikan kesehatan mayoritas memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 64 remaja putri (90,1%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p value 0,001 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di MTsN 10 Boyolali. Kesimpulan ada pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di MTsN 10 Boyolali.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Anik Kadaryati; Anik Suwarni; Indriyati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/wpx0dg43

Abstract

Latar Belakang gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi medis yang serius, di mana fungsi ginjal mengalami penurunan yang signifikan dan tidak dapat berfungsi normal lagi. Pasien yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa akan mengalami perubahan psikologis dan psikososial dan berdampak pada penurunan kualitas hidupnya. Keluarga sebagai orang terdekat memiliki peranan penting selama proses perawatan guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis di RSU Dipoonegoro Dua Satu Klaten. Metode penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 47 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau-b. Hasil berdasarkan hasil didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 44 responden (93,6%) dan kualitas hidup baik sebanyak 24 responden (51,1%). Sedangkan didapatkan hasil analisis p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Kesimpulan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
HUBUNGAN  NOCTURIA DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELITUS Nuning Wahyu Tri Untari; Anik Suwarni; Ni’mah Mufidah
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/qsvwzd95

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam meningkat. Penderita DM akan mengalami berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari seperti lemas,sering kesemutan, rasa lapar, rasa haus, gangguan berkemih dimalam hari (nocturia). Nocturia adalah penyakit yang sangat umum dan mengganggu gejala saluran kemih. Insiden nocturia meningkat seiring bertambahnya usia. Berkemih dimalam hari akan menyebabkan seseorang terbangun dari tidur normalnya. Frekuensi berkemih yang berlebihan di malam hari akan menggangu siklus tidur normal dan berakibat menurunya kualitas tidur. Tujuan: mengetahui hubungan nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Metode: Rancangan penelitian adalah deskriptif korelatif dengan rancangan  cross sectional design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner nocturia ICIQ-N dan kuesioner kualitas tidur PSQI. Populasi dalam penelitian ini adalah 92 responden yang merupakan rata-rata jumlah pasien DM perbulan di Klinik Bhayangkara Surakarta, dengan jumlah sampel 50 responden. Data penelitian di analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kendall Tau Hasil: Derajat nocturia responden berhubungan dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta ditunjukan dengan hasil uji statistik dengan nilai p=0,001 dan r= 0,603. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Semakin berat nocturia yang dialami, semakin buruk kualitas tidur responden.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS DI RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Fikrina Himatun Ulya; Vitri Dyah Herawati; Atik Ariyani; Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/0vmxn283

Abstract

Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dalam mempertahankan kesimbangaan cairan dan elektrolit yang perlu dilakukan hemodialisis. Sehingga pasien menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan sosial signifikan, memengaruhi kualitas hidup. Selain itu kemampuan pasien dalam menghadapi tantangan ini adalah efikasi diri, yaitu keyakinan terhadap kemampuan mengelola kondisi dan menjalani perawatan. Tujuan : Mengetahui hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 88 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan General Self Efficacy Scale (GSES) dan Word Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQoL-Bref). Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau b. Hasil : Berdasarkan hasil mayoritas responden memiliki efikasi diri pada pasien gagal ginjal kronis tinggi sebanyak 86,5% dan kualitas hidup baik sebanyak 62,5%. Hasil analisis diperoleh p-value 0,001 < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Serta memiliki nilai r 0,265 yang berarti memiliki keretanan cukup kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
Co-Authors ., Nurwakit ., Widiyono abdul, ahwan Agustina, Niken Ahmad Syamsul Bahri, Ahmad Syamsul ahwan abdul Ahwan Ahwan Alya Dyah Permatasari Permatasari Andrik Purwasito Anik Kadaryati Arta Akmalia Arta Akmalia Atik Ariyani Atik Aryani Atik Aryani Desinta Aldefintania Sasti Dewi Luri Wulandari Dewi, Tri Kesuma Dian Muhammad Rifai Didik Narsanto Dina Mariyana Dina Risnawati Dina Risnawati, Dina Dwi Kurniawati Elvira Mustika Watie Eni Mulyani Eq Ganiswari, Talitha Erna Listyaningsih Erwin Kartinawati Etty Eriyanti Fadilah Azzahra Fajar Alam Putra Fajar Alam Putra, Fajar Alam Fakhri Fathony, Adib Febriyanti, Novita Fikrina Himatun Ulya Galih Adi Prasetyo Heni Nur Hayati Herawati, Vitri Dyah Hidayat, Tin Kumalasari Ida Wahyu Yunitaningrum Idris Yani Pamungkas Idris Yani Pamungkas Indri Ernawati Indriyati Indriyati Indriyati . Indriyati Indriyati Indriyati Indriyati Khoirul Anwar, Ahmad Kiki Aristyawati Kusuma Wardani Lia Anggraini Lia Rahayu Lilik Sri Rahayu Sukatman Lilis Murtutik Lilis Murtutik Lilis Murtutik Linda Annisa Sholehah Linda Annisa Sholehah Lisdiarta, Agustinus Lisdiarta Luh Putu Ratna Sundari Maila Yesi Kharisma Wati Marjiyanto . Marjiyanto ., Marjiyanto Maryam, Rujanah Waluyawati Maryati . Muhammad Rifai, Dian Mustaan Mustaan Mustaan, Mustaan Musta’an Musta’an Musta’an Musta’an Ni’mah Mufidah Nola Juniati Novita Febriyanti Nuning Wahyu Tri Untari nursetyoputri_111002 Nurwakit . Popy Astriani Pradipto, Tegar prahasta, nyimas evandia Puspa Jelita Putri Suhendar, Rachmalia Ragil Tri Cahyo Saputro Rantiningsih Sumarni Ratna Kumalasari REMON SARKOL Reni Ariastuti Resziana Lucki Nur Dwi Pratiwi ROSO PRAJOKO Rosyadah Hafidz Rujanah Waluyawati Maryam Saputro, Ragil Tri Cahyo SARKOL, REMON Shinta Rositasari Shinta Rositasari Shinta Rositasari Silfanus Eda Sinta Mei Enjelina SINTA Rositasari Siti Nurhayati Sri Ernawati Sri Mularsih Sri Purwanti Sri Sugiyanti Utami Sri Sulastri Sukma Shinta Yunianti Sulastri Wahyuningsih Sumarni, Ranti Sumarni, Rantiningsih Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Tiara Azriliani Madaningtyas Titi Nurhayati Tulus Prasojo Umdhah Mufidhah Wahyu Andini Utami, Sri Sugiyanti Utami Vitri Dyah Vitri Dyah Herawati Wahyuni . Widiyono Widiyono . Widiyono . Widiyono, Widiyono Winarti Winarti Wiratmi, Wiratmi Wulansari, Agix Yusnanda Arintowati Zetik Undarti Zetik Undarti, Zetik